Bung Tomo

November 10, 2007

اللهم صل و سلم و بارك على سيدنا محمد و آله و اصحابه

“Saudara – saudara… kita pemuda-pemuda…rakyat Indonesia disuruh datang membawa senjata kita kepada Inggris dengan membawa bendera putih, tanda bahwa kita menyerah dan takluk kepada Inggris. Inilah jawaban kita, jawaban pemuda-pemuda…rakyat Indonesia: Hai Inggris, selama banteng-banteng, pemuda-pemuda Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membuat secarik kain putih menjadi merah dan putih…selama itu kita tidak akan menyerah. Teman-temanku seperjuangan… terutama pemuda-pemuda Indonesia, kita terus berjuang, kita usir kaum penjajah dari bumi kita Indonesia yang kita cintai ini…Sudah lama kita menderita, diperas, diinjak-injak. Sekarang adalah saatnya kita rebut kemerdekaan kita. Kita bersemboyan: KITA MERDEKA ATAU MATI. ALLAHU AKBAR…ALLAHU AKBAR…ALLAHU AKBAR…MERDEKA! ” [rekaman pidato lengkap Bung Tomo silakan klik di sini]

Tahukah Anda bahwa Bung Tomo [1920-1981] yang secara heroik mampu mengobarkan semangat juang arek-arek Suroboyo dengan pekikan takbirnya yeng membahana di langit Surabaya dalam menghadapi NICA pada 10 November 1945 sampai saat ini belum diakui pemerintah sebagai pahlawan nasional. Karena ketegasan sikap dan prinsipnya, lugas dan apa adanya membuat hubungannya renggang dengan Soekarno dan Soeharto. Bahkan Bung Tomo sempat menginap di hotel prodeo [baca: penjara] selama setahun sejak1 tahun sejak 11 April 1978 ketika banyak mengkritik kebijakan Orde Baru. Sikap tegas dan kritisnya tetap dibawa Bung Tomo sampai akhir hayatnya. Bung Tomo enggan dimakamkan di taman makam pahlawan karena makam tersebut dinilainya banyak diisi ‘pahlawan kesiangan’ [Kompas, 10 Nov 2007] . Bung Tomo meninggal saat menunaikan ibadah haji di Makkah al Mukarromah pada tanggal 7 Oktober 1981. Pada tahun 1982 jenazahnya dibawa pulang ke Indonseia dan dikebumikan di Ngagel, Surabaya.

Semoga Alloh menerima amal ibadah Bung Tomo dan memasukkannya sebagai salah seorang yang bangkit di hari kemudian dengan pakaian ihram sambil bertalbiyah,

Labbayka allohumma labbayk,

Labbayka laa syarika laka

Innal hamda wan ni’mata laka wal mulka

La syariika laka.

Amien

## Rujukan : Wikipedia, Kompas, 10 Nov 2007, Blog Mywritten, Suwarno71

11 Responses to “Bung Tomo”

  1. nuriel Says:

    amiin ya Allah…..

    satu-satunya orasi yang sangat mengena di hartiku….

    hanyalah orasi dari Bung Tomo….

    Orasi yang benar-benar ikhlas….

    yang ditujukan hanya demi Indonesia yg berdaulat…

    tanpa diboncengi kepentingan apapun…..

    salam dariku,

  2. ahmad syarif Says:

    sebagai arek surobyo,aku sangat bangga saat mengetahui bahwa beliau berasal dari kota pahlawan itu,walaupun ada rasa kecewa trhdp sikap pemerintah,semoga ada bnyk pmuda2 sprti beliau di jaman sekarang

  3. Ahmad Lukman Says:

    @Nuriel: Benar mas, sangat menyentuh jiwa. Salam juga mas Nuriel. Makasih dah mampir dan memberi komentar

    @Ahmad Syarief: Setuju mas Syarief. Arek2 Suroboyo dahulu pernah membuktikannya, kenapa sekarang tidak? Pasti bisa. Thanks yah


  4. Nuriel..apanya Nurul neh?… ( maap kalo komen gue gak penting…heheheh )

    NURUL ‘92

  5. newbensagung Says:

    wah ini nih pidato yang aku cari2. btw kok rekamannya gak bisa di buka ya??

  6. Ahmad Lukman Says:

    Saya ambil link rekaman pidato bung Tomo dari blog rekan di multiply.com. Namun saat ini multiply.com menghapus semua link yang memungkinkan mendownload dari multiply.com. Jadi file yang mas Agung cari memang dihapus oleh multiply.com. Bukan cuma pidato bung Tomo saja, tapi semua file yang bisa di download juga dihapus.

    Thanks

  7. Visimedia Says:

    Sekedar Informasi

    Telah diterbitkan kembali oleh penerbit Visimedia, buku “Bung Tomo Suamiku” karya Sulistina Sutomo. Bersamaan dengan itu, kami terbitkan juga buku “Bung Tomo Menggugat, Pemikiran, Surat, dan Artikel Politik (1955-1980).

    Untuk keterang lebih lanjut, silahkan kunjungi website kami, http://www.visimediapustaka.com

    Terima Kasih
    Visimedia

  8. cindyups Says:

    akuh,,,sebagai remaja ,,,

    begitu mengagumi sosok itu,,

    sebuah sosok yang penuh dengan semangad…

    sosok yang mengajarkan kita untuk pantang menyerah,,,,

    sosok yang mengatakan “MERDEKA atau MATI”

    akuh bangga memiliki dan mengakui bahwa

    beliau adalah pahlawan untukku,,
    untuk bangsaku …negaraku,,
    hanya INDONESIA kuh,,,

  9. argy01 Says:

    Wou keren apie tuenan

  10. margi Says:

    alhamdulillah tgl 7 nov bung tomo tlh resmi jadi pahlawan nas.

  11. Budi Antoro Says:

    Heroik sekali kyai….

    Tapi aku pernah baca di buku Tentara pelajar Brigade 17 Ganesha… kejadian yang sama dan waktunya bersamaan juga terjadi di Solo, Cuma di Solo tidak ada tokoh yang se terkenal Bung Tomo. Tapi dari jumlah korbanya menurut yang saya baca lebih banyak di Solo, salah satu pelakunya kalau ga salah pernah jadi menteri transmigrasi jaman Alm. Pak Harto…. Kalau ga salah namanya Pak Martono (alm). Pangkat terakhir di AD Mayjen. Beliau salah satu komandannya waktu peristiwa tersebut terjadi.


Leave a Reply