Sekedar Catatan

Pengajian

Posted on: August 6, 2007

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ

Dulu waktu gue masih ngaji di kampung (Kebon Baru Tebet) pengajian dibuka dengan berbagai seremonial. Ada pembacaan sholawat, (biasanya membaca YaRobbi bil Musthofa, Balligh maqoshidana, Waghfirlana maa madhoo, Ya Waasi’al karomi dst), dustur, fatihatul kitab, dan baru mulai pengajian. Pernah juga dulu ustadz membiasaakan membaca Asma’ul Husna sebelum membaca surah Al Fatihah. Itu beberapa tahun yang lalu, waktu gue masih ikut pengajian kampung atau biasa disebut pengajian tradisional. Itu pula yang membentuk gue dan membuat kangen kampung halaman pada tiap malam-malam tertentu di sini, Lhokseumawe.

Gue memang gak pernah mondok. Gue cuma belajar dari mereka yang pernah tahunan mondok di pesantren. Secara fikih gue terwarnai dari guru2/ustadz2 yang memang belajar dan bermazhab Syafi’ie. Alhamdulillah, Alloh memperkenalkan gue dengan guru2 dan ustadz2 yang begitu apik dan sabar mengajarkan gue yang bebal ini. Ya Alloh, berkahi mereka semua dan tambahkan ilmu serta rizqiMU. Bertahun2 gue belajar dari satu guru ke guru lain. Awal belajar di rumah dengan ibu dan kakak yang membuka pengajian Uchuwwah Islamiyah. Belajarnya masih bagaimana cara membaca Al Qqur’an (masih dengan metode baghdadiyah, alif-alifan). Setelah itu masuk Madrasah An Nuriyah pimpinan ustadz haji Achfasj Romli . Tapi sayang gak sampe kelar. Dasar anak yatim yang cukup bengal, gue sering gak masuk. Lanjut SMP ikut pengajian2 lepas di Musholla dan Mesjid sekitar rumah. Alhamdulillah di Kebon Baru banyak aktifitas pengajian dan masjlis ta’lim. Didekat rumah ada pengajian remaja yang diberi nama Al Hidayah yang diasuh oleh ustadz dari Tebet Timur, ustd. Salim Na’i.

Ketika SMA lah gue mulai kenal tarbiyah. Tapi pengajian kampung tetap gue jalani. Gue sempat ikut pengajian (kursus bahasa Arab) di Saqofah Islamiyah di wilayah Kampung Melayu dengan guru pembimbing Habib Alwi bin Abdul Rahman Asegaf. Selain itu di masjid Al Husna Kebon Baru gue juga ikut ta’lim malam rabu dengan kitab tafsir Jalalayn yang dipimpin oleh Habib Idrus bin ‘Alwi Jamalullail. Selepas SMA gue kuliah di IKIP Rawamangun. Suasana kampus memperkenalkan gue dengan LDK (Lembaga Dakwah Kampus). Gue ikut dan akhirnya gue harus memilih apakah liqo di rumah atau di kampus. Gue pilih ikut liqo di rumah dengan teman2 sekitar rumah. Sekarang pun di sini masih ikut liqo’, Alhamdulillah.

Gue kangen ama guru2 dan ustadz2 kampung, juga ustadz2 tarbiyah di Jakarta. Semoga Alloh panjangkan usia mereka dalam keberkahan. Amien.

5 Responses to "Pengajian"

berdasarkan pengalaman pribadi waktu SD sampai awal SMA, belajar di madrasah itu memang menyenangkan. Aku juga belajar di Al Ihya disini di Bogor. Belajar macem2 juga waktu itu. Dari mulai mahfodzoh, akhlaq, tarikh, fiqih, tajwid, hadits, khot, imla, dll. Ustadz2 dan ustadzah2nya asyik2 banget, dan cara mengajar mereka memang TOP BGT (kayak anak 92).. Pokoknya sangant berkesan, dan aku bersyukur banget karena pernah belajar disana.

Sedangkan liqo aku baru kenal pas kuliah…

Waaah jd kangen liqo, sekarang aja ada yg nanyain tajwid kudu buka2 lagi hiks hiks.. lupa lagi siih namanya . 😦 Na kuliah subuh di air mancur tiap sonntag sama ustad Didin H. masih ada nggak ya ?

Aku kuliah subuhnya di Al Ihya teh. Ustadz Didin kalo nggak salah di Al ghifari deh..
Emang disono nggak ada Liqo? he he he

ina ternyata kuliahnya di dua tempat ya 😕
Dual degree dong 😉

uhhh…jd kgn sm maulid diba’nya habib2
Gmana yach kbrnya habib Idrus Jamalullail beserta anknya??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Shalawat

Al Qur’an Online

Tawassul

Pengunjung

  • 629,780 Pembaca Setia

اهلا وسهلا بحضوركم

Ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk. Kebenaran datangnya dari Alloh SWT, kesalahan datangnya dari kelemahan diri saya pribadi. Jika ingin copy-paste silakan. Mohon masukan dan tegur sapa serta do'akan semoga tetap istiqomah di jalanNYA. Amien

Terima kasih atas kunjungan Anda

Allah exists without a place!

Sahabat Ali Ibn Abi Thalib berkata : "Sebagian golongan dari umat Islam ini ketika kiamat telah dekat akan kembali menjadi orang-orang kafir." Seseorang bertanya kepadanya : "Wahai Amirul Mukminin apakah sebab kekufuran mereka? Adakah karena membuat ajaran baru atau karena pengingkaran?” Sahabat Ali Ibn Abi Thalib menjawab : "Mereka menjadi kafir karena pengingkaran. Mereka mengingkari Pencipta mereka (Allah SWT) dan mensifati-Nya dengan sifat-sifat benda dan anggota-anggota badan." (Imam Ibn Al-Mu'allim Al-Qurasyi (w. 725 H) dalam Kitab Najm Al-Muhtadi Wa Rajm Al-Mu'tadi)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,017 other followers

August 2007
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Twitter

Follow me

Shalawat

  1. preview.mp3
  2. M%2BArifin%2BIlham%2B-%2BYa%2BNabi%2BSalam%2BAlaika.mp3



Asas

Page Rank

Online

tracker

My 4shared

%d bloggers like this: