Sholawat Nariyah
March 30, 2007
اللهم صل صلاة كاملة، وسلم سلاما تاما على سيدنا محمد الذى تنحل به العقد، وتنفرج به الكرب، وتقضى به الحوائج، وتنال به الرغائب، وحسن الخواتم وسيتشقى الغمام بوجهه الكريم، وعلى أله وصحبه فى كل لمحة ونفس بعدد كل معلوم لك
Allohumma sholli ’sholaatan kaamilatan wa sallim salaaman taaamman ‘ala sayyidina Muhammadinilladzi tanhallu bihil ‘uqodu wa tanfariju bihil qurobu wa tuqdho bihil hawaaiju wa tunalu bihir roghooibu wa husnul khowaatimu wa yustasqol ghomamu biwajhihil kariem wa ‘ala aalihi wa shohbihi fie kulli lamhatin wa nafasim bi’adadi kulli ma’lumin lakaArtinya : Ya Alloh berilah sholawat dengan sholawat yang sempurna dan berilah salam dengan salam yang sempurna atas penghulu kami Muhammad yang dengannya terlepas segala ikatan, lenyap segala kesedihan, terpenuhi segala kebutuhan, tercapai segala kesenangan, semua diakhiri dengan kebaikan, hujan diturunkan, berkat dirinya yang pemurah, juga atas keluarga dan sahabat-sahabatnya dalam setiap kedipan mata dan hembusan nafas sebanyak hitungan segala yang ada dalam pengetahuanMU
Sholawat ini pernah diijazahkan oleh ustadz Mawardi, salah seorang muthowwif jamaah hajji Tazkia yang sudah menetap lama di Saudi. Sholawat ini hendaknya dibaca 11 kali setelah sholat fardhu. Sholawat ini banyak faedahnya
Belakangan setelah beberapa waktu berlalu saya membaca kitab terjemahan Afdhal al Salawat ‘ala Sayyid as Sadat karangan Yusuf bin Ismail an Nabhani (diterjemahkan oleh Muzammal Noer dengan judul Bershalawat untuk mendapat keberkahan hidup, dengan penerbit Mitra Pustaka, Cetakan I Desember 2003 hal 302)
Imam Ad Dinawari berkata : Siapa saja membaca shalawat setiap selesai sholat sebanyak 11 kali dan ia menjadikannya sebagai bacaan rutin maka rizkinya tidak akan pernah putus dan ia mendapatkan derajat yang tinggi…
Berita terkait : http://id.wikipedia.org/wiki/Kyai_hamid_pasuruan
| 


July 11, 2007 at 12:38 pm
tdnya gw pkr nyari sholat nariyah ini rd sulit, ternyata gampang bgt!!! thanx’s God.
asli gw seneng bgt, krena gw bth bgt ama ini artikel
makasih bgt ma yg masukin artikel ini ke website, jadi bisa bermanfaat bgi smua umat muslim, amin
July 14, 2007 at 9:51 pm
Amien. Makasih juga mas Dwi dah mampir ke sini. Seneng baca komentar mas Dwi. Salam kenal…
July 25, 2007 at 8:10 am
ALhamdulillah , tadinya aku pikir juga shalawat nariyah itu panjang. Tnyata nggak yaa…Insya Allah pengen aku amalkan setiap sholat fardhu. AMin
July 25, 2007 at 10:50 am
Alhamdulillah, semoga Alloh mudahkan niat baik mbak Widya. Terima kasih sudah mampir dan memberi komentar.
August 13, 2007 at 6:55 am
tunggu.. tunggu.. tidak disebutkan harus shalawat nariyah kan? dengan “Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad” kan juga shalawat? dikatakan apabila membaca sholawat minimal 10x setiap hari..
oleh Jibril: “aku akan membimbing tangannya melewati Shirat Al-Mustaqim seperti halilintar”.
oleh Mikail: “aku akan memberikan dia tenaga”
oleh Isrofil: “aku tidak akan angkat sujud sebelum Allah mengampuninya”
oleh Izroil: “aku akan mencabut ruhnya seperti mencabut ruhnya para nabi”
August 14, 2007 at 10:47 am
Betul mas Prima Adi, tidak mesti sholawat Nariyah. Semua bentuk shalawat adalah baik dan bermanfaat di dunia dan akhirat. Mari kita galakkan shalawat dalam kehidupan kita. semoga Aalloh memberikan keberkahan kepada kita melalui shalawat kepada Rasulullah saw, keluarga dan para sahabatnya. amien
August 23, 2007 at 10:03 am
Alhamdulillah saya mendapatkan sholawat nariyah, tadinya saya bingung karena ibu telepon saya suruh baca sholawat nariyah sementara di tempat agak sulit dicari dan saya bisa menemukan disini …….berikut penjelasannya terima kasih ya…Allah…
August 26, 2007 at 3:41 am
sholawat nariyah, tadinya aku gak ngerti kok ada sholawat nariyah yang artinya api, Rosul SAW. sendiri tidak pernah ngajarin sholawat macam ini. tapi kok dimana-mana pada sholawatan nariyah. Dari mana mereka yang membuat sholawat ini ngerti, jika di baca 4444 x bisa memberikan manfaat keselamatan dan di mudahan dari kesusahan. kok kayaknya ada ibadah baru di luar yang di syariatkan Rosul SAW. Gw jadi bingung neeh… Apa lagi dari berbagai sumber sholawat ini termasuk kelewat batas dalam menempatkan derajat Rosul. Karena itu Gw takut sholawatan nariyah takut menyekutukan Allah. gimanapun Rosul SAW hanya hamba dan pesuruh Allah dan tak lebih, jangan di sejajarkan dengan Allah. Dalami artinya dong jangan asal sholawat.
August 27, 2007 at 10:10 am
Menurut saya kalau mo coba amalkan sholawat Nariyah,lakukan aja. Yang penting kewajiban kita sebagai umat jangan ditinggalkan,jangan sampai sholawat Nariyah lebih diutamakan daripada shalat 5waktu dan kewajiban yang lainnya
August 28, 2007 at 5:10 pm
Syukron. atas tanggapan mas Akupeduli dan mas Budi. Kembali ke masing2 aja, bagi yang mau membacanya silakan (asal tidak beri’tiqod bahwa nabi Muhammad SAW. dapat melakukan dengan dirinya sendiri. Padahal hakikat hanya di tangan Alloh SWT). Bagi yang tidak masih banyak shalawat lain yang masyru’ (sesuai dengan yang ada di hadits). Semoga kita dapat berlomba dalam mengamalkan hal2 yang baik dan utama serta diperintahkan oleh Alloh dan NabiNYA. amien
September 14, 2007 at 4:20 pm
coba dicamkan betul makna dari sholawat nariyah, masak rasul dikultuskan. membaca sholawat adalah “Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa’ala alihi muhammad adalah merupakan ibadah” sebagaimana tuntunan dari beberapa hadist. Tapai masalah sholawat nariyah tidak ada satupun nash yang menyebutkan, apalagi diembel-embeli dengan faedah-faedah yang disebutkan. Jangan-jangan mengamalkan sholawat nariyah kita bisa mendapatkan predikat musyrik. wallohu a’lam.
September 14, 2007 at 5:21 pm
Terima kasih mas Kadek atas masukkannya. Memang yang terdapat dalam hadits tidak sebanyak salawat2 yang muncul belakangan. Namun ungkapan salawat selain yang ada dalam hadits bukan merupakan penyimpangan, kecuali memang menyatakan tentang adanya ilah selain Alloh SWT.
Mengenai kultus individu saya pikir tidak. Lihat bagaimana ada sahabat yang meminum darah bekas bekam Rasululloh SAW. Apa ini tidak keterlaluan? Ada juga yang berebutan mengambil air sisa wudhu Rasululloh SAW. bahkan mengusapkannya ke seluruh tubuh. Kultus individukah mereka ke pribadi Rasululloh SAW? Musyrik-kah mereka? Tentu tidak.
Allohu a’lamu. BTW. Makasih banyak atas komentar mas Kadek
November 5, 2007 at 11:42 am
Itu bukan mengkultuskan tapi mengharapkan keberkahan dari ‘manusia yg paling sempurna, yg tuhan saja bersholawat atasnya’. jelas bedalah manusia dengan tuhan. Allah.swt-lah diatas segala galanya.
allomumma sholli ‘ala sayyidina muhammad, wa ‘ala alihi wa shohbihi wabarik wasallim. mari kita sama2 banyak bersolawat.
November 5, 2007 at 4:11 pm
Allohumma sholli wa sallim wa barik ‘alayhi wa ‘ala aalih, wa ash habih.
Shodaqta ya akhi. Jazakallohu khoir.
November 19, 2007 at 7:11 pm
Re:shalawat nariyah – 2007/08/22 18:58 Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
Rahmat dan Cahaya keridhoan Nya swt semoga selalu mengiringi hari hari anda,
saudaraku yg kumuliakan,
mengenai shalawat nariyah, tidak ada dari isinya yg bertentangan dg syariah, makna kalimat : yang dengan beliau terurai segala ikatan, hilang segala kesedihan, dipenuhi segala kebutuhan, dicapai segala keinginan dan kesudahan yang baik, serta”, adalah kiasan, bahwa beliau saw pembawa Alqur’an, pembawa hidayah, pembawa risalah, yg dg itu semualah terurai segala ikatan dosa dan sihir, hilang segala kesedihan yaitu dengan sakinah, khusyu dan selamat dari siksa neraka, dipenuhi segala kebutuhan oleh Allah swt, dicapai segala keinginan dan kesudahan yang baik yaitu husnul khatimah dan sorga,
ini adalah kiasan saja dari sastra balaghah arab dari cinta, sebagaimana pujian Abbas bin Abdulmuttalib ra kepada Nabi saw dihadapan beliau saw : “… dan engkau (wahai nabi saw) saat hari kelahiranmu maka terbitlah cahaya dibumi hingga terang benderang, dan langit bercahaya dengan cahayamu, dan kami kini dalam naungan cahaya itu dan dalam tuntunan kemuliaan (Al Qur’an) kami terus mendalaminya” (Mustadrak ‘ala shahihain hadits no.5417), tentunya bumi dan langit tidak bercahaya terang yg terlihat mata, namun kiasan tentang kebangkitan risalah.
Sebagaimana ucapan Abu Hurairah ra : “Wahai Rasulullah, bila kami dihadapanmu maka jiwa kami khusyu” (shahih Ibn Hibban hadits no.7387), “Wahai Rasulullah, bila kami melihat wajahmu maka jiwa kami khusyu” (Musnad Ahmad hadits no.8030)
semua orang yg mengerti bahasa arab memahami ini, Cuma kalau mereka tak faham bahasa maka langsung memvonis musyrik, tentunya dari dangkalnya pemahaman atas tauhid,
mengenai kalimat diminta hujan dengan wajahnya yang mulia, adalah cermin dari bertawassul pada beliau saw para sahabat sebagaimana riwayat shahih Bukhari.
mengenai anda ingin membacanya 11X, atau berapa kali demi tercapainya hajat, maka tak ada dalil yg melarangnya,
demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,
wallahu a’lam
http://majelisrasulullah.org
October 15, 2009 at 8:13 am
Thanks Muhibin !! great explanation …
November 19, 2007 at 7:34 pm
Jazakallohu khoir ya akhie. Penjelasan ini lebih dari cukup untuk mengkanter pendapat2 miring yang tidak jelas juntrungannya atas nama tauhid.
November 27, 2007 at 2:45 pm
Wah.. saya mah klo masalah tauhid katro banget, tapi mendengar bahwa kita umat islam saling mengisi bagi mereka yang kurang paham sangat membuat saya bersyukur. Banyak sekali yang saya pelajari dari bahasan ini. so buat akh ahmad lukman dan akhi2 yang lain, syukron. Never give up !!!
November 27, 2007 at 7:18 pm
@ Akh Fiendra Shiroi: Ane setuju ama antum. Terima aksih dah mampir dan memberi komentar. Semoga antum tambah berkah dunia akhirat. Amien
December 14, 2007 at 7:40 am
Melakukan kebaikan..dan bersalawat yang memang di sunatkan oleh rasul Allah juga..perlu..tapi hati2..jangan sampai kita melakukan hal yang memang tidak jelas aturanya..baik di Qur’an maupun dalam hadis…karena selain Amalan kita jadi gak jelas nilainya..salah2 bisa jadi musrik karena menyekutukan Allah..
December 14, 2007 at 8:28 am
@ mbak Risma yg baik :
Kata2 atau kalimat yg dapat membuat musyrik dlm sholawat nariyah yg mana, boleh tolong disebutkan?
Jazakillah khoiron katsiero.
January 21, 2008 at 7:52 pm
Ass Wr Wb,
Saya mohon bantuan kepada Saudara-Saudari Muslim .Saya tinggal di Negara yg sulit mendapatkan buku2 tentang Islam. Saya sdg mencari bacaan Do’a Nurbuah dengan artinya sekali. Terima kasih sebelumnya.
January 21, 2008 at 8:09 pm
Mbak Laila ada di mana sekarang?
January 21, 2008 at 8:51 pm
saya baru pindah ke Singapore beberapa bulan yang lalu, mungkin tahun depan ke US mengikuti suami berpindah dari satu negara ke negara lain.Salam kenal mas Lukman.
January 24, 2008 at 3:39 am
Ass..
saya saat ni pny masalah yg bgtu berat menurut saya..pda suatu ketika saya tanya ama orang tua trus beliau bilang sruh baca SHOLAWAT NARIYAH sebnyak 11 kali sehabis sholat fardhu gtu ama sehabis sholat malam baca surat AL-MUZAMIL secara istiqomah….nti pda suatu ketika akn bnyk manfaat setelah baca amalan tsb…
sampe sekarang saya mulei membacanya…
semoga dgn membaca SHOLAWAT ini kita bsa mndapatkn safa’atNYA…Amiiin !!
January 24, 2008 at 8:52 am
@buat yg takut musyrik
Sholawat itu tanda cinta pada Rosulillah, tanda terimakasih yg tak terhingga, karena kita bisa bertauhid mengenal Alloh Azza wa Jall.
Kalau dgn Pak RT aja bisa hormat, apalagi pada Rosulillah SAW?
Gak bisa dibandingkan sebenarnya.
Maka, buat Anda yg berhati kecil, takut musyrik, what a pity…
كاسيهان ديه لو ……..!
سالاه سنديري ترجروموس وهابي !
January 24, 2008 at 1:55 pm
@ akh Doni : teruskan kebiasaan baik antum. Smg kt mendapat syafaatnya di akhirat. Syafa’ati yawmal qiyamati haqqun. Fa man lam yu’min lam yakun min ahliha. Syafaatku pd hari kiamat adalah benar adanya. Siapa yg tdk mempercayainya, tidak termasuk di dalamnya.
@ akh Dzulfikar : Yukhsarul mar’u ma’a man ahabba. Kelak manusia akan dikumpulkan bersama orang yg dicintainya.
Shalawat salah satu bukti cinta. Smg kita dikumpulkan dlm panji Junjungan Muhammad al Musthofa saw. Amien
January 25, 2008 at 3:56 pm
Ass…
Saya turut simpaty dg masalah yg anda hadapi, semoga dg banyak SHOLAWAT anda mendapat safa’atnya dan dikeluarkan dari segala kesulitan.
Saya pun punya masalah yg cukup berat. Saya hidup dan tinggal dg banyak orang Non Muslim di sekitar saya.Mereka mengucilkan dan memandang rendah kami karena mereka tahu kami Muslim dan dari Indonesia.Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kami kekuatan iman.
January 26, 2008 at 3:58 am
Tetap semangat mb. Laila, insya 4JJI mbak dan kel senantiasa diberi kemudahan. 4JJI SWT tidak akan pernah memberikan beban diluar kemampuan.
January 26, 2008 at 5:51 am
Amiin Allohumma amin..
sabar ya mbak Laila..mgkin dgn adanya maslah ini kita ditempa untuk jdi yg lbih baek…
Alloh swt psti pnya rencana baek bwt mbak Laila…
klo kata orang tua saya..”suruh banyak dzikir” !!!
semoga Alloh swt meridhoi kita semua…amin
February 7, 2008 at 11:56 pm
sebenarnya kalo ada orang suka mempermasalahkan ayat2 alquran atau hadist2 nabi, itu spt ktk jaman nabi isa dulu, tjd pertentangan shg ada yg percaya ato tdk, maka akan tjd permusuhan; inilah yg diinginkan para musuh islam, islam bentrok dng islam sendiri gara2 pembenaran alirannya sendiri. mari kita tingkatkan ukhuwah islamiyah, jk dia sahadat sholat puasa zakat dan haji berarti islam tp jk tdk melakukan ke-5 rukun islam td berarti kafir dan musrik…Allahu Akbar
March 2, 2008 at 9:34 am
tolong, ikut di doakan…untuk suami temanku yang sudah 4 hari tidak pulang kerumah. segala permasalahan bisa diselesaikan, bahwa kita memang tidak boleh berani terhadap orang tua, namun dengan meninggalkan anak dan istri, sebagai suami sudah meninggalkan tanggung jawabnya.
tolong ikut didoakan, supaya terbuka jalan pikiran yang terang dan bisa diberikan kebahagiaan.
March 2, 2008 at 1:04 pm
Insya Alloh, kami bantu mbak. Semoga Alloh SWT membuka mata hati suami teman mbak Dinda, al faatihaaah…
March 12, 2008 at 3:59 pm
Alhamdulillah,terima kasih sekali buat shalawat nariyah nya di website ini.Udah lama saya tidak baca shalawat nariyah,akhirnya lupa.Terima kasih sekali lagi
March 12, 2008 at 6:31 pm
Sami2 mbak Erika. Semoga tambah berkah kehidupan mbak Erika dengan rajin membaca shalawat.
Sholluuuuu ‘alaaaa Muhammad..!
Allohumma sholli wa sallim wa baarik ‘alayhi wa ‘ala aalihi.
March 13, 2008 at 1:51 pm
saya dulu mengamalkan shalawat nariyah, sekarang lebih favorite shalawat konvensional.
yg saya bingung koq jadi gontok2 kan ya antara pengamal nariyah vs non nariyah, padahal kan masing2 niatnya sama.
hayu aja atuh masing2, gak usah saling gontok2an lah, udah gak jaman.
March 13, 2008 at 2:21 pm
Betul mas Oe (gak enak terusin, ganti yang bagus atuh). Kalau ada kalimat dalam shalawat Nariyah yang mengantarkan kepada kultus berlebihan dan jatuh pada syirik, tolong tunjukkan dengan argumen yang jelas. Makasih mas Oe.
March 16, 2008 at 11:35 pm
Amin,terima kasih mas Lukman.Hal yang sama juga saya do’akan buat mas Lukman.
March 26, 2008 at 11:50 am
Alhamdulillah, saya bisa baca sholawat nariyah dari sini. Dan menurut saya lebih baik istiqomah dalam mengamalkan bacaan sholawat ini daripada meributkan artinya. Kebetulan saya besok ada interview di kedutaan untuk ambil visa study ke US, kalau bisa tolong didoakan agar dipermudah oleh Allah
March 26, 2008 at 12:07 pm
Amien. Semoga Alloh permudah urusan antum akhie.
April 1, 2008 at 4:28 pm
fungsinya lom paham banget nih
April 10, 2008 at 7:51 pm
assalammualaikum wr.wb
saya bingung tentang shalawat nurbuat ?
adakah yang bisa menjelaskannya ?
April 27, 2008 at 6:51 am
kalau pengin lebih paham semuanya ikuti pengajian Majelis Rasulullah di Masjid Al Munawar Pancoran Jl. Raya Pasar Minggu tiap Senin Malem Selasa
April 27, 2008 at 7:45 am
Terima kasih informasinya akhi…
Silakan yang di Jabotabek dan sekitarnya yang punya waktu dan kesempatan, untuk menghadirinya.
April 29, 2008 at 12:55 pm
mas lukman saya mau tanya tentang bacaan sholawat nariyah yang apabila di baca sebanyak 4444x itu akan dimudahkan segala urusannya oleh Allah SWT.
April 29, 2008 at 1:01 pm
ada juga yang mengamalkan di barengi dengan puasa mutih. nah ini gimana hukumnya dengan puasa mutih itu sendiri.
April 30, 2008 at 1:38 am
[...] on Ina Desianacilvi_anggraini on Ina Desianaemaknyamaxi on PengajianAli Imron on Sholawat NariyahAli Imron on Sholawat NariyahIna’92 on [...]
May 4, 2008 at 8:41 pm
Masya Allah. Kok ada ya orang nggak takut dg perbuatan syirik. kalo aku boleh memilih, zinah masih jauh lebih uenakkk ketimbang syirik. syirik adalah dosa terbesar yg tak terampuni dan penghapus smua amal kebaikan kita. Kalo mau sholawatan, baca aja sholawat ibrahimiyah yang spt kita baca dalam sholat setiap hari. Insya sholawat ini jauh lebih afdlol. jangan tertipu rayuan syetan dengan kedok sholawat nariyah. insya Allah sholawat tsb tidak ada dasar dalilnya sama sekali. Yaa Allah aku berlindung kepadamu dari hal2 yang tidak aku ketahui dan yg bisa menjerumuskan aku kedlm lembah kemusyrikan tanpa aku sadari karena hanya menerima apa yang diberikan oleh seseorang tanpa aku mengetahui dasarnya. Amiin.
Hamba Allah yg Bodoh
May 5, 2008 at 9:25 am
Nazir, kalau belum sampe ilmunya, jangan bicara masalah syirik. Makanya belajarnya yang rajin dan berguru yang benar. Sudah tahu dan mengaku bodoh kok menilai?
Coba Nazir lihat dan rasakan, mana ada sistem kerajaan dalam Islam. Itu bid’ah gak? Kenapa justru negara berpaham wahabi menerapkan sistem kerajaan sampai sekarang? Apakah salaf as soleh mengajarkan demikian? Apa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, ada dalam Al Qur’an, para sahabat radhiyallohu ‘anhum menjalankan?
Jadi Nazir dan para pemuja Wahabi, harus belajar dengan guru yang benar, jangan hanya mengaku dirinya mengikut manhaj salaf tapi wala’nya ke Amerika. He he he
May 21, 2008 at 11:45 am
Alangkah baiknya kita mengambil hikmah dari apa yang telah dilakukan oleh orang yang ditimpa kesulitan dan mendapat kemudahan dengan mengamalkan sholawat nariyah.
Saya sedang mengamalkannya, itu yang penting.
Doakan semoga tetap istiqomah, dan doakan juga semoga segala kesulitan yang sedang saya hadapi berbuah kemudahan. Amiin.
May 26, 2008 at 12:14 pm
alhamdulillah akhirya sy ketemu dgn forum ini, sy pengamal shalawat nariah, jadi lebih mantap mengamalkannya ( akhir2 ini gundah takut syirik ),
bismillah ………
June 4, 2008 at 2:39 pm
Sdr. Ahmad Lukman
Sholawat Tafrijah dengan terjemahan diatas apabila dibaca oleh orang yang beriman maka berdiri bulu kuduk karena keharuan, saya sangat percaya apabila didawamkan sesuai yang diharapkan oleh manusia pasti akan Allah SWT kabulkan bahkan hal yang positip yang tidak mungkin pun dapat terkabulkan berkat kemurahan Allah SWT sebagai yang pernah dilakukan oleh Ibu dari nabi Ismail berusaha lari-lari kesana kemari diantara dua bukit gersang tidak ada penghuninya tetapi manusia hanya bisa berusaha akan tetapi Allah SWT Maha menentukan hal yang tak mungkin menjadi mungkin maka munculah air yang tidak putus-putusnya sampai akhir jaman yang dinamakan sumur Zam-zam. siapapun yang berhadap disertai perbuatan/usaha Insyaallah Allah SWT akan mengabulkan termasuk salah satunya mendawamkan Sholawat Tafrijah Insyaallah.
June 6, 2008 at 5:42 pm
Assalamu’alaikum………
Salam kenal semuanya, semoga Alloh memudahkan pintu2 masuk surga untuk kita semua.
Sholawat Nariyah memang kalau dirunut kebelakang banyak yang tidak mengetahui asal muasalnya, masalah ibadah seharusnya kita lebih mengedepankan yang sudah masru’/ dicontohkan atau diperintahkan oleh Rosululloh SAW (mengutip kata akh Ahmad Lukman) karena kita bisa dapat pahala dobel, pahala kitaittiba’(mengikut) rosul juga pahala dari kita melakukan amal sholih tersebut. Saya yakin kita sudah banyak sekali menghapal sholawat yang diajarkan Rosululloh SAW. Saya berkeyakinan sholawat yang diajarkan oleh Rosululloh jauh lebih afdhol(utama) untuk di amalkan dan lazimkan, daripada sholawat yang dirangkai oleh seorang ahli ilmu sekalipun(mohon maaf kalau tak sependapat) walaupun didalamnya terhindar dari kesyirikan. Sholawat yang paling utama adalah sholawat ibrani (sebagaimana yang kita baca ketika tahiyat dalam sholat) mohon diluruskan kalau ada salah dan khilaf, mohon maaf karena masih manusia yang dhoif.
Mari kita sama-sama hidupkan sunnah untuk kejayaan umat Islam. Assalamu’alaikum….
June 6, 2008 at 6:03 pm
Assalamu’alaikum….
Afwan semuanya ada yang ketinggalan. Ana berpesan untuk semuanya….Jangan sampai kita terjebak dengan ibadah yang menghabiskan waktu kalau itu belum kita ketahui dicontohkan/diperintahkan oleh baginda Rosululloh SAW. Misalnya kita membaca do atau sholawat tertentu jumlahnya 2222 kali, karena selain waktunya yang lama bisa membuat kita ketinggalan atau malah tidak sempat melakukan sunnah2 Rosul yang lebih utama. Misal tilawah Alqur’an, Qiyamullail(tahajjud) dan sholat2 sunnah lainnya. Mungkin itu pesan dari ana, mohon maaf kalau ada khilaf. Assalamu’alaikum
June 8, 2008 at 12:41 pm
Bagi mereka yang sudah rajin latihan, bermain sepakbola amat menyenagkan. 90 menit bahkan terasa sangat pendek dan kurang. Bagi yang tidak pernah latihan akan termehek-mehek dan sangat membosankan.
Al Gazhali sering menyebutnya Riyadhoh. Selamat berlatih, jangan hiraukan orang yang belum tahu nikmatnya beribadah mengganggumu.
June 29, 2008 at 11:41 pm
Alhamdulillah,ini semua adalah rohmat dr Allah utk kite semua.krn pd hakikatnya cinta kpd apa2 yg dicintai Allah,itu adalah cinta kpd Allah,semakin banyak cinta adalah makin baik.Allah adalah apa sangka hambanya.thx
July 5, 2008 at 9:03 pm
Assalamu’alaikum
(Quote from Muhibin, on November 19th, 2007 at 7:11 pm)
mengenai shalawat nariyah, tidak ada dari isinya yg bertentangan dg syariah, makna kalimat : yang dengan beliau terurai segala ikatan, hilang segala kesedihan, dipenuhi segala kebutuhan, dicapai segala keinginan dan kesudahan yang baik, serta”, adalah kiasan, bahwa beliau saw pembawa Alqur’an, pembawa hidayah, pembawa risalah, yg dg itu semualah terurai segala ikatan dosa dan sihir, hilang segala kesedihan yaitu dengan sakinah, khusyu dan selamat dari siksa neraka, dipenuhi segala kebutuhan oleh Allah swt, dicapai segala keinginan dan kesudahan yang baik yaitu husnul khatimah dan sorga,
Saya masih belum nyambung dengan apa yang panjenengan jelaskan sebagai kiasan. terutama pada kata-kata “berkat dirinya yang pemurah”. apa artinya bukan malah semua itu (terlepas segala ikatan, lenyap kesedihan, terpenuhi kebutuhan, bahkan hujan yang diturunkan) adalah kehendak Nabi Muhammad SAW, bukan kehendak Allah? padahal Nabi kan hanya manusia biasa, kok bisa menurunkan hujan?
itu yang pertama. kemudian saya mendapati jumlah hitungan shalawat nariyah di atas, ada yang 10x, 2222x, 11x terus terang juga membuat saya bingung. dari mana asbab/asal hitungan angka-angka ini? kenapa harus 2222? atau 11? apakah ada dalil khusus mengenai angka-angka tersebut?
lantas fadhilah yang dijanjikan, (dimudahkan segala urusan dsb) apakah memang benar? dari manakah sumbernya? jika memang dari sholawat nabi, kenapa fadhilah itu dikhusukan HANYA untuk shalawat nariyah?
dan (mohon maaf jika kata2 saya lancang, karena saya mengharapkan kejelasan) bagaimana bisa begitu berani (penyusun shalawat ini) menjanjikan fadhilah yang begitu luar biasa, sementara Rasulullah SAW saja tidak pernah berkata seperti itu? (perlu diingat, pedoman utama Islam Al-qur’an dan as-sunnah. dan segala sumber di bawah dua sumber itu jika tidak ada/tidak sesuai, bisa dikatakan SALAH)
mohon penjelasan.
dan mohon maaf jika ada kata-kata yang tidak berkenan.
wassalamu’alaikum…
July 7, 2008 at 9:10 pm
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
Rahmat dan Cahaya keridhoan Nya swt semoga selalu mengiringi hari hari anda,
saudaraku yg kumuliakan,
mengenai shalawat nariyah, tidak ada dari isinya yg bertentangan dg syariah, makna kalimat : yang dengan beliau terurai segala ikatan, hilang segala kesedihan, dipenuhi segala kebutuhan, dicapai segala keinginan dan kesudahan yang baik, serta”, adalah kiasan, bahwa beliau saw pembawa Alqur’an, pembawa hidayah, pembawa risalah, yg dg itu semualah terurai segala ikatan dosa dan sihir, hilang segala kesedihan yaitu dengan sakinah, khusyu dan selamat dari siksa neraka, dipenuhi segala kebutuhan oleh Allah swt, dicapai segala keinginan dan kesudahan yang baik yaitu husnul khatimah dan sorga,
ini adalah kiasan saja dari sastra balaghah arab dari cinta, sebagaimana pujian Abbas bin Abdulmuttalib ra kepada Nabi saw dihadapan beliau saw : “… dan engkau (wahai nabi saw) saat hari kelahiranmu maka terbitlah cahaya dibumi hingga terang benderang, dan langit bercahaya dengan cahayamu, dan kami kini dalam naungan cahaya itu dan dalam tuntunan kemuliaan (Al Qur’an) kami terus mendalaminya” (Mustadrak ‘ala shahihain hadits no.5417), tentunya bumi dan langit tidak bercahaya terang yg terlihat mata, namun kiasan tentang kebangkitan risalah.
Sebagaimana ucapan Abu Hurairah ra : “Wahai Rasulullah, bila kami dihadapanmu maka jiwa kami khusyu” (shahih Ibn Hibban hadits no.7387), “Wahai Rasulullah, bila kami melihat wajahmu maka jiwa kami khusyu” (Musnad Ahmad hadits no.8030)
semua orang yg mengerti bahasa arab memahami ini, Cuma kalau mereka tak faham bahasa maka langsung memvonis musyrik, tentunya dari dangkalnya pemahaman atas tauhid,
mengenai kalimat diminta hujan dengan wajahnya yang mulia, adalah cermin dari bertawassul pada beliau saw para sahabat sebagaimana riwayat shahih Bukhari.
mengenai anda ingin membacanya 11X, atau berapa kali demi tercapainya hajat, maka tak ada dalil yg melarangnya,
demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,
wallahu a’lam
sumber : http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=5&func=view&catid=9&id=6450&lang=id
July 15, 2008 at 3:29 pm
sgl sesuatu harus ada sumber ilmunya, jg sampai apa yg kita lakukan sia2. Guru hanyalah sebagai fasilitator kita dalam berilmu, bukan untuk dijadikan sbg nabi baru. Keika ada saudara kita yg mengingatkan, maka dengarkan dan pahami terlebih dahulu kemudian cari kebenarannya, buak dengan emosi kita melawan dia karena tdk sesuai dg nafsu kita
July 15, 2008 at 4:13 pm
Ilmu itu luas. Apakah ilmu yang luas itu sudah Anda pahami Badrul? Sehingga Anda menggangap Anda dan kelompok Anda lah sang lautan ilmu itu sendiri. Anda seolah telah menjeljahi semua ilmu dan ditangan Anda dan kelompok Anda lah kebenaran. Hah, ego Anda terlalu tinggi Badrul.
Su’udz dzon Anda terhadap kaum muslimin terlalu picik. Tahu apa Anda tentang ilmu balaghoh? Anda tak lain seorang muqollid yang berlagak sebagai seorang ulama atau mufti.
July 22, 2008 at 12:18 pm
Sahabatku, ilmu sangat……tttttttttttttttttttttttttttttttttttt luas. bahkan saya tidak tau ilmu ttg permesinan. Karena tdk tau, makannya ketika kendaraan saya rusak, maka saya serahkan kepada ahlinya, tukang bengkel.
Saya tidak memiliki kelompok apapun, karena ISLAM sangat luas. saya bergaul dengan siapapun, karena agama ini tumbuh dengan perbedaan yang ada. Ketika saya melihat suatu perbedaan dalam Islam, maka saya bersyukur, karena dalam islam masih banyak orang-orang yang senantiasa perduli dengan Agamanya. Ketika saya mendapatkan suatu ilmu yang baru, dan sumber dasarnya itu jelas (qur’an dan haditsnya), maka saya hanya berusaha untuk mengamalkannya. Ketika amalan itu ada sesuatu yang meragukan, maka saya lebih suka untuk menghindarinya..
July 22, 2008 at 4:34 pm
Mungkin mas Badru bisa lebih spesifik ttg shalawat di atas yg meragukan dan bertentangan dgn Al Qur’an dan hadits, ijma dan qiyas? Sehingga perlu dihindari.
Oh ya bisa beri contoh konkret orang yg menjadikan guru menjadi Nabi baru. Tentu bukan orang yg mengaku2 mjd nabi baru spt A. Mushadek dlsb. Sehingga yg antum katakan punya alasan dan bukti yg jelas, tidak hiperbolis.
Syukron. Mari bersholawat dan perindah sholawat kita. Rasululloh shallallohu ‘alayhi wa aalihi wa sallam senantiasa menjawab shalawat dan salam kita & itu salah satu bukti cinta.
September 10, 2008 at 10:05 am
Syaiton lebih mencintai bid’ah daripada maksiat
karena jika orang melakukan maksiat ia tahu bahwa itu terlarang, tetapi jika ia melakukan bid’ah seakan akan ia merasa dekat dengan dengan Allah padahal sesungguhnya ia sangat jauh dengan-Nya
—————-
September 10, 2008 at 10:36 am
Assalamu’alaikum semuanya
Salam kenal buat mas Ahmad Lukman. InsyaAllah, Allah swt melimpahkan barokah_nya kepada anda. Amin. Salut buat Anda.
Saya setuju sekali kita harus memperindah dan memperbanyak sholawat. Karena saya yakin RasuluLLah Muhammad SAW pasti akan menjawab sholawat kita. MasyaAllah berarti kita pun bisa berdo’a dan diamini oleh Rasul Muhammad SAW. Allahu Akbar.
Namun kayaknya lebih baik mari kita semuanya mencari persamaan di antara kita. Kalau lah ada perbedaan satu dua di sana sini, biarlah itu terjadi dan kita kerjakan mana yang kita mantep untuk mengerjakannya. Itu saja
Lha wong orang-orang di luar situ yang jelas-jelas memusuhi kita saja tidak pernah kita usik kok. Kok kita malah sibuk mencari perbedaan di antara kita.
Bismillah InsyaAllah, Allah SWT dengan kemuliaan NAbi-Nya selalu menunjuki kita jalan-jalan keselamatan amin.
September 15, 2008 at 1:01 pm
Assalamu’alaikum Wr Wb
Masih saja di zaman sekarang ini orang mengaku dirinya paling benar yang lain pada salah. Padahal pada saat kita mengatakan kita yang paling benar, maka pada saat itulah kita menjadi makhluk yang paling hina disisi Allah. Hidayah, Taufik dan inayah itu hanya milik Allah. Dan perlu kita semua tahu bahwa menggapai hidayah, taufik dan inayah itu tidak datang dengan sendirinya. Yang paling penting buat kita sekarang ini adalah UKHUWAH ISLAMIYAH, rasa persaudaraan yang eratlah yang mampu memikul beban yang akan diletakkan ke atas pundak kita
afwan
hamba fakir
hamba yang fakir
September 23, 2008 at 3:37 pm
kok aku lain yah…
kalau mau doa dg tulus..pasti Allah kasih.. itu sepanjang pengalaman hidupku…
jadi berdoa saja dengan hati jangan dengan harapan….
September 23, 2008 at 4:24 pm
Berdo’alah dengan hati dan penuh harap.
October 9, 2008 at 3:27 pm
Assalamu’alaikum akhina Ahmad Lukman,
Ane tiap abis sholat baca nih sholawat nariyah, kadang sholawat Munjiyyah, ane cuman gedeg aje ame orang yang merespon Shalawat Nariyah itu syirik, atawa bid’ah atawa gag diajarkan Rasulullah SAW, nah ane mo tanya sama mereka, apakah Khutbah Jumat dijaman Rasulullah SAW itu menggunakan Bahasa Indonesia yah, ato menggunakan bahasa inggris ato bahasa urdu?? kalo shalawat nariyah ini bid’ah, mereka gag sadar padahal mereka berbuat bid’ah.
Sesungguhnya semua itu hanya kedangkalan ilmu mereka saja yang bertaklid buta dengan Wahabi.
Allahumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammad….
Shollu ‘alaih
October 10, 2008 at 7:51 pm
Nama asli dari Do’a Nur Buwwah adalah Nuurun Nubuwwah atau Cahaya Kenabian, do’a ini dibawa oleh malaikat Jibril dan diajarkan secara langsung oleh para Rasul kepada para sahabat.
Kepada para sodara sekalian yang seumur hidup belum pernah mengenal do’a ini janganlah langsung mengatakan do’a ini tidak bener atau tidak valid JUSTERU SODARALAH YANG MESTI NANGIS TERSEDU-SEDU KARENA SUDAH SETUA INI BARU KALI INI DENGER DO’A YANG SANGAT MULIA INI.
JADI SELAMA INI NGAPAIN AJA.
INGAT, JIKA ADA SESUATU YANG ANDA TIDAK KETAHUI BUKAN BERARTI IA TIDAK ADA, TAPI PENGETAHUAN ANDALAH YANG BELUM SAMPAI KESANA WAHAYY SODARA.
November 12, 2008 at 11:02 am
Konon kesuksesan Syech Puji dalam bisnis karena beliau rajin mengamalkan sholawat ini…btw amalkan saja karena niatnya karena Allah lho ya bukan karena pengen jadi syech Puji yang kaya raya itu…be yourself deh
November 15, 2008 at 8:46 am
Pak Ustadz Yth,
Saya lagi mencari dalil / hujah tentang salawat NARIYAH apakah ini dicontohkan oleh Rosululloh saw ???
Bukankah ibadah kita harus ittiba kepada Rosulluloh saw ??
December 4, 2008 at 5:57 pm
Ass. Ada beberapa hal yg membuat sy bingung kenapa sholawat sll dikaitkan dng faedah/manfaat,apa benar sholawat nariyah bisa memberikan faidah seperti yg tertulis,saudaraku jangan kita tertuju pd faedah, ingat sholawat adalah do’a,sedang yg bisa mengabulkan do’a hanya ALLAH yg lain tidak bisa.
Maka jangan kau agungkan apapun selain ALLAH.
Jika kita membaca sholawat/apapun hanya keridloanNYA yg kita harapkan, karena hanya ALLAH bisa memberi manfaas atas segala sesuatu,maaf jika tidak berkenan
Wass
December 9, 2008 at 8:38 pm
akhirny ak dpt jg sholawat nariyah..
makacih artikelny,mga tmbh b’manfaat..
Amiinn…
December 9, 2008 at 8:56 pm
@ Cahyajati ; ada apa dengan faedah? Jika ukhti bicara tentang hakikat, maka tidak ada yang kuasa tanpa izin dari siapa pun kecuali hanya Alloh SWT. Untuk mendekatkan diri kepada Alloh [keredhaanNya tentunya], Alloh memerintahkan kepada kita untuk mencari wasilah. Kenapa Alloh menyuruh kita memusyrikkan diriNya dengan suatu perantaraan [wasilah]. Kontradiktif kan? Kok Alloh menyuruh kita musyrik.
Ketika kita berbicara bahwa orang yang bersedekah akan dihindarkan bala/mushibah. Hakikatnya hanya Alloh yang dapat menghindarkan segala bala/ mushibah, bukan sedekah itu. Sedekah hanya sebagai wasilah, hakikat kembali kepada Alloh.
Ketika kita bershalawat dan diiming2ngi faedah, yakinlah bahwa bukan shalawat itu yang berkuasa memberi faedah, namun kembali kepada Alloh SWT.
Banyak orang yang picik dan gemar menebarkan fitnah ke sana ke mari tentang amalan orang lain dengan sebutan bid’ah, musyrik dlsb. Jamaah yang selalu mengklaim paling murni tauhidnya, sementara yang lain cacat. Bahkan mereka mudah mencap orang kafir. Semoga Alloh meluruskan mereka.
Allohu a’lamu
December 10, 2008 at 1:45 am
Ass Kyai Saad
Boleh minta info ttg history Shalawat Nariyah? Ada sejak jaman Rasulullah apa ada sejak Beliau wafat?
Trims
December 14, 2008 at 10:56 pm
salam,
saya dukung pertanyaan Mas Budi. sebenernya siapa yha yang bikin shalawat nariyah jadi tambah beken terutama di blog ini, sampe kita2 jadi “geger” begini..?!
yang jelas bahasa arab bukan bahasa indonesia,dan gak semua bahasa bisa difahami kecuali oleh para ahli bahasa, yangga?!
kalo inget Rasulullah saw pernah bilang gini: da’ ma yaribuk ila ma la yaribuk (HR. Tirmidzi). kalo merasa ga yakin yaudah tinggalin aja..;)
December 15, 2008 at 6:35 pm
Kalimatu al haqq yuridu biha al baathilu
Perkataan/dalil yang benar yang digunakan untuk sesuatu yang batil.
Gak usah ragu untuk menunjukkan cinta kita kepada junjungan nabi Muhammad shallallohu ‘alayhi wa aalihi wa sallam. Ungkapan cinta kita dalam bentuk shalawat tidak akan menjadikan kita musyrik. Tidak usah bingung dengan statement yang tidak memiliki dasar yang kuat.
Yukhsaru al mar’u ma’a man ahabba
Kelak manusia dikumpulkan bersama orang yang dicintainya.
December 26, 2008 at 10:14 pm
Tolong carikan sejarah shalawat Nariyah yang antum perdebatkan itu, dengan dalil dan pertanggungan jawab nanti di depan Allah bahwa yang antum terangkan itu betul dan bukan karangan yang mengada-ada, kalau ada ana akan beriman kepada penjelasan antum.
December 27, 2008 at 12:20 am
Jangan sewot dan sombong ustadz. Belajarlah ilmu dan kearifan. Insya Alloh ustadz akan dapat ilmunya.
Katanya orang yang sombong akan jauh dari syurga. Katanya loh, saya sih tidak punya dalil seperti ustadz Abd. Basir hafidzahullah.
Keep smilling…
December 27, 2008 at 12:26 am
Kalau antum punya dalil yang melarang orang mengungkapkan rasa cintanya yang mendalam kepada Nabinya, silakan tuliskan, gak usah sombong, seolah semua ilmu antum sudah ketahui.
Bid’ah kah dan musyrik kah orang yang berteriak : Fidaaka anta abi wa ummi ya Rasulalloh! [Aku tebus Engkau, dengan jiwa raga bapak dan ibuku wahai Rasululloh]
Ilmu itu bak samudra ustadz Abd. Basir. Sudahkan antum jelajahi semua tepinya? Allohu yahdik
Keep smiling…
December 28, 2008 at 3:26 pm
AsSalamu’alaikum
ane awalny mengangGap Shalawat yg menjunJung tingGi sayyidina MuhamMad SAW i2 suatU bid’ah atau syirik . . Namun i2 hnya pRasangka dan keangkuhan krna kdangkalan ilmuku . .
Stelah aku tahu adanya tawassul , , aku yakin ini tdkLah syirik . .
Kalian pRnah nyadar gk ?
KLo org sedang jaTuh cinta ke lawan jenis , sejuTa kata indah kita rangkai karna untUk mendptkan cinta dari lawan jenis terSebut dan mMbuktikan qta cinta lwn jenis tsBt . .
(gk usah di coNtohin , yakin d dah pada jago )
nah , junjunglah MuhamMad SAW setingGi-tingGinya dan jangan meminta kepada MuhamMad SAW atas sgala hajat . .
Kalo qta ragu brtawasul , gunakan shalawat untuk nunjukin cinta qta pada rasul aja . .
N smuga di akhrat rasul melirik kita unTuk di beri syafaAt darinya krna RAsUL sudah di beri izin Oleh Allah SWT untk memberi syafAat .
N gw cman mau nglurusin pndpt yg memandang , n kata2 pd shalawat nariyah i2 berlbhan . .
Gni :
“sesungGuhnya MuhamMad itu berada pada Akhlak yang Agung ”
gw lupa Qur’an surat apa ayat brP .
Tapi intiny Allah SWT memuji Muhammad SAW dgn kata ADZHIM atau Agung .
Bukan mulia , terhormat ,or etc .
Allah SWT aja memuji Muhammad SAW . . Lhah qta yg masi pada bnyk dosa kuq gk mau memuji Muhammad SAW . .
(memuji bukan memuja y kwan ^^)
Sholu a’la Muhammad !
Mari kita nyatakan cinta qta kepada Muhammad SAW dgn shalawat karna Muhammad SAW yg telah memperkenalkan qta PAda Allah SWT ,Zat yg dibutuhkan adanya , Zat yg pantas disembAh . .
1x lage . . Sholu a’la Muhammad
December 28, 2008 at 8:17 pm
Allohumma sholli wa sallim wa baarik ‘alayh wa ‘ala aalih wa ash-habih
December 31, 2008 at 8:34 am
Ya Allah Ya Rabbana Ya Kariim…
Segala puji hanya milik Engkau, hanya milik Engkau. Pencipta alam beserta segenap isinya. Sungguh hamba ini adalah makhluk Engkau yang dho’if, hambaMu yang sangat membutuhkan bimbinganMu.. hamba yang sangat perlu akan petunjukMu..
Hamba berterima kasih kepada Engkau.
Telah Engkau kirim seorang Rosul Mulya, insan terkasih, sungguh telah datang seorang nabi yang sangat mencintai ummatnya. berat terasa baginya derita yang dipikul ummatnya. haram bagi hamba mencintai yang lain sebelum dengan segenap jiwa hamba mencintai beliau. Dialah Rosulullah Sayidina wahabibina Muhammad salallahu’alaihi wa’alihi wassalam. Rahmatan lil alamin. Cahaya bagi seluruh alam. Yang dengan kehadirannya di muka bumi menjadi rembulan bagi kami, menjadi penyejuk bagi kami dikala kami duka. Sungguh cinta Engkau adalah manakala kami mencintai beliau.
Ya Allah limpahkanlah segenap kebahagiaan, keberkahan, kemulyaan dan derajat yang tinggi untuk beliau beserta keluarga dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Karena dengan mencintai beliau dan mengikuti segala sunnah beliau Insya Allah akan selamatlah hidup kami baik di dunia maupun di akhirat.
Ya Allah…
Sampaikan salam kami…
Sampaikah rasa cinta kami …
Insya Allah kami adalah pengikut beliau…
Kami laksanakan shalat sebagaimana beliau shalat,
Kami akan bersaum sebagaimana belaiu saum,
Kami akan berucap sebagaimana belai bertutur kata,
Kami akan makan sebagaimana beliau makan,
Kami akan bersikap sebagaimana beliau bersikap,
Ya Allah …
Bimbinglah kami…
Agar kami mampu mengikuti sunnah beliau, beliau adalah cinta kami di dunia ini dan beliau pemberi syafaat kami di akhirat nanti…
Beliau adalah hamba Allah termulya…
December 31, 2008 at 8:37 am
Ya Allah Ya Rabbana Ya Kariim…
Segala puji hanya milik Engkau, hanya milik Engkau. Pencipta alam beserta segenap isinya. Sungguh hamba ini adalah makhluk Engkau yang dho’if, hambaMu yang sangat membutuhkan bimbinganMu.. hamba yang sangat perlu akan petunjukMu..
Hamba berterima kasih kepada Engkau.
Telah Engkau kirim seorang Rosul Mulya, insan terkasih, sungguh telah datang seorang nabi yang sangat mencintai ummatnya. berat terasa baginya derita yang dipikul ummatnya. haram bagi hamba mencintai yang lain sebelum dengan segenap jiwa hamba mencintai beliau. Dialah Rosulullah Sayidina wahabibina Muhammad salallahu’alaihi wa’alihi wassalam. Rahmatan lil alamin. Cahaya bagi seluruh alam. Yang dengan kehadirannya di muka bumi menjadi rembulan bagi kami, menjadi penyejuk bagi kami dikala kami duka. Sungguh cinta Engkau adalah manakala kami mencintai beliau.
Ya Allah limpahkanlah segenap kebahagiaan, keberkahan, kemulyaan dan derajat yang tinggi untuk beliau beserta keluarga dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Karena dengan mencintai beliau dan mengikuti segala sunnah beliau Insya Allah akan selamatlah hidup kami baik di dunia maupun di akhirat.
Ya Allah…
Sampaikan salam kami…
Sampaikah rasa cinta kami …
Insya Allah kami adalah pengikut beliau…
Kami laksanakan shalat sebagaimana beliau shalat,
Kami akan bersaum sebagaimana belaiu saum,
Kami akan berucap sebagaimana belai bertutur kata,
Kami akan makan sebagaimana beliau makan,
Kami akan bersikap sebagaimana beliau bersikap,
Ya Allah …
Bimbinglah kami…
Agar kami mampu mengikuti sunnah beliau, beliau adalah cinta kami di dunia ini dan beliau pemberi syafaat kami di akhirat nanti…
Beliau adalah hamba Allah termulya…
Namun beliau tetaplah seorang hamba Allah, … Hamba Allah … Hamba Allah yang membawa risalah Allah, …
Hamba Allah yang dicintai oleh segenap alam..
December 31, 2008 at 9:29 am
Lelaki agung itu berdiri di tengah ummatnya, senja telah tiba, semilir angin senja menerpa wajah mulya, semburat cahaya jingga terpancar di sela – sela awan berarak keperakan. Menyaksikan semangat ibadah para sahabat beliau, peluh bercucuran membasahi bumi makkah di sekitar Ka’bah, seakan berucap terima kasih atas diinjak-injaknya bereka oleh kaki-kaki suci.
Tawaf, sebagai salah satu rukun haji telah dilaksanakan oleh Rosulullah beserta sahabat beliau.
Para sahabat berkumpul, berdesakan namun tetap tertib dan hidmat, karena sang Rosul akan menyampaikan wahyu , sebagai firman dari Sang Maha Pencipta.”Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu.”
Itu adalah wahyu terakhir yang mereka terima, kemudian Rosulullah juga berpesan :” Hai manusia, ringankan beban pembantumu, mulyakanlah istri-istrimu, …
Dengan seksama para sahabat mendengarkan nasehat tersebut,
Tak tertahankan rasa gembira para sahabat mendengatkan wahyu, karena Sang Maha Kasih telah menyempurnakan segala aturan hidup mereka dan meridhoinya sebagai the way of life.
Secercah kesedihan tampak dari raut Abu Bakar Ash Shiddieq. beliau adalah salah seorang sang sangat dekat dengan laki-laki suci itu.
Selesai pertemuan beliau segera bergegas ke kediaman.
Tangis hisak dan kepedihan terpancar jelas di raut wajah beliau, sehingga menjadi perhatian beberapa orang sahabat terdekat rosulullah.
Ada apa dengan engkau wahai Ash Shiddieq? mengapa engkau tidak mengekspresikan kebahagiaan? Bukankah hahyu terakhir telah turun? Bukankah agama kita telah diridhoi olehNya? beberapa para sahabat bertanya tentang duka yang dialami oleh Abu Bakkar.
Tidakkah engkau sadari puncak dari pada pertemuan adalah perpisahan? Tidakkah kalian fahami wahyu terakhir adalah detik-detik akhir pertemuan kita dengan Baginda Rosulullah Muhammad saw yang amat kita cintai?
Bukankah wahyu terakhir merupakan tanda berakhirnya tugas beliau?
Dengan suara berat Abu Bakkar berkata :” Kita akan berpisah dengan lautan kasih…
Spontan ucapan Abu Bakar menghentak kesadaran para sahabat yang selama ini terbawa oleh pesona arus kebahagiaan.
“Apakah maksud engkau Rosulullah akan wafatya Ash Shiddieq?”
Abu Bakar terdiam, wajah wibawa itu tertunduk, tak kuasa ditegakkannya.sementara linangan air mata terus mengalir membasahi keriput pori-pori pipi beliau.
“Maksudmu rosulullah akan meninggalkan kita Ya Ash Shiddieq?!”
Tanya para sahabat penasaran.
Beberapa pertanyaan tak mampu dijawabnya, akhirnya para sahabat sergegas pergi setelah mengucapkan salam.
Berita tersebut cepat tersebar ke segenap penjuru.
Yang mereka tangkap adalah Baginda mulya akan wafat.
Berita yang menggelisahkan membuat kota Madinah dan Mekkah tampak seperti kota yang memendam seribu misteri.
Hendak bertanya, namun tak kuasa, tidak bertanya beban begitu berat.
Puncak daripada itu semua akhirnya beberapa sahabat berkumpul, bermaksud menanyakan beban berat yang menghimpit jiwa mereka, puluhan, belasan, dan ratusan akhirnya jumlah mereka bergegas menuju ke kediaman Rosul yang merupakan bagian dari belahan hidup mereka.
Rosulullah bersama istri beliau pada saat itu, melihat para sahabat beliau datang, dengan senyum bahagia beliau menyambut mereka. Namun tak seorangpun para sahabat menunjukan wajah bahagia. Baginda tidak mengerti apa yang terjadi dengan para sahabat beliau.
“Ada apa dengan kalian wahai para sahabatku?
Mengapa kalian tampak begitu khawatir?..
Semua membisu, lidah mereka kelu , tak seorangpun yang mampu menengadahkan wajahnya.
“Apa salahku wahai saudaraku, apakah aku membuat kalian duka?”
Para sahabat tetap terpaku, sementara degup dijantung mereka berdetak kuat, keringat bercucuran, hendak mereka katakan namun tak kuasa menerima jawaban.
Akhirnya terlontar pula sepatah katya….
A,a, apakah engkau akan meninggalkan kami ya rosulullah?.. Apakah wahyu terakhir adalah tanda engkau akan wafat, ya Nabiallah?..
Rosulullah terhentak namun segera tertunduk, “Siapa yang berucap demikian?”
ABU BAKKAR !!! Ya rosulullah, setengah berteriak beberapa sahabat menjawab. Seakan mereka ngionginkan jawaban yang berseberangan dengan ucapan Ash Shiddieq.
Sambil tertunduk rosulullah berkata : “Abu Bakkar, .. ti.. tidak, sa, salah….
Spontan bumi yang mereka pijak saat itu pula basah, basah dengan keringat, terlebih dengan cucuran air mata para sahabat ….
December 31, 2008 at 9:51 am
Kelelahan dan kepayahan terpancar dari wajah suci itu, rambut lusuh beliau tampak basah oleh peluh yang terus mengalir dari kening dan kulit kepala beliau. Demam tinggi sudah beberapa hari menyelimuti tubuh mulya itu, beberapa luka terlihat jelas di beberapa organ tubuh beliau.
Kegelisahan yang amat dahsyat tampak dari raut wajahnya. Ada hal yang amat penting yang seolah menjadi tiang penghalang beliau untuk menghadap Illahi Robbi. Dua lembar selimut tak mampu menjadi penghangat demam yang beliau derita. Ke kiri dan ke kanan wajah beliau palingkan, sementara Jibril hanya mampu diam membisu.
”Jibril, mengapa engkau tak mampu mengobati kegelisahan hatiku? Apakah engkau malu melihatku seperti ini?” Suara parau beliau keluar dari sela sela bibir.
Jibril yang sejak lama mendampingi beliau tak mampu menatap wajah yang begitu berkharisma, seolah mengatakan telah tuntas melaksanakan tugas mengemban risalah kenabian.
”Tidak ya rosulullah”…
”Aku hanya tidak tega melihat engkau, yang merupakan kekasih Allah begitu menderita di saat sakaratul maut seperti ini.”
Tidak mengapa ya Jibril, … Sekira begini sakitnya sakaratul maut, aku mohon limpahkan sakit seluruh sakaratul maut ummatku kepadaku…
Yang terpenting bagiku bagaimana ummatku sepeninggalku nanti ya Jibril..
Bagaimana ummatku ya Jibril?…
Malaikat yang selalu setia menemani Baginda tidak dapat menjawab beberapa pertanyaan yang beliau lontarkan.
Segera Jibril melesat menuju kehadirat Illahi Robbi, bertanya tentang kondisi ummat Rosulullah Muhammad saw.
Kemudian di sampaikan berita langit bahwa Allah akan mengharamkan ummat – ummat yang lain masuk ke Syurga sebelum ummat Muhammad terlebih dahulu memasukinya..!!!
Keceriaan tampak membias di wajah baginda.
Seraya berucap : Ummati, … ummati …. ummati….
Ruh suci itu menghadap ke Illahi…
Ya rosulullah…
Hingga air mata ini kering, ..
Hati ini takkan pernah berhenti mencinatu engkau ..
Ya Kekasih Hati..
Izinkah kami berjumpa dengan mu di akhirat nanti ya habibana..
Wa syafi’ana wamaulana ….
December 31, 2008 at 9:55 am
Kelelahan dan kepayahan terpancar dari wajah suci itu, rambut lusuh beliau tampak basah oleh peluh yang terus mengalir dari kening dan kulit kepala beliau. Demam tinggi sudah beberapa hari menyelimuti tubuh mulya itu, beberapa luka terlihat jelas di beberapa organ tubuh beliau.
Kegelisahan yang amat dahsyat tampak dari raut wajahnya. Ada hal yang amat penting yang seolah menjadi tiang penghalang beliau untuk menghadap Illahi Robbi. Dua lembar selimut tak mampu menjadi penghangat demam yang beliau derita. Ke kiri dan ke kanan wajah beliau palingkan, sementara Jibril hanya mampu diam membisu.
”Jibril, mengapa engkau tak mampu mengobati kegelisahan hatiku? Apakah engkau malu melihatku seperti ini?” Suara parau beliau keluar dari sela sela bibir.
Jibril yang sejak lama mendampingi beliau tak mampu menatap wajah yang begitu berkharisma, seolah mengatakan telah tuntas melaksanakan tugas mengemban risalah kenabian.
”Tidak ya rosulullah”…
”Aku hanya tidak tega melihat engkau, yang merupakan kekasih Allah begitu menderita di saat sakaratul maut seperti ini.”
Tidak mengapa ya Jibril, … Sekira begini sakitnya sakaratul maut, aku mohon limpahkan sakit seluruh sakaratul maut ummatku kepadaku…
Yang terpenting bagiku bagaimana ummatku sepeninggalku nanti ya Jibril..
Bagaimana ummatku ya Jibril?…
Malaikat yang selalu setia menemani Baginda tidak dapat menjawab beberapa pertanyaan yang beliau lontarkan.
Segera Jibril melesat menuju kehadirat Illahi Robbi, bertanya tentang kondisi ummat Rosulullah Muhammad saw.
Kemudian di sampaikan berita langit bahwa Allah akan mengharamkan ummat – ummat yang lain masuk ke Syurga sebelum ummat Muhammad terlebih dahulu memasukinya..!!!
Keceriaan tampak membias di wajah baginda.
Seraya berucap : Ummati, … ummati …. ummati….
Ruh suci itu menghadap ke Illahi…
Ya rosulullah…
Hingga air mata ini kering, ..
Hati ini takkan pernah berhenti mencintai engkau ..
Ya Kekasih Hati..
Izinkah kami berjumpa dengan mu di akhirat nanti ya habibana..
Wa syafi’ana wamaulana ….
December 31, 2008 at 10:29 am
alhamdulillah, shalawat nariyah ini masih digemakan. mengingat sekarang ada aliran tertentu yang menganggap shalawat nariyah ini sesat. tapi itu hanya argumen yang dangkal. insa allah shalawat ini banyak fadilahnya. semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan berkahnya pada kita semua. amiin
January 16, 2009 at 12:17 am
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘ali Muhammad…
Fitnah Wahabi memang kejam……
January 16, 2009 at 12:18 am
Doa Menundukkan Lawan
Oleh: Syamsuri Rifai
Imam Ali bin Abi Thalib (sa): Sesungguhnya orang yang membaca doa ini tujuh kali setiap hari sebelum matahari terbit, dan meniup ke enamarah, ia akan terjaga dari kejahatan musuh-musuhnya dan tidak terkenabahayanya, dan mereka tidak akan mampu menundukkannya
اَللَّهُمَّ سَخِّرْلِي اَعْدَآئِي كَمَاسَخَّرْتَ الرِّيْحَلِسُلَيْمَانَ بْنِ دَاوُوْدَ عَلَيْهِمَا السَّلاَمُ، وَلَيِّنْهُمْ لِيكَمَا لَيَّنْتَ الْحَدِيْدَ لِدَاوُوْدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ،وَذَلِّلْهُمْ لِي كَمَاذَلَّلْتَ فِرْعَوْنَ لِمُوْسَى عَلَيْهِالسَّلاَمُ، وَاقْهَرْهُمْ لِى كَمَا قَهَرْتَ اَبَاجَهْلٍ لِمُحَمَّدٍصَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ بِحَقِّ كهيعص حمعسق صُمُّ بُكْمٌ عُمْيٌفَهُمْ لاَيَرْجِعُوْنَ، صُمُّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لاَيُبْصِرُوْنَ،صُمُّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لاَيَعْقِـلُوْنَ، فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُوَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، وَصَلَى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِمُحَمَّدٍ وَآلِهِ اَجْمَعِيْنَ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِبِحُرْمَةِ كهيعص حمعسق وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِالْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ.
Allâhumma sakhkhirlî a’dâî kamâ sakhkhartar rîha li-Sulaymânabni Dâwûda ‘alayhimas salâm, wa layyinhumlî kamâ layyantal hadîda li-Dâwûda ‘alayhis salâm, wa dzallilhumlî kamâ dzalalta Fir`awna li-Mûsâ’alayhis salâm, waqharhumlî kamâ qaharta Abâ Jahlin li-Muhammadinshallallâhu ‘alayhi wa âlihi bihaqqi kâf-hâ-yâ-’âyn-shâd hâ-mîm-’âyn-sîn-qâf; shummun/m bukmun ‘umyun fahum lâ yarji’ûn, shummun/m bukmun’umyun fahum lâ yubshirûn, shummun/m bukmun ‘umyun fahum lâ ya’qilûn,fasayakfîkahumullâhu wa Huwas Samî’ul ‘Alîm wa shallallâhu ‘alâ khayrikhalqihi Muhammadin wa âlihi ajma’în. Bismillâhir Rahmânir Rahîmbihurmati Kâf-hâ-yâ-`ayn-shâd hâ-mîm-`ayn-sîn-qâf wa lâ hawla walâquwwata illâ billahil ‘Aliyyil ‘Azhîm.
Ya Allah, tundukkan padaku musuh-musuhku sebagaimana Kau tundukkanangin pada Sulaiman bin Dawud (a.s), lunakkan mereka padakusebagaimana Kau lunakkan besi pada Dawud (a.s), hinakan mereka dihadapanku sebagaimana Kau hinakan Fir’aun di hadapan Musa (a.s), dankalahkan mereka padaku sebagaimana Kau kalahkan Abu Jahal padaMuhammad saw dengan hak Kâf-hâ-yâ-`âyn-shâd Hâ-mîm-`âyn-sîn-qâf;mereka tuli, bisu dan buta sehingga mereka tidak akan kembali; merekatuli, bisu dan buta sehingga mereka tidak akan melihat; mereka tuli,bisu dan buta sehingga mereka tidak mampu berpikir; maka Allahmelindungi kamu dari mereka, dan Dia Maha Mendengar dan MahaMengetahui. Semoga Allah senantiasa mencurahkan shalawat kepadamakhluk yang terbaik Muhammad dan seluruh keluarganya. Dengan namaAllah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang dengan kemuliaan Kâf-hâ-yâ-`âyn-shâd Hâ-mîm-`âyn-sîn-qâf , tiada daya dan kekuatan kecualidengan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung. (Kitab MujarrabatImamiyah).
February 6, 2009 at 11:53 am
dari kemarin cari sholawat nariyah, baru keingetan sekarang. asline aku apal ama sholawat nariyah, cuma aku takut ada lafal yang salah, makane aku cari2. dan di buku berjanji ku, ternyata udah ga ada, jadi altrernativ lain cari ke internet dan ketemu, ternyata aku ga salah. bener… wong aku udah apal dari lamaaaaaaa banget, alhamdulillah.
bot sholawat nariyah yang sesat, ga tau. coz setauku, aku selalu suka baca dan nyanyi, sholawatan pas ngaji pake sholawat. agak2 lupa wong itu zaman masih sregep ke masjid, waktu kecil, jadi …
February 6, 2009 at 11:56 am
Semoga tambah cinta pada salawat. Amien
February 6, 2009 at 1:00 pm
hihihi… ernyata di buku yang aku punya ada. baru aja aku buka lagi ternyata ada tek, hihihi…. tp tq dweh.
February 9, 2009 at 4:57 pm
siapa punya mp3 doa nurbuat mohon saya dikirimi:
nyunyup@yahoo.com
March 13, 2009 at 4:11 pm
semogaaq dapatmengamalkannya
March 13, 2009 at 4:14 pm
semoga cepet q amalkan
March 24, 2009 at 3:05 pm
ternyata mengamalkan shalawat nariyah itu membuat hati jadi tenang.aku dulu juga nanggap klo mengamalkanya sulit tp trnyata nggak.
March 28, 2009 at 12:37 pm
Ada kaidah ” sekiranya perbuatan itu baik tentulah mereka (para sahabat, tabi’in, tabiut tabi’in, imam yang 4) telah mendahului kita dalam mengamalkannya”
kalau sekiranya sholawat nariyah ini baik pastilah nabi sholallahu alaihi wa sallam telah mengajarkan kepada sahabatnya. pastilah sahabat-sahabat seperti abu bakar, umar, usman, ali, ibnu umar, ibnu abbas dll mengamalkan sholawat nariyah. Pastilah tersebar pula dalam kitab-kitab Hadits, pastilah dibahas oleh ulama-ulama besar Islam seperti An-Nawawi dalam al adzkarnya atau Ibnu Sunni dalam amalul yaumi wal lailah nya atau ulama ulama yang secara khusus mengumpulkan hadits mengenai sholawat semisal Ibnul Qayyim dalam Jala-ul afhaam fish shalati was salaami ‘ala Khairil anaam atau As Sakhawiy dalam al qaul Badi’ fish shalati ‘ala habibisy syafi.
Sayang 1000 sayang sholawat nariyah ini sekedar buatan tangan seorang umat muhammad yang tentunya tidak bisa dimasukkan ke dalam bagian syariat. karena telah jelas syariat ditetapkan oleh Allah dan Rasulnya.
Dimana ucapan berkonotasi syirik dalam sholawat nariyah ?
1. yang dengannya (muhammad) segala ikatan menjadi lepas –> yang menyelesaikannya nabi muhammad bukan Allah
2. Segala kesedihan akan lenyap karenanya (muhammad) –> seharusnya karena pertolongan dan rahmat Allah
3. dan dengannya segalacita-cita tercapai
4. dan dengannya segala kebutuhan akan terpenuhi
5. dan dengan wajahnya (muhammad) yang mulia awan berubah menjadi hujan
diujung sholawat nariyah ada kalimat “sebanyak seluruh apa yang engkau ketahui” –> kalimat ini sifatnya membatasi pengetahuan Allah, jelas sebuah kesalahan
kita tau Allah berfirman dalam Qs. Saba: 22
“Mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarah pun dilangit dan dibumi, dan mereka tidak mempunyai suatu saham pun dalam (penciptaan) langit dan bumi dan sekali-kali tidak ada diantara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya.”
Nabi sholallahu alaihi wa sallam pun tidak ridha dikatakan sebagai orang yang bisa melepaskan segala ikatan (kesulitan) dan melenyapkan segala kesedihan. karena Allah telah memerintahkan kepada Nabi-Nya dalam Alqur’an untuk menyatakan satu peringatan. Allah berfirman:
“katakanlah:”aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudhoratan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudhorotan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman (Qs. Al A’raf :188)
Rasulullah bersabda: “janganlah engkau memujiku secara berlebihan sebagaimana nashara telah memujiku secara berlebihan terhadap (Isa) Ibnu Maryam. Sesungguhnya aku hanyalah seorang hamba Allah maka katakanlah “hamba Allah dan rasul-Nya.” HR. Bukhari no.3445
seandainya sholawat itu bisa dibuat siapapun termasuk sahabat rasulullah tentulah mereka akan membuat sholawat versi mereka sendiri-sendiri. tetapi yang kita dapati sebaliknya, lihat petikan hadits-hadits dibawah ini:
Imam Bukhari dan lainnya telah meriwatkan hadits dibawah ini dari jalan Ka’ab bin Ujrah
, … maka bagaimanakah (cara) kami (yakni para sahabat) bersholawat kepadamu? beliau sholallahu alaihi wa salam menjawab: “ucapkanlah oleh kalian Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad
kama shollaita ‘ala Ibrahim wa’ala ali Ibrohim
innaka hamidummajid
Allahumma baarik ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad
Kama baarakta ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrohim
innaka hamidummajid.
demikian juga hadits-hadits yang lain semisal dari jalan sahabat Abu Humaid As-Saa’idiy, Abi Mas’ud al Anshary, abu Said al khudry, dan Abu Hurairah telah mengabarkan bahwasanya para sahabat bertanya : “Ya rasulullah, bagaimana (caranya) kami bersholawat kepadamu?” kemudian Rasulullah mengajarkan bacaan sholawat kepada mereka
Jelaslah bahwa bacaan sholawat itu tidak ditetapkan berdasarkan akal pikiran seseorang namun berdasarkan nash dan wahyu. karenaya sudah semestinya kita mengambil apa yang Rasulullah sholallahu alaihi wa sallam ajarkan mengenai bacaan sholawat, dan itu telah mencukupi bagi kita.
jika saudara kita pengamal sholawat nariyah itu introspeksi maka ia akan menyadari bahwasanya ia telah melalaikan banyak ragam bacaan sholawat yang sah bersumber dari Nabi Muhammad Sholallahu alaihi wa sallam.
March 30, 2009 at 2:45 pm
Jubah Nabi Muhammad SAW.
Asma binti Abi Bakr berkata : “Jubah ini pernah dipakai Nabi SAW lalu kami membasuhnya untuk orang sakit agar bisa sembuh dengan jubah tersebut”
(HR. Muslim, lihat Al Ajwibah Al Gholiyah Fii ‘Aqidatil Firqotin Naajiyah bab Tabarruk (Ambil Berkah) Bi Aa-tsaarish Sholihin (Dengan Bekas Orang Sholeh))
Adakah Asma binti Abu Bakar sedang mempropagandakan kesyirikan dengan kalimat tsb?
Rambut Nabi Muhammad SAW.
Kholid bin Walid pernah meletakkan rambut Nabi SAW di dalam pecinya. Lalu pernah pecinya terjatuh di salah satu perangnya, lalu Kholid bin Walid bersungguh-sungguh mengambilnya sehingga para sahabat mengingkarinya karena sebab perbuatan Kholid banyak para sahabat yang gugur. Maka berkatalah Kholid : Saya tidaklah melakukannya karena sebab peci itu tetapi karena di dalam peci itu terdapat rambut Nabi SAW agar tidak hilang berkahnya dan tidak jatuh ke tangan orang-orang musyrik.
(Kitab Asy Syifa karangan Qodi ‘Iyadh)
Jatuhkah sang Pedang Alloh ke dalam jurang kesyirikan dengan perbuatannya ini? Adakah sehelai rambut mampu memberi keberkahan sehingga mati2an mempertahankannya?
Air Wudhu’ Nabi Muhammad SAW.
Diriwayatkan dari Abi Juhayfah : “Aku melihat Bilal mengambil air wudhu’nya Nabi SAW dan manusia (para sahabat) pun cepat-cepat mengambil air wudhu’ Nabi tersebut. Lalu siapa saja yang mendapatkan air wudhu’ Nabi tersebut mereka mengusapkan air wudhu’ Nabi tersebut (ke tubuhnya), sedangkan yang tidak mendapatkan air wudhu’ Nabi tersebut, mereka mengambil dari basahan di tubuh para sahabat Nabi (yang berhasil mengambil air wudhu’ Nabi)”
(HR. Bukhori dan Muslim, yaitu untuk tabarruk dan memohon kesembuhan)
Adakah seluruh sahabat rusak akidahnya [dan HANYA wahabi yang murni akidahnya] dengan perbuatan ‘bodoh’ memperebutkan air bekas wudhu Nabi Muhammad SAW?
Tidakkah mereka tahu bahwa kesembuhan itu hanya hak Alloh dan tidak berkaitan dengan air bekas wudhu Nabi Muhammad SAW?
Ini hanya berkaitan dengan atsar [sisa atau bekas] dari Nabi Muhammad yang begitu diagungkan dengan pengagungan yang amat sangat. Yang melakukannya para sahabat yang dijamin syurga. Adakah wahabi dan para pemujanya mencela perbuatan sahabat dengan menyatakananya sebagai para musyrikin karena berbuat/bertindak seperti itu? Na’udzubillah. Wahabi tidak henti2nya mudah menuduh muslim sebagai kafir, mu’min sebagi musyrik.
Itu hanya sekedar peninggalan Nabi Muhammad. Bagaimana lagi dengan diri beliau yang begitu agung. Fidaaka abi wa ummi anta ya Rasululloh “aku tebus engkau dengan jiwa raga ayah dan ibuku wahai Rasululloh”
Anda silakan tanya kepada semua muslim yang membaca dan mengamalkannya, wahai Abdullah, adakah mereka meyakini dengan i’tiqad bahwa Nabi Muhammad lah yang melakukannya sendiri tanpa Alloh? Adakah mereka berakidah Nabi Muhammad lah yang berkuasa mutlak dan bukan Alloh?
Pasti jawabannya tidak.
Tahu makna kiasan dan balaghoh dari salawat tsb? Hakikatnya hanya Alloh yang melakukan itu semua, ya wahabi. Nabi Muhammad hanyalah wasilah. Sama seperti hujan yang diturunkan oleh malaikat Mikail. Adakah hakikatnya Mikail yang berkuasa penuh menurunkan hujan? Adakah semua muslim berakidah bahwa Mikail lah yang berkuasa menurunkannya?
Sesungguhnya kedudukan Rasululloh di sisi Alloh sangat agung. Namun tidak pernah ada seorang muslim pun yang menyatakan bahwa Rasululloh adalah Tuhan yang berkuasa sebagaimana Alloh berkuasa.
Hakikat kembali kepada Aalloh SWT.
Berpikir tenanglah wahai wahabi
April 1, 2009 at 7:41 pm
saya mauminta tulisan arabnya yang pakek harokat yaaa??.,’;][=
April 2, 2009 at 7:44 am
Assalamu alaikum warohmatullah
pa Ahmad yang saya hormati, menurut bapak mana yang lebih baik Sholawat yang telah sah Rasulullah Sholallahu alaihi wa sallam ajarkan kepada umatnya atau sholawat yang saya atau pa ahmad atau fulan bin fulan buat ?
jawabnya : Pasti sholawat yang telah sah datangnya dari Rasulullah sholallahu alaihi wa sallam. Sholawat- sholawat yang sah datangnya dari baginda Rasulullah sholallahu alaihi wa sallam ini anehnya malah terabaikan, kurang diperhatikan dibanding sholawat yang dibuat-buat.
Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun.
Sholawat yang telah sah berasal dari nabi kita nabi muhammad sholallahu alaihi wa sallam inilah yang memuat keutamaan-keutamaan yang disebutkan dalam banyak hadits, seperti sabda rasulullah sholallahu alaihi wa sallam yang berbunyi ” Barang siapa yang bersholawat kepadaku satu kali sholawat niscaya Allah akan bersholawat kepadanya 10 x dan dihapuskan darinya 10 kesalahan serta diangkat baginya 10 derajat.” Hadits shahih ini diriwayatkan oleh An-Nasa’i dalam Sunannya juga dalam amalul yaum wal lailah, Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad, ibnu hibban dalam shahihnya serta al hakim dalam al mustadrak.
Rasulullah telah mengajarkan kepada kita ragam sholawat, namun banyak saudara-saudara kita tidak memperhatikannya malah mencari bentuk-bentuk sholawat yang tidak rasulullah ajarkan. Hak siapa untuk melegalkan suatu sholawat ? hak siapa yang mengatakan sholawat ini berpahala ? hak siapa untuk membuat syariat dalam agama ini ?
Jawabnya : Allah serta rasulnya
kalau kita membuka kitab-kitab Ulama seperti Al Umm karya Imam Syafi’i atau Syarah Al Muhadzdzab karya Imam An-Nawawi, perhatikan ! Adakah sholawat nariyah disana? tidak ada, yang ada adalah sholawat yang sah yang telah rasulullah ajarkan kepada sahabat-sahabatnya dan hal ini tersebar dalam kitab-kitab hadits yang masyhur.
Beranikah mereka mengarang-ngarang sholawat ?
Jawab: mereka diatas (Imam Syafi’i dan Imam An-nawawi) tidak akan melakukan perbuatan nista seperti itu. justru mereka memuliakan sholawat yang sah dari rasulullah, mereka jelaskan hukumnya, keutamaannya, maksudnya dan sanadnya.
Sebagian orang yang demen dengan sholawat nariyah biasanya bersembunyi dibalik kata kiasan. Bahwa ungkapan -ungkapan itu adalah kiasan dalam memuji rasulullah sholallahu alaihi wa sallam sebagai ungkapan cinta menurut balaghah bahasa arab. tetapi bagaimana orang awam bisa memahami masalah ini ? Dan bukanlah agama ini menuntunkan untuk menghukumi sesuai lahiriyahnya ? bagaimana kita berdo’a kepada Allah memohonkan sholawat seraya menyematkan sifat-sifat ketuhanan (rububiyah) kepada makhluknya ? ketika kita berdo’a kepada Allah agar memberikan sesuatu kepada Muhammad , sementara sifat Muhammad tersebut tidak seperti yang dikehendaki oleh Allah dan Muhammad sholallahu alaihi wa sallam sendiri, lantas siapakah yang dimaksud dengan nama Muhammad dalam sholawat itu ?
mari kita amalkan sholawat yang telah Rasulullah ajarkan, karena itulah agama
berikut sholawat yang sah dari rasulullah sholallahu alaihi wa sallam
pertama
Allahumma sholli alaa muhammad. wa ‘alaa aali muhammad. kamaa sholaita ‘alaa ibroohiim wa ‘alaa aali ibroohiim. Innaka hamiidum majiid
Allahumma baarik ‘alaa muhammad. wa ‘alaa aali muhammad. Kamaa baarokta ‘alaa ibroohiim wa ‘alaa aali ibroohiim. innaka hamiidum majiid.
[Hr. Bukhari, Muslim, Abu Daud dan lainnya dari jalan sahabat Ka'ab bin Ujrah ra]
Kedua
Allahumma sholli alaa muhammad. wa ‘alaa aali muhammad. kamaa sholaita ‘alaa aali ibroohiim.
wa baarik ‘alaa muhammad. wa ‘alaa aali muhammad. Kamaa baarokta ‘alaa aali ibroohiim wa ‘alaa aali ibroohiim. fil ‘aalamina innaka hamiidum majiid.
[Hr. Muslim, Abu Daud, Tirmiddzi dan lainnya dari jalan sahabar Abu Mas'ud Al Anshori ra]
Ketiga
Allahumma sholli ‘alaa muhammad. wa ‘alaa azwaajihi wa dzurriyatihi. kamaa sholaita ‘alaa aali ibroohim.
wa baarik ‘alaa muhammad wa ‘alaa azwaajihi wa dzurriyatihi. kamaa barokta ‘alaa aali ibroohiim. innaka hamiidum majiid.
[Hr. Bukhari, Muslim, Abu Daud, Nasa'i dan lainnya dari jalan sahabat Abu Humaid As-Sa
idi ra ]
keempat
Allahumma sholli ‘alaa muhammad ‘abdika wa rosuulika. Kamaa shollaita ‘alaa aali ibroohiim.
wa baarik ‘alaa muhammad. wa ‘alaa aali muhammad. kamaa baarokta ‘alaa aali ibroohiim.
[Hr. Bukhari, Nasa'i Ibnu Majah dan lainnya dari jalan sahabat Abu sa'd al Khudry ra]
kelima
Allahumma sholli alaa muhammad. wa ‘alaa aali muhammad. wa baarik ‘alaa muhammad. wa ‘alaa aali muhammad. Kamaa Shollaita wa baarokta ‘alaa ibroohiim wa aali ibroohiim. innaka hamiidum majiid.
[Hr. Nasa'i dalam Amalul Yaumi wal Lailah, juga diriwayatkan oleh Ath-Thahawi dalam musykil al atsar dari jalan sahabat Abu Hurairah ra]
keenam
Allahumma sholli alaa muhammad. wa ‘alaa aali muhammad. kamaa sholaita ‘alaa ibroohiim wa aali ibroohiim. Innaka hamiidum majiid
wa baarik ‘alaa muhammad. wa ‘alaa aali muhammad. Kamaa baarokta ‘alaa ibroohiim wa aali ibroohiim. innaka hamiidum majiid.
[Hr. Nasa'i, Ahmad dan Abu Nu'aim dari jalan Thalhah bin Ubaidullah ra]
ketujuh
Allahumma sholli alaa muhammadin nabiyyil umiyyi. wa ‘alaa aali muhammad. kamaa sholaita ‘alaa ibroohiim wa ‘alaa aali ibroohiim.
wa baarik ‘alaa muhammadin nabiyyil ummiyyi. wa ‘alaa aali muhammad. Kamaa baarokta ‘alaa ibroohiim wa ‘alaa aali ibroohiim. innaka hamiidum majiid.
[Hr.Abu Daud, Ahmad, Ibnu Khuzaimah, ibnu hibbad dan lainnya dari jalan Uqbah bin 'Amr al Anshary ra]
kedelapan
Allahumma sholli alaa muhammad. wa ‘alaa ahli baitihi wa ‘alaa azwaajihii wadzurriyatihi. kamaa sholaita ‘alaa aali ibroohiim. innaka hamiidum majiid.
wa baarik ‘alaa muhammad. wa ‘alaa ahli baitihi wa ‘alaa azwaajihii wadzurriyatihi. Kamaa baarokta ‘alaa ibroohiim. innaka hamiidum majiid
[Hr. Ahmad dan Abdurrazaq dari seorang laki-laki sahabat nabi sholallahu alaihi wa sallam]
—— demikian sholawat-sholawat yang sah datangnya dari rasulullah sholallahu alaihi wa sallam —
wahai saudaraku
Allah berfirman : “katakanlah , ‘Jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku (muhammad), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.’ dan Allah maha pengampun, maha penyayang.”
Qs. Ali Imran :31
Imam Ibnu Katsir rahimahullahu ta’ala berkata: “ayat yang mulia ini sebagai pemutus hukum atas setiap orang yang mengaku mencintai Allah tetapi tidak berada di atas jalan nabi Muhammad sholallahu alaihi wa sallam, maka ia dusta dalam pengakuannya mencintai Allah sampai ia mengikuti syariat dan agama yang dibawa Nabi Muhammad sholallahu alaihi wa sallam dalam setiap perkataan, perbuatan dan keadaannya.
disebutkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, Rasulullah sholallahu alaihi wa sallam bersabda ‘ barag siapa mengamalkan suatu amalan yang tidak ada tuntunan dari kami, amalan tersebut tertolak.
Rasulullah sholallahu alaihi wa sallam bersabda: ” Tidaklah Allah mengutus seorang nabi, kecuali wajib baginya untuk menunjukkan kebaikan yang diketahuinya kepada ummatnya dan memperingatkan mereka terhadap keburukan yang diketahuinya kepada mereka.”
[Hr. Muslim]
Orang yang benar-benar mencintai Rasulullah sholallahu alaihi wa sallam adalah orang yang menampakkan tanda-tanda tertentu pada dirinya. Diantaranya adalah:
1. Mengikuti Nabi sholallahu alaihi wa sallam, mentauhidkan Allah, menjauhi syirik, mengerjakan sunnahnya, mengikuti perkataan dan perbuatan Rasulullah sholallahu alaihi wa sallam, beradab dengan adabnya.
2.Lebih mendahulukan perintah dan syariat rasulullah sholallahu alaihi wa sallam daripada hawa nafsu dan keinginan dirinya.
3. Banyak bersholawat untuk Rasulullah sholallahu alaihi wa sallam sesuai dengan sunnahnya.
4. mencintai orang yang dicintai nabi sholallahu alaihi wa sallam, baik keluarganya maupun sahabatnya yang muhajrin dan anshar serta memusuhi orang-orang yang memusuhi rasulullah sholallahu alaihi wa sallam dan membenci orang yang membencinya.
5. mencintai Alqur’an yang diturunkan kepada beliau sholallahu alaihi wa sallam, mencintai sunnahnya dan mengetahui batasnya.
wassalamu alaikum warohmatullah
April 4, 2009 at 12:46 pm
ass…
dari comment diatas,semua serasa ingin menang….
menurut saya,hidup adalah konsekuensi so yang mau ngamalin ya ngamalin yg enggak ya gk usah judge seseorang telah melakukan salah…toh semua cuma proses hidup….
maaf kelancangan saya…tapi islam terlalu indah untuk dicerai berai….islam terlalu istimewa untuk dipermusuhkan…bersatu…ok…
April 4, 2009 at 12:57 pm
Semoga sholawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad Sholalallahu alaihi wasalam dan keluarganya amiin
April 4, 2009 at 1:23 pm
wa’alaykum salam
Ada kerancuan dalam menetapkan bahwa yang sah dan boleh -selainnya tidak- adalah salawat yang berasal dari Rasululloh shallalohu ‘alayhi wa aalihi wa sallam. Anda membuat perumpamaan yang tidak logis dan tidak argumentatif. Pendapat Anda tambal sulam sama seperti pemahaman para wahabi lainnya.
Asbabul wurud tentang ucapan sami’allohu liman hamidah ketika bangkit dari rukuk, ente tahu ya Abdulloh? Kalau belum tolong cari sendiri. Bagaimana Rasululloh menerima dan menjadikannya sebagai bacaan dalam sholat.
Siapa yang menggagas lafal Ash sholatu khoirun minan naum ya Abdalloh? Adakah Rasul Shalallohu ‘alayhi wa aalihi wa sallam mengajarkan Bilal ra. untuk mengucapkan itu?
Adakah Hubaib bin Adi ra. [cmiww] berlaku bodoh dengan sholat dua rakaat sebelum eksekusi mati, lantaran TIDAK PERNAH Rasululloh shallallohu ‘alayhi wa aalihi wa sallam contohkan dan perntahkan? Sungguh lancang sahabat tsb ra. melakukan bid’ah justru sebelum dirinya menghadap sang Khalik. Tidak kah sahabat tsb ra. tahu bahwa tiap sesuatu yang baru itu bid’ah dan tiap bid’ah itu sesat dan tiap sesat adalah neraka?
Tidak kah para ulama telah membangkang terhadap Rasul shallallohu ‘alayhi wa aalihi wa sallam dan para Sahabat dengan menambah tanda baca, harakat, dlsb dalam ayat2 Al Qur’an dimana tidak pernah satu sahabat pun menuliskannya dan memerintahkan untuk menuliskannya?
Adakah sahabat Dzun Nuroin, Utsman bin Affan ra. berlaku aniaya dengan membakar habis mushaf selain mushaf Utsmani? Adakah Rasululloh secara leterleks memerintahkan untuk membakar semua lembaran Qur’an selain lembaran yang telah disusun olehnya?
Adakah satu hadits yang secara khusus memerintahkan sholat tarawih berjamaah? Menghatamkan Al Qur’an dalam shalat tarawih dengan membaca 1 juz tiap malam di malam2 Ramadhan, seperti yang dilakukan di dua tanah haram? Tidak kah anda memprotes ustadz2 WAHABI anda dengan hal ini?
Adakah Rasul, sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’ien, imam yang empat, imam Bukhari, imam Muslim dan para ulama lainnya menyunnahkan untuk membagi2kan buku sesat pemahaman wahabi kepada semua jamaah haji yang akan pulang ke kampung halamannya? Kitabnya terkenal, tapi saya malas membacanya. Itu kitab suci wahabi tentang utsul tsalatsah. Mana hadits, atsar, ucapan ulama tentang perbuatan tsb? Ini dilakukan tiap tahun dengan dana yang luar biasa besar. Anda beserta ustadz2 Wahabi Anda tidak pernah protes bid’ah seperti ini. Karena hal baru bagi Wahabi bukanlah bid’ah tetapi hal baru bagi muslim lainnya adalah bid’ah yang berarti neraka.
Adakah memasang foto raja2 di ruang terima tamu kerjaan dilakukan Rasululloh, para sahabat, tabi’ien dan para ulama salafus sholeh, bahkan ibnu taymiyah, imam Wahabi? Adakah ini sunnah atau bid’ah?
Anda tahu kiswah?
Adakah itu di zaman Rasul dan para salafus shalih. Adakah kiswah yang sekarang sama dengan kiswah pada zaman dahulu? Adakah Rasul dan para salafus shalih memerintahkan menyulam kaligrafi arab di kiswah dengan benang emas? adakah sahabat yang bertanya : dengan benang apa kami menyulam kiswah ya Rasululloh? dijawab Rasul : dengan benang emas???
Adakah hal tersebut ya abdalloh?
Jadi saya tidak perlu menanggapi argumen aneh Anda.
=Bersalawatlah dan perbaguslah salawat kalian wahai pecinta Rasululloh shallallohu ‘alayhi wa aalihi wa sallam=
April 4, 2009 at 1:41 pm
Ada kolom tanya jawab kiayi Mustofa Bisri tentang hal ini :
http://www.gusmus.net/page.php?mod=interaksi&sub=1&id=237
___________________________________________________________
dhomir “hi” pada sholawat nariyah
apakah dhomir “hi” (alladzi tanhalu bihi al khurobu….. bihi al khawaiju dst) pada sholawat nariyah itu di tujukan kepada pribadi atau fisik Nabi, atau gimana???
karena, temen temen wahabi saya bilang, dhomir “Hi” pada sholawat nariyah itu syirik karena itu berarti memohon kepada Nabi untuk melepaskan diri dari ikatan kesusahan, dan sabagainya… padahal yang berhak dimintai kan Allah thok…. maka dari itu,sholawat itu Haram hukumnya untuk di amalkan… kecuali kalok dhomir “hi” itu du ganti dengan “ha”.. maka gak papa.
pripun Niki Gus??
Penanya : muhammad muflih mukafi (kafi) pada 27 September 2006 21:25:41
Jawab:
Orang Wahabi memang banyak yang suka sekali mensyirik-syirikkan. apalagi yang anyaran, masih semangat-semangatnya. Silakan saja tanya mereka yang suka baca selawat Nariyah, apakah mereka memohon kepada Nabi atau kepada Allah. Jangan tanyakan orang Wahabi.
Bila ada orang sakit mengatakan aku mau ke dokter untuk mengobati sakit saya, biar sembuh. Tanyakan padanya, apa dia mohon kesembuhan kepada dokter. Jangan tanyakan kepada orang Wahabi, nanti dibilang syirik
________________________________________________________
April 11, 2009 at 10:53 am
Disebutkan dalam sebuat blog “cahaya diatas cahaya” bahwa tulisan dibawah ini adalah asal muasal shalawat nariyah ( kalau menggunakan google dengan kata kunci shalawat nariyah maka letaknya dibawah blog pa ahmad ).
Sholawat Nariyah adalah sebuah sholawat yang disusun oleh Syekh Nariyah. Syekh yang satu ini hidup pada jaman Nabi Muhammad sehingga termasuk salah satu sahabat nabi. Beliau lebih menekuni bidang ketauhidan. Syekh Nariyah selalu melihat kerja keras nabi dalam menyampaikan wahyu Allah, mengajarkan tentang Islam, amal saleh dan akhlaqul karimah sehingga syekh selalu berdoa kepada Allah memohon keselamatan dan kesejahteraan untuk nabi. Doa-doa yang menyertakan nabi biasa disebut sholawat dan syekh nariyah adalah salah satu penyusun sholawat nabi yang disebut sholawat nariyah.
Suatu malam syekh nariyah membaca sholawatnya sebanyak 4444 kali. Setelah membacanya, beliau mendapat karomah dari Allah. Maka dalam suatu majelis beliau mendekati Nabi Muhammad dan minta dimasukan surga pertama kali bersama nabi. Dan Nabi pun mengiyakan. Ada seseorang sahabat yang cemburu dan lantas minta didoakan yang sama seperti syekh nariyah. Namun nabi mengatakan tidak bisa karena syekh nariyah sudah minta terlebih dahulu.
Mengapa sahabat itu ditolak nabi? dan justru syekh nariyah yang bisa? Para sahabat itu tidak mengetahui mengenai amalan yang setiap malam diamalkan oleh syekh nariyah yaitu mendoakan keselamatan dan kesejahteraan nabinya. Orang yang mendoakan Nabi Muhammad pada hakekatnya adalah mendoakan untuk dirinya sendiri karena Allah sudah menjamin nabi-nabiNya sehingga doa itu akan berbalik kepada si pengamalnya dengan keberkahan yang sangat kuat.
WAH BOHONGNYA SANGAT KETERLALUAN .
Si penulis kisah diatas berani berdusta dengan mengatakan syekh nariyah sahabat nabi sholallahu alaihi wa sallam ? kemudian menisbatkan sholawat ini diakui/dilegalkan oleh Nabi sholallahu alaihi wa sallam.tidak tahukah berdusta atas nama nabi sholallahu alaihi wa sallam berbeda dengan berdusta atas si fulan dan si fulan.
Allahu Akbar.
Tak ada satupun biografi sahabat Rasulullah sholallahu alaihi wa sallam yang bernama syekh Nariyah.. Tidak ada satupun hadits shahih dimuka bumi ini yang menceritakan cerita diatas. Jika ada wahai saudaraku sesame muslim tunjukkan dalam kitab hadits mana dan bagaimana sanadnya, Jika kebenaran ada dipihak anda saya akan ruju’ dari pendapat saya namun bagaimakah jika kebenaran belum berpihak pada anda akankah anda ruju’ ?
Bagaimana menurut pa Ahmad ? sudahkah menemukan nama syekh Nariyah sebagai seorang sahabat nabi sebagaimana cerita diatas ?
Saya yakin pa Ahmad mengetahui dan sepakat bahwa cerita diatas adalah dusta bin batil. Kecuali jika ada sesuatu dalam diri pa Ahmad ( tidak perlu saya sebutkan )
Ada lagi jawaban yang disampaikan oleh tokoh yang lebih senior. Tokoh senior itu ditanya tentang dhamir hi pada sholawat ‘alladzi tanhalu bihi al ‘uqodu …
Jawaban dari dua pertanyaan berbeda tersebut disampaikan oleh tokoh senior tersebut. Namun yang disayangkan jawabannya tidak menunjukkan kedewasaan ilmiah kenapa tidak cukup mendudukkan persoalan dengan menguraikan teks shalawat yang ditanyakan ? Justru ungkapan emosional dengan menyalahkan pihak yang mengkritisi. Tidak jarang pada orang yang mengkritisi teks shalawat-shalawat tertentu kemudian divonis sebagai pihak yang anti shalawat alias tidak cinta dan hormat kepada Rasulullah sholallahu alaihi wa sallam. Betulkah ?
Pa Ahmad yang saya hormati , tentu bapak mengetahui hadits ini “aku tinggalkan kepada kamu 2 perkara yang selama-lamanya kamu tidak akan tersesat selama kamu berpegang dengan keduanya, yaitu : kitabullah (Alqur’an) dan Sunnah Nabi-Nya.”
Salah satu faidah dari hadits ini ialah bahwa kita akan tersesat dan tetap berada dalam kesesatan selama-lamanya apabila kita meninggalkan Alqur’an dan As-Sunnah meskipun pada lahirnya yang kita tinggalkan itu hanya satu. Karena meninggalkan salah satunya berarti telah meninggalkan kedua-duanya sekaligus.
Yang saya herankan pa Ahmad justru berani-beraninya melegalkan shalawat yang bukan diajarkan Rasulullah sholallahu alaihi wa sallam atau dengan kata lain tidak menyandarkan shalawat itu kepada Sunnah Nabi-Nya yang mulia. Beranikah pa ahmad memakainya di dalam tasyahud Sholat ? di dalam sholat jenazah setelah takbir kedua ? sesudah mendengarkan adzan?
Anehnya pak Ahmad berdalil dengan hadits-hadits yang bapak sebutkan namun hal ini justru menunjukkan bagaimana pa Ahmad dalam :
1.Beristidlal / beristimbath (menarik kesimpulan)
2.Memahami sumber hukum Islam (Alqur’an, Al Hadits dan Ijma kaum muslimin)
3.Pengetahuan dalam bidang ilmu Hadits
4.Pengetahuan dalam bidang ilmu ushul fiqih dan fiqih
5.Pengetahuan untuk menggolongkan ini sunnah dan yang ini bukan sunnah
Saya tidak ingin berpanjang lebar mengomentari argumen pa Ahmad diluar konteks Shalawat karena hal itu akan menjadikan bahasan shalawat nariyah ini akan kabur dan lari kemana-mana, namun saya ambilkan satu contoh saja pertanyaan pa Ahmad yang menunjukkan pengetahuannya dibidang hadits
Pa Ahmad bertanya :
Adakah satu hadits yang secara khusus memerintahkan sholat tarawih berjamaah?
Jawab:
Ada dan tidak hanya satu
Pertama
Pertama, Hadits Aisyah ra, “sesungguhnya Rasulullah sholallahu alaihi wa sallam pada suatu malam sholat di masjid lalu para sahabat mengikuti sholatnya, kemudian pada malam berikutnya (malam kedua) beliau sholat maka manusia semakin banyak (yang mengikuti sholat nabi), kemudian mereka berkumpul pada malam ketiga atau malam ke empat. Maka Rasulullah sholallahu alaihi wa sallam tidak keluar pada mereka, lalu ketika pagi harinya beliau sholallahu alaihi wa sallam bersabda: “sungguh aku telah melihat apa yang telah kalian lakukan, dan tidaklah ada yang mencegahku keluar kepada kalian kecuali aku khawatir akan diwajibkan pada kalian, dan (peristiwa) itu terjadi di bulan Ramadhon
Hr. Bukhari dan Muslim
Dari hadits diatas bahwa sholat tarawih berjama’ah secara terus menerus adalah sunnah hukumnya, ini dikarenakan yang menjadikan Nabi sholallahu alaihi wa sallam tidak meneruskan sholat tarawih berjama’ah pada hari ketiga dan ke empat dan juga seterusnya ialah rasa khawatir beliau sholallahu alaihi wa sallam akan diturunkannya wahyu yang mewajibkan sholat tarawih, sehingga akan memberatkan umatnya. Bukan karena beliau sholallahu alaihi wa sallam tidak mau lagi atau tidak mengizinkan lagi hal itu. Oleh karena itu dalam teks hadits ini, nabi sholallahu alaihi wa sallam tidak berwasiat kepada para sahabatnya agar tidak mengulangi di kemudian hari perbuatan menjalankan sholat tarawih dengan berjama’ah.
Kedua
Abu Dzar menceritakan : “kami dahulu melakukan puasa bersama Rasulullah sholallalhu alaihi wasallam di bulan Romadhon. Namun beliau tidak turut sholat bersama kami hingga tersisa tujuh hari dari bulan tersebut. Saat itu baru beliau sholat bersama kami hingga berakhir sepertiga malam. Pada saat bersisa enam hari lagi dari bulan Romadhon, beliau kembali tidak sholat bersama kami. Sementara pada saat tinggal tersisa lima hari lagi, beliau sholat bersama kami hingga berakhir separuh malam. Kami berkata : “wahai Rasulullah, andaikata engkau sudi menghabiskan sisa malam ini dengan sholat sunnah bersama kami?”
Beliau menanggapi : “sesungguhnya barang siapa yang sholat (qiyamul lail) bersama imam hingga sholat usai, Allah akan menuliskan baginya pahala sholat satu malam suntuk.”
Dalam riwayat lain : “akan dituliskan baginya pahala sholat satu malam suntuk.” Ketika tinggal tersisa empat hari lagi, beliau kembali tidak sholat bersama kami. Saat Romadhon tinggal bersisa tiga hari, beliau mengumpulkan seluarga beliau dan istri-istri beliau, lalu sholat bersama kami hingga kami khawatir tertinggal waktu falah.” Aku bertanya : “apa yang dimaksudkan dengan waktu falah?” Beliau menjawab : “waktu sahur.” Kemudian, pada hari-hari yang tersisa, beliau kembali tidak sholat bersama kami lagi.”
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam musnad kemudian para penulis kitab sunan ( Abu Daud dalam bab Qiyam Romadhon Tirmidzi, An-Nasa’i dalam bab sholat malam di bulan romadhon dan Ibnu Majah dalam bab riwayat tentang sholat di malam Romadhon) dan yang lainnya dari Abu Dzar
Hadits ini sekaligus juga memberikan anjuran agar melakukan sholat tarawih secara berjamaah dan mengikuti imam hingga selesai sholat.
An-Nawawi menegaskan dalam syarah shahih Muslim: “para ulama bersepakat bahwa sholat tarawih itu dianjurkan.”
Ibnu Qudamah dalam al Mughni berkata : “Tidak diragukan lagi bahwa sholat tarawih itu hukumnya sunnah muakkad, yang pertama kali menetapkan sunnahnya dengan ucapan dan perbuatan Rasulullah sholallahu alaihi wasallam”
Ketiga
Perbuatan Umar bin Khaththab dan para sahabat lainnya. Ketika Umar bin Khathathab ra melihat manusia sholat di masjid pada malam bulan Romadhon, maka sebagian mereka ada yang sholat sendirian dan adapula yang sholat secara berjama’ah kemudian beliau mengumpulkan manusia dalam satu jama’ah dan dipilihlah Ubai bin Ka’ab sebagai imam
Hr. Bukhari dalam kitab sholat tarawih
Keempat
Dari Muhammad bin yusuf, dari As-Saib bin Yazid bahwasanya beliau menuturkan : “Umar memerintahkan kepada Ubay bin Ka’ab dan Tamim Ad-Dari untuk mengimami manusia (sholat tarawih) 11 raka’at.” Beliau melanjutkan: “dan kala itu, seorang qori/imam biasa membaca ratusan ayat sehingga kami terpaksa bertelekan pada tongkat kami karena terlalu lama berdiri. Lalu kami baru bubar sholat menjelang fajar.”
Hr. Imam Malik dalam Al Muwattha dari Muhammad bin Yusuf, dari As-Saib bin Yazid. Al-Albani, As-Suyuthi dan As-Subkhi menshahihkannya. lalu dari jalur sanad Imam Malik juga, Abu Bakar An-Naisaburi mengeluarkan hadits itu dalam Al-Fawaid, Al-Firyabi dan Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubra. Riwayat Malik tentang tarawih 11 raka’at tadi memiliki penguat dari Yahya bin Sa’id Al Qatthan, Isma’il bin Umayyah, Usamah bin Za’id, Muhammad bin Ishaq oleh imam An-Naisaburi; juga dengan riwayat Isma’il bin Ja’far Al Madani oleh Ibnu Khuzaimah dalam hadits Ali bin Hajar
Sehingga atas dasar-dasar diatas, Imam Syafi’i dan sebagian besar sahabatnya, juga pendapat Abu Hanifah dan Imam Ahmad dan disebutkan oleh Ibnu qudamah dalam Al-Mughni serta sebagian pengikut Imam Malik dan lainnya sebagaimana yang telah disebutkan Imam Nawawi dalam syarh Shahih Muslim berpendapat untuk menetapkan sunnahnya berjama’ah dalam sholat tarawih dan witir (sholat malam dibulan ramadhan dengan berjama’ah)
Kembali lagi kepada masalah shalawat nariyah,
saya menduga pa Ahmad mengetahui hadits dibawah ini
“Barang siapa yang hidup diantara kamu sesudah (wafat)ku, niscaya dia akan melihat perselisihan yang banyak sekali. Maka wajiblah kamu berpegang dengan sunnahku dan sunnah Khulafa Ar Raasyidin Al Mahdiyyin. Berpeganglah dengannya dan gigitlah (kuat-kuat) dengan gigi gerahammu! Dan awaslah kamu dengan perkara-perkara/urusan-urusan yang baru, karena sesungguhnya setiap (urusan) yang baru/muhdats (di dalam urusan agama) itu adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.”
Demikian yang disabdakan Rasulullah sholallahu alaihi wa sallam, Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan lainnya.
Dalam hadits yang mulia ini terdapat rahasia yang dalam sekali ketika Nabi sholallahu alaihi wa sallam tidak mencukupkan sabda beliau sholallahu alaihi wa sallam hanya sampai perkataan, “hendaklah kamu berpegang dengan Sunnahku.” Akan tetapi terdapat hikmah yang dalam sekali ketika beliau sholallahu alaihi wa sallam melanjutkan dan mengkaitkan sunnah beliau sholallahu alaihi wa sallam dengan perjalanan para sahabat, “dan hendaklah kamu berpegang dengan sunnah Al Khulafa Ar Rasyidin Al Mahdiyyin !”
Namun adakah para sahabat Nabi sholallahu alaihi wa sallam membuat sholawat dan membaca sholawat selain yang diajarkan oleh nabi Sholallahu alaihi wa sallam ? justru pertanyaan mereka kepada Rasulullah sholallahu alaihi wa sallam berkenaan dengan cara bershalawat kepadanya, sebagaimana yang telah saya jelaskan ditulisan sebelumnya.
Mereka bertanya tentang cara bershalawat yang sesuai dengan syariat, yang tidak mungkin diketahui kecuali dengan penjelasan Pembuat syari’at Yang Maha Bijaksana dan Maha mengetahui. Hal ini sama ketika sahabat bertanya tentang cara sholat fardhu dalam firman Allah “Dan dirikanlah Sholat”
Qs. Al-Baqoroh :110.
Sungguh pengetahuan sahabat tentang asal makna sholat menurut bahasa, tidak bisa mencukupi mereka untuk tidak bertanya tentang cara sholat secara syar’i. Masalah ini sudah sangat jelas, tidak ada kesamaran padanya.
Pa Ahmad dapatkah menunjukkan sholawat-sholawat buatan Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali?
Yang dimana kita diperintahkan mengikuti sunnahnya mereka pula sebagaimana dalam penetapan Abu Bakar dalam pembukuan Alqur’an demikian pula penetapan Umar untuk sholat tarawih berjama’ah, penetapan usman terhadap satu bacaan Alqur’an pada zamannya untuk memudahkan kaum muslimin ketika itu dalam membaca Alqur’an serta menghindarkan dari perselisihan yang berkepanjangan dalam kitabullah sebagaimana sabda nabi sholallahu alaihi wa sallam diatas.
Pegang kaidah ini baik-baik
“Lau kaana khairan lasabaquuna ilaih”
- Seandainya perbuatan itu baik niscaya mereka (para sahabat) telah mendahului kita dalam mengamalkannya -
Pa Ahmad pernahkah mendapati sholawat yang dibuat sendiri dan dikarang oleh Imam Syafi’i, imam Malik, Imam Ahmad dan Imam Abu Hanifah ?
Kita sepakat mereka semua dari sisi keilmuan dan ketaqwaan lebih berhak membuat sholawat versi mereka dari sholawat buatan kita. Namun mereka tidak membuatnya. Hal ini menunjukkan pemahaman mereka bahwa sholawat itu adalah termasuk Ibadah yang hanya bisa ditetapkan berdasarkan nash bukan logika serta hawa nafsu.
Mereka yakni Imam yang empat tahu sekali kedudukan sunnah Rasulullah sholallahu alaihi wa sallam sehingga mereka memuliakan, menjaga dan tidak berani berbuat lancang terhadapnya.
Mereka telah mengetahui dengan pemahaman yang benar bahwa agama Islam ini telah sempurna, yang tidak memerlukan tambahan atau pengurangan sedikitpun juga dan dari siapapun juga. Sebagaimana firman Allah
“..Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu…”
Qs. Al-Maidah : 3
Imam Ibnu Katsir memberi penjelasan kepada ayat diatas “ ini merupakan nikmat Allah yang terbesar yang diberikan umat ini, tatkala Allah menyempurnakan agama mereka. Sehingga, mereka tidak memerlukan agama lain dan tidak pula Nabi lain selain nabi mereka, yaitu nabi Muhammad sholallahu alaihi wa sallam. Oleh karena itu, Allah menjadikan beliau sebagai penutup para nabi dan mengutusnya kepada seluruh manusia dan jin. Sehingga , tidak ada yang halal kecuali yang beliau halalkan, tidak ada yang haram kecuali yang diharamkannya, dan tidak ada agama kecuali yang disyariatkannya. Semua yang dikabarkannya adalah haq, benar, dan tidak ada kebohongan, serta tidak ada pertentangan sama sekali.
Dengan membuat-buat sholawat versi sendiri-sendiri misal bapak Agus membuat sholawat sendiri dengan mengkombinasikan berbagai pujian dari berbagai kitab dzikir dan do’a dan menetapkan bilangan yang mesti dibaca sebanyak 212 kali karena terpengaruh komik wiro sableng, Pak Beni (dosen Statistika) tidak mau kalah juga lalu membuat sholawat dan mengklaim manfaat serta fadhilahnya bahkan berani menunjukkan buktinya dengan data statistik dengan tingkat keyakinan 100%, ibu yeni (lulusan S3 sastra Arab Kairo mesir) membuat juga karena tidak mau kalah dengan syekh Nariyah “emang saya tidak bisa seperti syekh Nariyah ujarnya”
mereka beragama selain dengan akal semata seperti diatas, juga dengan perasaan mereka, meskipun wahyu telah sampai kepada mereka baik berupa perintah atau larangan, tapi seringkali kita mendengar mereka bermain-main dengan perasaan, seperti kata-kata mereka:
“apa salahnya?!”
“bukankah ini baik?!”
“niat kami kan baik?!”
“Daripada..?!”
Pa Ahmad, Seperti itukah Agama kita ? begitukah agama Islam ini dibangun ?
Tidak, sekali kali tidak
Hal itu akan menimbulkan kesan bahwa Allah belum menyempurnakan agama ini, sehingga perlu dibuat ibadah lain untuk menyempurnakannya. Juga menimbulkan kesan, Rasulullah sholallahu alaihi wa sallam belum tuntas menyampaikan agama ini kepada umatnya sehingga perlulah dibuat ibadah-ibadah baru dalam agama ini. Padahal Allah telah menyempurnakan agama dan nikmat-Nya bagi hamba-hamba-Nya sebagaimana dalam Qs. Al Maidah ayat 3
Berikut ucapan Imam Syafi’i rahimahullahu ta’ala:
“Apabila kalian menjumpai dalam kitabku hal yang bertentangan dengan sunnah Rasulullah sholallahu alaihi wa sallam, maka berpendapatlah kalian sesuai dengan sunnah Rasulullah sholallahu alaihi wa sallam, dan tinggalkan apa yang aku katakan.”
Disebbutkan oleh Al Harawi dalam Dzammul Kalaam, Al-Khatib dalam al Ihtijaaj bisy Syafi’i, An Nawawi dalam Al Majmu’ dan lain-lain.
Saya yakin pa Ahmad akan sepakat dengan saya bahwa bentuk lafazh bacaan sholawat yang diajarkan oleh Rasulullah sholallahu alaihi wa sallam merupakan sebaik-baik cara dalam bersholawat kepada nabi, karena beliau sholallahu alaihi wa sallam tidak akan memilihkan bagi mereka –begitu juga untuk dirinya- kecuali yang lebih utama dan mulia. Dengan demikian telah benar perkataan Imam An-Nawawi rahimahullahu ta’ala dalam ar-Raudhah bahwasanya jika ia bersumpah untuk bershalawat kepada nabi dengan seutama-utama sholawat, maka dia tidak akan memenuhinya kecuali dengan menggunakan lafazh shalawat yang diajarkan tersebut. Imam as-Subkhi membenarkan hal tersebut dengan alasan bahwasanya barang siapa yang bershalawat dengan bentuk sholawat tersebut, maka dia telah bershalawat kepada Nabi sholallahu alaihi wa sallam dengan yakin, dan barang siapa yang bershalawat dengan lafazh selainnya, maka dia telah melaksanakan shalawat yang dituntut itu dengan keraguan, karena para sahabat telah bertanya: “Bagaimanakah cara kami bershalawat kepadamu?” beliau sholallahu alaihi wa sallam menjawab: “ucapkanlah..” Maka beliau telah menetapkan cara sahabat bersholawat kepadanya dengan bacaan seperti itu.
Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman:
“dan barang siapa yang menentang/memusuhi Rasul sesudah nyata baginya hidayah (kebenaran) dan dia mengikuti selain jalannya orang-orang mukmin, niscaya akan kami palingkan (sesatkan) dia kemana dia berpaling (tersesat) dan akan kami masukkan dia ke dalam jahannam dan (jahannam) itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.”
Qs. An-Nisaa:115
Allah subhaanahu wa ta’ala berfirman :
…Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Alqur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian.”
Qs. An-Nisaa : 59
Rasulullah sholallahu alaihi wa sallam bersabda:
“Jauhilah sikap berlebih-lebihan, karena orang-orang sebelum kalian hancur binasa karena sikap berlebih-lebihan.” Hr. Muslim
Dari anas ra, dari nabi Sholallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda: “seseorang diantara kamu tidak beriman (dengan sempurna) sehingga dia mencintai untuk saudaranya semua (kebaikan) yang dia cintai untuk dirinya.”
Hr. Bukhari dan Muslim
Pa Ahmad yang saya hormati, saya meminta maaf sekiranya ada tulisan saya yang kasar dan menyinggung harga diri pa Ahmad, insya Allah tidak ada niatan di dalam hati saya untuk itu , justru pa Ahmad adalah saudara saya, alhamdulillah kita sebagai muslim bisa bertemu walaupun dalam dunia maya untuk saling nasehat menasehati dalam menaati kebenaran dan nasihat menasehati supaya menetapi kesabaran. Tentunya kita bisa saling mendoakan.
mudah-mudahan Allah Subhaanahu wa ta’ala memberi kebaikan yang banyak kepada pa Ahmad sekeluarga di dunia dan di akherat serta menunjuki kita bersama untuk tetap berada di jalan yang Allah ridhoi.
April 11, 2009 at 3:56 pm
Tentang Syaikh Nariyah, saya baru tahu dari mas Abdullah. Kisahnya tidak masyhur dan sarat dengan hal yang mengada ada.
Paparan mas Abdul cukup panjang dan pasti kita tidak ketemu. Mulai dari terminologi bid’ah sendiri, kita tidak akan nyambung. Makanya silakan mas Abdul kembali kepada keyakinan mas Abdul dan kami kapada keyakinan kami. Salawat bagi kami, seindah apa pun bentuknya, tidak membuat kami menjadikan Rasululloh shallallohu ‘alayhi wa aalihi wa sallam sebagai Tuhan selain Alloh. Kami menempatkan beliau shallallohu ‘alayhi wa aalihi wa sallam di tempat yang layak dan agung bagi beliau shallallohu ‘alayhi wa aalihi wa sallam.
Adab terhadap Junjungan shallallohu ‘alayhi wa aalihi wa sallam bagi kami lebih utama, sebagaimana yang dilakukan Abu Bakar radhiyallohu ‘anhu ketika ‘menolak’ perintah mengimami jamaah yang di dalamnya terdapat Rasululloh shallallohu ‘alayhi wa aalihi wa sallam, juga seperti Imam Ali karromallohu wajhah yang ‘membangkang’ menghapus nama Rasululloh, ketika terjadi perjanjian Hudhaibiyah.
Saya meyakini seluruh muslim yang mengagungkan Rasululloh shallallohu ‘alayhi wa aalihi wa sallam tidak sampai menyembah dan menjadikannya sembahan/berhala selain Alloh. Ada pun kekhawatiran sebagian orang tentang perbuatan muslimin jatuh kepada kesyirikan, itu merupakan kekhawatiran berlebihan dan tidak memiliki hujjah yang kuat.
Saya tetap mengamalkan salawat seperti yang rasul shallallohu ‘alayhi wa aalihi wa sallam sabdakan selain salawat yang para ulama ajarkan. Saya tahu mana yang namanya majaz yang terdapat dalam salawat nariyah yang hakikat sepenuhnya semua kembali kepada Alloh semata. Rasululloh shallallohu ‘alayhi wa aalihi wa sallam tidak lain adalah hambaNYA yang memiliki keagungan yang tinggi. Keagungannya tidaklah menyilaukan saya dan muslimin sehingga menyembahnya dan menjadikannya sebagaimana nasrani memperlakukan Isa putra Maryam.
Terima kasih atas diskusinya.
اللهم صل صلاة كاملة، وسلم سلاما تاما على سيدنا محمد الذى تنحل به العقد، وتنفرج به الكرب، وتقضى به الحوائج، وتنال به الرغائب، وحسن الخواتم وسيتشقى الغمام بوجهه الكريم، وعلى أله وصحبه فى كل لمحة ونفس بعدد كل معلوم لك
April 11, 2009 at 11:13 pm
Ajaran yang dibawa Rasulullah sudah final, Yang ada di Qur an dan Hadits sudah complet, masih kurang apa, karena sudah sempurna. Islam tidak mengajarkan wihdatul wujud. Hakikat dan tasawuf hanya sekedar memperdalam dan untuk dirasakan, bukan untuk untuk mengkultuskan, apalagi untuk diri sendiri, seperti manunggaling kawula dan Gusti, kita kembalikan lagi bahwa kita hanya sebagai mahluk yang diciptakan oleh Allah,
April 21, 2009 at 12:59 pm
Ya Alloh… Ya Rosulalloh… Ya rohmatan lil ‘alamin… Perdebatan hanya akan meredupkan cahaya iman.. Tidak ada pertemanan yg tulus yg muncul dari perdebatan… Hormatilah Mas Lukman yg memiliki blog ini… Bagi teman-teman yg setu pandangan, dukunglah usahanya… bagi yang tidak satu pandangan, janganlah mengeruhkan suasana ’sahabat’ yg dibangun di forum ini.. Buat forum lain yg juga bisa membangun ‘kebersamaan’ dg yang memiliki kesamaan pandangan… Rahmat Allah maha luas, jangan dibuat sempit… Allah and His Prophet love you ALL…
May 12, 2009 at 12:50 pm
Alhamdulillah, ga rugi lho mengamalkan shalawat nariyah ini, setelah tahu faedahnya… luar biasa… setiap manusia pasti akan diberikan ujian oleh-Nya, tergantung dari kitanya bisa tidak ikhlas menghadapinya. Salah satu shalawat yaitu shalawat nariyah ini misalnya, ini yang membantu saya untuk dapat lebih bersabar, ikhlas, ridha dalam menghadapi ujian – ujian dari Allah SWT, keajaiban – keajaiban itu akhirnya datang tanpa saya sadari. Dan kebiasaan mengamalkan ini saya tularkan kepada temen – temen dan saudara – saudara..
Terima kasih sudah ditayangkan juga mengenai Shalawat Nariyah ini…..
May 14, 2009 at 10:23 am
Saya yakin seyakin-yakinnya mbak Vitia tidak berkeyakinan bahwa semua yang dapat dilakukan olehnya karena kekuatan Nabi Muhammad dan tanpa izin/kekuasaan dari Alloh, yang dengan keyakinan salah seperti itu mbak Vitria layak dituduh sebagai Musyrik. Ini pun keyakinan seluruh muslimin kalangan ahlus sunnah sebenar, bahwa nabi Muhammad memiliki kedudukan yang mulia di sisi Alloh namun hakikat semua kembali kepada Alloh. Kekhawatiran sebagian kaum tentang syirik adalah sesuatu yang dipaksakan.
Aallohumma sholli sholaatan kaamilatan wa sallim salaaman taamman ‘ala sayyidina Muhammad…
Monggo silakan diamalkan
May 18, 2009 at 2:10 pm
Panjang lebar saudara2 menjelaskan di atas, tapi ada yg aku ketahui seperti ini :
Rasul saw bersabda : “Dan aku demi Allah tidak merisaukan kalian akan musyrik setelah aku wafat, tapi yg kutakutkan adalah keluasan duniawi atas kalian” (Bukhari Muslim)
“Barang siapa merintis (memulai) dalam agama Islam perkara baru yang baik maka baginya pahala dari perbuatan tersebut juga pahala dari orang yang melakukannya (mengikutinya) setelahnya tanpa berkurang sedikitpun pahala mereka, dan barang siapa merintis dalam Islam perkara baru yang buruk maka baginya dosa dari perbuatan tersebut juga dosa dari orang yang melakukannya (mengikutinya) setelahnya tanpa berkurang dosa-dosa mereka sedikitpun” (H.R. Muslim) .
Bagaimana tolong tanggapanya
May 18, 2009 at 2:14 pm
Seperti halnya di negara kita, adanya kebiasaan tasyukuran, atao memperingaki hari kematian keluarga, tidak ada juga di contohkan nabi, tapi itu baik untuk kekeluargaan dan bermasyarakat dan tidak bertentangan dengan agama.
May 18, 2009 at 2:20 pm
Arti shalawat : “Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Mu-hammad dan kepada keluarga Muhammad, di kalangan orang-orang dulu maupun orang-orang setelahnya, serta di alam arwah sampai Hari Kiamat.”
Penjelasan :
Imam Al-Sya’rânî menuturkan bahwa seorang laki-laki menghadap Rasulullah Saw. ketika beliau sedang duduk di dalam masjid. Orang itu berkata, Assalâmu ‘alaykum, wahai ahli kemuliaan!”
Orang itu lalu didudukkan oleh Nabi Saw di tengah-tengah. yaitu antara beliau dan Abu Bakar r.a. Orang-orang yang hadir ketika itu menjadi heran menyaksikan hal itu hingga Nabi Saw. menjelaskan. “Jibril a.s. telah datang kepadaku memberitahukan bahwa orang ini telah memberi shalawat kepadaku dengan shalawat yang belum pemah dibaca oleh seorang pun sebelumnya.”
Lalu Abu Bakar bertanya. “Bagaimana shalawatnya ya Rasulullah? Kemudian Rasulullah Saw. menyebutkan sha-lawat tersebut di atas.
May 22, 2009 at 11:23 am
aslm…alhamdulillah setelah sy buka web ini, sy semakin pahan dgn membaca shalawat, tahlilan dll,tadinya sy ragu2 karena belum dpt ilmunya & dalilnya lalu setelah mengetahui penjelasan dari saudara2 sekalian semkin yakin akan membaca shalawat lbh2 pada shalawat nariyah, karena pada menjelang adzan maghrib, isya & shubuh sy selalu membaca shalawat nariyah menggunakan pengeras suara terlebih dahulu…jazaakumulloh khairon
May 29, 2009 at 1:01 pm
perbanyaklah baca sholawat….semoga yang membaca sholawat nariyah mendapatkan berkah..amiiiin
June 2, 2009 at 11:34 pm
Salam serta sholawat tetap tercurahkan kepada sayyidina muhammad dan keluarganya, sahabat2, para aulia allah, muslimin muslimat semuanya. ayo kita melakukan bidah dng memperbanyak sholawat apa aja, ziarah, tahlilan, tawassul, dll yg penting hati kita tetep kepada allah swt, jadikan indonesia menjadi bumi allah yg selalu melantunkan sholawat nabi.
June 22, 2009 at 8:21 am
akhi Abdullah, kita doakan saudara2 kita yang belum d fahamkan oleh Allah di beri pemahaman dalam baragama yang haq sesuai alquran dan sunnah tidak mengikuti cara ibadah dari lafadz yang mengada-ada.dari sahabat yang mengaku nariyah yang tidak di tunjukkan dasar atau dari mana riwayat kesohihannya.hidayah milik Allah SWT.asal cinta ama Allah katanya, tapi Allah dan Rasulnya tidak pernah menganjurkan,itu sia2.jangan putus asa untuk belajar saudara2ku cari tau ilmunya sebelum beramal.sekali lagi hidayah milik Allah SWT.penguasa langit dan bumi
June 22, 2009 at 9:25 am
Amien, semoga mbak Bulqis dan mas Abdullah diberi juga pemahaman tentang sunnah yang sebenar oleh Alloh subhana wa ta’ala dan kita mendapat keberkahan hidup dunia dan akhirat dengan kemuliaan shalawat kepada Nabi Muhammad shallallohu ‘alayhi wa aalihi wa shahbihi wa sallam.
Makasih mbak Bulqis dan mas Abdullah… Allohu yahdikuma
June 27, 2009 at 5:48 pm
ikhtilafi ummatii rohmatan, perbedaan dalam umatku adalah rahmat.rosululloh muhammad saw mengatakan demikian. bila dantara kita masih ada saling olok-olokan itu namanya hasut.sudah bukan pembenaran.mari kita sama sama tolabul ilmi, bersilaturahim, saling mengisi ,islam itu luas.. sayang,mari kita berlomba -lomba dalam kebaikan dan bertawakalah kepada Alloh SWT. syukron
June 29, 2009 at 11:29 am
ASSALAMUALAIKUM WR.WB
SAYA BERSAMA SYEIKH PUJI, DAN SELURUH ROMO KYAI SE JAWA TENGAH DAN JAWA TIMUR SETIAP MUJAHADAH MEMBACA SHOLAWAT NARIYAH SEBAGAI PERANTARA HAJAT. DAN ALHAMDULILLAH PERUSAHAAN KALIGRAFI KAMI MAMPU EKSIS WALAUPUN BANGSA INI SEDANG TERPURUK. KARYAWAN KAMI RATA-RATA DARI KELUARGA ORANG YANG TIDAK MAMPU EKONOMINYA.SETIAP TAHUN KAMI ZAKAT MAL. TIDAK SEDIKIT YANG KAMI KELUARKAN,BUKAN JUTAAN…TAPI MILYARAN. PRINSIP KAMI HARTA ADALAH TITIPAN. 1000 SANTRI KAMI GRATISSSSS TIDAK KAMI PUNGUT SEDIKITPUN BIAYA ADMINISTRASI.KALAU MEMANG APA YANG KAMI LAKUKAN INI BERTENTANGAN SEPERTI YANG DIKATAKAN ORANG2 YANG TDK TAHU MASALAH INI, MAKA KAMI TIDAK AKAN DIRESTUI OLEH KYAI2 DARI LIRBOYO, PLOSO MOJO KEDIRI,BANGKALAN MADURA, DEMAK DAN LAIN SEBAGAINYA. SIAPA SAJA YANG MENGHARAMKAN SHOLAWAT NARIYAH, SAYA ANJURKAN LEBIH BAIK DIAM, DAN BELAJARLAH LEBIH DALAM LAGI MASALAH AGAMA.MATUR SUWUN
June 30, 2009 at 8:23 am
bagaimana dgn ini ?
http://groups.yahoo.com/group/assunnah/message/26605
yg benar yg mana ? mksih
July 2, 2009 at 2:01 pm
salah satu isinya :
>>Aqidah tauhid yang kepadanya Al-Quranul Karim menyeru, dan yang dengannya Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Salam mengajarkan kita, menegaskan kepada setiap muslim agar meyakini bahwa hanya Allah semata yang kuasa menguraikan segala ikatan. Yang menghilangkan segala kesedihan. Yang memenuhi segala kebutuhan dan memberi apa yang diminta oleh manusia ketika ia berdo’a.<<
Wahabi meyakini bahwa muslimin yang membaca shalawat nariyah BERKEYAKINAN bahwa Nabi Muhammad SAW yang berkuasa dengan dirinya sendiri, sehingga menjadikannya mempunyai kuasa selain kuasa Alloh SWT.
Satu kesimpulan yang sangat jauh dan aneh.
Anda tanya pada orang yang bershalawat nariyah adakah mereka meyakini/beri'tiqod spt ini? Setinggi apa pun muslimin memuji Rasululloh, tidaklah mereka menyematkan sifat keTUHANan dalam diri pribadi Rasululloh yang suci. Alloh-lah yang memberikan kelebihan2 itu pada kekasihNya, Nabi Muhammad SAW.
Wahhabiyyun bermain2 dengan prasangka…
June 30, 2009 at 10:01 pm
Assalamu’alaikum,
Perbedaan adalah rahmat..marilah semua bersatu untuk memperjuangkan Islam ini. Jangan karena masalah Sholawat nariyah,mslh tahlilan,mslh doa qunut shubuh kita lupa akan kewajiban kita sendiri kepada Allah SWT. Yang tidak benar itu/yang salah adalah seorang moslem yang tidak mau membaca sholawat,seorang moslem yang tidak sholat shubuh,seorang moslem yang tidak mau mendoakan orang tuanya yang sdh meninggal.Orang yg lidahnya selalu basah dengan bacaan sholawat nariyah,insya Allah akan diberikan ketabahan,kesabaran,diberikan pertolongan jalan keluar dari kesukaran oleh Allah SWT. Buat ms Albar, jgn emosi dulu yah…!!!! saya tahu posisi anda dan rekan2 di management syeikh puji.Semoga Allah selalu membimbing semua yang buka web ini. Amin
July 19, 2009 at 4:38 pm
Alhamdulliah akhir nya kesamaam falsafah membuat aku teringat akan masa lalu dimana aku sama temen-temen mendawamkan shalawat tsb tiap mlm jum’at 4400x dan hasilnya apa yg kita maksudkan berhasil gemerlang!!!
July 21, 2009 at 9:47 am
Aku lagi cari cara pembacaan shalawat nariyah yang benar dalam bentuk mp3, kira-kira punya apa tdk ya? atau mungkin ada referensi bisa cari dimana?
August 4, 2009 at 5:28 pm
Assalamualaikum,
saya ingin menanyakan apakah masih bisa disebut sebagai sholawat nariyah jika mengganti kata “bihi” dengan “biha”?
dan apakah sudah pernah ada yg mengamalkan dgn menggunakan kata “biha”? dan apakah ada fadhilahnya?
Terima Kasih.
Wassalamualaikum
August 4, 2009 at 6:00 pm
Assalamualaikum,
saya pernah membaca sebuah hadist, tetapi mohon maaf saya lupa diriwayatkan oleh siapa.
pokok dari hadist tsb yaitu pernah suatu ketika seorang Yahudi datang menghadap Rasullullah SAW dan mengutarakan persoalannya yaitu bahwa ontanya telah dicuri seorang Muslim. Dan si Yahudi tsb mendatangkan 4 saksi dari kalangan Munafik yg membenarkan tuduhannya.
kemudian Rasullullah SAW memanggil orang Muslim yg dituduh dan menanyakan tentang kebenaran berita tersebut. Muslim tersebut menjawab bahwa dia tidak pernah mencuri unta si Yahudi tsb tetapi dia tidak memiliki saksi.
Kemudian Nabi memerintahkan supaya Muslim tersebut dihukum potong tangan dan mengembalikan unta si Yahudi.
Kemudian Muslim tersebut berdoa kepada Allah lalu meminta Rasullullah untuk menanyakan kepada untanya.
Ajaibnya unta tersebut dapat berbicara dan mengatakan kepada Rasullullah bahwa dia adalah milik si Muslim dan si Yahudi itulah yg berdusta. Nabi kemudian membebaskan sahabat tersebut dari hukuman dan mengembalikan onta miliknya.
Rasullullah kemudian bertanya kepada sahabat tersebut amalan apakah yg dia lakukan. Sahabat tersebut kemudian menjawab bahwa dia selalu bershalawat kepada Nabi 10x sebelum tidur malam.
Mohon penjelasan barangkali ada yg tahu bunyi sholawat yg selalu dibaca oleh sahabat tersebut?
Terima Kasih.
Wassalamualaikum
August 10, 2009 at 10:39 pm
Wahabi…wahabi..dari dulu selalu begini.dari jaman aku SD ampe dah punya anak masih aja Nyela muslim..
selalu sama yang diperdebatkannya dengan orang Non Muslim yang selalu mempertanyakan Kalo TUHAN itu ALLAH coba tunjukan dimana ALLAH itu…???(itu pertanyaan anak kecil NonMuslim yang sedang ribut dengan teman muslimnya mengenai Agamanya masing2)
September 2, 2009 at 3:07 am
Saya sudah membuktikan faedah shlawat nariyah ini, suatu ketika saya dalam keadaan yg sudah sangat terjepit kesulitan keuangan yg membuat saya tak berdaya, sehingga saya membaca shalawat ini sebanyak 313 kali, alhmdlh…hanya dlm beberapa menit saja doa saya langsung terkabul. Ya Allah…sungguh Dahsyat manfaatnya.
September 13, 2009 at 4:31 pm
Kalau seseorang ditanya : “Apakah engkau mencintai Allah?” Dijawab :”Ya” (Bohonglah ia, sebelum ia mencintai Rasulullah). Dan Bila seseorang ditanya : “Apakah engkau mencintai Rasulullah?”. Dijawab : “YA” (Bohonglah ia juga, kalau ia sendiri tidak mau bersalawat pada Rasulullah)
Dari atas sampai kebawah banyak macam penjelasan a s/d z, dan berbagai-macam dalil. Bila kau minum sirup, kau akan mengatakan itu manis, sebab kau sudah mencicipinya. Tapi bila kau berargumen dengan orang yang belum pernah mencicipi dan tidak mau mencicipi sirup tersebut, sampai kapanpun tidak akan tahu hasilnya. Biarkanlah ia tidak mau mencicipi syrup, karena ia memang tidak mau atau mungkin ia belum diberikan keinginan dan kemampuan olehNya untuk mencicipi syrup tsb.
Rahmat dan Hidayah milik Allah SWT semata, saat kita diberi Rahmatnya, hendaklah kita pegang teguh seraya berdo’a “Ya Rabb kuatkan dan tancapkanlah Rahmat yang telah Engkau berikan didada (Hati,red) hambaMu ini, dan jangan Engkau ambil kembali Rahmat yang telah Engkau berikan itu Ya Rabb.
Karena bisa saja kita diberi Rahmat oleh Alla Ta’ala, tapi kita tidak merasakannya, yang kemudian Rahmat tersebut diambil kembali oleh pemiliknya yakni Allah SWT.
Salahkah Ustad Fulan berpendapat ini dan itu. Tidak ! kenapa? Karena memang disitulah maqamnya, terus yang salah siapa, dan yang benar siapa?, yang salah ya jelas doong… orang yang tidak mau sholat, dan terus yang benar tentu doong … Allah SWT.
September 13, 2009 at 10:56 pm
kenapa kalau ada beda pendapat selalu di cap wahabi? Padahal belum tentu kita lebih benar dari mereka. Saya sarankan majelis ini ditutup ajah. Saya khawatir forum ini cuma jadi arena saling umpat, caci dan sumpah serapah. Karena pemilik blog sudah pakem hatinya dgn shalawat nariyah maka apapun pendapat dan dalil yang beda dengan keyakinannya pasti akan akan ditepisnya. Siapa itu AHMAD LUQMAN? Dia itu kan cuma seorang hamba ALLAH sama seperti kita. Sama2 sedang belajar ilmu agama. Samä2 sedang merenangi ilmu ALLAH yang luas tak bertepi. Saya yakin beliau juga belum berapa jauh dari pantai. Tapi forum ini tak menyediakan tempat untuk beda pendapat dan selalu memberi cap wahabi bagi lawan pendapat. Bahayanya forum ini jadi media bagi munafiq penghasut, musriqun dan kafirun penyusup untuk membelah dari dalam dan memecah mengadu domba antar kita hingga akhirnya kekuatan kita hilang. Saya khawatir kita dipanas-panasin dgn örang yg mengaku sbg pengamal shalawat nariyah contohnya yg mengaku bersama syech puji dan para romo kyai. Kenapa kita gak curiga? Hanya karena pengakuan bahwa mereka pengamal nariyah pengasuh blog diam. Jadi, menurut pendapat saya lebih baik forum ini tutup dari pada cuma jadi tempat kita selisìh pendapat yg tak berujung karena kita termasuk AHMAD LUQMAN bukan apa apa dan bukan siapa siapa. Lebih banyak mudharat daripada mamfaat yg kita dapat blog ini. Sekali lagi hati2 jangan sampai blog ini jadi media bagi para penghasut dan penyusup untuk meluluhlantakan kita dari dalam apalagi sang pengasuh bukanlah seorang berilmu yang bijak dan alergi thdp beda pendapat dan cenderung menyalahkan pembeda pendapat sbg wahabi. Terimakasih.
September 17, 2009 at 1:35 pm
Mbok ya kalo usul yang produktif gitu mas. Lah kok malah tutup blog saya. Sampeyan buat aja blog sendiri, yang sampeyan isi untuk bela Wahabi. Yang menyelisihi Ahlus Sunnah itu siapa,kok sampeyan malah muter2.
Kalo sampeyan gak setuju dengan syekh Puji, langsung aja protes. Saya juga bingung, yang sampeyan tidak suka dari syekh Puji itu pribadinya, poligaminya, salawat nariyahnya atau apa? Berargumen yang fokus lah mas, jangan membabi buta. Babi gak buta aja haram, apalagi babi buta.
Kalo sampeyan benci pribadi syekh Puji, itu urusan pribadi sampeyan. Kalo keberatan sampeyan karena aturan poligami, monggo protes Dzat yang telah menghalalkannya (dengan berbagai syarat dan ketentuan poligami tentunya), kalo sampeyan mbulet menolak solawat nariyah, ya silakan, gak usah sampeyan amalin. Lanaa a’malunaa wa lakum a’malukum. Gitu aja kok repot?
Kok malah mau nutup blog saya? Cerdas dikit lah mas.
September 15, 2009 at 10:36 pm
Kpd saudara saudraku pencinta shalawat.tak perlu mencari dalil pembenaran terhadap shalawat naria apakah sah adanya atau tidak, karena hanya akan memperbanyak ruang tempat dan sejarah panjang untuk kita salin mencaci dan memaki.pendapat saya jika kita masih sama sama mengucapkan dua kalimat Syahadat berarti tidak ada yang perlu persoalkan,karena apapun pendapat anda pasti akan gugur jua dan musnah dihadapan kalimat mulia itu.inti persoalanya adalah kembali kepada diri sendiri.siapa tau hari ini kita menganggap salah shalowat naria tapi esok lusa kita pula yang membenarkan….(karena Allah lah yang punya segalanya)
Menurut yang kuketahui (maaf) Al Quran yang suci juga tak ada perintah dan dalil yang mendasari untuk ditulis dan kumpulkan seperti Al Quran sekarang ini tapi toh ummat islam sedunia menerimanya sebagai kitab suci yang dimuliakan, walaupun tidak lagi tertulis pada tulang tulang binatang maupun pelepah daun kurma seperti aslinya ketika pada jaman Rasulullah SAW.
Saudara-saudaraku para pencinta Rasulullah SAW.sekedar ilustrasi jika kita teramat rindu pada seseorang karena telah berjasa dan memberikan sesuatu yang sangat berarti bagi hidup dan kehidupan kita dan seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.tentu kita selalu mengingatnya, jika saya adalah seorang penyair mungkin saya akan membuat syair untuk mengingatnya sebagi bentuk penghormatan terhadap jasa-jasa,apatalagi Jika itu adalah seorang Rasul dan kekasih Allah,seribu bahkan mungkin lebih jari jari tanganmu ingin merangkai kata demi untuk menulis syair istimewa untuk memuliakanya.
Apakah salah Sholawat Naria itu? wallahuallam, tapi pada dasarnya ia adalah salam penghormatan atas kemuliaan Rasulullah SAW,dan layak Rasulullah SAW untuk mendapatkanya dan itupun sangat kecil artinya jika dibandingkan dengan jasa-jasa beliau yang telah diberikan kepada kita.
(Tidak kuciptakan Alam ini beserta isinya (kecuali Allah) jika bukan engkau Muhammad),saudaraku pencinta Rasulullah camkan ini ………… agar setiap desah nafas kita senantisa bershalawat kepadanya.dan mari kita rangkai syair syair pujian kepadanya……
kEPADAMU YA NABI…YA rASULULLAH
“ENGKAULAH AIR MANCUR KEHIDUPANKU,
TAMPAKKANLAH KEMURAHAN HATIMU,KARENA
KEHAUSAN TELAH MELEBIHI BATASNYA”
September 17, 2009 at 1:29 pm
Assalamualaikum,saya haturkan banyak terima kasih atas penerangan Sholawat Nariyah ini,daripada meributkan perbedaan2 yang membuat kita bingung (maklum saya masih awam) kenapa kita tidak tanyakan kepada yang Maha Tahu yaitu ALLOH?menurut saya, ALLOH dari sejak penciptaan alam semesta ini,hingga penciptaan Adam,Hawa sampai dengan sekarang ini kan masih sama,tidak pernah mengantuk tertidur untuk mengawasi,melindungi memberi rezeki kepada seluruh mahluk yang terbesar hingga sebesar plangton pun semuanya terpantau.ALLOH Maha Melihat walau tak bermata,ALLOH maha Mendengar walau tak bertelinga & ALLOH berbicara walau tak berbibir.semoga saudara sekalian mulai membuka mata,perbedaan harus diseiramakan jangan sampai menjadi bom waktu. Wassalam
September 28, 2009 at 9:51 pm
Saya sangat menyukai salawat ini(Nariyah):
Ya Allah curahkanlah (rahmat) kesejahteraan dan keselamatan yang sempurna kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw. sebab, dengan rahmat itulah menjadikan terlepasnya keruwetan, hilangnya kesusahan (duka cita), terpenuhinya segala kebutuhan, tercapailah semua yang disukai, menjadikan husnul khatimah, turunnya hujan dari awan. Semua itu berkat keagungan-Mu yang Maha Mulia, yang Engkau berikan kepada keluarga, sahabat dan pada tiap-tiap yang berpandangan (mempunyai mata) serta tiap-tiap jiwa yang bernafas dengan jumlah yang Engkau ketahui.
Jika anda ragu dengan arabnya, baca artinya.
Saya pernah googling dan kaget, ternyata banyak yang baik tulisan arab maupun artinya tidak sesuai dengan apa yang sudah saya hafalkan selama ini.
Bukan Nabi Muhammad yang memberikan semua itu tapi Rahmat dari Allah.
Banyak yang membandingkan dengan ayat2 lain agar salawat ini gugur / dianggap bid’ah dsb. Tapi alangkah baiknya jika tidak hanya sepotong yang diambil terus dijadikan alat menjatuhkan yang lainnya. Karena hal itu seperti DPR di Majelis yang sering mengambil potongan ayat Al-quran seperti potongan roti.
Apakah arti diatas merupakan tanda2 kesyirikan saudaraku?
Sekali lagi, jika tidak bisa mengartikan bahasa arabnya baca artinya, jadi anda tahu apa yang anda ucapkan.
Allahu Akbar!
October 5, 2009 at 3:01 pm
alhamdulillah…..smua menjadi lebih terarah hidup saya……..
walaupun sempat ragu….. tapi banyaknya referensi dari para habib……… membuat saya yakin……..
insya Alloh dengan membaca solawat kita akan benar2 menjadi cinta Rasulullah saaw dan Rasul pun cinta pada kita amin…….
October 6, 2009 at 5:46 am
Dzurriyah Rasululloh itu tetap ada hingga kini, mereka lah yang disebut dalam hadits Ats-Tsaqollayn : Kitabulloh wa ‘ithroty. Di samping hadits Amroyn : Kitabulloh wa sunnatiy.
Mencintai ahly bayt merupakan manifestadi dari kecintaan kepada Rasululloh SAWW.
October 27, 2009 at 11:41 am
Saya perhatikan bahwa mereka, saudara-saudara kita yang tidak sepakat dengan pengamal shawalat nariah langsung di cap sebagai wahabi. Sebenarnya apa itu wahabi, dan siapa itu wahabi?
Inggris (baca : penjajah) menggelari wahabi kepada pengikut syeikh muhammad bin abdul wahab. Namun penisbatan tersebut adalah penisbatan yang keliru. kenapa? karena nama beliau adalah muhammad bukan abdul wahab. abdul wahab adalah ayah beliau. Penisbatan yang benar adalah muhammadiyyah.
Dan hebatnya, penyebutan wahabi diikuti oleh para penjajah bumi muslim lainnya, seperti Belanda dan Perancis. Belanda menyebut wahabi kepada pejuang muslim Imam Bonjol dan pengikutnya.
Jauh sebelum syeikh muhammad bin abdul wahab lahir, sudah ada wahabi. Namun wahabi ini sudah dihukumi sesat oleh jama’ah ulama ahlus sunnah. karena wahabi ini mengerjakan bid’ah, maksiat dan mengkultuskan ahlul bait setinggi-tingginya, yang tidak dibenarkan oleh syari’at islam yang agung. wahabi ini hidup di masa bani fathimiyyah dan berpaham syi’ah, sekitar abad ke 4 hijriyyah. Dan Qadarullah, wahabi ini habis diberantas oleh Sultan Saladdin (Salahuddin al ayyubi rahimahullah) sebelum meletusnya perang salib.
Lalu atas dasar apa, penentang shalawat nariah di cap sebagai wahabi?
November 3, 2009 at 1:30 pm
Semalam ada pengajian ibu-ibu dirumah tentang Shalawat Nariah yang di pimpin oleh Ustad Bpk. Sariman, dan saya rekam dalam format MP3. hasilnya silahkan di download di
http://www.symmetry-multiline.com/download/sholawat_nariah_pengajian_ibu2_sinarluas_lampung.mp3
Catatan : MP3 tersebut sudah dicut untuk memperkecil ukuran filenya
November 8, 2009 at 10:07 am
Assalamualaikum, semoga kita mendapatkan syafaatnya dan menjadi umat yang terbaik…
November 9, 2009 at 2:35 pm
asl,,,ya ahli jannah (amiin)
islam itu indah,,indah sekali banyak tolern d dalam na,,
seakn memudah kan umat nya untuk melakukan sbuah ibadah,,
tapi betapa rugi na umat islam saat ini ,,
yang saling d sibukkan dgn berbagai macam perbedaan,,bukan untuk saling bertukar pkran tapi justru untuk saling menjatuhkan satu sama lain,,
ukhty wa akhi perbedaan 2 indah sangat indah sekali kalo kt mampu menyikapi na,,,
kalau semua d katakan bid’ah bagaimana PENULISAN AYAT SUCI AL-QUR’AN,,,?
bukan kah 2 jg merpakn BID’AH ?
krn penulisan al-qur’an d buat pd ZAMAN SAHABAT ABU BAKAR,,,
pa 2 jg sesat,,,?
afwan tpi mnurut ane gak smua bid’ah 2 seset dan cnth BID’AH KHASANAH 2 td pnlsan al-quran,,,
syukron,,,,
waskum