Sekedar Catatan

P u n g l i ?

Posted on: January 30, 2007

MADINAH–Banyak orang menyangka semua jamaah haji yang wafat di Tanah Suci pasti dishalatkan di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi. Anggapan itu perlu diperbaiki mengingat pengurusan jenazah yang ingin dishalatkan di kedua masjid agung itu membutuhkan biaya besar. Setidaknya butuh 1.000-2.500 riyal untuk satu jamaah.

Salah satu jamaah asal Indonesia pekan silam mengadukan masalah ini ke Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi dan Kesultanan Oman, Dr. Salim Segaf Al Jufri. M Zuber, Ketua Kloter 37 Embarkasi Jakarta-Garuda (JKG) mengaku sempat kena pungli oknum di Arab Saudi. M Zuber mengaku jamaahnya meninggal di Makkah. Mereka ingin jenazah itu dishalatkan di Masjidil Haram.

Petugas Maktab 5, yang mengurus akomodasi mereka, mematok tarif seribu riyal (sekitar Rp. 2,3 juta), bila ingin jenazah keluarga M Zuber dishalatkan di Haram. Tapi karena keinginan keluarga kuat dan memperhitungkan penghormatan terakhir kepada jenazah, kata Zuber, maka ongkos itupun disepakati. Maktab adalah unit usaha swasta yang mendapat izin untuk mengelola akomodasi jamaah haji selama di Tanah Suci.

”Bahkan tadinya Maktab minta 1.200 riyal, tapi setelah kami tawar, bisa seribu riyal,” kata Zuber, saat memberikan masukan pada Dubes RI di Arab Saudi, Dr. Salim Segaf Al-Jufri. Dubes sengaja mengunjungi Kloter asal Lampung itu, pada Rabu malam (24/1/07), di pondokan mereka, Hotel Mubarak Salam, kawasan Markaziah, Madinah.

Lebih kacau lagi, kata Zuber, setelah ongkos dibayar, maktab tak bertanggung jawab. Jenazah asal Lampung itu dimandikan menjelang tengah malam, lalu dishalatkan di Masjidul Haram. Petugas Maktab, tambah dia, tak mau menggotong jenazah keluarganya. ”Kami sendiri yang memanggul jenazah, Pak,” katanya.

Zuber berpendapat perilaku petugas maktab keterlaluan. Sebab, selain harus menggotong sendiri jenazah keluarganya, sekitar pukul 02.00 dinihari waktu Arab Saudi, jenazah keluarganya itu tidak dibawa ke pemakaman melainkan dibawa lagi ke maktab. Petugas maktab, kata dia, masih meminta ongkos tambahan sebesar 200 riyal.

Dubes Indonesia untuk Arab Saudi menghargai pengaduan tersebut. ”Itu masukan yang bagus,” kata Dubes Salim. Dubes menjelaskan bahwa sebenarnya di Saudi ada lembaga yang memberikan layanan gratis penanganan jenazah. ”Asal kita punya akses.” Menurut Salim, tindakan maktab itu dzalim. ”Kita jangan hanya bermain di tingkat maktab, mereka orientasinya bisnis. Ini sudah didzalimi,” katanya. Mestinya maktab mengurus jenazah tanpa mengenakan biaya tambahan. Karena, pengurusan jenazah jamaah Indonesia menjadi tanggung jawab maktab.

Selain mengadukan soal pengurusan jenazah, Zuber juga menceritakan ihwal surat jalan yang harus dimiliki jamaah jika ingin berkunjung ke Jeddah. Setiap jamaah yang akan berziarah ke Jeddah diharuskan memiliki surat jalan dari maktab dan muassasah. ”Surat jalan itu tidak gratis. Tiap jamaah harus membayar lima riyal (sekitar Rp 12 ribu),” kata Zuber.

”Jika semua jamaah dalam satu kloter ingin ziarah ke Jeddah, berapa mereka mendapat uang. Jika uang tak dibayar surat jalan tak keluar,” tutur Zuber. Sementara itu pemulangan jamaah haji hingga Ahad (28/1) WAS telah mencapai 392 kloter dengan jumlah 157.851 jamaah. Dengan angka tersebut maka telah 83.70 persen jamaah haji reguler kembali ke Tanah Air. Total jamaah haji reguler 188.569 orang. Jumlah jamaah wafat mencapai 635 orang.

Dari 392 kloter, 300 kloter kembali melalui Bandara King Abdul Aziz Jeddah dan 92 kloter melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah. Sementara jamaah haji yang masih dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Jeddah, Makkah dan Madinah berjumlah 127 orang. Sedangkan yang dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) 44 orang.

Source : http://www.republika.co.id/jurnalhaji/detail.asp?id=280712&kat_id=106

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Shalawat

Al Qur’an Online

Tawassul

Pengunjung

  • 608,256 Pembaca Setia

اهلا وسهلا بحضوركم

Ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk. Kebenaran datangnya dari Alloh SWT, kesalahan datangnya dari kelemahan diri saya pribadi. Jika ingin copy-paste silakan. Mohon masukan dan tegur sapa serta do'akan semoga tetap istiqomah di jalanNYA. Amien

Terima kasih atas kunjungan Anda

Allah exists without a place!

Sahabat Ali Ibn Abi Thalib berkata : "Sebagian golongan dari umat Islam ini ketika kiamat telah dekat akan kembali menjadi orang-orang kafir." Seseorang bertanya kepadanya : "Wahai Amirul Mukminin apakah sebab kekufuran mereka? Adakah karena membuat ajaran baru atau karena pengingkaran?” Sahabat Ali Ibn Abi Thalib menjawab : "Mereka menjadi kafir karena pengingkaran. Mereka mengingkari Pencipta mereka (Allah SWT) dan mensifati-Nya dengan sifat-sifat benda dan anggota-anggota badan." (Imam Ibn Al-Mu'allim Al-Qurasyi (w. 725 H) dalam Kitab Najm Al-Muhtadi Wa Rajm Al-Mu'tadi)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,017 other followers

January 2007
M T W T F S S
« Dec   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Twitter

Follow me

Shalawat

  1. preview.mp3
  2. M%2BArifin%2BIlham%2B-%2BYa%2BNabi%2BSalam%2BAlaika.mp3



Asas

Page Rank

Online

tracker

My 4shared

%d bloggers like this: