Doraemon

Berselancar di dunia maya hari ini mengantarkan gue pada perdebatan tentang film animasi Doraemon yang rame dibahas diblog. Perdebatan berawal ketika artikel antosalafy membahas tentang kartun Doraemon dengan judul Membongkar Kesesatan Doraemon cs. Sebenarnya itu bukan tulisan baru, artinya antosalafy juga ngopy-paste dari rekan sesalafinya almakassari dengan tulisan yang sama persis titik komanya. Bahkan ada yang bilang itu juga hasil cuplikan dari lembaran buletin Jum’at -lagi2- punya salafi. Yang dibahas bukan cuma Doraemon tapi juga Dragonball dan Sinchan.

Antosalafy dengan gaya khas wahabinya membuka perbincangan dengan hal yang membekas pada sanubari anak akan tergambar dan tersalurkan kelak ketika mereka menjadi dewasa. Demikian halnya dengan tontonan.

Walhasil, kita dapat melihat betapa banyak anak-anak muslim yang lebih mengenal tokoh-tokoh fiktif hasil produksi orang-orang kafir daripada mengenal tokoh-tokoh muslim, seperti para sahabat, dan ulama’ Salaf; betapa banyak anak-anak muslim yang menghafal cerita-cerita khurafat dibandingkan kisah-kisah penuh ibroh (pelajaran) yang telah diceritakan dan diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya -Shollallahu ‘alaihi wasallam- read more

Tentu tulisan ini disertai dalil2 ala wahabi. Banyak komentar yang masuk ke blog si anto ini. Yang muncul adalah yang sudah disaring dan lolos sensor [total 12 komen]. Padahal banyak komentar yang tidak setuju dengan pendapatnya [ini muncul dalam komentar blog retorika]. Sehingga muncul artikel tandingan di wordpress lainnya dengan judul Doraemon Pun Dijadikan Sasaran. Artikel ini mencoba mengkonter pendapat sempit antosalafy terhadap hasil karya animasi, tentu dari sudut lain. Berbeda dengan antowahabisalafi, si retorika, yang liberalis nasionalis dan bernyali tempe ini, membuka forum komentarnya tanpa moderasi. Orang boleh setuju atau tidak setuju. Semua komen boleh masuk dan lulus sensor :-? . Komentar yang masuk cukup banyak, sampe tulisan ini gue buat setidaknya ada 50 komentar yang muncul di sana. Hampir semua komentar mempertanyakan landasan pikir antosalafi. Para komentator juga mengadukan mengenai komentar bantahannya yang tidak belum lulus sensor di blog antowahabisalafi. Meskipun tentang Sinchan, para komentator, menanggapinya dengan menyayangkan keteledoran RCTI yang salah menangkap peruntukkan tayangan tsb. Sinchan yang mendapat rating jelek di negerinya dan diperuntukkan untuk tontonan dewasa, diputar RCTI untuk anak2. Selain Sinchan, The Simpsons dan South Park juga bukan tontonan anak2. Bagi rekan2 yang punya keponakan, adik atau anak harap berhati2 terhadap 3 tontonan tsb.

Untuk lebih serunya silakan baca dan tarik kesimpulan sendiri.

10 Responses to “Doraemon”

  1. Ayo dong para sutrada dan penulis cerita, bikin film tentang kisah para rasul dan sahabatnya di TV. Sebaiknya sebagai org tua jangan terlalu membiarkan anak2 di rumah menonton TV semaunya.

  2. “nasionalis dan bernyali tempe ini” :mrgreen:

    Harus ada standarisasi penayangan
    Dewasa, Anak2, Semua Umur dan Bimbingan orang tua.

  3. “Nasionalis…” sorry om, copy-paste dari tentang
    Di Saudi pun TV kabel dan Parabola juga sudah masuk. Bagaimana kontrolnya? Mungkin Salafy kelupaan membuat artikel mengenai ini.

    Tunggu aja artikel Bid’ah dan kafir lainnya. :-(

  4. Standar ganda-nya itu loh yang gak nahan, :mrgreen:

    Misuh-misuh liat orang bikin kartun, disuruh bikin tandingannya malah mengharamkan gambar bernyawa.

    Lah duwit saudi itu kok masih ada gambar bernyawanya masih dibolehin?

    *ngakak sambil makan dorayaki lagi*

  5. Itu kan gambar Raja mas, orang Islam lagi, ya ndak papa toh? ;-)

  6. Pak, tolong jelaskan kepada saya tentang arti wahabi itu. Antum menuduh saya seorang wahabi. Apakah saya telah mempersaksikan kepada anda bahwa saya ini pengikut Wahab? Saya ingin penjelasan anda, supaya anda tidak asal nuduh dikarenakan persepsi awal yang salah.

  7. Tidak ada yang salah dengan persepsi, cuma masalah sebutan saja.

    Tidak ada yang menuduh antum. Antum kan Salafi. Nah Salafi itu terminologi antum. Kalo yang lain menyebutnya Wahabi untuk terminologi Salafi yang seperti antum. Jadi Antosalafi itu ya Antowahabi.

    Samalah antum menyebut IM itu menjadi Ikhwan al Muflisin. Gak ada bedanya to? Tapi kalo gak senang disebut wahabi ya gak papa. Antum tetap ’salafi’ kok, gak kurang gak lebih.

    Oh iya ada yang tanya tentang mata uang riyal yang bergambar manusia, [kayaknya sih raja dan keluarganya, -semoga Alloh merahmati mereka semua-] hukumnya apa. Mohon disertai dalil.

    Mohon maaf kalo kurang berkenan dan terima kasih atas komentar antum.

  8. Mas Anto, Arab Saudi dibawah ketiak Amrik kok diam aja. Mana dalilnya?

  9. Dalilnya : [mungkin lho]
    1. Taatilah Alloh, taatilah Rosul dan ulil amri [dlm hal ini Saudi]
    2. Hubungan AS & SA [Saudi Arabia] itu adalah daerah politik. Sedangkan politik itu bid’ah sebid’ahnya, sesat menyesatkan fin nar. Oleh karenanya Wahabi tdk berpolitik tp berkerajaan & berdinasti
    3. Musuh AS adalah musuh SA. Maka tolong menolong dlm hal ini dibolehkan.
    4. Ini juga kalo gak salah.

  10. ?
    sekali lagi
    ?
    lagi
    ?
    lagi ah
    ?
    ….
    ?

Leave a Reply