Sekolah di Jerman

February 9, 2008

Memenuhi permintaan penggemar, eh maksudku ibu guru Rina yang ingin tahu tentang pendidikan di jerman, sedikit akan saya tulis semampu saya.

Resminya dimulai dengan masuk Kinder Garten /TK ketika anak berusia 3 tahun. Pada umumnya sekolah di sini gratis dr Grundschule (SD) sampai dengan SMU. Kecuali biaya pendidikan di Kindergarten disesuaikan dengan Einkommen/ pendapatan orang tua. Semua pembayaran melalui bank dan diatur oleh Jugenamt/ Departeman kepemudaan di setiap daerah. Jika orang tua penerima bantuan sosial otomatis bebas biaya TK.Anak yang hari lahirnya terakhir tgl 31 juli berumur 6 tahun, diwajibkan mendaftarkan diri masuk sekolah SD di sekitar tempat tinggalnya. Bis sekolah disediakan pemerintah pulang pergi sesuai jadwal tempat pemberhentian bis. Setelah 4 tahun, anak pindah ke kelas 5 sesuai dengan penilaian dr guru dan persetujuan ortu. Kelas 5 s.d kelas 10 dapat ditempuh dengan jalan masuk sekolah Hauptschule daan Realschule jika prestasi anak itu biasa saja. Jika anak itu pintar masuk ke Gymnasium dan berkesempatan utk masuk kuliah. Biaya sekolah gratis, hanya perlengkapan sekolah ditanggung sendiri seperti buku dan alat tulis.

Anak lulusan Hauptschule dan Realschule kira2 berumur 16 tahun mulai mencari Ausbildung untuk pekerjaan sesuai cita2 dan keahlian yg mereka inginkan. Setelah Ausbildung/magang selesai, mereka bisa langsung bekerja mendapat gaji. Sedangkan anak lulusan dr Gymnasium masih harus kuliah minimal 5 tahun baru bisa bekerja fulltime. Jika ada kesempatan dan info terbaru akan saya sambung lagi tulisan ini.

Kontributor : Irda, Erfstadt Deutschland

5 Responses to “Sekolah di Jerman”

  1. boenkschoe Says:

    Sekedar menambahkan:
    Setelah anak selesai dengan Grundschule anak sebenarnya punya 4 Alternatif sekolah untuk dikunjungi, seperti yg dikatakan Irda; Hauptschule, Realschule, Gymnasium dan Gesamtschule, untuk yang terakhir ini tidah terdapat di seluruh negara bagian, kalau saya tidak salah sekolah ini adalah gabungan dari 3 sekolah tersbut. seperti yang kita ketahui Gymnasium diperuntukan bagi anak2 yang cukup berprestasi dan berniat nantinya masuk ke Perguruan Tinggi, dulu sekolah ini berlangsung sampai kelas 13, tapi sekarang ada perubahan yaitu hanya sampai kelas 12 tapi saya tidak yakin di negara bagian mana saja yang sudah merapkan sistem ini, kalau saya tidak salah di Indonesia sudah 12 tahun.
    Setelah anak selesai dengan Gymnasium siswa punya dua Perguruan Tinggi yang bisa mereka kunjungi yaitu Universitaet dan Fachhochschule, di Universitaet kuliah biasanya berlangsung lebih lama daripada di FH, perbedaan dari kedua PT ini adalah: Di UNI mahasiswa kuliah lebih banyak teori dengan komposisi 60 % teori dan 40 % Praktek, sementara di FH sebaliknya 60 % Praktek dan 40 % Teori. Jadi mana yang lebh bagus ? Dua-duanya bagus, tergantung bidang kerja apa yg diperlukan, Uni biasanya menghasilkan Dosen, Peneliti, Manager, sementara FH lebih ke Orang yang ahli dalam satu bidang dalam Industri misalnya.
    Mungkin rekan-rekan selama ini bekannt dengan sistem gelar DIPLOM, sistem ini sekarang sudah mulai ditinggalkan karena sudah sebagian besar Program Gelar yang ditawarkan oleh Perguruan Tinggi di Jerman berupa Bachelor dasn Master, dan nantinya seluruhnya akan menjadi Bachelor dan Master. Apa kerugiannya? Bagi orang yang fanatik dengan Gelar khas Jerman DIPLOM mkg tidak bagus, karena reputasi Jerman di Indonesia sangat bagus, tapi juga ada manfaat besar yang mahasiswa Indo dapatkan dengan perubahan sistem ini yaitu: dulu Orang Indo yang bergelar Diplom ada masalah karena bagi mereka yg ingin kerja di Pemerintahan hgelar tersebut hanya diakui sebagai SARJANA PLUS, padahal di Negara asalnya setara dengan MASTER Internasional. Nah skr sdj ada Gelar Bachelor dan Master dan Orang Indo tidak akan ada kendala yang sam lagi.
    Demikian tamabahan dari gua, semoga dapat menambahkan Info

  2. Sa'ad Says:

    Makin jelas. Danke herr Dipl. Ing. Danang S.Pd

  3. boenkschoe Says:

    sama-sama om Proff. Dr. H. Saad, S.Pd, M.Pd.

  4. Sa'ad Says:

    He he he. Berlebihan, lha wong lulusnya lewat kompre… :-P

  5. emaknyamaxi Says:

    Kalo orang Jerman kerja nggak mengandalkan gelar melainkan keahlian dan kerajinan mereka dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Orang tua di Jerman sepertinya lebih senang anaknya mendapatkan tempat utk Ausbildung dan langsung bekerja,drpd kuliah yg memerlukan lebih banyak biaya dan tidak langsung berkerja dan menghasilkan uang.


Leave a Reply