Archive

Monthly Archives: October 2011

Ada sebuah hadits yang dikenal dengan nama Hadîts an-Nuzûl. Hadits ini diriwayatkan oleh al-Imâm al-Bukhari dan al-Imâm Muslim dalam kitab Shahih masing-masing. Redaksi hadits riwayat al-Bukhari adalah sebagai berikut: (Shahîh al-Bukhâri; Kitâb al-Shalât, Bâb al-Du’â Wa al-Shalât Âkhir al-Layl. Lihat pula Shahîh Muslim; Kitâb Shalât al-Musâfirîn Wa Qashruhâ; Bâb al-Targhîb Fî al-Du’â Wa al-Dzikr Fî Âkhir al-Layl Wa al-Ijâbah Fîh.)

“Telah mengkabarkan kepada kami Abdullah ibn Maslamah, dari Malik, dari Ibn Syihab, dari Abu Salamah dan Abu Abdillah al-Agarr, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda:

يَنْـزِلُ رَبّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيلَةٍ إلَى السّمَاءِ الدّنْيَا حِيْنَ يَبْقَى ثُلُثُ اللّيلِ الآخِر يَقُوْل: مَنْ يَدْعُونِي فَأسْتَجِيْب لهُ وَمَن يَسْألنِي فأعْطِيه وَمنْ يَسْتَغْفِرني فأغْفِر لهُ (رواه البخاري)

Hadîts an-Nuzûl ini tidak boleh dipahami dalam makna zhahirnya, karena makna zhahirnya adalah turun dari arah atas ke arah bawah, artinya bergerak dan pindah dari satu tempat ke tampat yang lain, dan itu mustahil pada hak Allah. Al-Imâm an-Nawawi dalam kitab Syarh Shahîh Muslim dalam menjelaskan Hadîts an-Nuzûl ini berkata:

“Hadist ini termasuk hadits-hadits tentang sifat Allah. Dalam memahaminya terdapat dua madzhab mashur di kalangan ulama; Read More

Ada beberapa pernyataan yang sangat tidak rasional. Sebagian orang yang mengaku beragama Islam dari kalangan Musyabbihah berkeyakinan bahwa Allah bertempat di langit. Yang aneh, pada saat yang sama mereka juga berkeyakinan bahwa Allah bertempat di atas arsy. Artinya, mereka menetapkan Allah di dua tempat; langit dan arsy. Padahal perbandingan antara besarnya langit dengan besarnya ‘arsy tidak ubahnya seperti setetes air di banding lautan yang sangat luas, atau ‘arsy laksana padang yang sangat luas sementara langit, bahkan tujuh lapis langit dan bumi, hanyalah sebesar kerikil yang sangat kecil saja (HR. Ibn Hibban).

‘Arsy dan langit adalah makhluk Allah, maka Allah tidak membutuhkan kepada ciptaan-Nya. Langit adalah tempat bagi para malaikat Allah, dan beberapa Nabi Allah. Kemudian di atas langit ke tujuh terdapat surga, al-Baitul Ma’mur, Air, al-Kursyy, al-Lauh al-Mahfuzh (menurut satu pendapat), al-Qalam al-A’la, dan makhluk lainnya. Lalu di atas itu semua terdapat ‘arsy yang merupakan langit-langit bagi surga. Kemudian di atas ‘arsy terdapat kitab yang bertuliskan “Inna Rahmati Sabaqat Ghadlabi” (Sesungguhnya rahmat-Ku mendahuli marka-Ku), dan menurut satu pendapat al-Lauh al-Mahfuzh juga terdapat di atas ‘arsy. Read More

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 145 other followers