FORUM Deutschabteilung

September 23, 2008

Ada apa dengan Forum?

Ini setidaknya sempat menjadi pertanyaan teman2 mengenai postingan FORUM tempo hari. Ada apa dengan Coming Soon Forum?

Saya melihat beberapa diskusi di blog ini sudah ‘melebihi’ kapasitas komentar. Sudah ada yang mencapai 300 lebih  komentar. Di satu sisi menyenangkan di sisi lain terlalu panjang menarik kursor sampai paling bawah. Selain itu agak sulit bagi pembaca melihat komentar yang dikirimkan yang lebih dari beberapa hari, karena komentar yang dapat ditampilkan terbatas hanya 15 yang terbaru. Jika ada lebih, maka akan tersimpan dan tidak bisa dilihat langsung. Kita perlu membuka satu per satu nama untuk melihat apakah ada komentar terbaru. Untuk hal ini blog memang didesign tidak begitu interaktif. Maka saya mencari alternatif untuk mengakomodir usulan teman2. Slah satu usulan dari Utie [Sri Astuti '89] tentang login name dan create postingan langsung tanpa melalui moderator.

Untuk itu ada wadah yang lebih tepat berupa FORUM. Saya membuat forum tidak dengan nama jerman90 seperti blog ini, tetapi menjadi deutschabteilung, sesuai dengan nama jurusan kita. Sebab peruntukkan forum ini memang untuk semua angkatan. :)

Berbeda dengan blog, forum wajib daftar atau register. Gunakan email aktif untuk mendaftar. Kenapa harus email aktif, karena proses aktifasi login name dan password kita nanti dikirm melalui email. Ketika kita sudah terdaftar menjadi member, maka kita sudah punya kapling pribadi, dimana kita punya inbox sendiri dan bisa pm [private message] kepada member lain. Namanya privat, berarti cuma kita dan dia yang bisa buka. Kalau dengan blog, kita harus kirim melalui layanan email pribadi. Dengan forum cukup login dan kita bisa menikmati banyak fasilitas.

Oh iya dengan forum kita juga buat avatar sendiri. Boleh foto pribadi atau wayang [ya enggak lah. Kalo mau gambar wayang juga boleh]. Lainnya, kita bisa tahu berapa banyak artikel, postingan member lain yang sudah dikirim dan langsung ke tujuan. Mudah kan?

Sejatinya untuk dikusi forum dapat mengakomodir kita lebih baik daripada blog. Maka saya berharap, kita dapat memanfaatkan forum ini dengan lebih baik lagi. Ayo cepat daftar…

F o r u m

September 22, 2008

Forum Forum Forum Forum Forum Forum Forum Forum Forum Forum ForumForum Forum Forum Forum Forum Forum Forum Forum Forum
Vorum Forum Forum Forum Forum Forum Forum Forum Forum Forum
Forum Forum Forum Forum Forum Forum Forum Borum Forum Forum
Forum Forum Forum Forum VORUM Forum Forum Forum Forum Forum
quorum Forum Forum Forum Forum Forum Forum Forum Forum

Kamis, 18 Sep 2008 12:34

Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

Ustadz, langsung saja. Mengenai bahwa berjima saat berpuasa dapat dilakukan jika suami dan isteri, keduanya sedang dalam kondisi udzur, sehingga mereka tidak terkena kaffarat.yang jadi pertanyaannya, “apakah seorang suami bisa dianggap udzur karena perjalanan jauh jika dia mengunjungi isterinya yang kebetulan berada di lain pulau dan memakan perjalan udara kurang lebih 2, 5 jam?”

Ane Harap bisa mendapatkan jawabannya pekan pekan ini karena kebetulan masalah tersebut adalah masalah pribadi dan awal ramadhan ini ane akan mengunjungi isteriyang kebetulan sedang bertugas di tempat yang jauh dan ketemu hanya sebulan sekali.

Afwan jika ada yang salah dan Jazakaumulloh khoiron katsir atas jawabannya.

Wassalaamu’alaikum Wr Wb.

Al Faqr

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salah satu tindakan yang sangat tidak disukai adalah merusak kehormatan bulan Ramadhan dengan cara membatalkan puasa dengan sengaja. Di mana pembatalan itu dilakukan tanpa latar belakang udzur yang dibenarkan secara syar’i dan seseorang secara sadar dan sengaja membatalkan puasanya.

Tindakan itu termasuk dosa besar di sisi Allah SWT dan karena itu dikenakan sanksi, selain mengqadha juga membayar fidyah menurut sebagian ulama. Bahkan dikatakan bahwa menyengaja berbuka puasa di siang hari tanpa udzur syar’i, tidak akan terbayar dosanya meski dengan berpuasa sepanjang masa.

Siapa yangmembatalkan puasa 1 hari di bulan Ramadhan tanpa rukhshah (keringanan) atau sakit, tidak akan tergantikan walaupun dengan puasa selamanya, meski dia berpuasa. (HR Tirmizy, Abu Daud, Ibnu Majah, An-Nasai)

Dan akan lebih parah lagi apabila pembatalan puasa itu dilakukan dengan cara berjima’.Dan kaffaratnya adalah dengan membebaskan budak, atau berpuasa 2 bulan berturut-turut, atau memberi makan 60 miskin.

Sebelum Jima’ Membatalkan Puasa Terlebih Dahulu

Permasalah ini memang didekati dengan 2 pendekatan yang berbeda oleh para ulama. Boleh kita bilang, setidaknya ada 2 versi pendapat.

1. Pendapat Jumhur

Jumhur ulama, dalam hal ini mazhab Al-Hanafiyah, Al-Malikiyah dan Al-Hanabilah, selain Asy-Syafi’iyah sepakat mengatakan bahwa membatalkan puasa terlebih dahulu untuk tujuan berjima’ di siang hari bulan Ramadhan tetap terkena kaffarah ghalizhah.

Kaffarah Ghalizhah adalah kaffarah yang kita kenal, yaitu memerdekakan budak, atau puasa 2 bulan berturut-turut, atau memberi makan 60 fakir miskin.

Bagi mereka, pokoknya berjima’ di bulan Ramadhan itu haram dan mendatangkan kaffarah, baik dilakukan dalam keadaan berpuasa atau pun tidak. Keduanya sama saja. Tidak ada perbedaan.

Selain itu, membatalkan puasa tanpa udzur syar’i juga merupakan dosa yang teramat besar, sebagaimana hadits di atas.

2. Pendapat Asy-Syafi’iyah

Yang sedikit berbeda dalam hal ini adalah mazhab Asy-Syafi’iyah. Dalam mazhab ini, agar seseorang terkena kaffrat ghalizhah, diperlukan 14 syarat:

1. Sudah sejak malam berniat puasa. Maka bila sejak malam tidak berniat puasa, lalu siangnya melakukan jima’, tidak ada kewajiban kaffarah ghalizhah.

2. Sengaja melakukan jima’. Seandainya dilakukan karena lupa, juga tidak ada kewajiban kaffrah ghalizhah.

3. Tidak terpaksa atau dipaksa. Maka seorang yang dipaksa untuk melakukannya tidak diwajibkan kaffarah ghalizhah.

4. Tahu keharaman jima’ di siang hari Ramadhan. Seorang yang baru masuk Islam dan belum tahu apa-apa ketentuan ini lalu melakukan jima’ di siang hari Ramadhan, terlapas dari kaffarah ghalizhah.

5. Jima’ dilakukan pada saat puasa di bulan Ramadhan. Seadainya dilakukan pada saat puasa selain Ramadhan, maka tidak ada kaffarah ghalizhah.

6. Puasanya dirusak secara langsung oleh jima’, bukan dengan dibatalkan terlebih dahulu dengan makan atau minum. Sehingga bila sebelum berjima’, pasangan itu sama-sama makan dan minum untuk membatalkan puasa, maka dalam mazhab ini keduanya tidak diwajibkan membayar kaffarah ghalizhah.

7. Keadaannya berdosa dengan jima’ tersebut, maka anak kecil yang berpuasa lalu berjima’, dia disebut tidak berdosa karena belum baligh, maka tidak ada kaffarah ghalizhah atas dirinya. Demikian juga tidak berlaku untuk orang yang musafir dan tidak ada kewajiban atas dirinya untuk berpuasa, lalu dia melakukan jima’.

8. Dirinya yakin bahwa puasanya itu sah sebelum berjima’. Sedangkan orang yang ragu-ragu apakah puasanya sah atau tidak sebelum berjima’, maka tidak ada kaffarah ghalizhah.

9. Tidak dalam keadaan salah, misalnya berjima’ dengan menyangka masih malam, ternyata sudah masuk waktu shubuh. Dalam kasus itu, jima’ yang dilakukan tidak mewajibkan kaffarah.

10. Tidak menjadi gila atau meninggal setelah jima’. Karena gila dan meninggal akan membatalkan kewajiban kaffarah ghalizhah.

11. Jima’ yang dilakukannya datang dari dirinya sendiri. Seandainya ada wanita memaksa berjima’ tanpa keinginan apapun dari dirinya, maka tidak termasuk diwajibkan membayar kaffarah.

12. Jima’ itu terjadi dengan masuknya kemaluan laki-laki ke dalam kemaluan perempuan.

13. Jima’ itu dilakukan pada faraj wanita, termasuk dubur (anus). Sedangkan bila bukan pada faraj wanita dan dubur, seperti tangan dan anggota tubuh lainnya, tidak termasuk jima’. Termasuk jima’ meski yang disetuuhui mayat wanita atau hewan. Dan termasuk jima’ adalah liwath, yaitu seks ala para homoseksual dan lesbian.

14. Yang diwajibkan membayar kaffarah hanya yang laki-laki, sedangkan perempuan tidak diwajibkan.

Demikian sedikit penjelasan tentang perbedaan ulama dalam masalah ini. Yang pasti, semua sepakat bahwa membatalkan puasa secara sengaja tanpa alasan udzur syar’i adalah perbuatan dosa besar. Semua sepakat hal itu. Mereka hanya berbeda pendapat, apakah ada kewajiban kaffarah atau tidak dalam kasus ini.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Source : eramuslim. Arsip konsultasi lainnya klik ini

Menu Berbuka

September 19, 2008

Menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan di tiap daerah sangat mungkin berbeda. Demikian halnya berpuasa di wilayah Nanggroe Aceh Darussalam atau yang sering disingkat dengan sebutan Aceh. Di sini suasana Ramadhan cukup terasa. ‘Aroma’ Ramadhan tercium khas di sini. Baik siang hari maupun malam harinya. Aceh, setidaknya beberapa wilayah yang cukup ketat menerapkan sebagian syariat Islam, menawarkan pengalaman spiritual khas Ramadhan yang berbeda.

Berjalanlah di tempat-tempat umum atau pusat keramaian di pagi, siang atau sore hari, insya Alloh tidak ditemui orang yang dengan gagah mempertontonkan ketidakpuasannya. Terminal dan pasar yang dipenuhi berbagai macam manusia berlomba menghormati bulan ramadhan dan berempati terhadap yang menjalankannya. Silakan cari dan temui orang yang melenggang sambil merokok, niscaya sulit menemukannya. Rumah makan, kedai, warteg, warung padang dlsb tutup dan hanya buka menjelang berbuka puasa. Restoran cepat saji pun punya jadwal buka yang cukup ketat.

Praktek dokter, dukun patah, pengobatan alternatif dan semisalnya baru dibuka kembali setelah shalat taraweh selesai dilaksanakan [di sini umumnya 20 rakaat shalat taraweh dan 3 rakaat witir]. Demikian juga dengan pusat jajanan atau makan. Jadi kalau mau kongkow2 sambil menikmati kopi Aceh atau mie Aceh, silakan mencarinya setelah jam 20.30 atau ba’da shalat taraweh.

Kalau ada kesempatan, boleh mampir ke Aceh. Rasakan sensasi Ramadhan di sini.

Lettu Popon Apandi

September 17, 2008

Tahu bahwa ada kawan kita yang ‘dibuang’ ke tengah2 hutan Papua? Kalo bukan kerena tugas negara, gak akan sudi temen kita ini berangkat meninggalkan keramaian ibukota untuk menyepi di tengah belantara Papua. Ini sedikit cuplikan anak IKIP bahasa Jerman angkatan 92 yang terdampar di Gunung Sentani, Papua.

Ass. Wr. Wb.! Gimana kabarnya di aceh kang haji n keluarga? Gw dip papua di daerah sentani, ya kurang lebih 8 km dari bandara sentani, cuma gw posisi di gunung, sekitar 4 km dari jalan raya, yang jadi masalah adalah jarang ada angkot yang ke markas gw. Tiap hari paling  ada satu dua angkot yang lewat dan harus nunggu ampe malem n cuma ampe magrib. makanya penduduk nya pada punya motor. ya gw juga kadang naek ojek , tapi kalo udah malem ya agak serem karena lewatin bukit n utan.

Alhamulillah kali ini gw lagi turun gunung dan mengirim foto dari artis papua ini. mudah2n jelas gambarnya.

Gruesse an alle Freunde
ciao

Festival Budaya Internasional di Hamburg pada yang berlangsung pada 12-14 September baru-baru ini menyedot perhatian banyak pengunjung. Di tahun ke tujuh penyelenggaraan Festival ini, pengunjung juga bisa menikmati  “Percikan” Indonesia yang diorganisir oleh IKAT Agentur dengan penampilan Grup Angklung Hamburg pada 13 September serta tari dan budaya Bali pada 14 September. Selain itu di antara begitu banyak stand makanan dan kerajinan dari penjuru negeri juga bisa ditemukan cita rasa Indonesia dari stand makanan dari Jenny-Catering.

Pengunjung Festival Budaya Internasional tergolong orang-orang yang datang dengan keingintahuan besar, karena itu penampilan grup Indonesia selalu diselingi dengan “workshop kecil” di mana penonton diajak ikut serta berpartisipasi bermain angklung bersama grup yang dipimpin oleh Prio Adhi Setiawan. Beberapa penonton langsung naik ke panggung untuk ikut serta mencoba angklung, bahkan pada penampilan acara tari dan pakaian bali, penontonpun bersemangat mencoba menari Joged Bumbung bersama Ratna Kencana dan Widya Arnold. Moderasi yang dibawakan oleh Dyah Narang-Huth membuat publikum “ingin tahu” lebih banyak, sehingga diskusi dan tanya jawab berlangsung juga di luar panggung.  Stand makanan pun menyediakan porsi untuk mencoba maknan produksi dapur Indonesia.

Setelah berlalunya 3 hari Festival Budaya yang diikuti oleh 80 kelompok budaya dari manca negara, boleh dikatakan dengan Forum Seni Budaya Indonesia dengan “Percikan” Indonesia, ikut memberi warna di Festival Budaya Internasional di Hamburg dan membawa ingatan mengesankan bagi pengunjung.
Foto-foto

Dyah Narang-Huth, ikat-agentur.com
Foto: IKAT-Agentur, B. David

Sangat miris mendengar dan membaca tragedi yang menimpa pengantri zakat di desa Purutrejo Kecamatan Purworejo Kota Pasuruan, Jawa Timur. 21 wanita usia 25 s/d 60 tahun meregang nyawa akibat berdesakan dan terinjak injak para pengantri lainnya. Semuanya wanita, karena sang muzakki, Haji Syaichon Fikri (55) dan keluarga, memberikan zakatnya hanya kepada wanita. Pemberian zakat langsung ini adalah bukan untuk yang pertama kalinya. Ini dilakukan oleh keluarga H. Syaichon bertahun-tahun. Musibah yang menelan jiwa ini baru untuk pertama kali.

Haji Syaichon, juragan aneka kulit hewan ternak dan berbisnis jual beli mobil itu telah lama secara rutin membagi-bagikan zakat kepada warga, terutama setiap tanggal 15 Ramadhan. Beliau dan keluarganya dikenal sebagai orang yang dermawan. Namun kejadian ini sangat memukul keluarga H Syaichon. Betapa tidak belakangan anak beliau yang menjadi ketua panitia ditetapkan menjadi tersangka. Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka2 baru. Read the rest of this entry »

Mana yang membuat anda lebih bersemangat, menyongsong bulan madu atau bulan Ramadhon? Pertanyaan yang konyol. Tapi itulah yang terlintas di pikiran saya di malam kemaren, sepulang dari tarawih.

Kalau anda sudah menikah atau menjelang menikah, sudah pasti hasrat dan gelora menjelang bulan madu akan bisa anda bayangkan atau rasakan. Bayangan kenikmatan mereguk cinta kasih bersama pasangan kita, telah membayang. Sudah tentu anda akan bersemangat menyambutnya. Lantas, sesemangat itukah diri kita saat bulan – Ramadhan – yang suci ini semakin mendekat.
Apa yang terbayang di benak dan pikiran kita saat ramadhan menjelang? Bayangan rasa lapar dan haus? Apakah itu bisa membuat anda jadi semangat? Banyak diantara kita yang tetap puasa walaupun tidak terlalu yakin dengan apa yang dilakukannya. Kita percaya bahwa puasa itu perintah Allah swt, tapi bisa jadi mereka menjalankannya tidak lebih sebagai sebuah kewajiban sebagai umat islam. Bahkan ada, yang menjalankannya karena kalau tidak puasa dianggap tidak beriman. Nah persoalannya, percaya saja ternyata tidak cukup. Read the rest of this entry »

The History of Oktober Fest

September 13, 2008

The famed Oktoberfest began with a royal Bavarian wedding in 1810. The groom, king Ludwig I, wanted to celebrate his marriage to Maria Teresa of Saxonia by proclaiming a state fair, in Munich.

The festival was dedicated to the fall harvest and to the Regions most famous product, beer. Tradesman and merchants came throughout Germany to join in the merry-making. They examine the Crops, sang songs, danced and sampled the first beer of the season. The celebration was such a success that Ludwig issued a royal Decree making Oktober festival time in Munich.

Oktoberfest has been held annually ever since and has found its Way to Torrance, California at the Alpine Village. We have been Celebrating the Oktoberfest for 40 years. The festival is Celebrated in the beer garden which accommodates up to 3,000 people and includes a Bavarian Brass-Oom Pa Pa band from Germany, German dancers, contests, beer brewed at the Alpine Village and Authentic German food.

source : General Popon

Kaos Kaki

September 3, 2008

Kali ini gue mau membicarakan tentang kaos kaki.  Jangan hidup di jerman kalo tanpa kaos kaki. Setiap menit, hari dan  setiap bulan terutama di musim dingin  kecuali beberapa hari di musim summer, orang selalu memakai kaos kaki. Tapi dengan kaos kaki ini juga bikin orang repot.

Kerepotan pertama tanpa kaos kaki alamat kaki kedinginan, kalo kaki udah sedingin es, bakalan beberapa jam kemudian hidung meler, dan bersin bersin.  Terkadang di waktu musim Summer pun, orang-orang terutama para lelaki memakai kaos kaki dan sandal terbuka dan celana pendek. Wuuah  nggak modis banget kalo mau ngikutin gaya. Tapi pikir mereka dari pada nanti sakit. Soal gaya mah no. 2, pokoknya cuex aja masuk ke kota seliweran pake sepatu sandal dan kaos kaki. Read the rest of this entry »