Sekedar Catatan

Puasa di Lhokseumawe

Posted on: October 1, 2007

Baru pada Ramadhan 1428 Hijriah ini gue dan keluarga merasakan suasana yang berbeda dengan Ramadhan2 sebelumnya. Bertahun2 kami merasakan bulan Puasa dengan kondisi yang hampir sama. Di Jakarta dan sekitarnya Ramadhan tidak lebih dari bulan2 yang lain. Mungkin sedikt terasa berbeda waktu kita melaluinya ketika masih kecil dimana masyarakat begitu memuliakan bulan suci ini. Siapa pun orangnya pasti segan dengan bulan Ramadhan. Itu kenangan ketika dekade 80an, 70an dan sebelumnya. Sekarang di Jakarta orang tak begitu mengacuhkan bulan yang penuh berkah ini. Yang saya maksud adalah penghormatan terhadap keagungan bulan ini, utamanya dibeberapa lokasi. Kita tidak sedang membicarakannya di masjid, surau, langgar dlsb.

Coba tengok pasar, rumah makan, terminal, mal dan tempat sejenis. Belum lagi pusat2 keramaian bisnis dan hiburan. Kita dapat dengan mudah melihat orang yang mengacuhkan bulan Ramadhan. Makan dengan cuek, merokok sambil jalan, minum dengan entengnya, juga bermaksiat pada malam2nya. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Jakarta, kota2 besar lainnya pun hampir tidak jauh beda. Pada saat kita manahan haus dahaga, beberapa saudara kita menyantap hidangan dengan tenangnya. Terlepas dari pekerjaan berat yang menjadi profesi mereka. Toh penghormatan terhadap Ramadhan dan orang yang menjalankan puasa tidak melihat status dan pekerjaan.

Hal yang berbeda gue alami di sini, di Lhokseumawe, dimana syariat Islam dijalankan. Gue setuju bahwa pelaksanaan syariat di kota ini masih jauh dari sempurnadan terkesan pilih2. Namun penghargaan dan penghormatan orang terhadap Ramadhan masih ketara. Temen2 boleh cek. Di sini tidak ada rumah makan yang buka dan melayani pembeli di siang hari, termasuk rumah makan siap saji (fast food). Penjual menu berbuka baru ramai mulai jam 16.00 atau jam 4 sore, itu pun dibungkus (tidak makan di tempat). Di pasar dan terminal, alhamdulillah, gue belum nemu tangan orang yang makan atau sekedar merokok di siang hari, meskipun kota ini termasuk kota yang udaranya lumayan panas (maklum pesisir). Hal yang mudah ditemuin di Jakarta wa bil khusus di pasar dan terminal.

Waktu sholat Isya dan Tarawih adalah waktu “dilarang” untuk orang melakaukan transaksi jual beli. Warung, toserba, kedai dlsb wajib tutup dan buka setelah pelaksanaan sholat tarawih dilakukan. Jadi jangan keluyuran untuk cari jajanan atau belanja pada waktu sholat Isya dan tarawih, dijamin gak menemukan. Di sini polisi syariat (Wilayatul Hisbah) sering melakukan patroli sebagai pengawal pelaksanaan syariat di lapangan. Bagi yang melakukan pelanggaran syariat, akan berhadapan dengan WH alias Polisi Syariat. Bentuk penangannya sudah aa dalam juklak dan juknis mereka. Umumnya dilakukan secara persuasif.

1 Response to "Puasa di Lhokseumawe"

Tapi kita juga harus tahu bahwa di negara kita bukan hanya pemeluk islam saja, khususnya di Jakarta yg multikultur, multi agama dan multi politik. Justru jika segala sesuatunya dibatasi seperti toko makanan tutup, tidak boleh ada yg makan dijalanan, di mana percobaan puasa itu ? Bagaimana dgn orang yg mencari nafkah lewat berjualan makanan ? Masalahnya di negara kita tidak orang yg mendapat bantuan dr negara. Kalau nggak kerja, ya bakal kelaparan. Menurutku akan bertambah iman dan pahala seseorang jika ujian yg diterima khususnya dlm berpuasa dapat dilewati dgn baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Shalawat

Al Qur’an Online

Tawassul

Pengunjung

  • 616,046 Pembaca Setia

اهلا وسهلا بحضوركم

Ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk. Kebenaran datangnya dari Alloh SWT, kesalahan datangnya dari kelemahan diri saya pribadi. Jika ingin copy-paste silakan. Mohon masukan dan tegur sapa serta do'akan semoga tetap istiqomah di jalanNYA. Amien

Terima kasih atas kunjungan Anda

Allah exists without a place!

Sahabat Ali Ibn Abi Thalib berkata : "Sebagian golongan dari umat Islam ini ketika kiamat telah dekat akan kembali menjadi orang-orang kafir." Seseorang bertanya kepadanya : "Wahai Amirul Mukminin apakah sebab kekufuran mereka? Adakah karena membuat ajaran baru atau karena pengingkaran?” Sahabat Ali Ibn Abi Thalib menjawab : "Mereka menjadi kafir karena pengingkaran. Mereka mengingkari Pencipta mereka (Allah SWT) dan mensifati-Nya dengan sifat-sifat benda dan anggota-anggota badan." (Imam Ibn Al-Mu'allim Al-Qurasyi (w. 725 H) dalam Kitab Najm Al-Muhtadi Wa Rajm Al-Mu'tadi)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,018 other followers

October 2007
M T W T F S S
« Sep   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Twitter

Follow me

Shalawat

  1. preview.mp3
  2. M%2BArifin%2BIlham%2B-%2BYa%2BNabi%2BSalam%2BAlaika.mp3



Asas

Page Rank

Online

tracker

My 4shared

%d bloggers like this: