Positif Typus
Senin pagi ini masuk hari ke 4 kakak Fathimah dirawat di RS Sakinah Lhokseumawe. Awal panas mulai dirasakan sejak hari Kamis minggu lalu (20 Maret 2008). Semula gue anggap panas biasa dan akan hilang cukup dengan obat penurun panas biasa. Kamis malam panas kakak makin tinggi, bahkan sempat menembus angka 39,3 derajat Celcius. Istri beri obat yang ditebus bakda Maghrib setelah konsultasi dengan dokter Iwan, dokter jaga di RS Sakinah. Jum’at pagi kakak terlihat membaik. Gue bersiap untuk berangkat ke Brastagi, ada acara Dealer Gathering yang diadakan oleh GraPARI Lhokseumawe bekerjasama dengan mitra Dealer yang berjumlah 15 Dealer. Ini kegiatan pertama kali yang diadakan oleh graPARI Lhokseumawe, bahkan kabarnya untuk wilayah Sumbagut. Sebab belum pernah ada kegiatan serupa di level graPARI. Yang ada adalah kegiatan yang dirancang oleh regional. Alhamdulillah semua mitra Dealer (Branch Manager) dapat kompak di hampir seluruh kegiatan. Makasih ya Alloh.
Malam setelah sampai di Medan, gue dapat kabar bahwa panas kakak terus naik. Diputuskan untuk dirawat setelah dokter Bambang, yang jaga pada saat itu, melihat kondisi kakak. Belum ada kejelasan apa sebenarnya penyakit yang menyebabkan kakak demam tinggi. Harus ada uji lab untuk mengetahui hasil yang pasti.
Di kota ini, hari minggu dan libur umumnya dokter2 spesialis tidak tugas atau meliburkan diri (meski tetap ada yang bisa dikonsultasikan ke para spesialis melelui telepon). Yang tinggal dokter umum yang kebetulan jaga. Itu pun dalam jumlah terbatas. Jadi kebayang ketika kakak masuk hari Jum’at malam dokter spesialis yang menangani tidak ada, tunggu nanti hari Senin, 24 Maret. Selama belum ada dokter spesialis anak yang memantau perkembangan kakak, maka dokter Bambang lah (dibantu para medis lainnya, -makasih banyak semua-) yang menggantikannya. Dokter badal.
kayak haji aja, haji badal!
Selasa pagi ini dokter Sukardi, salah seeorang dokter anak favorite di kota Lhokseumawe, memberitahu bahwa hasil uji lab kakak positif typus. Bahkan masih menurutnya, typus lengkap semuanya ada 5 bakteri salmonella! (taela, nama bakteri aja keren bener
gue pikir nama artis pendatang baru). Cairan infus sudah boleh dibuka dan resep baru harus segera ditebus. Pagi ini kakak baru ngaku bahwa dia sempat jajan es krim di sekolah barunya MIN Kampung Jawa. Es krim murah, cuma gopek! Walau bukan itu penyebab pasti satu2nya, tapi pasti ada kaitannya. Selama ini istri cukup menjaga anak2 dalam hal jajanan.
Ini mengingatkan pada kejadian tahun lalu dimana kakak juga terserang penyakit yang sama dan sempat dirawat beberapa hari di RS Qadr, Islamic Village Tangerang. Bedanya waktu itu baru gejala typus. Yang sekarang typus beneran! Semoga cepat sembuh ya kak.
Makasih buat semua yang telah memberi atensi kepada kami sekeluarga. Tetangga, staff graPARI, BM, Outsource, ikhwan-akhwat PKS, para medis, dokter Iwan, dokter Bambang, dokter Sukardi, Fauzan (OB graPARI), dan semua yang memberikan atensi melalui telpon atau sms juga para sahabat dan keluarga yang memberi doa kesembuhan. Tak lupa bang Ijal, driver kantor yang mengantar umi dan kakak ke RS Sakinah. Maaf kalau belum kesebut semua, tapi amal baik semua tidak akan disiasiakan Alloh swt.