Sekedar Catatan

Panggil Gue…

Posted on: October 18, 2007

Berikut beberapa nama yang: *diberikan orang tua, *gue gunakan atau *orang pakai untuk memanggil gue. Apalah arti sebuah nama kata William Shakespeare [1564-1616] namun bagi kita nama adalah sebuah do’a, harapan. Rasululloh SAW bahkan sempat mengganti nama2 sahabat ra. yang memiliki arti tidak baik menjadi nama2 yang baik. Almarhum al Maghfurloh KH. Abdulloh Syafi’i [1910-1985] pernah mengganti nama Rawa Bangke [Bangke=Bangkai] menjadi Rawa Bunga.

1. Ahmad Lukman
Ini nama resmi pemberian orang tua. Nama ini yang tertulis di akte kelahiran. Waktu di SD pernah berubah dari nama Ahmad menjadi Muhammad. Tapi ketika akan lulus SD diubah sesuai dengan akte kelahiran. Kenapa jadi Muhammad Lukman gue juga gak tahu.

2. Lukluk [baca=Lu’lu’]
Kalo ini panggilan sayang dari ibu.

3. Nenek Moyang
Julukan ini diberikan sebagai nama alias dari 3 bersaudara sekaligus teman bermain. Acung untuk Faishal bin Aqil al Haddad -sepupu gue-, Kimah untuk Abdul Hakim -abang gue- dan Nenek Moyang untuk gue sendiri. 3 nama alias ini selalu digunakan dalam interaksi bermain.

4. Kurnia Ilahi
Setelah lulus SD [1984] gue ikut klub sepeda di lingkungan sekitar, WERAJIKA namanya. Kabarnya singkatan dari WE=kami RA=raja J=jalanan IKA=ibu kota. Kalo digabung artinya Kami Raja Jalanan Ibu Kota [halah maksa]. Ada juga yang bilang Wereng Aji Saka, untuk kepanjangan ini gue gak tahu artinya. WERAJIKA dikomandoi oleh Anhar alias Aa yang tinggal dekat rumah.

WERAJIKA beranggotakan sekitar 30-40 anggota yang usiannya sekitar belasan tahun. Untuk ukuran klub sepeda amatir [baca=kampung]. WERAJIKA cukup ‘professional’ dengan AD/ART yang disusun secara bersama. Touring sepeda yang gue ikuti sudah beberapa kali, salah satunya ke TMII. Pengalaman yang cukup mengasyikkan mengikuti klub sepda walaupun hanya amatir [baca=kampung]. Klub ini berdiri sekitar tahun 1984 s/d 1996. Setiap member atau anggota diberikan nama dan nomor induk organisasi. Gue mendapat nama Kurnia Ilahi dengan nomor induk 14.. [4 digit, dua digit terakhir gue lupa]

WERAJIKA bubar bersama pindahnya Aa dari Kebon Baru, Tebet ke Cikoko Pengadegan. Belakangan Aa mendirikan lagi klub sepeda di tempat barunya dengan nama OSCMHE [Organisasi Sepda Club Menuju Hemat Energi]. Beberapa temen dari Kebon Baru tetap menjadi anggota klub baru ini seperti Rudi Encek.

Kalo diinget2 lagi nama samaran Kurnia Ilahi lebih seperti nama Bus Malam. ha ha ha

5. Sa’ad
Nama ini menjadi nama alias yang sampai sekarang masih digunakan. Bahkan beberapa teman gak tahu nama asli gue sebenarnya, yang mereka kenal cuma Sa’ad. Pernah suatu ketika temen SMP, Udin Jord-L, menyuruh adiknya menyerahkan surat izin gak masuk sekolah ke gue. Lantaran sang adik gak tahu persis rumah gue, dia nanya ke tetangga dimana sumah Sa’ad. Tetangga gue yang ditanya malah bingung, emang ada yang namannya Sa’ad?! Belakangan tetangga gue [bu Hj. Hamidah biasa kami panggil mpok Hamde, ibunya Sugiat] manggil gue selalu dengan sebutan Sa’ad. 🙂

Nama Sa’ad sebenarnya gak sengaja gue ambil sebagai nama panggilan. Awalnya gue iseng menuliskan nama salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW di cover buku gue SMP dengan lengkap, Sa’ad bin Abi Waqqash, satu dari 10 orang sahabat yang mendapat kabar gembira masuk syurga. Lama kelamaan temen2 sekelas menggunakan Sa’ad sebagai ganti nama asli gue. Sejak saat itulah Sa’ad melekat di gue sampe sekarang.

6. Honda
Ini nama pemberian dari temen sekelas waktu di kelas II dan III Bahasa [SMA 37 Kebon Baru], Adityawarman atau biasa dipanggil Adit Jazz. Banyak temen2 sekelas yang juga mendapat nama samaran merek2 boil. Aa [dipanggil Adit di rumahnya] sendiri Mitsubishi, Euis = Buick, yang lainnya gue lupa. Yang pasti ada Chevrolet, Toyota, Ford, BMW, Mercedez dlsb. Julukkan Honda dikemudian hari setidaknya mempengaruhi gue dalam memilih produk otomotif. Dasar Adit. 🙂

7. Herr Lukman/Pak Lukman
Ketika gue ngajar bahasa Jerman di SMA Tirta Marta pada 1992-1994, anak2 kelas II DAN III Sosial memanggil gue dengan sebutan Herr Lukman alias Pak Lukman. Herr dalam bahasa Jerman artinya Bapak/Pak.

8. Abang90
Dalam setiap artikel yang gue tulisa dan dipublikasi ke mading jurusan bahasa Jerman, gue gunakan nama Abang90 sebagai nama ganti penulis. 

9. Pak Guru
Gue menjadi satu2nya karyawan Telkomsel di bagian call center [baca:Caroline Telkomsel] yang lulusan IKIP Jakarta dan sempat mengajar di beberapa sekolah selama kurang lebih 5 tahun. Setelah kerja di Telkomsel beberapa teman gue memanggil dengan sebutan pak Guru. Pencetusnya si Andrina [sekarang jadi ‘juragan’ TPR di Jabotabek], lalu diikuti oelh yang lain. Yang setia sampe sekarang manggil pak Guru selain Andrina atau Nina adalah Ratna alias Gona dan mbak Neneng alias Nengki.

10. Abang
Panggilan ini diberikan temen2 kantor di Telkomsel waktu gue masih di Regional Jabotabek. Sampai sekarang banyak mantan temen Caroline tetap memanggil dengan sebutan Abang.

Sebutan Abang juga menjadi panggilan sayang istri buat suami tercintanya. Bang… abang….. *cruut*

11. Abie
Kehadiran putri pertama, Fathimah Lukman, menghadirkan panggilan baru di rumah. My wife manggil gue dengan sebutan Abie untuk membiasakan Fathimah memanggil ayahnya. Di GraPARI Tangerang panggilan Abie sering dipake temen2 untuk berkomunikasi dengan gue.

12. Pak Haji/Bang Haji/Ji
Setelah pulang dari haji Abidin [Atas biaya dinas] tahun 2004, gue dapat tambahan panggilan, pak haji atau bang haji kadang juga langsung Ji…ji maksudnya Haji bukan Jama’ah Islamiyah 🙂

13. Abik [pake ‘K’]
Ini panggilan khusus Salman [anak kedua gue]. Dia menambahkan huruf ‘K’ dalam kata Abi. Gak tahu kenapa dia lebih sering manggil gue: Biik….Abiiiikk..! Gue jawab, ada apik? atau kenapik? Dasar Salman, jagoan gue!

14. Jerman90
Kalo ini inisial beberapa email gue [yahoo, gmail dan hotmail] dan menjadi trademark situs/weblog gue.

6 Responses to "Panggil Gue…"

wah..byk juga nama panggilannya ya pak.
kalau saya mah manggil pak Lukman ajalah..

serasa pak lukman juga manager..hehehe..

Lumayanlah bay 🙂

Merci beaucoup.

Kalau aku manggil “Abang Jerman” boleh gak? Eh, atau redundan gak yah kalau di panggil “Herr Abang”? hihi.. Gak nyangka gapek cuap-cuap pake bahasa jerman.

“Bang Lukman” kayaknya enak juga tuh kedengarannya.
Wir wünschen Ihnen einen schönen Tag, Herr Lukman.
(ini aseli kupi paste dari google translate hihi..)

^_^

Abe mang gak ada matinye [kayak As aje]. Herr Abang masih mak nyus-lah, tapi kalo Herr Nenek Moyang? Nah lo *garuk pala*

Bahasa Jerman lumayan lancar. Tapi itu dulu, sebelum Hitler kalah perang dan jaringan Telkomsel masih timbul tenggelam. Tapi sekarang dah lupa, cuma bisa:
Ich liebe dich [suka kamu]
Ich haße dich [benci kamu]
Ich sebel ah [èmpèt banget]
Ich seyem [takut setan gundul jidad nongnong]

Selamat jd ayah. Dah beli indomi 40 bungkus?

Ganti-ganti nama panggilan apa pake bubur merah bubur putih ???? he..he….he….
Kayaknya kerasan ya Mas Di Lhokseumawe…

salam
Rani

@ Rani :

Ini mbak Rani yang di regional Jabotabek ya? [cmiww] Lhokseumawe kota kecil yang cukup indah. Banyak kenal teman baru dan budaya baru membuat khazanah hidup bertambah. Ini bagian dari Tour of Duty, bagian dari ibadah.
Makasih mbak Rani dah mampir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Shalawat

Al Qur’an Online

Tawassul

Pengunjung

  • 629,780 Pembaca Setia

اهلا وسهلا بحضوركم

Ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk. Kebenaran datangnya dari Alloh SWT, kesalahan datangnya dari kelemahan diri saya pribadi. Jika ingin copy-paste silakan. Mohon masukan dan tegur sapa serta do'akan semoga tetap istiqomah di jalanNYA. Amien

Terima kasih atas kunjungan Anda

Allah exists without a place!

Sahabat Ali Ibn Abi Thalib berkata : "Sebagian golongan dari umat Islam ini ketika kiamat telah dekat akan kembali menjadi orang-orang kafir." Seseorang bertanya kepadanya : "Wahai Amirul Mukminin apakah sebab kekufuran mereka? Adakah karena membuat ajaran baru atau karena pengingkaran?” Sahabat Ali Ibn Abi Thalib menjawab : "Mereka menjadi kafir karena pengingkaran. Mereka mengingkari Pencipta mereka (Allah SWT) dan mensifati-Nya dengan sifat-sifat benda dan anggota-anggota badan." (Imam Ibn Al-Mu'allim Al-Qurasyi (w. 725 H) dalam Kitab Najm Al-Muhtadi Wa Rajm Al-Mu'tadi)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,017 other followers

October 2007
M T W T F S S
« Sep   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Twitter

Follow me

Shalawat

  1. preview.mp3
  2. M%2BArifin%2BIlham%2B-%2BYa%2BNabi%2BSalam%2BAlaika.mp3



Asas

Page Rank

Online

tracker

My 4shared

%d bloggers like this: