Makkah Terusik
July 26, 2007
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ
“Makkah sekarang sudah seperti Las Vegas,” begitulah pernyataan yang dilontarkan Ali al-Ahmad, direktur Institute for Gulf Affairs-lembaga riset oposisi Saudi- yang berbasis di Washington, melihat perkembangan kota suci Makkah saat ini.
Menurutnya, perkembangan kota Makkah sekarang adalah sebuah bencana. “Hal ini akan memberikan pengaruh buruk bagi umat Islam. Ketika mereka ke Makkah mereka tidak punya perasaan apapun, tidak ada keunikan lagi. Apa yang anda lihat cuma semen dan kaca, ” ujar Ahmad serius.
Ahmad cukup beralasan melontarkan pernyataannya itu, karena kota Makkah saat ini makin penuh dengan bangunan-bangunan tinggi mulai dari hotel, pusat perbelanjaan dan toko-toko besar yang menjual produk Barat. Sebut saja kedai kopi Starbucks, Cartier and Tiffany, H&M dan Topshop.
Pusat perbelanjaan Abraj Al-Bait, salah satu mall terbesar di Saudi yang baru dibuka menjelang musim haji bulan Desember 2006 kemarin, nampak megah dengan monitor-monitor televisi flat, cahaya lampu-lampu neon, dengan pusat hiburan, resto-resto cepat saji, bahkan toko pakaian dalam.
Pusat perbelanjaan itu, nantinya juga akan dilengkapi dengan kompleks hotel yang menjulang tinggi. Bahkan kompleks bangunan yang rencananya selesai tahun 2009 nanti, akan menjadi gedung tertinggi ketujuh di seluruh dunia, dilengkapi dengan fasilitas rumah sakit dan tempat sholat yang luas.
Seluruh pegunungan di dekat Jabal Omar, kini sudah diratakan. Di lokasi itu juga akan dibangun kompleks hotel dan lebih dari 130 gedung-gedung tinggi baru.
Kota Makkah yang menyandang sebutan kota suci dan menjadi pusat ibadah haji umat Islam di seluruh dunia, ketenangan dan kekhusyuk-annya makin terkikis, Ka’bah yang terletak di tengah masjid Haram dan menjadi arah sholat Muslim sedunia, semakin tenggelam oleh berdirinya gedung-gedung tinggi.
“Ini adalah akhir dari Makkah, ” kata Irfan Ahmad dari London, pendiri Islamic Heritage Foundation, yang secara khusus aktivitasnya mempertahankan peninggalan-peninggalan bersejarah di Makkah, Madinah dan tempat-tempat lainnya di Arab Saudi.
“Sebelumnya, bahkan pada masa Ustmani, tak satu pun gedung-gedung di Makkah yang tingginya melebihi tinggi Masjid Haram. Sekarang, banyak gedung yang lebih tinggi dari Masjid Haram dan tidak menghormati keberadaan masjid itu, ” tukas Irfan
Uang, tentu saja menjadi motivasi utama boomingnya gedung-gedung tinggi di Makkah. Karena setiap tahun, kota itu dibanjiri oleh para jamaah haji. Papan-papan iklan di sepanjang jalan menuju Makkah, seolah menjadi daya tarik bagi para investor yang mencari keuntungan dari usaha penginapan.
Sejumlah organisasi Islam mengatakan, berdirinya gedung-gedung megah di kota Makkah, juga dilatarbelakangi motif agama. Mereka menuding pemerintah Saudi mengizinkan kelompok konservatif untuk menghancurkan tempat-tempat bersejarah dengan alasan khawatir tempat itu justeru disembah-sembah oleh para pengunjung.
Ahmad dari Islamic Heritage Foundation mengaku punya kalatog lebih dari 300 tempat-tempat bersejarah di Arab Saudi, termasuk pemakaman dan masjid-masjid. Ia mengatakan, sebuah rumah tempat Nabi Muhammad dilahirkan dihancurkan untuk membangun tempat kamar mandi.
“Sama sekali tidak menghormati Kabah, tidak menghormati rumah Tuhan atau lingkungan dari tempat-tempat bersejarah itu, ” kata Sami Angawi, seorang arsitek Saudi yang ingin mempertahankan peninggalan bersejarah di Makkah.
“Padahal, memotong pohon saja seharusnya tidak boleh dilakukan di kota ini, ” sambungnya.
Kemajuan kadang memang harus dibayar mahal. Bahkan pasar malam, di mana para jamaah bisa menjual barang-barang yang dibawanya, kini sudah tidak ada lagi. Begitu juga dengan keluarga-keluarga di Makkah yang biasa menyambut para jamaah haji, sudah tidak terlihat lagi sejak rumah-rumah mereka digusur untuk perluasan Masjid Haram di era tahun 1970-an.
Angawi kini berusaha melakukan pendekatan pada kerajaan Arab Saudi agar memberi perhatian besar atas penghancuran tempat-tempat bersejarah. Ahmad melobi pemerintah-pemerintah negara Asia dan Arab untuk menghentikan penghancuran yang dilakukan pemerintah Saudi. Kedua tokoh ini menyayangkan kurangnya kepedulian umat Islam atas isu-isu ini. Kepentingan bisnis dan uang mengalahkan segala-galanya.
“Makkah tidak pernah berubah seperti sekarang ini. Apa yang anda lihat sekarang baru 10 persennya saja dari apa yang akan ada, yang akan jauh lebih, lebih buruk lagi, ” kata Angawi risau. (ln/IHT)
Source : estawar
Berita terkait : Saudi Arabia: Wahhabis Destroy Heritage Of Mecca
| 


July 27, 2007 at 12:21 am
Yah mau bagaimana lagi dong. Kemajuan jaman sudah tdk bisa dibendung lagi di manapun, baik itu di Aceh, jambi, johor atau Mekah. Seperti saya juga dgn kangen kota Bogor yg dulu. Banyak orang ingin mengenang kembali masa lalu yg indah dan tentram. Kini dengan kemoderannya membuat manusia tidak lagi memfokuskan diri pada ibadah, melainkan uang, uang dan uang. Segalanya butuh uang tapi uang bukan segalanya.
July 27, 2007 at 11:16 am
yang disayangkan pembangunan menghancurkan beberapa situs bersejarah dan penuh berkah dan tidak dirawat dengan sebagaimana mestinya seperti rumah dimana Rasululloh SAW dilahirkan yang kabarnya dijadikan perpustakaan yang terbengkalai. Penghancuran makam2 dengan alasan menghindari potensi kemusyirikan. dlsb. Di lain sisi, uang bisa menghancurkan segalanya tak terkeuali dua tanh haram.
Ada pemikiran untuk mengembalikan pengelolaan dua tanah haram kepada muslimin seluruh dunia. bukan diatur oleh kerajaan saudi. sehingga tanggungjawab pengelolaannya menjadi tanggung jawab seluruh muslimin, bukan monopoli saudi. sehingga yang namanya khadimul haromayn (pengabdi pada dua tanah haram) adalah perwakilan muslimin seluruh dunia. bentuknya mungkin bisa pemimpin2 OKI misalnya.
September 19, 2007 at 12:45 pm
Saya setuju jika dikatakan Mekkah adalah kota umat Islam, tapi kita juga harus sadar bahwa Mekkah ada dalam wilayah Arab Saudi, sacara de facto mereka lebih berhak mengurus Mekkah. Bagi saya tidak ada masalah jika pengelolaan Mekkah tetap pada Arab Saudi, malah bisa jadi lebih runyam jika yang mengelolanya organisasi Islam semacam OKI bisa-bisa nanti ribut melulu dengan agenda sidang daripada kerja, bisa jadi kota Mekkah malah terbengkalai.
Menurut saya Islam bukanlah agama yang berpegang pada situs atau tempat-tempat bersejarah melulu. Al-Quran dan Hadits adalah tempat berpegang yang hakiki.
Jadi kalo misalnya nanti situs atau tempat bersejarah tersebut rusak oleh waktu, bencana alam atau karena tuntutan zaman seharusnya gak masalah banget karena Islam adanya bukan pada gunung-gunung batu atau tempat-tempat semacamnya, Islam ada pada Al-Quran dan Hadits. Sepanjang Al-Quran dan Hadits tidak ‘dipermodern’ insha Allah, Islam akan baik-baik saja..
Wallahualam..
September 19, 2007 at 2:57 pm
Kita terkotak-kotak dengan bangunan nasionalisme yang dibuat penjajah kafir. Sejak runtuhnya khilafah, pengaturan ummat ini diserahkan kepada banyak kepala negara. Kebetulan yang menguasai jazirah Arab adalah keluarga raja Saud. Maka dinamailah Arab itu dengan Saudi Arabia.
Oleh karenanya yang berkuasa adalah Raja. Raja di sana disebut sebagai Khodimul Haromayn (Hamba sahaya dua tanah haram). Dan Raja telah mengambil paham Wahabi sebagai paham kenegaraan. Implikasinya segala hal yang menurut Wahabi “Musyrik” maka harus dimusnahkan. Hatta situs bersejarah yang penuh barokah. Andai saja tidak membuat marah seluruh dunia Islam, maka makam Rasululloh SAW pun mungkin sudah diratakan.
Allohu a’lamu
September 22, 2007 at 12:54 pm
Bagi saya tidak masalah apakah Raja atau presiden atau perdana mentri yang memimpin sebuah negara. Kalo Raja yang memimpin sepanjang dia teguh berpegang pada Al-Quran dan Hadits apa salahnya? Saya belum melihat hal yang signifikan yang telah dilakukan oleh pemerintah di Saudi Arabia sana yang melanggar ketentuan Sunatullah dan Sunah Rasul.
Kuburan terkadang memang membuat segelintir umat bisa menjadi musyrik, datang ke kuburan berdoa dan meminta berkah dari orang yang sudah meninggal karena menganggap orang tersebut bisa membantunya dalam menjalani kehidupan dunia ini, kayak ada perasaan gak klop kalo belum nyekar ke kuburan ini atau itu. Padahal semua ketentuan dalam hidup kita hanya Allah yang paling berhak. Pada konteks ini saya setuju bahwa kuburan bisa membuat orang menjadi musyrik. Tapi sebenarnya tidak harus kuburannya yang diberangus. Mungkin saja pemerintah Saudi pada saat itu sudah tidak ada cara lain untuk menghilangkan kebiasaan yang tak sesuai dengan syariat itu.
Sekali lagi saya tidak faham dengan konteks kalimat “Hatta Situs bersejarah yang penuh dengan barokah”..bagi saya barokah tersebut datangnya hanya dari Allah bukan dari situs situs yang ada.
Tentang niat penghancuran atau perataan makam Rasulullah SAW, mungkin perlu data kongkrit apa benar itu memang mau dilakukan oleh pemerintah disana pada saat itu, karena bisa jadi itu cuma isu politik.
Jazakallah
September 22, 2007 at 2:41 pm
Saya tidak tahu apakah mendatangkan Amerika dan memberi tempat di Saudi Arabia untuk menghadapi Iraq melanggar sunatulloh dan sunnah rosul atau tidak. Saya jg gak tahu apakah bermesraan dengan Bush sang penjagal umat Islam itu menyalahi dan menyakiti perasaan ummat Islam atau tidak. Itu mungkin politik.
Mana yang ideal dari sistem yang ada sekarang. Presidenkah, PMkah, kerajaankah atau apa? Namun selama sang pemimpin taat pada Al Qur’an dan Sunnah, itu lebih baik. Meski yang ideal adalah bentuk khilafah spt khulafa al rasyidien.
Apakah di Saudi murni menjalankan Al Qur’an dan Sunnah, Allohu a’lamu. Namun paling tidak banyak juga sumbangsihnya bagi ummat Islam.
Derajat yang mulia dan penuh berkah dalam diri para auliya tidak berhenti dengan wafatnya mereka. Karena hakikat yang memberikan derajat dan keberkahan datangnya dari Dzat yang tidak pernah mati. Mendatangi para auliya ketika mereka hidup dengan harapan menjadi berkah hidup kita karena mencintai para kekasih Alloh, adalah sama dengan menziarahinya ketika mereka telah wafat. Keberkahan para Auliya datangnya dari Alloh. Ketinggian derajat mereka tak lekang sampai kapan pun. Kehidupan mereka di alam kubur tak ubahnya kehidupan para syuhada, siddiqien dan para sholihien.
Laa khoufun ‘alayhim wa laa hum yakhzanuun.
Kuburan membuat musyrik? Bisa aja. Apa pun bisa menjadikan kita musyrik jika kita mengi’tiqodkan sesuatu di samping Alloh. Oleh karenanya yang perlu diperangi adalah pemahamannya bukan peninggalannya.
Memang tidak ada rencana penghancuran makam Rasul. Meratakan bangunan di atasnya.
Allohu a’lamu
Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya.
September 22, 2007 at 3:30 pm
he….he…. serius banget. Jadi inget waktu masa muda dulu.
September 22, 2007 at 4:47 pm
He he he. Sama ama ente kalo dah maen bola. Mana ada der Keizer Warno ketawa ketiwi di lapangan? Yang ada kite diketusin. He he he.
Kapan nih kita main bola bareng alumni lagi No?
October 2, 2007 at 9:08 pm
kita seharusnya nggak menutup diri dari kemajuan pikiran manusia, sudah wajar kalo modernisasi ada di mana-mana termasuk di makkah juga toh warganya juga tetap rajin beribadah, ngga perlu memblokir segala sesuatu yang datang dari luar terlebih lagi dari barat, berpikirlah secara dewasa dan objektif, justru yang lebih harus dijaga adalah hati, keimanan kita sendiri….
MASA ORANG ARAB DISURUH NAEK ONTAAAAAAA MELULU…
MAKAN KURMAAAAAA MELULU………
NGINEPNYA DI TENDAAAAAAAAA MELULU…..????
October 3, 2007 at 11:50 am
Bang Ronald, makasih atas kunjungan dan komentarnya. Senang mendapat masukkan dari abang. Saya setuju ama bang Ronald mengenai kemajuan. I agree with you bang. Pada poin ini kita sejalan bang.
Yang dipermasalahkan bukan pembangunannya bang, tapi lebih ke penataan pembangunannya.
Untuk Onta bang, saya cuma bisa lihat dari dekat dan gak bernai naikin. Teman saya sempat foto bersama istrinya di atas Onta. Persis penganten baru…
Kurma.. wah makanan enak, bergizi dan baik untuk kesehatan. Bahkan kurma Nabi [kalo gak salah kurma Ajwa namanya] itu banyak dicari bang.
Tenda tetap dibutuhkan ketika kita bermalam di Mina [istilahnya mabit di Mina]. Wah seru sekali kisah tentang bermalam di tenda di Mina.
mengenai kisah haji saya abang bisa baca di sini.
Terima kasih banyak bang Ronald. Salam kenal bang
October 22, 2007 at 2:39 pm
assalamu alaikum,
sedih juga ya kota suci jadi kota modern gitu. Menurut saya, baiknya tetap dijaga kesuciannya dan tetap dikonsentrasikan untuk ibadah. Saya sangat menghargai sejarah, dan saya memang belum pernah ke Mekah, insya Allah tahun ini 2007 or 1428 H ini saya jadi petugas kesehatan haji di sana.
Biarlah ada kota-kota yang makin menjadi modern, tapi tetap dijaga kesederhanaan kota suci ini, gak perlu bersaing menjadi pindahan produk-produk barat di sana.
Malu…..
Seperti hadis rasul bahwa akan tiba saatnya umatku yang kaya akan datang berhaji tapi dengan niat berwisata…..
Trenyuh dan sedih hati saya rasanya membaca hal demikian. Semoga ada yang mampu mengetuk hati dan mengubah para pengambil kebijakan di tanah suci Mekah ini untuk tetap mempertahankan kemurnian kota dan kesucian kota.
Wallahu alam bishawab
October 23, 2007 at 12:06 pm
Wa ‘alaykum salam mbak. Saya setuju dgn mbak. Mempertahankan kesucian kota Mekkah harus menjadi prioritas utama. Memanjakan para tamu Ar Rahman dgn berbagai fasilitas seyogyanya tidak menghantam segalanya. Dalam rangka inilah kerangka berpikir ‘back to nature’ seharusnya jadi pijakan dan acuan. Sy pikir byk jg orang2 lurus di Saudi yg berpikiran lebih spiritual drpd mereka yg business minded.
Selamat menjalankan ibadah haji mbak. Smg menjadi hajjan mabruro, wa sa’yan masykuro wa tijarotan lan taburo. Amien. Salam dari kami untuk Junjungan tercinta, Muhammad SAW, 2 orang sahabat setianya dan para sahabat lainnya. Jgn lupakan kami dlm doa doa mbak.
Jazakillahu khoir
December 7, 2007 at 10:27 am
Assalamu’alaykum,
Alhamdulillah, senang bisa dapat informasi tentang Haramayn dari ustdz Ahmad Lukman…
Salam kenal dari kami….buat rekan semua disini terutama ahlulbaitnya..ustadz Ahmad Lukman.
Belon nyampe kesono rasanya berasa sedih banget…tapi sedulurku sekalian kita kudu imani betul bahwa sesungguhnyalah hanya Allah SWT yang paling berhak untuk menjaga kedua negeri Haram itu, dan rencana/makar Allah jauh lebih sempurna dari pada rencana/makar mereka semua.
Billahi wal hidayah wat taufiq…
Wassalamu’alaykum wr wb
December 7, 2007 at 10:59 am
Makkah sudah seperti Las Vegas??? Masa iya?
Well, aku pernah tinggal di Las Vegas kira2 setahunan ( bukan buat belajar jadi dealer ‘Black jack’ ya..;)…dan di Vegas itu bener2 tempat segala dosa ( bagi yg nganggep itu dosa ), bener2 segala bentuk kemaksiatan di sediakan…legally n illegally as well..
Tapi sayang aku belom pernah ke Makkah…jadi memang belom bisa membandingkan Vegas ( sin city ) dan Makkah ( yg katanya kota suci )
Mudah2an sih tidak sama….
December 7, 2007 at 12:36 pm
@ Aa : Salam kenal juga akhi. Semoga Alloh permudah langkah antum berangkat ke tanah suci dan berziarah ke makam junjungan Rasululloh SAW dan berziarah ke makam para ahl bayt dan sahabatnya yang mulia. Amien
@ NE 92 : Gak sama pastinya.
April 18, 2008 at 8:00 pm
kasihan mekkah , seharusnya kita harus peduli ter hadp hal yang terjadi.
April 18, 2008 at 8:29 pm
Yap, mestinya begitu mas. Thanks dah mampir dan kasih komentar.
April 25, 2008 at 1:05 pm
kebangetan tuh! udah dijadikan pangkalan amerika pula (meskipun tidak di Makkah).
ini sudah kiamat beneran nih.
ya yg begitu, salah satu tanda kiamat??? apa bukan sih???
namanya juga pedagang alias kapitalis, nih. emang ada kepedulian selain peduli terhadap dagangannya.
Semoga masih ada tu sebagian dari orang arab yang
peduli akan sejarah Islam, yang justru lahir di kota itu.
jangan-jangan nih, seperti produk
music : madona, breatney spears, linkin park, deep purple, led zepplin, dll, sudah dijual dan laris.
film : bollywood, tollywood n hollywood juga bertebaran.
kapan film indonesia ya? (boleh juga tu calon jamaah haji bawa barang dagangan dvd film dan music ala bajakan kesana). atau bawa gerobak angkringan seperti yang bertebaran di jogja.
April 30, 2008 at 1:39 am
[...] Makkah Terusik [...]
December 31, 2008 at 12:41 pm
Alhamdulillah,…
Akhirnya tahun lalu 2007 saya menjalankan ibadah haji dan sekaligus menjadi petugas kesehatan di Sektor 15 Jarwal Tayseer, kota MEKKAH.
Memang sudah sangat sangat modern kota ini. Dengan sangat mudahnya kita temukan barang barang barat di sana.
Apapun itu, saya tetap ingin ke sana lagi suatu saat, baik sebagai petugas haji ataupun sebagai jamaah. Kota Rasul ini selalu akan menjadi kenangan yang tak terlupakaan seumur hidup dan selalu ‘ngangeni’ setiap kali melihat liputan haji di televisi.
Semoga pemerintah Saudi bisa memberikan yang terbaik buat kota milik seluruh umat muslim ini. Amin.
Amin….
December 31, 2008 at 3:53 pm
Amien. Semoga Alloh mudahkan untuk berangkat kembali ke tanah suci. Amien.
Ustadz DR. Ahmad Satori, pemimpin jamaah haji kami januari 2004 sempat memberikan do’a untuk sering dibaca agar dimudahkan berangkat ke sana :
Allohumma yassir lana ziyarota haromika wa haromi nabiyyika Muhammadin shallallohu ‘alayhi wa sallam.
[Ya Alloh, mudahkanlah kami mengunjungi tanah haramMU dan tanah haram NabiMU Muhammad SAW]
January 1, 2009 at 1:37 am
Kyai Saad…..
Jangan sering sering naik haji dong, cukup sekali aja, gantian dengan yang lain, yang waiting list aja masih banyak, karena quota.
Uang yang untuk rencana naik haji berkali kali, disumbangkan aja ke madrasah, atau untuk membantu biaya sekolah anak2 yang kurang mampu, atau kasihkan ke tetangga sekitar yang kehidupannya kurang beruntung…..mungkin akan lebih bermanfaat bagiorang banyak.
March 27, 2009 at 5:11 pm
mereka bermaksud membangun bangunan yang megah namun Allah akan mengahcurkan dan memebnamkan nya ke dalam jurang kebinassan sebagaimana layaknya mereka membangun sebuah bnagunnan di tepi jurang
Allahu Akbar, semoga kita tetap istiqomah dan diberi petunjuk olehNya
Sesungguhnya harta itu adalah ujian bagi manusia
March 27, 2009 at 8:16 pm
saya setuju adannya pembanggunan dan kemajuan sebab itu juga adalah bentuk rasa syukur akan nikmat yg telah allah swt berikan pada manusia.tapi kita harus ingat kita hidup di bumi allah swt dan jgn sekali kita akan sombong di hadapannya.Menjaga Makkah atau pun rumah allah(masjid) adalah tanngung jawab kita semua terutama yg menggaku umat Islam paling tidak dengan doa.Ya sokur kalau bisa berbuat lebih dari itu,tunjukkan apa yg bisa kita lakukan untuk agama kita ISLAM