Pengikut NU Masuk Neraka
Kami langsung buka daftar isinya. Pada bagian ke-34 ada judul peringatan Maulid Nabi. Karena judul tersebut menarik maka kami lewati semua bagain dan hanya tertuju pada judul tersebut. Dihalaman 152 dijelaskan bahwa orang-orang yang menyelenggarakan maulid terjerumus pada perbuatan syirik. Kemudian dijelaskan mengapa syirik dengan bukti dan dalil-dalil. Pada halaman 153 dijelaskan bahwa peringatan maulid itu cara menjunjung nabi berlebihan. Penjelasan berikutnya adalah peringatan maulid sepadan dengan cara orang kristen dalam merayakan hari kelahiran Nabi Isa Al Masih (hal. 154). Sedangkan di halaman 155 dijelaskan bahwa terjadi percampuran antara laki-laki dan perempuan. Dana yang dikeluarkan sangat besar. Waktu untuk membuat dekorasi, konsumsi dan lainnya sering menyebabkan lengah para penyelenggara sehingga ninggalkan sholat. Terdapat amalan berdiri saat pembacaan Maulid Nabi. Kemudian ditambah dengan penjelasan lainnya di halam 156 dan 157.
Pada bagian tiga puluh tujuh halaman 166 mengeluarkan judul shalawat-shalawat Bid’ah. Yang disebut sholawat bid’ah adalah sholawat yang tidak pernah diajarkan oleh Raulullah. Hanya ajaran dan karangan masyayikh (kyai dan ulama’ ) saja. Pada halaman 173 disebutkan orang yang membaca sholawat Nariyah termasuk syirik karena di dalamnya ada kandungan kalimat syirik. Termasuk yang bid’ah adalah sholawat fatih (170) dan lainnya. Semua sholawat-sholawat yang dinyatakan bid’ah tersebut selalu terdengar di telinga kita. Karena memang di amalkan oleh temen-temen kita yang berorganisasi di NU, terutamanya.
Bahkan di kalanagn NU ada jamaah Sholawat Nariyah. Mereka kumpul beberapa orang, rutin tiap malam tertentu. Mereka membacanya sebanyak 4444 kali.
Di Kota kami, Kediri ada jamaah wahidiyah. Mereka ini pengamal sholawat wahidiyah. Yang menciptakan kyai, ulama’ Kediri tepatnya di Kedunglo-Bandar, Kec. Kota Kediri. Ohhh jumlah jamaahnya sangat-sangat banyak. Tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Sholwat ini apakah juga dikategorian bid’ah?
Kemudian kami buka kembali daftar isi buku yang kutemukan tadi. Di sana kami menemukan tentang bahasan kuburan yang diziarohi pada bagian ke-21 hal. 102. Terdapat bahasan tawasul yang dilarang pada bagian 24 hal. 118.
Karena pembahasan-pembahasan sangat menarik, maka kami membaca semua isi buku tersebut. Alhamdulillah dapat kami selesai dalam waktu dua jam. Memang cara baca saya dengan pelan dan kemudian saya kaitkan kondisi saat ini. Yang dituduhkan bid’ah oleh buku ini merupakan amalan yang dilakukan oleh sebagaian besar pengikut Islam di negeri kita ini. Bahkan di dunia Islam lainnya. Semisal di Malaysia, di Brunai, di Yaman dan negeri lainnya yang bermadzab Imam Sayfi’i. Yang dituduhkan syirik selalu kita jumpai, di sekitar kita.
Nahhhh, yang dilarang oleh agama menurut buku tersebut merupakan amalan pakem temen-temen kita terutama yang di bawah organisasi NU. Semisal ziarah kubur. Jangan ditanya mengenai amalan ini. Pasti sepakat dilakukan, ditradisikan oleh temen-temen kita di NU. Tidak hanya ziarah kubur para wali songgo tetapi termasuk ke ulama’ yang dianggab punya kelebihan, atau ulama’ yang dianggap wali. Amati aja seputar makam Gus Mik di Ploso Kediri, pasti akan ditemukan para peziaroh yang silih berganti.
Demikian pula peringatan Maulid Nabi, mulai dari RT hingga istana mengagendakan untuk menyelenggarakannya. Ohhh, ingat lhoo setiap tanggal 12 Robiul Awal kita libur nasional. Karena kita memperingatan hari kelahiran Nabi Muhammad sholollah alahi was salam. Apakah libur nasional ini juga termasuk bid’ah?
Ahhh, banyak banget calon-calon penghuni neraka yang tidak menyadari bahwa dia sudah dinyatakan golongan yang akan masuk ke neraka. Kami berpikir, dan bertanya kalau demikian tuduhannya, maka di negeri kita ini, “di mana kami dapat menemukan golongan yang selamat tersebur? Di mana kami dapat menemukan Minhajul Firqoh An Najiyah Wat Thoifah al Manshuriah?” Dan bagaimana dengan kondisi kita saat ini yang setiap hari menemukan dan melaksanakan semua yang dianggab bid’ah tersebut. “Salahkah mereka yang mengamalkannya?” Pertanyaan kami saat ini dan sekaligus meminta ketegasan dan klarifikasi, baik dari penerjemah atau penerbit bahkan jika perlu dari pengarang langsung. “Benarkah tiket neraka telah diambil para pengamalan maulid nabi, para pembaca sholawat nariyah dan para peziarah kubur?”. Jika memang jawabannya benar. Dan mereka mengeluarkan buku-buku yang membenarkan semua pertanyaan saya. Bolehkah kita simpulkan bahwa orang yang berorganisasi NU akan masuk neraka?
============================================
Catatan Pribadi dan Pengalaman.
Kami setiap tanggal 12 Robi’ul awal selalu punya jadwal menyelenggarakan Maulid Nabi sholollah alaihi as salam di Pondok Pesantren Nurul Haromain Pujon Malang. Di sekolahan yang kami kelola juga menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi sholollah alaihi as salam. Kami juga sering diundang untuk mengisi acara maulid nabi sholollah alaihi as salam. Bahkan tradisi kami ketika anak kami aqiqoh juga kami bacakan bacaan sholawat nabi sholollah alaihi as salam dan diba’. Apalagi bacaan sholawat udah selalu kita amalkan. Bacaan sholawat fatih selalu kita baca saat akan memulai ceramah atau pidatoh, jadi pembuka setelah hamdalah termasuk saat khutbah jum’ah. Kami juga pengamal Dalaa ilul Khoirot. Waktu kami di SPG dan mondok di Raudlotul Qur’an Lamongan, kami amalkan dalail tersebut selama tiga tahun. Ziarah kubur merupakan cara kami mengenang para ulama’. Kami mendo’akan mereka. Kami sering banget melaksanakan ziarah kubur.
Semua yang kami amalkan tadi berarti salah? Berarti saya mengukir jalan mulus nuju neraka? Ataukah enaknya berpijak pada tulisan kami sebelum ini. Bid’ah jalan nuju surga? Enak mana yaaa? Ahhh agama khok dibikin repot?
Sumber : http://pustakamawar.wordpress.com/2007/09/23/pengikut-nu-masuk-neraka/
Filed under: Bid'ah, Copas, Islam, Maulid, NU, Nahdhiyyin, Neraka, Nyeleneh, Renungan, Sholawat, Syirik, Tawasul, Wahabi
| 


Gus Dur khan pernah bilang “gitu aja kok repot”
Kembali ke pribadi masing-masing, karena tauhid adalah hubungan antara kita dengan ALLAH.
Sesungguhnya ALLAH MAHA MENGETAHUI
apa yang ada dalam Hati manusia.
Salam
Semoga Alloh SWT memberi hidayah kepada kita semua dan mejadikan kita ummat yang rahmatan lil ‘alamien. Amien
Makasih dah mampir dan beri komentar mas Ardietna.
Iya, aku setuju sama mas Ardietna tuh. Diterima atau tidaknya amalan kita itu hanya Allah yang tau. Mana bisa kita tau isi hati manusia kan?
Yang bilang amalan2 tadi bid’ah saja belum tentu amal ibadahnya diterima juga kan?
Nabi saw. kan gak nyuruh kuliah di IKIP, Jerman pulak. Gak ada haditsnya perintah kuliah di situ. Ina n the gank (admin termasuk) telah melakukan bid’ah. He he he.
Hidup jadi terasa berat banget …….
Permudah jangan persulit. Beri kabar gembira jangan ditakut2i
Insya Allah dan yakin semua pasti ada landasannya.Susah mau njelasin orang yang belum tahu memahami hadis.
Tantangan untuk mas Toni nih untuk menjelaskan ilmu pemahaman hadits. Silakan mas, sebelumnya makasih dah mampir, kasih komen dan sekaligus ditunggu sharing ilmunya.
Alhamdulillahirabbil alamien..
Ternyata masih bnyk org” yg
dirahmati Allah S.W.T jg
mendapatkan Syafaat dr Nabi
besar Muhammad S.A.W
saya heran dgn penulis buku
tersebut..pikiran dia kacau kalii..
sampai” menghardik bila org yg
mengamalkan bid’ah jg sunah
rasul akan masuk neraka..wah
asyik donk..bs ketemu dgn
penulis buku trsbt..trus artis
bokep..jg para laknatullah
didunia ini..krn Allah Maha
Segala Maha..Allahu Akbar..
Allahu Akbar..hayo..siapa mau
ikut..wah penghuni neraka
tambah 50 juta lebih warga NU
donk..
Tambah rame nich..bisa”
syurga gak ada yg boking tempat
donk nek emang kami termasuk
penghuni neraka..hahahaa..
Yaa Allah..gimana nich kami kok
dilaknat sesama ciptaanmu dgn
mengatas namakan ayat ayat
Suci-Mu..dimana kami akan
berlindung..bila dgn
mengamalkan bid’ah jg ajaran
wali kami adalah penuntun kami
menuju nerakaMu..apakah kami
termasuk golongan mereka
para pendusta agamaMu Yaa
Allah..?
Serulah manusia ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik. Debatlah mereka dengan cara yang baik…
setuju banget ma yg nulis ‘aya” wae nich…’
yg nulis bukunya mgkn ga pernah baca sejarah sahabat nabi, hadist” & shahih” dari para imam” terdahulu, para sahabat selalu menyambut gembira dgn kdatangan nabi saw. kita jg kan ga mo kalah nyambut sang kekasih Allah dgn penuh kegembiraan dgn merayakan maulid. buat mereka yg ga mo ikut ngerayain maulid jelas” ga punya rasa cinta & kedekatan dgn nabi saw, kalo udah ga cinta ma nabi gimana mo jadi pengikutnya…???
mengenai bid’ah, kan ga semua bid’ah itu buruk…
nabi saw pernah bersabda: ‘barang siapa yang membuat sesuatu yang baru yang baik untuk kemajuan islam, maka pahalanya dan pahala orang” yang mengikutinya dan barang siapa yang membuat sesuatu yang buruk dalam islam, maka dosanya dan dosa orang” yang mengikutinya.’
salah satu bid’ah yg baik misalnya pembukuan/penjilidan al-qur’an yg nabi saw sendiri tidak pernah memerintahkan al-qur’an dibukukan. al-qur’an baru dikumpulkan pada masa khalifah abu bakar dan diteruskan di masa umar dan bru dibukukan pada masa ustman. coba bayangin kalo al-qur’an ga pernah dijilid, mungkin sekarang sudah tercecer & islam kehilangan pedoman hidup, gimana donk….??
agama itu personal,,, kita tidak bisa mnghakimi orang lain atas dasar beberapa ayat saja…
tapi kita juga tidak boleh diam saja bila ada suatu kaum yang rusak…
jadi gimana dong…
Al ‘ilmu qobla al ‘amal = Ilmu sebelum beramal. Justifikasi orang lain dgn dasar yg kita miliki dan hanya mengakui dasar/hujjah diri saja yg benar selainnya bathil adalah tidak benar & sombong. Menegakkan yg benar ada tata cara dan metodenya. Rasululloh saw. tidak menghardik badui yg pipis di mesjid dan membiarkannya menyelesaikan hajatnya, baru kemudian memberitahu adab di masjid. Indah nian sang junjungan saw. Seandainya kamu bersikap kasar dan sempit hati maka mereka akan menjauhimu. Demikian cara Alloh swt mengajar nabi kita saw menghadapi ummatnya.
Allohu a’lamu
@Dian:
Jadi, ya masing2 aja. Toh agama kan untuk dijalankan, bukan untuk diperdebatkan. Kalo kita percaya, ya jalankan, kalo tidak ya tidak usah.Beres kan? Dan hanya Allah lah yang Mahatahu siapa2 calon penghuni syurga dan siapa2 penghuni neraka. Mereka adalah ‘ORANG-ORANG YANG ALLAH KEHENDAKI’…
Yup, bener kak Ina. Saya off line duluan ya. Ditungguin sweatheart nih he he he.
Kirain Istrinya KaK Saad beneran NTUS namanya..kok sekarang jadi sama si sweetheart??? Selingkuh ya???
memang banyak orang tidak sadar bahwa keislamanya dah hilang .
Parameternya mas Andi? Apa maksudnya dengan menjalankan hal tsb di atas keislaman menjadi hilang? Smg tidak.
Tks 4 comment
sholawat yang hanya di contohkan oleh Nabi Muhammad adalah sholawat Ibrahimiah.
Masak sih mas?
Sebagai salah satu shalawat yang paling utama dan banyak jalur periwayatan serta beragam matannya betul hadits shalawat ibrahimiyah (yang menyertakan shalawat atas nabi Ibrahim AS dan keluarganya). Namun menyatakan shalawat Ibrahimiyah saja yang bersumber dari Nabi Muhammad SAW dan hanya itu yang boleh diamalkan, rasanya terlalu terburu2 kalau tidak ingin dikatakan gegabah.
“Ya Allah, wahai Tuhanku, muliakanlah oleh-Mu akan Muhammad dan akan keluarganya.” (HR. Al-Nasâ’i dari Zaid ibn Kharijah).
“Ya Tuhanku, muliakanlah oleh-Mu akan Muhammad Nabi yang ummi dan akan keluarganya.” (HR. Abû Dâud dari ‘Uqbah bin ‘Amir).
dan masih banyak lagi hadits2 lainnya. Dengan demikian pendapat mas mr. pintar terbantah.
mbuhlah…kalo mang ntar kudu masuk neraka ya tinggal dijalanin…toh belum tentu yg nulis jugak dah bener…lha wong masih sama sama manusianya aja lho ….mo ntar dimasukin sorga ya ngalkamdulillah,terima kasih…kalo mang ntar dimasukin neraka yo tinggal dijalanin…wong dah di suruh masuk sama Beliau nya…^^
intinya adalah hindari amalan bid’ah,siapapun yang mengamalkan bid’ah tempatnya dineraka. berpegangalah pada quran dan hadist. jangan dikurangi atau dilebihkan,berilmulah sebelum beramal,agar pengamalanmu pas/benar
Al Qur’an tidak pernah disuruh untuk dibukukan menjadi Al Qur’an seperti sekarang, begitu pula hadits. Ini hal baru yang diada-adakan. Bid’ah semua dong Wi.
Terminologi tentang Bid’ah yang perlu diperjelas. Ngasih komen di sini juga bid’ah kan. Mana ada Rasululloh menyuruh melakukan ini.
Semoga Iwi termasuk penghuni syurga. Ajak kami juga ya Wi.
Sollallah ‘ala muhammad
solallah alaihi wasallam
@ utk yg anti-shalawat.
buat gw:
mo dikasi neraka kek, mo dikasi surga kek,
GA PENTING BANGET WAT GW…
Mereka berdua jg ciptaan-Nya…
(Allohu Akbar…
gw hanya pengen dicatat sbg yg selalu mengingat-Nya ampe ajal gw nanti, gw hanya pengen dicatat selalu mencintai rosul-Nya ampe gw mati entar. gw cuma pengen ngikut ngelakuin apa yg Dia dan malaikat2nya lakukan: yusholluuna alan nabiyy!
So, wherever i will be placed, it’s not such the matter…
ke neraka pun gw sambut bila itu perintah-Nya…
Kalau saya jelas tidak mau masuk neraka…
wih ngeri banget sama sdr. jonathan (namanya kok kayak noni seh..)
tapi aku bisa meraba maksudnya. kira-kira: saking cintanya sama YANG DIATAS sampai rela kaya gitu. atau gimana tu?
Tabiat api panas dan membakar, namun hakikatnya bukan dari api. Maka nabi Ibrahim as. sang kekasih Alloh (kholilulloh) tidak berasa panas & terbakar ketika masuk ke dalam tungku yg dibuat Namrudz. Itu mukjizat yg Alloh berikan, bukan karena kepiawaian/ilmu kebal abul Anbiya (nabi Ibrahim as.)
Beribadah tanpa mengharapkan syurga atau krn takut neraka adalah ibadah yg paripurna. Hanya orang pilihan yg dapat sampai pada derajat ini. Sampai ada ungkapan cinta mendalam makhluk kpd Kholiq: ”Tuhanku. Jika aku menyembahMu karena takut pada api neraka, maka masukkan aku di dalamnya! Dan jika aku menyembahMu karena tamak kepada surgaMu, maka haramkanlah aku daripadanya! Tetapi jika aku menyembahMu karena kecintaanku kepadaMu, maka berilah aku kesempatan untuk melihat wajahMu yang Maha Besar dan Maha Mulia itu.”
Indah & agung. Namun Rasululloh saw sering mengajarkan kita untuk meminta syurga dan berlindung dari neraka. Bahkan terhadap fitnah/azab kubur. Tiap sebelum salam dalam sholat fardhu maupun sunnah, kita dianjurkan mengucapkan permohonan perlindungan thd: 1. Azab kubur 2. Neraka Jahannam 3. Ujian/fitnah kehidupan & kematian 4. Ujian/fitnah al masih ad dajjal.
Wa ridhoka mathlubi…
RidhoMU saja yg aku cari
mas ngomong soal cinta
ga da batasnya
kita2 yang suka ber”SHOLAWAT”
ga butuh surga
ga peduli neraka
ga peduli siksaan
tapi mas yang penting bagi kita
cinta kita pada rosul
Huub kita pada Saiyyidina MUhammaad
pokoknya mas
ane mau tetep sholawat
biar pun diancam ma yng ngarang buku masuk
neraka ana ga peduli
pokoknya
ane mau di dunia cinta ma nabi di cintai nabi Muhammad
dan diakhirat Disisi nabi nabiw
satu tempat dengan nabiw
Allah akan menggolongkan manusia ntar di Akhirat
pada orang yang di cintai
Allah HUmma Sholli Alaa…. Sayyidina MUhammadin
Nabiyyil Ummiyyi Wa’Ala Alihi wa Sohbihi A’jmain
klo mas ga mau sholawat
apa salah satu bukti cinta mas pada Nabiw
itu jalan yang mudah LHO
Allah dan Malaikat pun bersholawat pada nabiw
hai orang2 ber iman berikan sholawat dansalam penghormatan atas nabiw Muhammad
yang ga ber iman, ga usah sholawat
Yukhsyarul mar’u ma’a man ahabba. Kelak manusia dibangkitkan/dikumpulkan besesta orang yg dicintainya.
Smg Alloh mengumpulkan kita beserta para kekasih Alloh. Amien
bapak + ibu
maaf ikut komentar, (terus terang saya ndak pintar dalil).
ada satu hal yang selalu saya hayati dari ajaran agama kita, yaitu : “kita tidak pernah punya hak untuk masuk surga kalau hak itu tidak diberikan oleh Alloh sendiri”, alias amal dan ibadah kita tidak akan pernah sebanding dengan dosa kita, karena hanya Alloh yang tahu apakah perbuatan kita dosa atau ndak.
jadi menurut saya, siapapun itu yang mengatakan bahwa jadi ini dosa, ikut aliran itu = neraka, tidak akan pernah menggoyahkan keyakinan bahwa kita perlu bantuan Alloh.
wassalam
Semua memang semata karena rahmat dari Alloh swt.
temen2semua yg cinta ma maulid Nabi,cinta ma habaib yg notaben keturunan Rosul, cinta tahlilan , sholawatan, dll hati2 klo milih temen ye..orang2 kyk gitu, (kata emak ane) ude te’ka’ susah dilurusin, gede bacot doank..kite ngomong satu, die jawab 10x..subhanallah, klo temen2 ikut maulid di monas kemArin(12 rabiul awal), pasti terkagum2 melihat panorama yg aneh tapi nyata…acara maulid itu dipegang oleh teman2 dari majelis rasulullah (majelisrasulullah.org) pimpinan Al mukkaromun al Habib Munzir bin Fuad bin Abdurrahman bin Ali AL MUSAWA …acara dimulai jam 8 pagi, dan cuaca sangat terik sekali,,sehingga para jamaah yg ada di depan satu demi satu berguguran ke belakang dan ibu2 membuka payungnya..tapi ketika habib munzir ceramah, seketika ada awan yg tipis, tiba2 mengumpul ditengah2 monas seakan ingin menutupi kami dari teriknya matahari di pagi hari itu dengan tidak mengurangi cahaya dari matahari..angin sepoi2, sejuk, pkke mantap banget dah ah…lalu habib berkata(intinya) “subhanallah, baru aj terbesit di hati ana, ya Allah kasihan tamu2 rasul kepanasan”, setelah beliau bicara, terjadilah semua yg terjadi diatas tadi..ketika kami dzikir…awan bertuliskan lapadz Allah bermunculan di sertai dengan huruf arab2 lainnya yg ana gngerti artinya(gbisa bhs arab ^.^he)…subhanallah, begitu banyak kejadian yg menakjubkan dalam 1waktu, itu yg buat ana tambah yakin atas thariqah ahlussunnah waljamaah yg ana, keluarga, tetangga, engkong, ncang,ncing ana anut…klo ada temen2 yg mau tanya seputar habaib dan ulama2 khususnya betawi (hanya untuk orang yg ingin cari tau,,,bukan cari masalah dan yg beda faham..terlarang!!!!…
kirim email aja ya..silsilah guru ana, habib munzir almusawa sampai ke rasul juga da kok…klo yg gak percaya..Wanted_smith@yahoo.com wassalam
aku orang NU, gk takut masuk neraka
orang gk pernah ibadah saja, jika dia khusnudlon sama Allah bisa koq masuk sorga
emang sorga milik pengarang buku, dasar malingsia
dengan seringnya bershalawat & rutin merayakan maulid nabi ja,aga susah tuk menimbulkan rasa cinta ke nabi pa lagi kalo ga,maka dari itu menurt saya perlu banget mengadakan perayaan maulid nabi / bersolawt.
pengarang buku tersebut pasti dari golongan peyang yang gak sudi baca solawat buktinya dia mengatakan maulid nabi bid,ah masuk neraka.kalo masuk neraka berarti kita nanti ketemu para habaib yang notabene keturunan nabi saw.sedulur2 ayo kita pada ngaji ilmu tauhid biar ngerti tentang yang bikin manusia ini.pokonya kalo ada ustazd,kyai,ulama kalo gak ngajari kita ma,rifat ilmu tauhid akan sifat wajib,mustahil,jaiz alloh dan sifat waji,mustahil,jais bagi rosul akan tertolak.carilah guru yang benar2 alim.bukankah ulama itu pewaris para nabi.apakah hadist ini dloif/muadu` kang
@amesh_d1st
maaf sebelumnya… setahu saya mengapa dulu rasulullah tidak membukukan Al Qur’an itu dikarenakan Rasulullah takut apabila nanti tercampur dengan hadist (perkataan beliau) jadi Penyusunan Al Qur’an (setahu saya) bukan bid’ah yang hasanah.
dan setahu saya pula, tidak ada bid’ah yang hasanah.., soalnya dalam hadist yang “kullu bid’ah tin dholalah…dst.” Kata kul itu menunjjukan (artinya) semua… jadi setahu saya tidak ada bid’ah yang hasanah…
kata kullu tadi juga ada dalam surat Ar-Rahman 26 dimana bunyinya
“kullu man ‘alaiha faan” bahwasannya semua yang ada di dunia ini akan binasa… setahu saya memang benar semua yg didunia ini akan binasa… jdi kata kullu=semua…
mohon bimbingannya, Wallahu’alam bisshowab…
Imam Bukhari meriwayatkan dari Abdurrahman bin Abdul Qaari bahwa ia berkata:
“Aku berjalan bersama Umar Ibnul Khattab pada malam bulan Ramadhan menuju masjid. Pada saat itu kami menemukan masyarakat melakukan sholat tarawih secara terpisah-pisah. Ada yang sholat sendirian dan adapula yang sholat dengan diikuti oleh beberapa orang makmum. Melihat itu Umar berkata,’Aku berpendapat seandainya semua orang
disatukan dalam jamaah sholat tarawih dibawah pimpinan satu orang imam niscaya akan lebih baik.’ Dan rencananya Umar akan mengangkat Ubay bin Ka’ab sebagai imam sholat mereka. Kemudian pada malam lainnya, aku kembali berjalan bersama umar menuju masjid. Saat itu kami telah mendapati orang-orang sedang melaksanakan sholat tarawih dibawah pimpinan satu imam sholat mereka. Melihat itu Umar
berkomentar, “Bidah yang paling baik adalah ini”.
“Bid’ah yang paling baik”. Apa Umar ra. tidak paham bahasa Arab, kullu bid’atin dholalah? Lah kok bisa2nya sahabat yang satu ini mengatakan bid’ah yang paling baik adalah ini. Perlu kita renungkan mas Kresna.
Imam Izzuddin bin Abdus Salam yang digelari sulthonul Ulama (pemimpin para Ulama) bahkan memilahnya mejadi 5 macam. Bida’ah wajib, haram, makruh, sunnah dan mubah. Bukan cuma dua. Imam Nawawi, yang menjadi imam mujtahid fatwa bermazhab Syafi’ie juga membagi pemahamn bid’ah menjadi sayyiah dan hasanah. Allohu a’lamu
Thanks
ilmu belum genap kok bikin buku…………!!!!!!!!!!!!!!!!!
dikit-dikit kok bid’ah………………..bid’ah kok dikit-dikit
اللهم صل على محمد و على اله و صحبه
mereka2 yang menganggap tahlil,maulid,yasinan,solawat nariyah,alfatih,dll bid ah ya gak pa2.itu urusannya mereka.kemarin saya ikut maulid di majelis taklim attauhidiyah shohibul masyhad pimpinan habib husen al athos di rengasbandung bekasi.yang menbawakan mau,idhoh hasanah kh.asmawi dari tegal mengatakan yang selamat nanti di akherat ahlusunnahwaljamaah.jaman sekarang boleh orang mengklaim sebagai ahlussunnahwaljamaah .yang benar adalah ahlusunnahwaljamaahyang mengajarkan ilmu2 tauhid.yang dibawa oleh al asy ari dari yaman padahal waktu itu rosululloh belum kenal dgn sahabat al asy ari tersebut. wallohu a,lam bi showab
Makasih tambahan infonya. Smg mas Abimanyu makin berkah. Amien
gw ngga peduli mau jadi apa
gw ngga peduli orang mau bilang apa
gw ngga peduli masuk NERKA atau SURGA
sElagi ada ke ridho an ALLAH SWT
gw siap mati buat RASULULLAH…
ALLAHUAKBAR…
kalau sampean mengatakan peringatan maulid itu bid”ah….. berarti sampean belum dapet hidayah…… ya ALLAHberikanlah hidayah MUkepada orang yang mengatakan maulid itu bid”ah,Amiiiin..
tolong dong lampirkan jawaban yang jelas atas pertanyaan2 ?? biar lebih jelas and manteb???
coz ini kan masalah agama?
and biar qta bisa jelasin ke orang awam dengan baik coz aq berada dilingkungan orang2 yang bukan nu? dan mereka sering kali membid’ahkan apa yang sedang aq kerjakan tapi aku yakin and percaya kalo itu benar selagi qta masih menyembah Allah? dan itu juga baik ??
heeeee
makasih yaaaa???
piye to cak sampeyan kok ketemu buku iku ,wong sing ciut wawasane lan setitik ilmune yo kok wani ngarang buku kanggo wong liyo sampeyan ojo sampek koyok ngonoyo dolek wawasan maneh sing luas
Yg mengatakan bidah itu yo bidah sndri dijaman rosul tdk ada bidah gtu aja kok repot
Kulu bid’atin dlolalah.kalmt bid’atin klmt nakiroh bkn ma’rifat.jadi tdk ditentukan urusn ibadah. Berati semuanya yg anda lakukn BID’AH.maknya ulama kt membgi bd’ah ada 2.dolalh dan hasanah. Wahabi GUOBLOG.
CASE CLOSED
Eh eh eh sebentar2x,,,,
jadi pengen tau neh, morfem bid’ah itu kan derivasi dari b-d-’a. Lhaaa… Terus makna b-d-’a yg paling uuuasli itu apa sih?
Hayooo… Yg mengaku salafy udah tau blm?