Sekedar Catatan

Workshop

Posted on: June 24, 2007

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ

Ahad, 17 Juni 2007

Pagi hari sekitar jam 06.00 (jam 6 di Lhokseumawe beda dengan jam 6 pg di Jakarta. Di sini suasana jam 6 sama seperti jam 5 pg di Jakarta) gw dijemput bang Ijal (driver kantor) untuk berangkat ke Medan. Karena mulai Senin besok akan ada Workshop Area I di Batam. Perjalanan Lhokseumawe-Medan menempuh jarak sekitar lebih dari 300 km dengan waktu tempuh sekitar 6 jam.

Hari libur seperti ini jalan Medan-Banda Aceh cukup lengang. Kecepatan kendaraan bisa maksimal berbeda dengan hari kerja. Tadinya Edi menyarankan berangkat malam guna mengatisipasi gangguan di jalan, karena ngejar pesawat Medan-Batam. Tapi kalau malam keadaan masih cukup riskan, lagipula selama ini belum pernah ada gangguan di jalan(ban bocor dlsb).

Sampai Medan sekitar jam 12 kurang. Gw langsung ke Bandara. Erwin dah nunggu di dalam. Tadi sebelum sampai Polonia gw makan siang di Wong Solo Medan. Menurut kasir, Wong Solo ini memang milik pak Puspo Wardoyo bukan Frenchise seperti yang di Banda dan Lhokseumawe. Di Bandara gw ketemu dengan beberapa teman al: Ito, Ferry, Muji, Ardi, Erwin T, Pak Rukmono, Erwin N dan Faisal. Mereka semua akan berangkat dengan Citilink sekitar jam setengah 2 siang, sementara gw berangkat dengan ticket Sriwijaya sama ama Faisal.

10 kali 10 = Capek Deh. Sriwijaya delay. Mestinya berangkat jam 13.45 ditunda menjadi sekitar jam 4 sore. Alasannya maintenance, klasik!

Di Hang Nadim dijemput ama driver regional Batam menuju hotel Planet Holiday. Di sana sekamar dengan Erwin Nurpatria, teman lama waktu di Banten (bukan waktu ‘ngelmu’ tapi waktu sama-sama jadi spv CRM Tangerang dan spv SO Cilegon). Malamnya meeting ngebahas untuk bahan Workshop besok hari. Pembahasan sampe jam 12 tengah malam. Ups.. capek juga. Hhh… ngantuk…

Senin, 16 Juni 2007

Hari ini Workshop mulai digelar. Jam setengah 9 peserta Wkshp memenuhi ruang meeting hotel. Arahan diberikan oleh VP tentang apa yang telah dicapai dan blueprint semester II. Utang masih banyak. Realisasi versus target sudah ok kecuali R*****. Utang harus bisa dibayar semester depan. Masih banyak senjata dan amunisi yang belum dioptimalisasi. Analisa SWOT pun sekilas dibahas orang nomor 1 di Area Sumatra ini. Berikut adalah paparan dari para GM termasuk GM NO Sumbagut dan Sumbagsel dilanjut dengan beberapa Mgr dan Spv. Wrkshp hari pertama yang semestinya berakhir sekitar jam 5 sore molor sampai hampir jam 11 malam. Badan terasa pegal, mata ngantuk dan konsentrasi juga mulai gak penuh. Pembahasan dilanjutkan besok.

Selasa, 17 Juni 2007

Ada beberapa agenda yang hari ini harus diselesaikan. Menurut jadwal, acara hanya pembacaan hasil Wrkshp dan penutup. Namun karena masih ada beberapa materi yang belum dibahas, maka pembahasannya jadi hari ini. Acara baru kelar sekitar jam 6 sore. Semakin sore peserta Wrkshp semakin sedikit. Makanya ketika Wrkshp di-break beberapa saat untuk kemudian mulai lagi dengan penandatanganan hasil Wrkshp dan foto bersama, yang tinggal hanya beberapa gelintir peserta saja.

Malamnya ada makan malam bareng mitra Dealer di salah satu rumah makan di Batam.

Rabu, 18 Juni 2007

Pagi-pagi sekali Erwin dah bangun dan mandi pagi. Seperti rencana Erwin, gw dan sebagian besar peserta Wrkshp siap berangkat ke S’pore untuk melihat CommunicAsia. Jam 7 ditunggu di lobby hotel untuk berangkat bersama ke Pelabuhan. Dari bibir pantai Batam kami menggunakan Ferry Wave 9 menuju negeri pulau bernama Singapura.

Ini kali pertam gw ke S’pore. Kalau ngikutin hitungan mestinya ini kali ke empat. Dulu waktu di graPARI MTA (Jakarta Barat) ada dua kali kesempatan berangkat ke negeri Singa tapi gak jadi karena gak begitu berminat. Males! Apalagi ketika itu lagi marak sentimen anti Zionis. Sementara kita tahu S’pore adalah negara paling akrab dengan Israel se Asia Tenggara, atau bahkan se Asia! Kali ketiga adalah ketika GraPARI Maspion (Jakarta Utara) ngadain Employee Gathering. Kali ini gw berencana ikut karena ingin melihat sisi positif negeri luar. Tapi akhirnya gak jadi berangkat karena istri sakit. Jadi kali ini adalah kali pertama gw ke S’pore.

Singapura adalah negeri liliput dengan luas hanya 692.7 km persegi. Jumlah penduduknya saat ini sekitar 4.16 juta jiwa dengan komposisi sebanyak 76.8% etnis Cina, 13,9% Melayu, 7,9% India dan 1,4% etnis lainnya. Dengan luas yang sedikit lebih besar dari Jakarta (661,3 km persegi) dan jumlah penduduk yang hanya setengah dari Jakarta (8,38 juta) perekonomian S’pore adalah perekonomian yang maju. Ambil contoh saja bisnis Telekomunikasi negeri kita. Telkomsel dan Indosat adalah pemain2 utama bisnis ini. Saham kedua perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia ini dikuasai Singtel dan STT. Singtel dengan 35% saham di Telkomsel dan STT dengan 40,77% saham di Indosat! Muaranya adalah Temasek Holdings yang menjadi induk Singtel dan STT. Hebat, yang tanding Telkomsel ama Indosat yang untung Temasek. Nangis gak ya The Founding Fathers kita?

Sampe di Front Harbour kita sudah disambut dengan 3 orang polisi pelabuhan. Meski badannya nggak kekar tapi kelihatan kerjaannya cukup dapat diandalkan. Mereka sigap menyambut kedatangan Ferry Indonesia.

Entah kode scwitch apa yang ada di kebanyakan pelancong kita yang dapat mengatur mode ketika memasuki Singapura. Mereka semuanya tertib dan teratur. Rela antri tanpa berdesakan dan patuh pada aturan yang terpampang di papan atau dinding. Anehnya ketika kembali ke Indonesia penyakit lama kambuh lagi. Sejenak gue sadar bahwa tingkat kesadaran tidak melulu berbanding lurus dengan tingkat pendidikan. Betul memang semakin terdidik, semakin mengerti. Tapi tidak otomatis semakin santun dan taat pada peraturan.

Ada hal yang menarik ketika sepanjang siang di negeri liliput gemuk. Misalnya mengenai kebersihan. Kebersihan jalan, terminal, stasiun dan fasilitas umum lainnya. Semuanya serba bersih. Gak ada sampah tissue berserakan di jalan, misalnya. Beda kan dengan di negeri kita (jadi malu!). Jangankan tissue, botol air mineral pun tergeletak di trotoir bahkan jalan bebas hambatan. Belum lagi tumpukan sampah rumah tangga yang menggunung. L. Sholat Dzuhur di Masjid Baitul Falah (cmiiw). Nyaman, bersih, indah dan harum. Ada yang gak biasa, tau gak? Hampir seharian gue di sana, gak kedengaran satu klakson pun dibunyikan. Luar biasa.

Tapi jangan salah. Meski semuanya indah dan rapi tertata yang namanya penyamun alias bandit dimana pun tetap ada. Disamping kenyamanan yang ada tentu ada juga ketidaknyamannya. Gue sempat ngalamin sendiri dengan taksi sana. Bawanya kasar, jauh dari ekspektasi gue berkendara taksi di S’pore. Tapi itu hanya pengecualian yang gak terlalu berarti dibanding kemajuan dan ketaatan pada aturan main.

Sore gue dan rombongan balik meninggalkan negeri jajahan Rafles.

Kamis, 21 Juni 2007

Dari semalam sudah berkemas2 untuk meringkaskan barang2 bawaan. Dua tas yang gue bawa dariLhokseumawe beranak satu. Gak banyak yang dibeli, hanya sekedar buah tangan untuk keluarga tercinta di Lhokseumawe. Keluarga lain di Jakarta gak sempat kebagian. Oleh2nya berbagi pengalaman aje ye. Sorry saudare2 yang ada di tanah kelahiran. Lain kali aje ye…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Shalawat

Al Qur’an Online

Tawassul

Pengunjung

  • 615,867 Pembaca Setia

اهلا وسهلا بحضوركم

Ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk. Kebenaran datangnya dari Alloh SWT, kesalahan datangnya dari kelemahan diri saya pribadi. Jika ingin copy-paste silakan. Mohon masukan dan tegur sapa serta do'akan semoga tetap istiqomah di jalanNYA. Amien

Terima kasih atas kunjungan Anda

Allah exists without a place!

Sahabat Ali Ibn Abi Thalib berkata : "Sebagian golongan dari umat Islam ini ketika kiamat telah dekat akan kembali menjadi orang-orang kafir." Seseorang bertanya kepadanya : "Wahai Amirul Mukminin apakah sebab kekufuran mereka? Adakah karena membuat ajaran baru atau karena pengingkaran?” Sahabat Ali Ibn Abi Thalib menjawab : "Mereka menjadi kafir karena pengingkaran. Mereka mengingkari Pencipta mereka (Allah SWT) dan mensifati-Nya dengan sifat-sifat benda dan anggota-anggota badan." (Imam Ibn Al-Mu'allim Al-Qurasyi (w. 725 H) dalam Kitab Najm Al-Muhtadi Wa Rajm Al-Mu'tadi)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,018 other followers

June 2007
M T W T F S S
« May   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Twitter

Follow me

Shalawat

  1. preview.mp3
  2. M%2BArifin%2BIlham%2B-%2BYa%2BNabi%2BSalam%2BAlaika.mp3



Asas

Page Rank

Online

tracker

My 4shared

%d bloggers like this: