Sekedar Catatan

Yusuf Al Qaradhawy

Posted on: December 31, 2007

Syaikh al Qaradhawy amat dicintai dan dihormati kalangan ulama. Mereka adalah para Ulama, dai dan pemikir Islam ternama. Bahkan diantara mereka terdapat masyayikh para penghujat. Memang, hanya orang besar yang dapat menghargai orang besar di di mana pun uang receh selalu berisik dan ramai, sementara uang kertas selalu tenang. Mereka berkata tentang Syaikh al Qaradhawy sebagai berikut:

Hasan al Banna berkata: “Sesungguhnya ia adalah seorang penyair yang jempolan dan berbakat”

Imam Kabir Samahatus Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Bazz mantan mufti kerajaan Saudi dan ketua Hai’ah Kibarul Ulama berkata: “Buku-bukunya memiliki bobot ilmiah dan sangat berpengaruh di dunia Islam.”

Imam al Muhaddits Muhammad Nashiruddin al Albany-ahli hadis terkemuka abad 20 berkata, “Saya diminta (al Qaradhawy) untuk meneliti riwayat hadis serta menjelaskan kesahihan dan ke dha’ifan hadis yang terdapat dalam bukunya (Halal wal Haram). Hal itu menunjukkan ia memiliki akhlak yang mulia dan pribadi yang baik. Saya mengetahui semua secara langsung. Setiap dia bertemu saya dalam satu kesempatan, ia akan selalu menanyakan kepada saya tentang hadis atau masalah fiqh. Dia melakukan itu agar ia mengetahui pendapat saya mengenai masalah itu dan ia dapat mengambil manfaat dari pendapat saya tersebut. Itu semua menunjukkan kerendahan hatinya yang sangat tinggi serta kesopanan dan adab yang tiada tara. Semoga Allah SWT mendatangkan manfaat dengan keberadaannya.” Mengapapa pengikut ke-2 syaikh itu tidak mengambil manfaat dari kesaksian mereka?

Imam Abul Hasan an Nadwi – ulama terkenal asal India berkata: “al Qaradhawy adalah seorang ‘alim yang sangat dalam ilmunya sekaligus sebagai pendidik kelas dunia.”

Al ‘Allamah Musthafa az Zarqa’, ahli fiqh asal Suriah berkata: “al Qaradhawy adalah Hujjah zaman ini dan ia merupakan nikmat Allah atas kaum muslimin.”

Al Muhaddits Abdul Fattah Abu Ghuddah, ahli hadis asal Suriah dan tokoh Ikhwanul Muslimin berkata: “al Qaradhawy adalah mursyid kita. Ia adalah seorang ‘Allamah.”

Syaikh Qadhi Husein Ahmad, amir Jamiat Islami Pakistan berkata: “Al Qaradhawy adalah madrasah ilmiah fiqhiyah dan da’awiyah. Wajib bagi umat untuk mereguk ilmunya yang sejuk.”

Syaikh Thaha Jabir al Ulwani, direktur International Institute of Islamic Thought di AS – berkata: “Al Qaradhawy adalah faqihnya para dai dan dainya para faqih.”

Syaikh Muhammad alGhazaly– dai dan ulama besar asal Mesir yang pernah menjadi guru al Qaradhawy sekaligus tokoh Ikhwanul Muslimin berkata: “Al Qaradhawy adalah salah seorang Imam kaum muslimin zaman ini yang mampu menggabungkan fiqh antara akal dengan atsar.” Ketika ditanya lagi tentang al Qaradhawy, ia menjawab, “Saya gurunya, tetapi ia ustadku. Syaikh dulu pernah menjadi muridku, tetapi kini ia telah menjadi guruku.”

Syaikh Abdullah bin Baih -dosen Univ. malik Abdul Aziz di Saudi – berkata: “Sesungguhnya Allamah Dr. Yusuf al Qaradhawy adalah sosok yang tidak perlu lagi pujian karena ia adalah seorang ‘alim yang memiliki keluasan ilmu bagaikan samudera. Ia adalah seorang dai yang sangat berpengaruh. Seorang murabbi generasi Islam yang sangat jempolan dan seorang reformis yang berbakti dengan amal dan perkataan. Ia sebarkan ilmu dan hikmah karena ia adalah sosok pendidik yang profesional.”

Lebih dari itu, sesungguhnya Syaikh al Qaradhawy bukanlah seorang faqih yang hanya menyodorkan solusi teoritis mengenai masalah-masalah umat saat ini, masalah ekonomi, sosial dan lainnya, tetapi ia adalah seorang praktisi lapangan yang tangguh dan langsung turun ke lapangan. Ia telah menyumbangkan kontribusinya yang sangat besar dalam mendirikan pusat-pusat kajian keilmuan, universitas-universitas, dan lembaga-lembaga bantuan. Ringkasnya, al Qaradhawy adalah seorang Imam dari para Imam kaum muslimin masa kini dan ia adalah seorang Syaikhul Islam masa kini. Jika anda sepakat dengannya, pasti anda akan merasakan kepuasan dengan alasan-alasan dan hujjah yang ia kemukakan. Jika tidak setuju dengannya, pasti anda akan menghormati pendapatnya karena pendapat yang ia lontarkan adalah pendapat seorang ‘alim yang takwa. Pendapat yang tidak muncul dari kebodohan dan tidak pula dari hawa nafsu. Takwa dan ilmu merupakan syarat bagi mereka yang menerjukan diri dalam fatwa agar fatwa dan kata-kata yang dikeluarkannya dihormati dan bernilai. Dua syarat itu telah terpenuhi Syaikh Yusuf al Qaradhawy.

Ia memiliki karakter yang sangat memadai untuk disebut sebagai seorang ‘alim dan Imam. Ia adalah seorang ‘alim yang berilmu sangat luar dan dalam. Pengetahuannya multidimensi. Ia mampu menggabungkan antara naqli dan aqli, antara Alquran dan Assunnah, antara pokok (ushul) dan cabang (furu), antara sastra dan bahasa.

Di samping itu, ia pun memiliki ilmu penetahuan modern yang sangat luas. Hujjah-hujjah nya sangat jelas dan keterangan- keterangannya sangat memukau. Selain itu, ia memiliki kepribadian yang menawan, jiwa yang baik, rendah hati, lidahnya bersih dan selamat dari rasa dengki. Karangannya seringkali menjadi senjata untuk membela orang-orang sezamannya seperti yang ia lakukan untuk Syaikh al Ghazaly. Sesungguhnya Yusuf al Qaradhawy adalah ulama unik yang jarang kita dapatkan di masa kini.

Syaikh Abdullah al ‘Aqil-mantan sekretari Liga Muslim Dunia-berkata: “Al Qaradhawy adalah laki-laki yang tahu langkah dakwah sekaligus sebagai faqih zaman ini.”

Syaikh Abul Majid az Zindani-dai dan tokoh harakah asal Yaman-berkata, “Al Qaradhawy adalah seorang ‘alim dan mujahid.”

Syaikh Abdul Qadir al Umari-mantan ketua Mahkamah Syariah Qatar-berkata, “Al Qaradhawy adalah seorang faqih yang membawa kemudahan-kemudahan.”

Syaikh Muhammad ‘Umar Zubair berkata, “Al Qaradhawy adalah pembawa panji kemudahan dalam fatwa dan kabar gembira dalam dakwah.”

Syaikh r. Muhammad Fathi ‘Utsman-seorang pemikir Islam terkenal-berkata, “Al Qaradhawy adalah seorang tokoh dan dai yang memiliki mata hati yang tajam dalam melihat realitas.”

Syaikh Adil Husein-penulis muslim dan tokoh Partai Amal di Mesir-berkata, “Al Qaradhawy adalah seorang ahli fiqh moderat zaman ini.”

Syaikh Rasyid al Ghanusyi-tokoh harakah dan ketua Partai Nahdhah di Tunisia berkata, “Ia adalah Imam Mujaddid. Al Qaradhawy adalah lisan kebenaran yang memberikan pukulan keras kepada orang-orang munafik di Tunisia.”

Syaikh Ahmad ar Rasyuni – ketua Jama’ah Tauhid di Maroko berkata, “Al Qaradhawy adalah seorang faqih yang mengerti maksud penerapan syariah.”

Syaikh Umar Nashef – Direktur Univ. King Abdul Aziz berkata, “Al Qaradhawy berada pada puncak pengabdiannya pada ilmu pengetahuan.”

Syaikh Adnan Zarzur -Profesor dan Ketua Dekan Fakultas ushuluddin di Univ. Qatar berkata, “Al Qaradhawy adalah seorang mujaddid. Ia adalah faqih dan mujtahid zaman ini. Al Qaradhawy telah berhasil menggabungkan ketelitian seorang faqih, semangat seorang dai, keberanian seorang mujaddid dan kemampuan seorang Imam. Al Qaradhawy telah membangun dakwah Islam dalam fiqh dan ijtihad.”

Isham Talimah mengutip perkataan seorang ulama, “Andaikata al Qaradhawy hanya mengarang buku Fiqh Zakat, dia akan berjumpa dengan Allah SWT dan telah dianggap membaktikan dirinya di bidang ilmiah untuk kepentingan Islam dan Umat Islam.”

Abul A’la al Maududi mengatakan bahwa Fiqh Zakat adalah buku zaman ini dalam fiqh Islam. Para spesialis masalah zakat mengatakan belum pernah ada satu karya pun yang menandingi Fiqh Zakat karya Al Qaradhawy.

Demikianlah pujian dan kesaksian yang bergelombang dari para ulama dunia dan tokoh-tokoh Islam untuk Hujjatuna wa ‘Allimuna al Imam ‘Allamah Syaikhul Islam Muhammad Yusuf al Qaradhawy Hafizhahullah. Di mana posisi para pencela menurut para Ulama itu? Cukuplah kiranya kesaksian-kesaksian itu membuat malu dan sadar para penuduhnya. Semoga Allah SWT menyatukan kita semua dalam kebenaran.

Al Ikhwan Al Muslimun, Anugerah Allah yang Terzalimi hal. 182-185.
Source: ulwani

34 Responses to "Yusuf Al Qaradhawy"

Assalamu’alaikum.
Afwan, ada dua pertanyaan dari saya:
1. Pak, bisa tunjukkan sumber dari perkataan (rekomendasi) 2 Syaikh besar, Syaikh Bin Baz dan Syaikh Al Albany -rahimahumullah- terhadap Yusuf Qaradhawi?
2. Sudahkah Anda membaca teguran keras dari kedua Syaikh tersebut dan para ulama ahlus sunnah lainnya terhadap Yusuf Qaradhawi?

1. Ini saya copas dari http://ulwani.tripod.com/kesaksian.htm
silakan cek sendiri.

2. Ulama ahlus sunnah atau ulama wahabi?

Iya, saya tahu kalau itu kopi paste dari situs lain. Tapi yang menjadi pertanyaan saya adalah adakah antum tahu sumber perkataan dari 2 syaikh ahlus sunnah tersebut terhadap Yusuf Qaradhawi? Setahu saya Syaikh Bin Baz dan Syaikh Al Albany justru mengkritik dengan keras Yusuf Qaradhawi karena penyimpangan-penyimpangannya.

Apa yang antum maksud dengan ulama wahabi itu? Apakah ulama yang menegur keras Yusuf Qaradhawi seperti Syaikh Muqbil, Syaikh Al Utsaimin, Syaikh Shalih Fauzan, Syaikh Yahya An Najmi, Syaikh Al Albany adalah masuk pada ulama wahabi yang antum maksud? Kalau benar, mengapa antum masukkan pula Syaikh Al Albany ke dalam artikel di atas?

Silakan baca Al Ikhwan Al Muslimun, Anugerah Allah yang Terzalimi hal. 182-185

Wahabi itu adalah julukan [antum dah tahu sendiri lah] seperti kelompok antum memberi gelar ke semua yang tidak sependapat dengan antum. Sedang antum sendiri menyebut sebagai salafi atau kelompok yang berada di atas ‘manhaj salaf’. Ulama2 ‘ahlus sunnah’ yang antum sebutkan kebetulan dari kelompok antum, yang mengaku salafi dan mendapat julukan Wahabi. Masalah julukan terserah siapa yang mau memberinya julukan, sama seperti antum memberi julukan ke semua orang Islam selain antum, minimal Ahlu Bid’ah.

Kalo gak sreg dengan sebutan Wahabi ya sudah, gitu aja kok repot. Syukron

Aduuuh kenapa sih sesama muslim masih suka beda pendapat ? Ini yg bikin org kafir senang, apalagi kalo sampe saling bunuh naudzubilah. Coba yg ditulis ttg bagaimana caranya membuat kedamain, ketenangan, kebahagian bagi semua orang. Kalo yg diomongi cuma kebencian dan kebusukan orang lain apalagi org kafir, (bukannya saya membela org kafir) kenapa produk dan buatan mereka kita pakai seperti komputer, hape, tivi, mobil dll. Mudah2an saya bukan termasuk org yg munafik.

Dakwah pada dasarnya memiliki perintah menuju jalan TuhanMU [Sabili robbika] dengan cara2 yang baik [hikmah] dan pelajaran yang baik2 [mau’idzoh hasanah]. Kalau pun berdebat, berdebatlah dengan cara yang paling baik [bil latiy hiya ahsan]. Itu prinsip ajaran Islam dengan wajah yang indah dan teduh. Namun tetap ada fase dimana kita harus tegas dan keras. Itulah yang di dakwahkan oleh para pendahulu kita, sampai datang para ‘pembaharu’ yang membawa dakwah dengan caci maki, sumpah serapah, kasar dlsb.

Allohu a’lamu.

Manusia yang perlu didakwahi banyak, saudara yang masih bergelimang muksiat okeh, yang kesusahan lebih banyak, orang yang perlu diajak berISLAM lebih banyak lagi. Alangkah indahnya jika manusia yang sudah menyatakan diri MUSLIM punya sikap RUHAMAU BAINAHUM, bukan malah gampang mengKAFIRkan muslim lainnya, memBID’AHkan mu’min lainnya. Hati2 Mas Anto yang ngaku paling salafi yang gampang menfonis orang.

Teman2, hati -hati deh, kalau ada orang merasa “aku dan golonganku paling benar sementara yang lain kafir atau bi’ah.”

@ Samwan n akh Sodiq : Syukron atas tambahannya.

Wajah Islam menjadi garang, penuh kebencian, menebarkan hujatan kemana2 dgn bahasa dan tindakan yg jauh dari akhlaq al karimah semenjak para wahabiyyun melakukan dakwah. Para mujassimah ini tdk henti2nya mengatai para ulama ahlus sunnah dgn celaan yg keji spt tuduhan sesat kepada imam Asyary, imam Maturidi dll. Wahabiyun sgt benci kaum sufi, padahal imam hasan bashri, imam juneid adalah para imam sufi.

@ jemand
Saya sendiri tidak suka berdebat atau mencela sesama muslim karena itu tidak baik. Tapi saya ingin menanyakan langsung julukan tendensius Ahmad Lukman kepada saya, seperti anto wahabi. Saya tanya ke dia apa makna wahabi itu. Ternyata dia nggak memberikan jawaban yang tuntas dan jelas. Kalau dia nggak ngerti makna wahabi, mengapa menggunakan istilah itu untuk menjuluki orang? Bukankah semacam ini perbuatan ikut-ikutan dan tidak di atas ilmu. Itu saja sdr jemand yang ingin saya tanya dari dia.

@ Ahmad Lukman
Mengerti dululah apa itu wahabi. Janganlah anda mengatakan apa yang anda tidak tahu tentangnya.

Seprti istilah salafi, berarti penisbatan atau penyandaran seseorang kepada para salaf (pendahulu) yang shaleh. Kalau seseorang itu memahami agama ini dengan mengikuti para salafush shaleh dalam memahami dan mengamalkan agama berarti dia adalah seorang salafi. SALAFI = pengikut SALAF. Istilah salafi dan ahlus sunnah pada hakikatnya adalah sama, yakni sama-sama menisbatkan atau menyandarkan diri kepada manhaj salaf. Seseorang yang berjalan di atas manhaj salaf bukan berarti dia itu tidak mungkin salah. tentu saja dia –sebgai manusia– akan tergelincir kepada kesalahan atau kekeliruan. Namun, ketika dirinya tahu bahwa dia telah salah atau telah menyelisihi sunnah maka dia cepat-cepat taubat dan kembali kepada (mengamalkan) sunnah.

Namun, istilah yang anda tujukan kepada saya sebagai wahabi apakah sudah tepat? Wahabi = pengikut WAHAB. Siapa sih yang mengikuti wahab? Siapa pula wabah itu? Saya minta penjelasan anda kok rasanya susah sekali ya. Mungkin ada di antara pembaca yang bisa membantu saya atau sdr Ahmad Lukman ini? Silakan.

Sekali lagi saya tidak ingin berdebat dan merendahkan sesama muslim. Muslim adalah saudara. Namun, jika seorang muslim dijuluki yang bukan-bukan dan dighibah oleh muslim yang lain, bagaimana solusi anda dalam menolong saudara yang mengghibah tsb?

1 postingan dihapus, karena dua kali kirim -admin-

Koreksi: Siapa pula sih Wahab itu?

Silakan cari lewat google. Bisa kan? 🙂

Salafy atau berjalan di atas ‘manhaj salaf’ itu kan klaim antum. Dan semua [baca : semua] yang berjalan tidak di jalan antum kan bukan ‘ahlus sunnah’.
Wahabi itu sebutan yang diberikan buat antum dan yang semisal. Samalah dengan antum menyematkan sebutan kepada orang yang tidak sepaham dengan antum. Ikhwan al Muslimin menjadi Ikhwan al Muflisin contohnya. belum lagi sebutan untuk Dr. Yusuf Qordhowy sebagai sang Penggunting syariat. Antum boleh menyematkan sebutan yang buruk2 ke orang lain, tapi gak mau disebut Wahaby. 😦 [kata Wahaby buruk ya?].

Pada komentar ane ke 4 dah ane tulis, kalo gak sreg ya sudah. Ternyata malah bener2 ada komentar dari antowahaby.

Iblis dikeluarkan dari surga karena “merasa lebih baik ” dari Nabi Adam AS. Kalau kita berperilaku merasa “lebih baik”, “lebih hebat”, “lebih khusyuk” dari orang lain atau apapun yg sifatnya “Ujub” dan “takabbur” terhadap semua orang, sama saja kita dengan Iblis tsb. Na’udzubillah.. Ya Alloh, jauhi kami dari sifat yang sedemikian.

Maaf Ahmad, istilah salafy itu bukan klaim saya. Masya Allah. Dari mana lagi anda bisa berkesimpulan seperti itu. Pak, jika anda seorang muslim, kita samakan untuk mengembalikan segala perselisihan kepada Alquran dan Sunnah. Mari kita belajar jujur pada diri kita sendiri. Kalau kita tidak tahu jangan kita sok merasa tahu. Kita sama-sama belajar mengenal apa itu manhaj salaf, salafy, ahlus sunnah, al ghuroba, thaifah al manshurah, dan ahlul hadits. Saya juga masih pemula dalam mengenal manhaj salaf ini. Kalau kita belum tahu jangan malu untuk bertanya kepada yang lebih tahu.

Awalnya saya hanya ingin tahu mengapa anda menjuluki saya wahabi. Namun, tanggapan-tanggapan anda mengisyaratkan bahwa anda tidak paham apa itu makna wahabi. Justru isyarat yang tampak, anda hanya ikut-ikutan menyematkan istilah wahabi terhadap ahlus sunnah atau kepada seseorang yang ingin berjalan di atas manhaj salaf. Kalau ikut-ikutan mengamalkan sunnah nabi sih bagus-bagus saja, tapi kalau ikut-ikutan dalam hal menjauhkan umat dari dakwah tauhid dg menyematkan julukan wahabi berarti anda ikut menyerang Islam baik anda sadar atau tidak. Jangan begitulah Pak. Takutlah kepada Allah.

Mengenai keberatan anda dg teguran keras para ulama terhadap Yusuf Qaradhawi, maka tidak bisa menjadikan alasan untuk anda kemudian menjuluki para ulama tersebut dengan gelaran Wahabi–yang anda sendiri tidak paham maksudnya. Sungguh sangat disayangkan.

Mengenai yusuf Qaradhawi, saya tanya anda:
1. Apa pendapat anda bahwa umat Islam telah tahu bahwa Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam mengharamkan zina dan musik , kemudian ada yang berkata bahwa zina dan musik itu halal?
2. Apa pendapat anda bahwa umat Islam bersepakat bahwa Allah dan Rasul-Nya melaknat Yahudi, kemudian ada yang memuji-muji Yahudi dan mengatakan bahwa permusuhan islam terhdp Yahudi bukan masalah akidah, tapi krn mereka menjajah negeri kita?
3. Apa pula pendapat Anda terhadap seseorang yang memosisikan Makhluk lebih tinggi daripada Allah ta’ala?

Yang saya tanyakan kepada anda tersebut, semua ada pada diri Yusuf Qaradhawi. Apakah seperti ini keadaannya masih anda kagumi? Apakah anda mengetahui sampai detik ini, dia bertaubat atas perkataannya tersebut? Silakan merenungkan kembali untuk fanatik terhadap bliau.

Semoga Allah memperbaiki anda.

Koreksi: Silakan merenung kembali jika anda tetap ingin fanatik terhadap beliau.

Hebat2. Anda memang tidak akan pernah ridho disebut wahaby seperti yang disebut pak Lukman di forum ini. Yang menyebut anda Wahabi bukan cuma dia.

Zina halal? anda bisa memberikan bukti bahwa beliau mengatakan zina halal? Jangan cuma mengutip dan menuduh.

Semoga Alloh melindungi muslimin dari bahaya mujassimah wahabi.

Syaikh Nashirudin al Albany mengatakan hadits-hadits yang mengharamkan alat-alat musik seperti seruling, gendang, dan sejenisnya, seluruhnya dha’if. Beliau adalah ahli hadits yang dielu-eluka oleh salafi [kalo keberatan disebut wahabi]. http://www.mail-archive.com/nasyid-indonesia@yahoogroups.com/msg02770.html

Mengenai wahabi silakan cek http://id.wikipedia.org/wiki/Wahhabisme

Semoga Alloh memperbaiki Anda juga lah jangan saya aja.

Koreksi : Sudah saya renungi dan beliau termasuk ulama yang baik.

@ antowahaby
Dari isyarat Yusuf Qaradhawi sendiri dalam Kitab Halal wa Haram bahwa bliau menghalalkan nyanyian baik dg atau tanpa musik. Padahal nyanyian adalah seruling syaitan yang menyampaikan kepada zina dan perbuatan keji (fahisyah ). Qaradhawi berkata: “Dan di antara hiburan yang menenangkan jiwa, menyenangkan hati, dan dinikmati oleh telinga adalah nyanyian. Islam telah membolehkannya selama tidak mengandung unsur-unsur fahisy (keji), kata-kata kotor atau mendorong perbuatan dosa. Dan tidak apa-apa pula jika diiringi musik (yang tidak terlalu keras) dan mustahab diadakan dalam acara-acara ceria, untuk menunjukkan suka cita dan ketenangan jiwa seperti hari raya, pengantin, menyambut kedatangan, saat pesta, nikah, akikah, dan kelahiran anak. (Al Halal wal Haram hlm. 391)

@ Ahmad Luqman
Dikatakan dalam situs tersebut penulis mengatakan bahwa bahwa: “Akan tetapi Al-Albani dalam kitabnya Dha’if Al-Adab Al-Mufrad setuju dengan pendapat Ibnu Hazm dalam Al-Muhalla bahwa hadits yang mengharamkan alat-alat musik adalah Munqathi’.”

Namun, yang saya tahu justru Syaikh Al Albany mengkritik orang-orang yang taklid thd Ibnu Hazm. Setelah menyebutkan pendapat Ibnu Hazm tentang hadits ini, yaitu hadits yang dikeluarkan oleh Bukhari dari Abu ‘Amir atau Abu Malik Al Asy’ari dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam: ‘Akan ada dari umatku kaum yang menghalalkan zina dan sutera, khamr ,dan alat musik.’ Syaikh Al Albani mengatakan: “Dan tidak tersamar lagi bagi para thalabul ilmi lebih-lebih para ulama tentang pemaksaan yang berlebih-lebihan karena terputusnya sanad, jikalau benar tidak harus menghukumi bahwa matan hadits tersebut palsu. Apalagi sanad hadits tersebut tersambung dari jalan lain dari Bukhari sendiri dan jalan yang ketiga ada pada kami sebagaimana telah disebutkan dan yang akan datang. Meski demikian, Qaradhawi dan (Muhammad) Al Ghazali serta para pengikutnya tetap saja menutup mata mereka dan bertaklid kepada Ibnu Hazm. Apakah hal tersebut timbul dari kejahilan mereka ataukah karena hawa nafsu saja. Wal ‘iyaadzubillah.” (Al Albani, Tahriimu Aalati Ath Tharb halaman 82-83)

Hadits Ibnu Abbas, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mengharam khamr, judi, dan gendang.” (HR. Abu Daud, Baihaqi, Ahmad, dan sebagainya. Dishahihkan oleh Al Albani, Tahriimu Aalath Ath Tharb halaman 56)

Riwayat Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Rebana itu haram, alat-alat musik haram, gendang itu haram, dan seruling itu haram.” (Dikeluarkan oleh Baihaqi dan dihasankan oleh Al Albani, Tahriimu Aalati Ath Tharb halaman 92)

Baiklah saya cukupkan saja diskusi ini karena menjadi melebar pembahasannya. Semoga Allah memberi petunjuk kepadaku dan kepadamu.

Terima kasih atas waktunya untuk diskusi. Barakallahu fiikum

Ane juga berterima kasih atas kunjungan antum di blog ane. Sengaja komentar tdk ane moderatori [saring] supaya diskusi bisa dibaca lengkap. Mohon maaf jika ada yg salah.

Barokallohu fiik ya aba Binbaz.

Untuk AntoSalafy:

Pujian Syaikh Al Albany terhadap Syaikh al qaradhawy ada dalam muqaddimah kitab Ghayatul maram fi takhrijil hadits halal wal haram … kalau anda bisa bahasa Arab .. saya yakin Anda akan menemukannya ..

Ada pun pujian Syaikh binBaz ada dalam kitab Manhaj Fiqih Yusuf al Qaradhawy karya Syaikh Isham talimah … bukan hanya itu tetapi Syaikh Bin Baz memanggil Syaikh al Alqaradhawy dengan sebutan Al Ustadz Al fadhil …

Ada pun tentang celaan para tokoh yang Anda sebut terhadap Syaikh Al Qaradhawy … ternyata hanya KARENA masalah KHILAFIYAH fiqih semata .. dan itu menunjukan ketidakmampuan tokoh2 itu dalam berselisih pendapat, para IMAM terdahulu mengatakan, “BARANGSIAPA YANG TIDAK TAHU PERSELISIHAN FIQIH AHLI FIQH, MAKA DIA BELUM MENCIUM AROMA FIQIH.”

Majalah Al Muslimun telah menyebut bahya Syaikh al Qaradhawy adalah MUJTAHID ABAD ini ..

Sedangkan masalah musik yang Sdr. Anto permasalahkan itu membuktikan kedangkalannya dalam perselisihan Fiqih …

Imam Ibnu Jama’ah mengatakan masalah lagu dan musik, para ulama terbagi menjadi delapan pendapat (Az Zubaidy, Al ittihaf syarah al Ihya, VII/7) Bahkan Imam Ibnu Hajar al Haitsami menyebutkan ada sebelas pendapat para ulama.(Ibnu Hajar al Haitsami, Kaffur Ri’a ’an Muharramat al lahwy was Sima’, II/277-278)

Bahkan telah ada dua puluh kitab yang disusun oleh ulama klasik tentang pembelaan mereka terhadap lagu dan musik, sebagaimana yang disebutkan dalam At Taratib Al Idariyah Juz II, hal. 132, di antaranya:
1. Kitab Ar Rukhshah fis Sima’ yang ditulis oleh Imam Ibnu Qutaibah, di dalamnya banyak sekali riwayat tentang sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in yang mendengarkan lagu, dengan atau tanpa musik.
2. Kitab Al Muhalla oleh Imam Ibnu Hazm, di dalamnya dia menyebutkan: “Semua riwayat yang mengharamkannya itu batil dan maudhu’.”
3. Kitab Muhammad bin Thahir al Maqdisy, dia menyebutkan di dalamnya: “Tidak ada perbedaan mendengarkan suara senar gitar dengan suara burung.” Dia juga mengatakan, “Tak ada satu huruf pun yang shahih tentang (pengharaman) ini.”
4. Kitab Bawariqul Ilma’ fi Takfiri man Yuharrimu Muthlaqas Sima’ karya Ahmad al Ghazali (saudara kandung Imam al Ghazali)
5. Kitab Ibthalul Da’wal Ijma’ ‘ala Tahrimi Muthlaqis Sima’ karya Imam Asy Syaukani (dalam karyanya yang lain yakni Nailul Authar juga ada pembahasan tentang ini)
6. Kitab Nuzhatul Asma’ fi Mas’alatis Sima’ karya Imam Ibnu Rajab al Hambali murid Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, ada pula yang mengatakan murid Imam Ibnul Qayyim al jauziyah.
7. Kitab Ahkamul Qur’an karya Imam Abu Bakar Ibnul ‘Arabi al Maliki. Dia mengatakan keringanan pada walimah, bukan hanya alat musik tabuh, melainkan seluruh alat musik (Jilid III, hal. 1494). Ia menegaskan tak ada di dalam Al Quran dan As Sunnah tentang pengharaman lagu dan musik (Jilid III, hal. 1053)
8. Kitab Ihya’ Ulumuddin karya Imam al Ghazali, dan karya-karya lainnya

Sekarang kita simak apa kata Imam Ibnu Nahwi dalam al Umdah, atau Imam Asy Syaukani (Nailul Authar, VIII/264-266):

“Kebolehan menyanyi dan mendengarnya ini diriwayatkan dari segolongan sahabat dan tabi’in. Golongan sahabat di antaranya Umar, Utsman, Abdurrahman bin ‘Auf, Abu Ubaidah bin al Jarrah, Abu Mas’ud al Anshari, Bilal, Abdullah bin al Arqam, Usamah bin Zaid, Hamzah, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Ja’far, Abdullah bin Zubair, Hasan bin Tsabit, Abdullah bin Amr, Qurzhah bin Ka’ab, Khuwat bin Jubair, Ribah bin al Mu’tarif, Mughirah bin Syu’bah, Amr bin al Ash, ‘Aisyah, dan Rubayyi’ binti Mu’awwidz.
Sedangkan kalangan tabi’in adalah Said bin al Musayyib, Salim bin Abdullah bin Umar, Ibnul Hasan, Kharijah bin Zaid, Syuraih al Qadhi, Said bin Jubair, Amr asy Sya’bi, Abdullah bin Abi ‘Atiq, Atha’ bin Abi Rabah, Ibnu Syihab Az Zuhri, Umar bin Abdul ‘Aziz, dan Sa’ad bin Ibrahim az Zuhri.
Adapun orang yang mengikuti mereka adalah sejumlah manusia yang tidak terhitung, imam empat madzhab, Sufyan bin ‘Uyainah, dan jumhur ulama Syafi’iyah.”

Al ‘Allamah Abu Umar al Andalusi meriwayatkan dalam Al ‘Aqd, bahwa Abdullah bin Umar pernah datang ke rumah Abdullah bin Ja’far, lalu di dapatinya seorang budak perempuan milik Abdullah bin Ja’far yang di dalam kamarnya terdapat alat musik ‘Aud (kecapi). Kemudian Abdullah bin Ja’far bertanya kepada Ibnu Umar, “Apakah Anda menganggapnya terlarang?” Ibnu Umar menjawab: “Tidak apa-apa.”

Imam Ibnu Qutaybah juga meriwayatkan bahwa Mu’awiyah pernah menemani anaknya –Yazid- yang sedang memainkan ‘Aud. Mu’awiyah menemaninya dengan memainkan tharb (rebab-alat musik pukul). Masih banyak lagi kisah tentang masalah ini dari Mu’awiyah.

adalah anak Ja’far bin Abu Thalib Radhiallahu ‘Anhu, ketua rombongan hijrah pertama ke Habasyah. Abdullah bin Ja’far terkenal sebagai sahabat nabi yang suka mendengarkan nyanyian dengan mengunakan musik. Al ‘Allamah Kamaluddin Abul fadhl Ja’far bin Tsa’lab al Adfawy mengatakan dalam al imta’: Adalah Abdullah bin ja’far bin Abi Thalib, dia cukup terkenal dalam hal mendengarkan nyanyian dan lagu. Banyak para ahli fiqih, huffazh, dan ahli tarikh yang menimba ilmu darinya.

Imam Ibnu Abdil Barr berkata: “Beliau berpandangan bahwa dalam nyanyian itu tidak ada masalah apapun.” (Al Isti’ab, II/276)

+++++++++++++++++++

maka saya minta agar ANTOSALAFY tidak lagi mempertontonkan kejahilannya dalam fiqih .. sebagaimana yang dia lakukan dalam website penuh fitnah yang dikelolanya ..

Website antosalafy.wordpress.com dah wafat. Websitenya sering diserang para bloger lainnya dan dianggap sampah dlm dunia blogsphere. Spt kebanyakan blog salafi lainnya, komentar di blog antosalafi hanya menampilkan tanggapan atau komentar yg sesuai dgn harapan mereka. Syukron ustadz

kalian semua sok tau ttg agama, kalau lo semua pade merasa alim, coba dong benerin kebodohan ummat islam di indonesia sekarang!!!

hai orang-orang wahabi atau apalah namanya mau salafi kek, sama aja. Ajaran kalian itu terlalu dangkal, ilmu kalian terlalu dangkal. sedikit -sedikit bilang bid’ah. Baca dong buku-buku sejarah, baca dong literatur ahlussunnah.

ini adalah pengalaman pribadi tentang musik.
saya dilahirkan dilingkungan yang sangat menggemari musik. sejak dari ayunan saya dicekoki musik. ayah saya penggemar elvis presley, the beatles, gito rollies dll. sedang ibu saya penggemar lagu-lagu ernie johan, connie francis(?) dan beberapa penyanyi kulit hitam dan putih tahun 60’an. dalam keadaan demikianlah saya tumbuh, seolah-olah hidup-mati saya hanya untuk musik. kalau pagi-pagi, ba’da subuh dengar kuliah subuhnya buya hamka, setelahnya musik, musik dan musik. mulai pagi sampai malam. saya menjadi penggila musik. saya fans berat sama the beatles, satu demi satu ambum dan singglenya saya buru. rasanya nggak afdol kalau jadi penggemar tapi nggak punya koleksinya. akhirnya saya diperkenalkan dengan musik-musik rock(cadas?), the rollingstones, deep purple, led zeppelin, black sabbath, the queen, the police dll, kalau musikus lokal saya menggemari koesplus, panbers, the rolies, godbless, ucok aka dll. dalam masa itu juga saya mengenal musik blues. rasanya ada yang kurang kalau kita mendengar musik blues tanpa mengisap ganja, nikmat banget. sampai pertengahan tahun 80’an saya punya koleksi kaset lebih dari 1000 buah. pada masa itu indonesia sorganya para pembajak, saya masih ingat nama-nama perusahaan rekamannya. dimasa itu pula saya membentuk group band namanya ‘the redeyes’ ‘si matamerah’. kami isap ganja dulu sebelum naik panggung sampai mata kita merah. dan saya bisa menyalurkan ‘bakat alam’ saya, alhamdulillah nggak sempat rekaman sudah bubar. pada masa-masa itu kehidupan saya sangat liar sekali, mabuk minuman keras, ganja, obat-obatan semacam bk(anjing gila) nipam, mg(megadon) mudah didapat. kalau malam minggu nggak ke diskotik rasanya ada yang kurang, setelah ajojing biasanya gank saya gaet cewe untuk kita ajak check in. kalau mau tahun baru, wah gank saya mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang, mulai sound system, minuman (keras dan ringan), makanan bahkan video dan BF. kehidupan saya sangat gersang, jauh dari tuntunan agama. PADAHAL SAYA KALAU DIRUMAH SELALU MENGERJAKAN SHALAT 5 WAKTU. oiya ada yang saya lupa mengatakannya, ibu saya dari sumatera barat, beliau sangat keras dalam mendidik kami, anak-anaknya yang berjumlah 7 orang. dalam tahun 1973 kami dikirim ke kampung halaman ibu untuk belajar al-Qur’an selama 1 tahun. diawal 1974 kami memasuki ibukota tercinta. guna memperdalam al-Qur’an, ibu kami memanggil guru ngaji, seminggu sekali. tapi ngaji dirumah itu cuma bertahan 5-6 bulan saja. setelahnya, seperti yang saya alami pada cerita saya diawal. juli 1985 saya menikah, mei 1986 lahir anak kami yang pertama, aulia, perempuan, saya berusaha menjadi bapak yang baik. pada saat inilah koleksi kaset saya banyak yang hilang, kesedihan saya luar biasa atas kehilangan tersebut. saya mendidik anak saya sama persis seperti orang tua saya mendidik saya, yaitu al-Qur’an dan musik. bayangkan anak usia 2 tahun sudah hafal BELASAN lagu anak-anak dan BEBERAPA surat pendek al-Qur’an. demikianlah juga anak ke-2, ke-3 ke-4 dan ke-5. anak saya yang pertama aulia, setelah lulus sd saya masukan ke ponpes, selama 6 tahun. dengan harapan dia punya dasar agama yang kuat, begitu pula adiknya. saya juga berharap agar mereka dapat menurun ilmu yang mereka dapat dari pondok-pesantren kepada adik-adiknya. harapan tinggal harapan, yang mereka ajarkan kepada adik-adiknya adalah nasyid, bukan al-Qur’an atau hadits. karena waktu itu saya menganggap nasyid adalah ibadah, maka saya biarkan hal itu terjadi. dalam pada itu sayapun belajar dan mencari ilmu, dari ustadz 1 ke ustadz lainnya, dari halaqah 1 ke halaqah lainnya. tapi dahaga saya (akan ilmu agama) tak pernah terpuaskan. tapi saya mencari dan mencari. tetap saja hati saya tak pernah tenang dan tentram dan tetap haus. mereka, ustadz-ustadz yang yang saya datangi ada 2 kemungkinan, terlalu pelit sama ilmu atau miskin ilmu. akhirnya pada tahun 2006 saya jumpa dengan seorang ikhwan, yang mengajak saya untuk ngaji, disitu seolah saya jumpai sebuah telaga yang sangat jernih sekali, sepuas-puasnya saya minum ditelaga itu. disinilah saya mendapatkan ilmu mana yang haq mana yang bathil, penjelasannya sangat runut dan rinci sekali, begitu pula masalah halal dan haram, bahkan para asatidz ini memerintahkan kami untuk meninggalkan semua yang meragukan, kepada yang tidak meragukan. salahsatunya adalah musik, sudah banyak ulama ahlussunnah mengharamkannya, dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
“dan diantara manusia ada yang membeli (menukar) ‘lahwal hadist’ untuk menyesatkan orang dari jalan Allah tanpa ilmu dan menjadikannya ejekan, bagi mereka siksa yang menghinakan.”(QS Luqman:6)
Abullah bin Abbas menafsirkan ‘lahwal hadits’ dengan ‘nyanyian’.
kata imam al Qurtubi dalam tafsirnya Jami Ahkamul Qur’an, penafsiran demikian lebih tinggi dan lebih utama kedudukannya.
hal itu ditegaskan pula oleh lmam Akhmad al Qurtubi dalam Kasyful Qina’ halaman 62 bahwa penafsiran lbnu Abbas tersebut telah dijamin oleh Rasulullah Shalallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang didoakan oleh beliau:
“Ya Allah, jadikan dia (Ibnu Abbas) faham terhadap agama ini dan ajarkan dia ta’wil (penafsiran al-Qur’an).”(HSR Bukhari 4/10, Muslim 2477, dan Ahmad 1/266,314,328,335}
dengan doanya ini para ulama dari kalangan dsahabat memberi gelar kepada Ibnu Abbas dengan Turjumanul Qur’an (Penfsir Qur’an).
manakah yang lebih utama, perkataan sahabat atau al-Qur’an?
cukuplah 1 dalil ini saja untuk membantah orang-orang yang menghalalkan musik.
setelah tahu bahwa musik itu haram, saya lalu sampaikan berita ini kepada keluarga saya. tapi saya menghadapi tantangan yang keras dari anak dan isteri saya. “agama adalah nasihat” sabda Rasulullah, maka saya nasihati mereka dengan lemah lembut, saya terangkan akibat dengar musik, keburukan-keburukannya, saya juga sampaikan keuntungan-keuntungan mendengar murattal.
sungguh, sewaktu saya masih senang musik, hati saya keras, sekeras batu. nasihat apapun yang orang sampaikan kepada saya pasti saya bantah. saya merasa orang yang paling benar didunia, semuanya orang salah dimata saya. tapi setelah saya baca fatwa Ibnu Mas’ud:”NYANYIAN MENUMBUHKAN KEMUNAFIKAN DLM HATI SEPERTI AIR MENUMBUHKAN TANAMAN.”
saya hancurkan koleksi kaset musik saya yang tersisa, saya
beli cd murattal, dan saya paksakan untuk mencintai al-Qur’an dan membenci musik, Alhamdulillah dengan hidayahNya juga akhirnya saya sangat mencintai al-Qur’an.
musik dan Qur’an seperti air dan minyak. tak akan pernah bersatu selamanya.satu dan lainnya saling mennyingkirkan dari dalam hati. dzikir adalah mengingat Allah, sebaik-baik dzikir adalah membaca dan mendengarkan al-Qur’an. oiya ikhwan yang mengajak ngaji saya adalah abu maulid anto purwanto assalafy, semoga Allah menjaganya,

Inilah keburukan-keburukan musik:
1. rokok, ganja, minuman keras(khamr)
2. ikhtilat, zina
3. seruling setan
4. tabarruj
5. melalaikan da memalingkan dari mengingat Allah Ta’ala.

semoga bermanfaat

Dalil-Dalil Dari As Sunnah

1. Dari Abi ‘Amir –Abu Malik– Al Asy’ari, dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam beliau bersabda :

“Sungguh akan ada di kalangan umatku suatu kaum yang menganggap halalnya zina, sutera, khamr, dan alat-alat musik … .” (HR. Bukhari 10/51/5590-Fath)

2. Dari Abi Malik Al Asy’ari dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam beliau bersabda :

“Sesungguhnya akan ada sebagian manusia dari umatku meminum khamr yang mereka namakan dengan nama-nama lain, kepala mereka bergoyang-goyang karena alat-alat musik dan penyanyi-penyanyi wanita, maka Allah benamkan mereka ke dalam perut bumi dan menjadikan sebagian mereka kera dan babi.” (HR. Bukhari dalam At Tarikh 1/1/305, Al Baihaqi, Ibnu Abi Syaibah dan lain-lain. Lihat Tahrim ‘alath Tharb oleh Syaikh Al Albani halaman 45-46)

3. Dari Anas bin Malik berkata :

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :

Dua suara terlaknat di dunia dan di akhirat : “Seruling-seruling (musik-musik atau nyanyian) ketika mendapat kesenangan dan rintihan (ratapan) ketika mendapat musibah.” (Dikeluarkan oleh Al Bazzar dalam Musnad-nya, juga Abu Bakar Asy Syafi’i, Dliya’ Al Maqdisy, lihat Tahrim ‘alath Tharb oleh Syaikh Al Albani halaman 51-52)

4. Dari ‘Abdurrahman bin ‘Auf ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :

“Sesungguhnya saya tidak melarang (kamu) menangis, tapi saya melarangmu dari dua suara (yang menunjukkan) kedunguan dan kejahatan, yaitu suara ketika gembira, yaitu bernyanyi-nyanyi, bermain-main, dan seruling-seruling syaithan dan suara ketika mendapat musibah, memukul-mukul wajah, merobek-robek baju, dan ratapan-ratapan syaithan.” (Dikeluarkan oleh Al Hakim, Al Baihaqi, Ibnu Abiddunya, Al Ajurri, dan lain-lain, lihat Tahrim ‘alath Tharb halaman 52-53)

5. Dari Ibnu Abbas, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :

“Sesungguhnya Allah telah mengharamkan bagiku –atau mengharamkan– khamr, judi, al kubah (gendang), dan seluruh yang memabukkan haram.” (HR. Abu Dawud, Al Baihaqi, Ahmad, Abu Ya’la, Abu Hasan Ath Thusy, Ath Thabrani dalam Tahrim ‘alath Tharb halaman 55-56)

6. Dari ‘Imran Hushain ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :

“Akan terjadi pada umatku, lemparan batu, perubahan bentuk, dan tenggelam ke dalam bumi.” Dikatakan : “Ya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, kapan itu terjadi?” Beliau menjawab : “Jika telah tampak alat-alat musik, banyaknya penyanyi wanita, dan diminumnya khamr-khamr.” (Dikeluarkan oleh Tirmidzi, Ibnu Abiddunya, dan lain-lain, lihat Tahrim ‘alath Tharb halaman 63-64)

7. Dari Nafi’ maula Ibnu ‘Umar, ia bercerita bahwa Ibnu ‘Umar pernah mendengar suara seruling gembala lalu (‘Umar) meletakkan jarinya di kedua telinganya dan pindah ke jalan lain dan berkata : “Wahai Nafi’, apakah engkau mendengar?” Aku jawab : “Ya.” Dan ia terus berjalan sampai kukatakan tidak. Setelah itu ia letakkan lagi tangannya dan kembali ke jalan semula. Lalu beliau berkata :

“Kulihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam mendengar suling gembala lalu berbuat seperti ini.” (Dikeluarkan oleh Abu Dawud 4925 dan Baihaqi 10/222 dengan sanad hasan)

Imam Ibnul Jauzi dalam Talbis Iblis (Muntaqa Nafis halaman 304) mengomentari hadits ini sebagai berikut : “Jika seperti ini yang dilakukan mereka terhadap suara-suara yang tidak menyimpang dari sikap-sikap yang lurus, maka bagaimanakah dengan nyanyian dan musik-musik orang jaman sekarang (jaman beliau rahimahullah, apalagi di jaman kita, pent.)?”

Ini adalah khutbatul hajah, yang beliau Rasulullah Shallalallhu ‘Alaihi wa Sallam sampaikan kepada para sahabatnya sebelum beliau memberikan nashihat dan wejangan:
Sesungguhnya segala puji (hanyalah) bagi Allah, Kami memujiNya, kami memohon pertolongan kepadaNya, dan kami memohon ampunan (hanyalah) kepadaNya. kami pun berlindung dari keburukan diri-diri kami dan kejelekan amal-amal kami.

Barangsiapa yang diberi petunjuk Allah maka tiada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan maka tiada yang dapat menberinya petunjuk.

Aku bersaksi bahwasannya tiada Ilah -yang berhak disembah- kecuali Allah saja, Yang tiada sekutu bagiNya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hambaNya dan (sekaligus) utusanNya. Semoga shalawat dan salam senantiasa terlimpahkan kepada beliau dan keluarganya.

Allah berfirman (yang artinya) : “Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dengan taqwa yang sebenar-benarnya, janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan islam.” [Ali Imraan : 102]

“Hai sekalian manusia bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dair diri yang satu (Adam), dan daripadanya Allah menciptakan isterinya (Hawa); dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan ) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharaah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasikamu.” [An-Nisaa’ : 1]

“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar. Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barangsiapa mentaati Allah dan RasulNya maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” [Al-Ahzab : 70-71]

amma ba’du :

sesunggunya sebenar-benar perkataan adalah kalamullah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan (perkara baru dalam agama) dan setiap yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat dan tiap-tiap kesesatan tempatnya di neraka.

Sabda Rasulullah:

أَلاَ إِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ

“Ketahuilah, sesungguhnya dalam jasad ada segumpal darah. Jika ia baik, seluruh jasad akan baik pula. Jika ia rusak, maka seluruh jasad akan rusak. Ketahuilah bahwa itu adalah qalbu.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 52, dan Muslim no. 4070)

Cobalah antum semua berpikir dengan tenang dan jernih, apakah hati antum dalam keadaan sehat? Bagaimana rasanya jika antum mendengarkan murattal? Apakah ada rasa sesak dan benci mendengarkan murattal dan ingin segera menggantinya dengan musik? Jika hal itu terjadi, maka sungguh saya juga, -beberapa tahun yang lalu-, merasakan hal yang sama. Dan sekarang insyaAllah saya sangat membenci dan mengharamkan musik, seperti saya mengharamkan khamr.

Ini adalah pengalaman pribadi, saya tidak bermaksud membela al akh anto salafy atau menyerang semua orang yang pro sama blog ini, semoga dapat diambil ibrahnya.

Saya cukupkan sampai disini, semua kejelekan dan kesalahan adalah dari setan yang terkutuk, dan juga segala yang baik dan benar hanya dari Allah Tabaraka wa Ta’ala, kapadaNyalah saya meminta pertolongan dan memohon perlindungan. Amien.

ada yang punya murottal thaha al Junayd tidak….? butuh nih… enak sih suaranya… 🙂

Browsing di google aja mas, banyak kok.

WOW
SERUU…
MASLAH INI LAGI…
AYO TERUS BERTENGKAR DIRI KALIAN LAH YANG PALING BAIK….!!!!
TERUSLAH BERTENGKAR… SAYA YANG AKAN MEMPERMAIKAN PIKIRAN ANAK CUCU KALIAN…!!!!
WAHAI ANTOSALAFY DIRIMU LAH YANG PALING BENAR KARENA DIRIMU MUNGKIN SEORANG ANAK NABI YANG BERKATA SAYA “SEORANG SALAFY YANG PASTI JALAN INI SAYA BENAR!!! KARENA SAYA SALAFY” “BILA KALIAN TIDAK IKUT SALAFY KALIAN PASTI MASUK NERAKA”

APAKAH SEPERTI ITU AKHLAK SEORANG “SALAFY YG SEBENERNYA”???
INTROSPEKDI DIRI KALIAN MUNGKIN SIKAP KALIAN INI YG MEBUAT SAYA MAKIN SENANG…!!!

ULAMA DAHULU TIDAK PERNAH BERSIKAP SEPERTI INI,
MEREKA SALING MENGHARGAI FIQH MASING-MASING…!!!
TERUS LAH BERSIKAP SEPERTI INI DAN BUAT SAYA TERUS TERTAWA

Orang Kafir?

Silakan berkomentar, namun tetap dalam koridor yang santun.

Thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Shalawat

Al Qur’an Online

Tawassul

Pengunjung

  • 620,384 Pembaca Setia

اهلا وسهلا بحضوركم

Ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk. Kebenaran datangnya dari Alloh SWT, kesalahan datangnya dari kelemahan diri saya pribadi. Jika ingin copy-paste silakan. Mohon masukan dan tegur sapa serta do'akan semoga tetap istiqomah di jalanNYA. Amien

Terima kasih atas kunjungan Anda

Allah exists without a place!

Sahabat Ali Ibn Abi Thalib berkata : "Sebagian golongan dari umat Islam ini ketika kiamat telah dekat akan kembali menjadi orang-orang kafir." Seseorang bertanya kepadanya : "Wahai Amirul Mukminin apakah sebab kekufuran mereka? Adakah karena membuat ajaran baru atau karena pengingkaran?” Sahabat Ali Ibn Abi Thalib menjawab : "Mereka menjadi kafir karena pengingkaran. Mereka mengingkari Pencipta mereka (Allah SWT) dan mensifati-Nya dengan sifat-sifat benda dan anggota-anggota badan." (Imam Ibn Al-Mu'allim Al-Qurasyi (w. 725 H) dalam Kitab Najm Al-Muhtadi Wa Rajm Al-Mu'tadi)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,017 other followers

December 2007
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Twitter

Follow me

Shalawat

  1. preview.mp3
  2. M%2BArifin%2BIlham%2B-%2BYa%2BNabi%2BSalam%2BAlaika.mp3



Asas

Page Rank

Online

tracker

My 4shared

%d bloggers like this: