Sekedar Catatan

Keranjang Sampah

Posted on: November 22, 2007

INDONESIA KERANJANG SAMPAH NIKOTIN
(Taufiq Ismail)

Indonesia adalah sorga luarbiasa ramah bagi perokok
Kalau klasifikasi sorga ditentukan oleh jumlah langit yang melapisinya
Maka negeri kita bagai maskapai rokok, sorga langit ketujuh klasisikasinya

Indonesia adalah keranjang besar yang menampung semua sampah nikotin
Keranjang sampah nikotin ini luar biasa besarnya
Dari pinggir barat ke pinggir timur,
Jarak yang mesti ditempuh melintasi 3 zona waktu
Yaitu 8 jam naik pesawat jet,
10 hari kalau naik kapal laut,
Satu tahun kalau naik kuda sumba,
Atau 5 tahun kalau saban hari naik kuda kepang Ponorogo

Keranjang sampah ini luar biasa besarnya
Bukan saja sampah nikotin, tapi juga dibuangkan ke dalamnya
Berjenis cairan, serbuk, berbagai aroma dan warna
Alkohol, heroin, kokain, sabu-sabu, ekstasi, dan marijuana
Berbagai racun dan residu, erotisme dan vcd biru
Sebut saja semua variasi klasifikasi limbah dunia
Mulut Indonesia menganga menerimanya

Semua itu, karena gerbang di halaman rumah kita terbuka luas,
Kita tergoda oleh materialisme dan disuap kapitalisme
Fikiran sehat kita kaku dan tangan kanan kiri terbelenggu
Dengan ramah dan sopan kiriman sampah itu diterima

Di depan pintu bandara, karena urgennya modal mancanegara,
Karena tak tahan nikmatnya komisi dan upeti,
Dengan membungkuk-bungkuk kita berkata begini,

“Silakan masuk semua, silakan
Monggo, monggo mlebet, dipun sakecakaken
Sog asup sadayana, asup, asup
Ha lai ka talok, bahe banalah angku, bahe banalah.”

Keranjang sampah ini luar biasa kapasitasnya
Pedagang-pedagang nikotin yang di negeri asalnya
Babak belur digebuki pengadilan bermilyar dolar dendanya
Ketahuan penipunya dan telah membunuhi jutaan pengisapnya
Diusir terbirit-birit akhirnya berlarian ke dunia ketiga
Dan dengan rasa rendah diri luar biasa
Kita sambut mereka bersama-sama

“Monggo, monggo den, linggih rumiyin
Ngersakaken menopo den bagus
Mpun, ngendiko mawon
Aih aih si aden, kasep pisan
Tos lami, sumping, di dieu, Indonesia?
Alaa, rancak bana oto angku ko
Sabana rancak
Baa caronyo kami, supayo.”

Demikianlah dengan rasa hormat yang lumayan berlebihan
Para pedagang nikotin dari negeri jauh di tepi langit sana
Penyebar penyakit rokok dan pencabut nyawa anak bangsanya
Terlibat pengadilan dan tertimbun bukti
Di negeri sendiri telah diusiri dan dimaki-maki
Ke dunia ketiga mereka melarikan diri
Pabrik-pabrik mereka ditutup di negeri sendiri
Lalu didirikan di Dunia Ketiga, termasuk negeri kita ini
Di depan hidung kita penyakit dipindah ke sini
Dan untuk mereka kita hamparkan merahnya permadani
Lalu bangsa kita ditipu dengan gemerlapannya advertensi
Inilah nasib bangsa yang miskin dan pemerintah yang lemah
Semua bertumpu pada pemasukan uang sebagai orientasi

16 Responses to "Keranjang Sampah"

Ass.wr.wb…
Pak Haji yang senantiasa di Rahmati ALLAH SWT
That’s why…merokok ndak ada manfaatnya….malah banyak mudharatnya….
saya sering sungkan menegur orang yang merokok di dekat saya, karna asap rokok membuat saya pusing dan dan bau asap rokok akan menempel di pakaian saya (ini yang bikin saya tambah pusing….)
tapi mereka kok ya… ndak sungkan gitu ya…..
Bangsa kita memang sering ditipu dan di bohongi, mungkin karna kemiskinan atau kebodohan atau lainnya…
Kita yang masih muda-muda ini harus mulai tergerak, paling tidak melihat masyarakat disekitar kita…
Apa yang dapat kita lakukan untuk mereka….?
Sudahkan kita bermanfaat untuk lingkungan sekitar kita ?
Bukankah haji yang mabrur adalah haji yang bermanfaat buat orang lain ????
saya masih belajar pak Haji…tolong dikoreksi kalau salah….
senang bisa sharing dengan pak Haji…

wassalam

@ mbak Hajjah Rani yang baik, same case mbak. Aku pun kadang malah yang gak enak kalo mau negur. Lebih sering maklumin walaupun ‘dizolimin’. Yah kembali ke kesadaran pribadi mbak. Tingkat kesdaran tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan, pendidikan, ras, suku bangsa juga agama yang dianut. Idealnya memang, semakin tinggi pendidikan, semakin sejahtera seseorang, semakin alim dlsb menjadikan orang tsb semakin arif dan bijaksana. Itu idealnya. Namun kenyataannya justru kadang bertolak belakang.

Gak jauh2 mbak. Lihat di kantor kita aja, bagaimana suasana meeting. Gak perlu komentar, cukup untuk direnungi mbak.

Kita doain aja supaya Alloh SWT mempermudah jalan mereka untuk dapat berhenti dari merokok secepatnya.

Makasih banyak mbak hj. Rani

Wassalam…

Nah ini budaya sungkan dalam orang indonesia yg harus dibenahi dan lama2 dihilangkan, Budaya sungkan ini jelek membuat orang takut mengatakan kesalahan orang lain, takut dimusuhi, takut jelek pamornya, takut dipukuli, diomongi dr belakang,
Buat yg berpendidikan juga kadang nggak ngerti kalau asap rokok akan terserap dlm AC, dan AC itu, udara yg dipergunakannya menjadi kotor dan terhisap oleh org yg tidak merokok, lama2 kalau tdk diperiksa kebersihannya akan menjadi racun. Apakah ada pemeriksaan terhadap kandungan kimia yg mengandung racun dalam AC di setiap kantor tiap thnnya agar para pegawai sehat walafiat? Allahualam.

@ Irda : Yap, betul Da. Kita terlalu kuat ewuh pakewuh. Takut kalo berbeda, gak enak kalo lain sendiri, sungkan dlsb spt yg Irda tulis. Kapan budaya feodal itu bisa dihilangkan ya?

Mulailah dari sekarang, dulu saya juga begitu takut kalau salah ngomong, org sakit hati, nggak mau gaul lagi dgn kita, takut dimusuhi, nggak disayang kawan lagi, padahal orang yg kita kenal atau kawan kita itu misalkan berbuat salah. Akhirnya sekarang saya mulai berani mengatakan bahwa itu salah, pendapat boleh berbeda, bukan beraarti kita benci dgn orang yg pendapatnya berbeda, benci dgn org yg salah, justru kita ingin org itu sadar, jeleknya org nggak mau ngaku kalo itu salah, dan tdk mau minta maaf malah mencari kambing hitam, pokoknya kita malu sekali utk meminta maaf krn kesalahan kita.

@ Danang : Susah juga ya cari teladan di sekitar kita hidup.

Oh iya, gw juga pengen ngomentari mengenai hal ini:
gw dah kerja di 3 kantor, dan biasanya gw dibenci bos, karena gw suka membantah apa yg dikatakan bos, krn gw pikir hal tsb bodoh atau tidak cocok dengan apa yg gw mau.
Dan biasanya bos di Indo tdk bisa menerima kritik dan saran dari bawahan, mereka selalu pikir bahwa bos selalu paling pinter. Dan gw gak suka ABS, asal bos senang, kl dia salah ya harus dikatakan salah, jgn ditolelir. Tul gak teh Irda ???
Dalam bbrp hal gw kayak orang Jerman😉

Bagus Nang !!! Salut gw ama lu, orang yg salah jangan didiemin, biarpun itu seorang Boss. Mereka manusia juga, jangan sampe di Tuhankan deh amit2.. Rezeki Allah yg mengatur, jangan sampai takut dpt mobbing dr yang lain, dan jangan keluar kerja dgn keinginan lu sendiri,kalau sampai lu dipecat krn itu lu bisa nuntut ke pengadilan dan dpt uang pengganti pemecatan kalau lu nggak salah.
Kaya gw hari ini gw komplain ama kepala sekolah yg org bule jerman, gw nggak takut hanya krn gw nggak kerja dan anak gw nggak bisa ikut main teater hanya yg ibunya kerja anaknya dibawa oleh mereka. Gw bilang kepala sekolah udah nggak adil ya sama anak gw, gw bilangin ke Jugenamt, mereka pd takut tuuh. Langsung deh anak gw, mereka bawa pergi Ke Teaterauffuhrung.

setuju !!!
dulu bahkan di kantor gw yg lama gw sempet dikucilkan bbrp lama, jadi kl ada meeting nunggu gw ngajar, jadi gw gak ikut meeting, bahkan gw sempet dibuang ke BDG 6 bulan (kayak sukarno aja, tapi bukan di penjara sukamiskin) gw handel cabang, tp kantor pusat berantakan, akhirnya gw disuruh blk ke Jkt.😉

Tuuh kan orang baik mah disayang Allah hehe 🙂 niih indonesia hancur gara2 budaya nodded, takut dikucilkan karena nggak sepaham, padahal yg sepaham belum tentu benar. Betul nggak ? Nih ada lagi cerita, Suami gw juga pernah marah2 sama walikota tempat tinggalnya, hanya karena berkas2 suratku nggak cepat dikerjakan. Dia bilang kenapa nggak selesai, apaan aja kerjaan para pegawai negeri di sini, kenapa dipersulit bla bla bla.. tuh walikota jadi balik marah2 ke pegawainya hehe.. akhirnya berkas surat untuk ijin tinggalku cepat diselesaikan.

kl di Indo, bukannya cepet selesai tuh surat tapi…….. malah dipersuit.

Kalau di jerman dipersulit, langsung deh urusannya ke pengadilan, rese juga, apa2 kepengadilan, kalo nggak bisa bayar, biar pemerintah yg nanggung. Makanya orang jerman tuh apa2 asuransi biar bisa bayar resiko segala macam. Entar ah kapan2 gw nulis ttg asuransi.

ok wir warten drauf😉

Ok deh, gw lagi sibuk liat berkas2 asuransi yg harus dibayar. Biasanya bulan januari nih, masa paceklik, soalnya jatuh tempo asuransi yg harus dibayar semuanya.

Ada gak negara yang bagus penyelenggaraan pemerintahan dan menyejterahkan rakyatnya tapi gak nyekik rakyat dengan pajak dan segala tetek bengek asuransi?

mau dong jadi WN negera itu.

Kayanya Monaco deh, rakyatnya nggak bayar pajak orang asing yg tinggal di sana nggak bayar pajak gratis semua, rakyatnya pun sejahtera, asuransi ditanggung, cuma monaco tuh negara judi mau tinggal di sana ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Shalawat

Al Qur’an Online

Tawassul

Pengunjung

  • 608,256 Pembaca Setia

اهلا وسهلا بحضوركم

Ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk. Kebenaran datangnya dari Alloh SWT, kesalahan datangnya dari kelemahan diri saya pribadi. Jika ingin copy-paste silakan. Mohon masukan dan tegur sapa serta do'akan semoga tetap istiqomah di jalanNYA. Amien

Terima kasih atas kunjungan Anda

Allah exists without a place!

Sahabat Ali Ibn Abi Thalib berkata : "Sebagian golongan dari umat Islam ini ketika kiamat telah dekat akan kembali menjadi orang-orang kafir." Seseorang bertanya kepadanya : "Wahai Amirul Mukminin apakah sebab kekufuran mereka? Adakah karena membuat ajaran baru atau karena pengingkaran?” Sahabat Ali Ibn Abi Thalib menjawab : "Mereka menjadi kafir karena pengingkaran. Mereka mengingkari Pencipta mereka (Allah SWT) dan mensifati-Nya dengan sifat-sifat benda dan anggota-anggota badan." (Imam Ibn Al-Mu'allim Al-Qurasyi (w. 725 H) dalam Kitab Najm Al-Muhtadi Wa Rajm Al-Mu'tadi)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,017 other followers

November 2007
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Twitter

Follow me

Shalawat

  1. preview.mp3
  2. M%2BArifin%2BIlham%2B-%2BYa%2BNabi%2BSalam%2BAlaika.mp3



Asas

Page Rank

Online

tracker

My 4shared

%d bloggers like this: