Sekedar Catatan

Sayyid Muhammad bin Alawi al Maliki al Hasani

Posted on: July 6, 2007

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنََ

Sayyid Prof. Dr. Muhammad ibn Sayyid ‘Alawi ibn Sayyid ‘Abbas ibn Sayyid ‘Abdul ‘Aziz al-Maliki al-Hasani al-Makki al-Asy’ari asy-Syadzili lahir di Makkah pada tahun 1365 H. Pendidikan pertamanya adalah Madrasah Al-Falah, Makkah, dimana ayah beliau Sayyid Alawi bin Abbas al Maliki sebagai guru agama di sekolah tersebut yang juga merangkap sebagai pengajar di halaqah di Haram Makki. Beliau juga belajar kepada ulama-ulama Makkah terkemuka lainnya, seperti Sayyid Amin Kutbi, Hassan Masshat, Muhammad Nur Sayf, Sa’id Yamani, dan lain-lain. Sayyid Muhammad memperoleh gelar Ph.D-nya dalam Studi Hadits dengan penghargaan tertinggi dari Jami’ al-Azhar di Mesir, pada saat baru berusia dua puluh lima tahun. Beliau kemudian melakukan perjalanan dalam rangka mengejar studi Hadits ke Afrika Utara, Timur Tengah, Turki, Yaman, dan juga anak benua Indo-Pakistan, dan memperoleh sertifikasi mengajar (ijazah) dan sanad dari Imam Habib Ahmad Mashhur al Haddad, Syaikh Hasanayn Makhluf, Ghumari bersaudara dari Marokko, Syekh Dya’uddin Qadiri di Madinah, Maulana Zakariyya Kandihlawi, dan banyak lainnya. Sayyid Muhammmad merupakan pendidik Ahlus Sunnah wal Jama’ah, seorang ‘alim kontemporer dalam ilmu hadits, ‘alim mufassir (penafsir) Qur’an, Fiqh, doktrin (‘aqidah), tasawwuf, dan biografi Nabawi (sirah).

Sayyid Muhammad al-Makki merupakan seorang ‘aliim yang mewarisi pekerjaan dakwah ayahanda, membina para santri dari berbagai daerah dan negara di dunia Islam di Makkah al-Mukarromah. Ayahanda beliau adalah salah satu guru dari ulama-ulama sepuh di Indonesia, seperti Hadratus Syaikh K.H. Hasyim Asy’ari, KH. Abdullah Faqih Langitan, KH. Maimun Zubair dan lain-lain. Dalam meneruskan perjuangan ayahandanya, Sayyid Muhammad sebelumnya mendapatkan sedikit kesulitan karena beliau merasa belum siap untuk menjadi pengganti ayahnya. Maka langkah pertama yang diambil adalah melanjutkan studi dan ta’limnya terlebih dahulu. Beliau berangkat ke Kairo dan Universitas al-Azhar Assyarif merupakan pilihannya. Setelah meraih S1, S2 dan S3 dalam fak Hadith dan Ushuluddin beliau kembali ke Makkah untuk melanjutkan perjalanan yang telah di tempuh sang ayah. Disamping mengajar di Masjidil Haram di halaqah, beliau diangkat sebagai dosen di Universitas King Abdul Aziz- Jeddah dan Univesitas Ummul Qura Makkah bagian ilmu Hadith dan Usuluddin. Cukup lama beliau menjalankan tugasnya sebagai dosen di dua Universitas tsb, sampai beliau memutuskan mengundurkan diri dan memilih mengajar di Masjidil Haram sambil membuka majlis ta’lim dan pondok di rumah beliau. Adapun pelajaran yang di berikan baik di masjidil haram atau di rumah tidak bertumpu pada ilmu tertentu seperti di Universitas, akan tetapi semua pelajaran yang diberikannya bisa di terima semua masyarakat baik masyarakat awam atau terpelajar, semua bisa menerima dan mencicipi apa yang diberikan Sayyid Muhammad Maka dari itu beliau selalu menitik beratkan untuk membuat rumah yang lebih besar dan bisa menampung lebih dari 500 murid per hari yang biasa dilakukan selepas sholat Maghrib sampai Isya di rumahnya di Hay al Rashifah. Begitu pula setiap bulan Ramadan dan hari raya, beliau selalu menerima semua tamu dan muridnya dengan tangan terbuka tanpa memilih golongan atau derajat. Semua di sisinya sama tamu-tamu dan murid murid, semua mendapat penghargaan yang sama dan semua mencicipi ilmu bersama.

Dari rumah beliau telah keluar ulama-ulama yang membawa panji Rasulallah ke suluruh pelosok permukaan bumi. Di Indonesia, India, Pakistan, Afrika, Eropa, Amerika, apa lagi di Asia yang merupakan sebagai orbit dakwah Sayyid Muhammad al Maliki, ribuan murid murid beliau yang bukan hanya menjadi kyai dan ulama akan tetapi tidak sedikit yang masuk ke dalam pemerintahan. Di samping pengajian dan taklim yang rutin di lakukan setiap hari, beliau juga mengasuh pondok yang jumlah santrinya tidak sedikit, semua berdatangan dari penjuru dunia, belajar, makan, dan minum tanpa di pungut biaya sepeser pun bahkan beliau memberikan beasiswa kepada para santri sebagai uang saku. Setelah beberapa tahun belajar, para santri dipulangkan ke negara-negara mereka untuk menyiarkan agama.

Sayyid Muhammad al Maliki dikenal sebagai guru, pengajar dan pendidik yang tidak beraliran keras, tidak berlebih- lebihan, dan selalu menerima hiwar dengan hikmah dan mauidhah hasanah. Beliau ingin mengangkat derajat dan martabat Muslimin menjadi manusia yang berperilaku, baik dalam muamalatnya kepada Allah dan kepada sesama, terhormat dalam perbuatan, tindakan serta pikiran dan perasaannya. Beliau adalah orang cerdas dan terpelajar, berani dan jujur serta adil dan cinta kasih terhadap sesama. Itulah ajaran utama Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki. Beliau selalu menerima dan menghargai pendapat orang dan menghormati orang yang tidak sealiran dengannya. Semua yang berlawanan diterima dengan sabar dan usaha menjawab dengan hikmah dan memecahkan sesuatu masalah dengan kenyataan dan dalil-dalil yang benar bukan dengan emosi dan pertikaian yang tidak bermutu dan berkesudahan.

Sayyid Muhammad tahu persis bahwa kelemahan Islam terdapat pada pertikaian para ulamanya dan ini memang yang diinginkan musuh Islam. Sampai-sampai beliau menerima dengan rela digeser dari kedudukannya baik di Universitas dan ta’lim beliau di masjidil Haram. Semua ini beliau terima dengan kesabaran dan keikhlasan bahkan beliau selalu menghormati orang orang yang tidak sependapat dan sealiran dengannya, semasih mereka memiliki pandangan khilaf yang bersumber dari al-Qur’an dan Sunah. Adapun ulama yang telah mendapat gemblengan dari Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki, mereka sangat pandai, di samping menguasai bahasa Arab, mereka juga menguasai ilmu-ilmu agama yang cukup untuk dijadikan pegangan dan referensi di negara-negara mereka. Pada akhir hayat beliau saat terjadi insiden teroris di Saudi Arabia, beliau mendapatkan undangan dari ketua umum Masjidil Haram Syekh Sholeh bin Abdurahman Alhushen untuk mengikuti “Hiwar Fikri” di Makkah yang diadakan pada tg 5 sd 9 DhulQo’idah 1424 H dengan judul “Al-qhuluw wal I’tidal Ruya Manhajiyyah Syamilah”, di sana beliau mendapat kehormatan untuk mengeluarkan pendapatnya tentang thatarruf atau yang lebih poluler disebut ajaran yang beraliran fundamentalists atau extremist (keras). Dan dari sana beliau telah meluncurkan sebuah buku yang sangat popular dikalangan masyarakat Saudi yang berjudul “Alqhuluw Dairah Fil Irhab Wa Ifsad Almujtama”.

Dari situ, mulailah pandangan dan pemikiran beliau tentang da’wah selalu mendapat sambutan dan penghargaan masyarakat luas. Pada tg 11/11/1424 H, beliau mendapat kesempatan untuk memberikan ceramah di hadapan wakil raja Amir Abdullah bin Abdul Aziz yang isinya beliau selalu menggaris-bawahi akan usaha menyatukan suara ulama dan menjalin persatuan dan kesatuan da’wah. Di samping tugas beliau sebagai da’i, pengajar, pembibing, dosen, penceramah dan segala bentuk kegiatan yang bermanfaat bagi agama, beliau juga seorang pujangga besar dan penulis unggul. Tidak kurang dari 100 buku yang telah dikarangnya, semuanya beredar di seluruh dunia. Tidak sedikit dari kitab-kitab beliau yang beredar telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris, Prancis, Urdu, Indonesia dll. Mafahim Yujibu an-Tusahhah (Konsep-konsep yang perlu diluruskan) adalah salah satu kitab karya Sayyid Muhammad, red. bersinar layaknya suatu kemilau mutiara.

Inilah seorang manusia yang menantang rekan-rekan senegaranya, kaum Salafi-Wahhabi, dan membuktikan kesalahan doktrin-doktrin mereka dengan menggunakan sumber-sumber dalil mereka. Untuk keberanian intelektualnya ini, Sayyid Muhammad dikucilkan oleh ‘rumah Najd’ dan dituduh sebagai “seorang yang sesat”. Beliau pun dicekal dari kedudukannya sebagai pengajar di Haram (yaitu di Masjidil Haram, Makkah, red.). Kitab-kitab karya beliau dilarang, bahkan kedudukan beliau sebagai professor di Umm ul-Qura pun dicabut. Beliau ditangkap dan passport-nya ditahan. Namun, dalam menghadapi semua hal tersebut, Sayyid Muhammad sama sekali tidak menunjukkan kepahitan dan keluh kesah. Beliau tak pernah menggunakan akal dan intelektualitasnya dalam amarah, melainkan menyalurkannya untuk memperkuat orang lain dengan ilmu (pengetahuan) dan tasawwuf.

Saat kaum Salafi-Wahhabi mendiskreditkan beliau, beliau pun menulis lebih banyak buku dan mendirikan Zawiyyah beliau sendiri yang menjadi “United Nations” (Perserikatan Bangsa- Bangsa) dari para ‘Ulama. Akhirnya, protes dari dunia Muslim memaksa kaum Salafi-Wahhabi untuk menghentikan usaha mereka mem-peti es-kan sang ‘alim kontemporer’ yang paling terkenal dalam mazhab Maliki ini. Beberapa di antara mereka bahkan mulai mendukung beliau. Kedengkian mereka sebenarnya didorong oleh fakta bahwa Sayyid Muhammad al-Maliki jauh lebih unggul untuk dijadikan tandingan mereka. Dengan sendirian saja, beliau mengambil Islam Sunni dari klaim tangan-tangan Neo-Khawarij Salafi-Wahhabi dan menempatkannya kembali ke tangan mayoritas ummat ini. Melalui berbagai karya-karyanya yang menonjol, beliau menyuntikkan kepercayaan diri yang amat dibutuhkan dalam perdebatan saat kaum jahil yang mengandalkan ijtihad pribadi mulai meracuni pemikiran umat Islam.

Beliau wafat hari jumat tgl 15 ramadhan 1425 H ( 2004 M) dan dimakamkan di pemakaman Al-Ma’la disamping makam istri Rasulullah Saw. Khadijah binti Khuailid Ra. dengan meninggalkan 6 putra, Ahmad, Abdullah, Alawi, Ali, al- Hasan dan al-Husen dan beberapa putri-putri yang tidak bisa disebut satu persatu disini. Dan yang menyaksikan pemakaman beliau hampir seluruh umat muslimin yang berada di Makkah pada saat itu termasuk para pejabat, ulama, para santri yang datang dari seluruh pelosok negeri, baik dari luar Makkah atau dari luar negeri. Semuanya menyaksikan hari terakhir beliau sebelum disemayamkan, setelah disholatkan di Masjidil Haram ba’da sholat isya yang dihadiri oleh tidak kurang dari sejuta manusia. Begitu pula selama tiga hari tiga malam rumahnya terbuka bagi ribuan orang yang ingin mengucapkan belasungkawa dan melakukan `aza’. Dan di hari terakhir `Aza, wakil Raja Saudi, Amir Abdullah bin Abdul Aziz dan Amir Sultan datang ke rumah beliau untuk memberikan sambutan belasungkawa dan mengucapkan selamat tinggal kepada pemimpin agama yang tidak bisa dilupakan umat.

Ketika jenazah Sayyid Muhammad Al Maliki hendak dishalatkan di Masjidil Haram, ribuan warga kota Mekkah bergantian menggusung jenazahnya. Dikabarkan toko-toko di sekitar Masjidil Haram yang dilewati jenazah mematikan lampu sebagai tanda dukacita. Kebesaran keluarga Al Maliki, bukan hanya di Indonesia, tapi juga di negara-negara Afrika, Mesir, dan Asia Tenggara. Jadi tidak heran dengan meninggalnya Sayyid Muhammad Al Maliki umat Islam telah kehilangan satu ulama yang telah mengoreskan tinta sejarah perjuangan menegakkan kalimat tauhid di muka bumi ini yang menjadi tauladan buat kita semua.

source: al mihrab online link related : yayasan sofa

29 Responses to "Sayyid Muhammad bin Alawi al Maliki al Hasani"

guru ana KH Muhammad Muhyiddin Abdul Qodir Almanafi ( bandung – sumedang ) pernah berkata “sayyid muhammad bin alawi almaliki qoddasallahu sirohu adalah syaikhu suyukh di daerah hijaz dan timur tengah.karena seluruh ulama di daerah hijaz dan timur tengah pernah bermimpi kedatangan Sayyiduna Rosul SAW.dan beliau SAW menyuruh agar para ulama sehijaz dan timur tengah agar berguru kepada cucu beliau yaitu sayyid muhammad bin alawi almaliki.” dan ketika itu guru saya-yg pada saat itu di bawa oleh sayyid muhammad ke sebuah acara maulid di madinah- mendengar langsung para ulama sehijaz dan timur tengah mendaulat beliau sebagai suyukh.

Allohumma sholli wa sallim wa baarik ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala aalihi wa ash-habihi ajma’ien.

Terima kasih atas informasi yang sangat berguna ini mas Bima.

‘Athirillahumma qobrohul kariem,
Bi ‘arfin sadiyyim min sholatin wa taslim.
Allohumma sholli wa sallim wa baarik ‘alayhi wa ‘ala aalih

Semoga kita mendapatkan keberkahan dari pancaran ilmu beliau ra. Dan guru antum KH. Muhammad Muhyiddin Abdul Qodir al Manafi dipanjangkan usianya dlm sehat dan dilimpahkan keberkahan hidup dunia dan akhirat.

Baarokallohu fiik

Jazakallohu khoir

Divine Mercy through Erudition

Our hotel, the Dar al-Sa’adah, overlooked the Sacred Mosque. Once during February 2002, while walking from the hotel to the Great Mosque, I longed to visit Sayed Muhammad ibn ‘Alawi al-Maliki. He had taught various Islamic subjects from his home in al-Rusayfa, Makkah al-Mukarramah. I did not want to go there while the Sayed was not there, though.
I looked towards the Masjid al-Haram and imploring Allah, The God of the East and the West for direction, I said in Afrikaans: “Yaa Allah, wys vir my ’n teken kanala.” (“O Allah, please show me a sign.”)
Suddenly, a deluge of spiritual rain fell from the heavens, its expanse covering the entire Masjid al-Haram.
Suleiman, Dawood and I, together with many of the ’Ibaad-u-Ragmaan Qadiri Jamaa’ah males went to Maliki Street, al-Rusayfa that evening. Sayed Muhammad ibn ‘Alawi al-Maliki was at home, sure enough. The many visitors were treated to qasa’id by his brother, Sayed ‘Abbas ibn ‘Alawi al-Maliki, an address by Sayed Muhammad al-Maliki and a scrumptious Arab meal.
That sign showed to me the status that the Sayed enjoyed in the Sight of God.
Sayed Muhammad ibn ‘Alawi al-Maliki, his father and his grandfather before him, had lectured in the Holy Mosque. He was buried from the Masjid al-Haram on October 29, 2004. May Allah, The One Who Loves His believing slaves, Always Watch Over al-Sayed Muhammad ibn ‘Alawi ibn ‘Abbas ibn ‘Abdul ‘Aziz al-Hasani al-Maliki al-Makki and the people of his house.

One Wednesday evening in May 1997, Sayed Muhammad ibn ‘Alawi al-Maliki had said to us (in Arabic) in York Road, Woodstock: “Allah will grant all of you the Haj.”
“Insha-Allah,” some chorused.
“Amen,” rang from other members of the Jamaa’ah.

Allah, The One Who Provides for His Slaves from sources they never could imagine, Had Brought the words of the Sayed to fruition.

We performed the pilgrimage with a singularity of purpose. The Day of Wuquf, 9th Dhul Hijjah 1422 AH, was on Thursday, 21 February 2002. I had another Haj in a million, Alhamdu-lillaah.

Alhamdulillah, jazakallohu khoir for your information ya Hajj. May Alloh bless all of moslemeen and moslemaat all over the world.

Thanks a lot my brother. Uhibbooka fillah.

SALAM KENAL DARI CUCU-MURID ABUYA ASSAYYID MUHAMMAD BIN ALAWY ALMALIKY ALHASANY (ALLOHU YARHAMUHU WAYU’IIDU ALAINAA MIN BAROKAATIHI WA ASROORIHI FIDDIINI WADDUNYA WAL AAKHIROH BISIRRIL FAATIHAH

Cukup baik, semoga diteruskan segala informasi dan keilmuan bersumber ahlu sunnah wal jamaah

Assalamu’alaikum,

Afwan mas, kurang berimbang penyajiannya. Ini baru dari sudut pandang penulis..

Sebenarnya ana tidak berniat menulis komen ini namun sejatinya antum punya informasi yang lebih komprehensif tentang perjalanan beliau sampai beliau dikucilkan dan sebab-sebabnya.

Setahu ana buku beliau yang disoroti ulama-ulama salafi di sana adalah Adzakhoir Muhammadiyah-nya yang ini antum belum ungkapkan dengan porsi yang cukup. Mungkin alangkah lebih baiknya antum kasih satu topik tentang masalah buku ini. Mengapa sampai dipermasalahkan? ini agar berimbang penjelasan tentang buku itu dari sudut pandang antum dan dari sudut pandang salafi.

Satu hal lagi yang terlalu tendensius dan mubalaghoh bahwa antum sebut salafi-wahhabi itu sebagi neo-khawarij. Ini sungguh suatu penisbatan yang tidak layak sekali. Khawarij adalah bughot terhadap amir, dan menghalalkan pemberontakan demi hukum islam tegak. Nah tengoklah antum bagaimana ulama salafi meredam gejolak terorisme al-qaedah, ikhwanul muslimin, hizbut tahrir, jaringan CIA dengan selogan-selogan mereka tegakkan khilafah, ganti penguasa muslim yang tidak berhukum dengan hukum islam dlsb.

Sykron, atas penjelasan antum

Wa ‘alaykum salam.

Syukron atas tanggapan antum. Mengenai buku Adzakhoir Muhammadiyah. Wah belum dengar tuh. [maaf kalau belum baca]. Kalau pun ada, dan timbul perbedaan pandangan dengan Salafi, itu lumrah.

Mengenai ulama Salafi meredam gejolak terorisme Al Qoidah, HT, IM dan “Jaringan CIA”, ini akan menjadi diskusi yang panjang dan melelahkan bahkan cenderung menjadi jidal.

Dan berbuatlah, sesungguhnya Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang beriman akan melihat amal kalian. Kemudian kalian akan dikembalikan kepada Yang Maha Tahu yang nampak dan tidak nampak, lalu meminta pertanggung jawaban amal perbuatan kalian” (QS. At-Taubah: 105).

Yang dekat dengan Amerika dan CIA sebenarnya siapa ya?

Barokallohu fiik
Wassalamu’alaykum

hehehe…ya sudah akhi…kalau antum belum baca, ana cuma nyaranin, kalau antum belum sempat ya gak masalah.

sayangnya antum mengatakan: “…Kalau pun ada, dan timbul perbedaan pandangan dengan Salafi, itu lumrah”.

padahal antum belum membaca dan menelaahnya..bagaimana bisa menarik kesimpulan bahwa itu lumrah. Tidak ilmiah donk akh…

satu lagi pertanyaan antum:”Yang dekat dengan Amerika dan CIA sebenarnya siapa ya?”

Jawab:…”Indonesia”

Apa antum mau jawab Saudi Arabia? hanya modal melihat film “Lawrence of Arabia” atau percaya dengan harian Al-Hayat London? Hayhata akhi…jangan termakan sama propaganda seperti itu sementara antum tidak memiliki pengetahuan tentang itu yang sesungguhnya. Amerika dan Inggris adalah musuh dakwah tauhid ulama salafi sejak dahulu. Mereka menebar fitnah kepada kaum muslimin yang lain agar tauhid tidak menyebar ke daerah imperialis mereka. Karena mereka tahu dengan akidah tauhid..mereka akan terusir dengan sendirinya.

Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah buruknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta.(QS. Al-Kahfi : 5)

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.(QS. Al-Israa : 36)

muslim itu saudara, menasihati dengan yang haq adalah suatu kewajiban. Meluruskan yang salah tidak sama dengan memusuhi dan menyerang. Afwan jika ada kata yang kurang berkenan.

Barakallahu fiik
Wassalamu’alaikum

He he he. Ane pikir langsung keluar “kata2 kunci” seperti yang sering dilakukan.

Seneng membaca ulasan antum ya akhi. Jazakallohu khoir atas pencerahan dari antum.

Du’a bid du’a ya akhi.

Barokallahu fiik
Wassalamu’alaykum

Ass Wr.Wb
saya adalah keturunan dari al hasani,saya ingin tahu silsilah al hasani yang selengkapnya,dari ahmad bin ismail bin abdullah bin muhammad bin ibrahim bin yusuf bin abdullah bin umar bin yusuf al hasani.mohon kiranya Anda dapat meneruskan baik silsilah setelahnya maupun sisilah yang terdahulu.Terima Kasih
Wss Wr.Wb

Wa’alaykum salam ya Habib.
Afwan, ane belum tahu. Coba antum cari di http://freepages.genealogy.rootsweb.com/~naqobatulasyrof/page5.html atau kalo antum di Jakarta ada tempat yang bisa kita cek silsilah. Tempatnya kalo gak salah di Jamiat Khair di daerah Tanah Abang. Di sana bisa dilihat silsilah antum sampai bertemu ke junjungan Rasululloh SAW.
Wassalamu’alaykum ya Habib.

‘Alaykumus salam ya Habib. Jawabannya ada di komentar antum yah.

Yang dekat dengan Amerika dan Yahudi jelas Saudi. Mereka punya hubungan yang sangat mesra, terutama dalam perkara yang saat ini jadi jantungnya energi: minyak. Aramco itu modal bersama dinasti Saud dengan yahudi Amerika. Ini sudah umum, bukan rahasia. Semua orang di bisnis minyak tahu. Raja dan pangeran-pangeran saudi pun menyimpan uangnya di bank-bank Amerika yang semua orang tahu bahwa itu bank yahudi (memangnya ada bank yang tidak ada kaitannya dengan yahudi?😀 ). Apakah uang ratusan milyar dollar tersebut digunakan untuk mengembangkan Islam? Yang bener aja…hehehe…yahudi kok mengembangkan Islam.

Tentang pemberontakan, JELAS Abdul Aziz ibn Al Saud melakukan pemberontakan tahun 1925 terhadap Syarif Makkah ketika itu: Syarif Hussain. Keturunan Rasulullah lah yang turun temurun memelihara dua tanah haram sebelum wahabi datang dan membunuhi ulama2 ahlussunah di Mekkah, menghancurkan makam para Sahabat dan tempat2 bersejarah Rasulullah saw. Syarif Hussain terpaksa lari ke Jordan dan diangkat jadi raja di sana.

Sebelum itu awal abad 19 wahabi dari Nejed, Ibnu Saud sudah berhasil merebut Mekkah, tapi berhasil diusir kembali oleh Jenderal Muhammad Ali dari Mesir.

Beberapa keterangan panjang tentang ini saya dapat bukan dengan baca buku, tapi mendengar langsung dari ulama-ulama sufi Madinah keturunan Rasulullah saw.

Di Indonesia, ulama2 ahlussunah bereaksi keras dengan segera mendirikan organisasi Nahdhatul Ulama yang salah satu tujuan pendirian awalnya adalah membebaskan Mekkah dan Madinah dari wahabi. Untuk tujuan ini, NU telah mengirimkan delegasi yang langsung dipimpin KH. Wahab Hasbullah pada tahun 1927. Delegasi ini sempat mengancam pemerintahan wahabi agar menghentikan rencana penghancuran kubah makam Rasulullah saw., kalau tidak, NU akan memobilisasi umat untuk membebaskan Mekkah dan Madinah.

Allahu akbar!
Terima kasih tambahan informasinya mas Rizal.
Setelah merebut kekuasaan dari syarief Hussein, sekarang wahabi mengharamkan demonstrasi, politik, partai dlsb. Ya jelas, mana ada dalam sistim kerajaan berdiri partai.
Kerajaan itu haram gak ya?
Umar ibnu Khottob melarang anaknya mengikuti suksesi khalifah setelahnya. Karena dia tidak ingin kekhalifahan sama dengan dinasti.

Allohu a’lamu

alfatihah liAbuya Assayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki Al-Hasani Biannalloha yaghfiru lahu wayarhamuhu wayu’li darojatihi fil jannah wayu’idu ‘alaina mimbarokatihi wa asrorihi wa ‘ulumihi fiddini wadunya wal’akhirah alfatihah…

Abuya merupakan murobbi dari guru kami Abina Ustadz Ihya’ Ulumiddin.
abuya merupakan sosok ulama ahlus sunnah waljama’ah abd 21

Amien ya robbal ‘alamien.
Jazakallohu khoir mas Khoirun Nif’an

Nahdlatul Ulama (NU) adalah pengikut Ahlussunnah Waljamaah tertua di Indonesia, mendasarkan faham keagamaannya kepada sumber ajaran Islam: Al-Qur’an, As-Sunnah, Al-Ijma’ dan Al-Qiyas. Bagi NU Islam adalah agama yang fithri yang bersifat menyempurnakan segala kebaikan yang sudah dimiliki oleh manusia dan menumbuhkan sikap kemasyarakatan yang telah dicontohkan Rosulullah SAW dan para pengikutnya, yang menjunjung tinggi keadilan dan kebersamaan, bijaksana, serta berjuang untuk amar ma’ruf nahi munkar Hal tersebut tercermin dalam perilaku anggota dan pengurusnya yang menjunjung tinggi nilai-nilai maupun norma-norma ajaran Islam dan bersilaturahimi untuk dakwah Islam serta berusaha terus-menerus membina hubungan dan komunikasi Kalau sekarang banyak permasalahan di masyarakat bukan berarti NU tidak berusaha menjadi solusi, hal itu karena NU belum dibaiat masyarakat untuk menjadi kekhilafahan untuk itu sudah waktunya umat Islam Indonesia memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada kyai-kayai NU agar memproklamirkan beridirinya Khilafah Islam..Mari dukung NU untuk menegakkan kembali khilafah Islamiyyah.

Rindu akan Baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur.

semoga kita bisa meneladani akhlaqulkarimah beliau aamiin…………..

Amien ya robbal ‘alamien. Jazakallohu khoir telah mampir dan kasih komentar akhi

“Sayyid Muhammad tahu persis bahwa kelemahan Islam terdapat pada pertikaian para ulamanya dan ini memang yang diinginkan musuh Islam. Sampai-sampai beliau menerima dengan rela digeser dari kedudukannya baik di Universitas dan ta’lim beliau di masjidil Haram. Semua ini beliau terima dengan kesabaran dan keikhlasan bahkan beliau selalu menghormati orang orang yang tidak sependapat dan sealiran dengannya, semasih mereka memiliki pandangan khilaf yang bersumber dari al-Qur’an dan Sunah.”

KOMENTAR:

Digeser oleh Wahabi ya?

Mungkin beliau amat yakin dg janji Allah ini:
Dari Nafik bin Utbah bin Abu Waqqas RA, dari Nabi SAW bersabda, “Kamu semua akan menyerang Jazirah Arab (dengan bantuan pasukan tentera dari arah Timur dan Khurasan), maka Allah akan memenangkan (kamu). Kemudian kamu semua akan menyerang Rom (Eropah pada akhir zaman), maka Allah akan memenangkan (kamu). Kemudian kamu semua akan menyerang Dajjal, maka Allah akan memenangkan (kamu).”
Kata Jabir, “Maka Dajjal tidak akan keluar, sebelum Rom (Eropah) dikalahkan.” (Ibnu Majah)

sehingga beliau sangat sabar menanti datangnya panji-panji Hitam dari arah Timur.

ketika saya dkk sedang mengaji kitab la tho’ifiyah fi Islam kepada almarhum Syaikh Abdullah bin Nuh, datang 2 orang tamu, setelah keduanya pulang dismapaikan oleh syaikh ABN kedua orang tadi adalah murid dan utusan dari Sayid Muhammad al-Maliki membawa salam dan beberapa kitab diantaranya Syaraf umad Muhammad.
Sayang beliau tdk dapat pergi ke Indonesia karena saat itu beliau dalam tahanan rumah perintah saudi.

Hingga kini saya sangat mengagmi Sayid Muhammad al-Maliki, dimana saya bisa mendapatkan karya-karya asli beliau dalam bhs Arab seperti kitab Ma La a’inul ra’at dll

‘Athirillahumma qobrohul kariem,
Bi ‘arfin sadiyyim min sholatin wa taslim.
Allohumma sholli wa sallim wa baarik ‘alayhi wa ‘ala aalih

_____________________________________________________________
Mangnya situ duang yang bisa,,,,
Hehe.. bangga dung ama maulidan, Alhamdulillah sy membacanya tiap minggu.

semoga dengan maulid Baginda Rosululloh SAW Allah menghancurkan semua Wahabi hingga ke anak-cucu mereka.mereka itu buka wahabi duan tapi “Salafi” yang Khawarij yang menghalalkan amir2nya nyabow di london, thailand, Las vegas. Dan ngebunuhin orang2 yang cinta ama Rosululloh.

Allah …. rindunya daku pada Abuya …., Allah …. saya belum pernah bertemu beliau, tapi dihati ini begitu rindu …. Semoga kita kelak bisa berkumpul bersama para hamba Allah yang Sholeh. Amin

saya sangat kagum dengan perjuangan dakwah sayyid muhammad bin alawi almakki. kepada para ikhwan yang tahu, tolong informasikan kepada saya bagaimana caranya saya dapat menimba ilmu (mondok) di pesantren beliau? dan siapa yang meneruskan sekarang?

salafi wahabi akan musnah ditelan zaman sebagaimana khawarij,mu’tazilah,jabariyah dll. sudah menjadi sunatullah bagi kelompok kecil akan hilang tumbuh berganti maka wajib bagi kalian ikut golongan yang besar karena golongan yang besar tidak mungkin bersepakat dalam kesesatan, golongan yang besar adalah kelompok mazhab.

saya ingin mondok di sana,ada yg tau dari antum smua jalurnya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Shalawat

Al Qur’an Online

Tawassul

Pengunjung

  • 608,256 Pembaca Setia

اهلا وسهلا بحضوركم

Ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk. Kebenaran datangnya dari Alloh SWT, kesalahan datangnya dari kelemahan diri saya pribadi. Jika ingin copy-paste silakan. Mohon masukan dan tegur sapa serta do'akan semoga tetap istiqomah di jalanNYA. Amien

Terima kasih atas kunjungan Anda

Allah exists without a place!

Sahabat Ali Ibn Abi Thalib berkata : "Sebagian golongan dari umat Islam ini ketika kiamat telah dekat akan kembali menjadi orang-orang kafir." Seseorang bertanya kepadanya : "Wahai Amirul Mukminin apakah sebab kekufuran mereka? Adakah karena membuat ajaran baru atau karena pengingkaran?” Sahabat Ali Ibn Abi Thalib menjawab : "Mereka menjadi kafir karena pengingkaran. Mereka mengingkari Pencipta mereka (Allah SWT) dan mensifati-Nya dengan sifat-sifat benda dan anggota-anggota badan." (Imam Ibn Al-Mu'allim Al-Qurasyi (w. 725 H) dalam Kitab Najm Al-Muhtadi Wa Rajm Al-Mu'tadi)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,017 other followers

July 2007
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Twitter

Follow me

Shalawat

  1. preview.mp3
  2. M%2BArifin%2BIlham%2B-%2BYa%2BNabi%2BSalam%2BAlaika.mp3



Asas

Page Rank

Online

tracker

My 4shared

%d bloggers like this: