Menu Berbuka
September 19, 2008
Menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan di tiap daerah sangat mungkin berbeda. Demikian halnya berpuasa di wilayah Nanggroe Aceh Darussalam atau yang sering disingkat dengan sebutan Aceh. Di sini suasana Ramadhan cukup terasa. ‘Aroma’ Ramadhan tercium khas di sini. Baik siang hari maupun malam harinya. Aceh, setidaknya beberapa wilayah yang cukup ketat menerapkan sebagian syariat Islam, menawarkan pengalaman spiritual khas Ramadhan yang berbeda.
Berjalanlah di tempat-tempat umum atau pusat keramaian di pagi, siang atau sore hari, insya Alloh tidak ditemui orang yang dengan gagah mempertontonkan ketidakpuasannya. Terminal dan pasar yang dipenuhi berbagai macam manusia berlomba menghormati bulan ramadhan dan berempati terhadap yang menjalankannya. Silakan cari dan temui orang yang melenggang sambil merokok, niscaya sulit menemukannya. Rumah makan, kedai, warteg, warung padang dlsb tutup dan hanya buka menjelang berbuka puasa. Restoran cepat saji pun punya jadwal buka yang cukup ketat.
Praktek dokter, dukun patah, pengobatan alternatif dan semisalnya baru dibuka kembali setelah shalat taraweh selesai dilaksanakan [di sini umumnya 20 rakaat shalat taraweh dan 3 rakaat witir]. Demikian juga dengan pusat jajanan atau makan. Jadi kalau mau kongkow2 sambil menikmati kopi Aceh atau mie Aceh, silakan mencarinya setelah jam 20.30 atau ba’da shalat taraweh.
Kalau ada kesempatan, boleh mampir ke Aceh. Rasakan sensasi Ramadhan di sini.
| 

