Sekedar Catatan

1 Januari 2008

Posted on: January 1, 2008

Tiga… Dua… Satuuu….. preeet… teeeet…. jederrr!!! Setali tiga uang. Di hampir semua belahan dunia larut dalam gegap gempita menyambut pergantian tahun. Untuk merayakan perpindahan tahun, manifestasinya bisa bermacam2. Lokasi menghabiskan detik2 terakhir 31 Desember pun beraneka tempat. Intinya cuma satu, tidak ingin ketinggalan melewati momen yang tidak akan pernah terulang untuk selamanya, ya por eper! Kota ‘seimut’ Lhokseumawe juga gak mau ketinggalan ambil bagian. Gue gak berada dalam keramaian langsung, namun hembusan keriuhrendahan terdengar sampai daun pintu kamar. Bunyi letupan petasan terdengar saling bersautan nyaris tanpa jeda. Langit kota tanjung Lhokseumawe dipenuhi asap dan bau serbuk petasan dan di atas tanahnya berserakan kulit pembungkus mercon. Sementara ratusan bahkan mungkin ribuan muda-mudi berseliweran di jalanan utama kota yang tidak seberapa. Beberapa teriakan lamat2 terdengar ditingkahi bunyi derum sepeda motor berlalu. Tidak ada adu cepat motor malam ini seperti malam2 libur pada biasanya. Bagaimana mau kebut2an, lah banyak hamparan manusia di sisi kiri dan kanan jalan.

Ups… kita sudah seperti mereka. Siapa? Ya, siapa lagi?

Inilah salah satu buah Ghozwul Fikri* telanjang. Gak usah tengok Jakarta dengan segudang acara maksiat [meskipun ada tabligh akbar, malam muhasabah, dzikir bersama dll]. Lihat saja kota ini, yang notabene 99% penduduknya muslim. Kota yang ‘telah’ menerapkan syariat Islam [meski baru dalam tataran sederhana], yang memiliki julukan serambi Mekah, pun larut dalam kesemarkan menyambut tahun baru masehi! Berpasang2an bukan muhrim! Dan entah apa lagi.

Ups… kita sudah seperti mereka. Siapa? Ya, siapa lagi?

13 Responses to "1 Januari 2008"

Selamat tahun baru 2008 semoga sukses dan sehat selalu ya Pak.Semoga TELKOMSEL selalu jaya di masa yang akan datang.

Sebuah ironi, upaya aktualisasi diri dari generasi frustasi.

Gutes Neues Jahr………….:)

@Mardi: Amien. Smg tambah sukses di 08 ya.
@Pak Muji: Tahun ini gak kumpul ama keluarga. Biar lebih cepat balik ke Jakarta deh.
Info tambahan, diluar hal di atas, masyarakat sini memang kurang hiburan.
@NE: Sami2 ya Neng.

Balik ke Jakarta …? Amin Pak Haji, semoga sama-sama kembali ke Jakarta he…he….lagu kesayangan Pak Yunus.

Kalau kurang hiburan berarti sering-sering buat acara Gebyar PeDe kayak kemarin. Oh ya Gebyar PeDe kok nggak diposting …?

Siap pak Muji. Yg suka lagu Koes Plus, Kembali ke Jakarta, ternyata bukan pak AY aja. 🙂

Gebyar simPATI PeDe, menyusul pak. Konsultasi ke corcom dulu. He he he

Luar biasa, tgl 1 Januari tetep ngantor. Smg para petinggi baca blog ini 🙂

met Taon Baroe 2008, ……… Moga2 Rakyat g jadi korban melulu, Ngantri Minyak, Biaya Sekolah Mahal, Perawatan Medik Berharga Selangit, Hukum Mencla Mencle…. NEPOTISME and KORUPSI kudu dibasmi, agar bencana tidak melalu meng-akrabi Bangsa Qta Tercinta Ini……………. Yooo Aayyoo…. Aayooo Indooonneeessssiiiiiaaaaaa………Qta ingin ……Qta Harus Maju…. :O)

Taon baru ?? e iya lupa .. habis ujan sih gak kemana-mana . Jangan heran di Aceh gaya remajanya begitu, pengaruh media lah, plus pembinaan spiritual remaja sana kurang kali…
Ad elo mo balik ke Jakarta, kapan….?

Selain itu spt yg gue bilang di atas, mereka haus akan hiburan. Ada temen orang asli Lhokseumawe bilang, misal kita buat adu ayam di lapangan Hiraq, yg datang pasti banyak. Apatah lagi tahun baruan. Terlebih malam itu adalah malam terakhir North Aceh Expo, dimana masyarakat dari kota lain serta kampung2 sekitar juga berdatangan.

Ironis, sangat ironis…Di saat saudara kita berada di tenda-tenda pengunsiang. Ketika sebagian saudara kita merintih kesakitan tertimpa longsor tanah dan bebatuan. Dan ketika sebagian saudara kita menggigil kedinginan meratap dan menangisi keluarga yang menjadi korban bencara, … diantara kita ada yang berpesta menyambut pergantian tahun baru dengan hura-hura yang beromset milyaran. Padahal merayakan pergantian tahun baru dengan cara seperti itu sama sekali tidak memiliki pijakan yang kokoh alias sangat rapuh. Yang ada hanya tasyabuh, ikut-ikutan dan kemubadziran. Dimanakah hati nurani? Pergantian waktu ; hari, pekan, bulan dan tahun mestinya diisi dengan amaliah positif nan produktif atau produktif nan positif yang diridhoiNya. Bukan sebaliknya. Musibah yang terjadi di Karanganyar, Semarang, Bojonegoro dan DAS Bengawan Solo mestinya menjadi refkleksi atas sikap dan tingkah laku kita. Tahun ini Bengawan Solo “marah besar”. Airnya meluap kemana-mana dan tak bisa dibendung. Ya.. marah karena ulah manusia yang tak ramah dengan alam dan berbuat aniaya. Konon hutan jati dan yang lainya yang memang menjadi primadona ekspor kayu jati ke Eropa telah dilahap oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab dan telah berlangsung sejak rezim sebelum-sebelumnya.
Negeri kita adalah negeri yang subur, gemah ripah loh jinawi. Oleh Koes Plus bahkan ditembangkan. Tongkat, kayu dan batu jadi tanaman. Koes Plus cerdas dalam menggambarkan kondisi negeri ini. Ketika kita makan mangga, rambuta, salak dan pepaya misalnya, kemudian kita buang biji buah itu ke halaman atau kebun di belakang rumah kita, maka tidak terlalu lama, biji itu akan tumbuh menjadi tumbuhan baru atas kehendak Allah di tanah yang subur Indonesia Raya ini. Tapi mengapa angka kemiskinan negeri ini tetap tinggi. 17,75 % dari total penghuni negeri kita yang 200 juta lebih konon berpenghasilan di bawah 1 $ Dolar, tapi pada saat pergantian tahun baru omset narkota diperkiarakan 150 milyar (Pos Kota). Ironis…Negeri kaya tapi mungkin belum diberkahi. Bayangkan angka aborsi menurut BKKBN 1,6 juta per tahun. Di Surabaya, kalau ada 10 remaja, 6 di antaranya tidak perwan lagi (PKBI). Annisa Foundation melaporkan hasil penelitiannya di Cianjur. 43 % siswa/i SMP dan SMA di sana sudak ngeseks sebelum nikah. Republika 7 Desember lalu memperkirakan bahwa 8.000 anak SD menjadi pemakai narkoba. Sampah kondom adalah sampah sebagian anak kos. 169 orang tiap hari terinfeksi HIV dan 96 diantaranya mati setiap hari. Omset narkoba di JABODETABEK tiap hari mencapai 10 Milyar dan 36 milyar di Indonesia. Pantaskah negeri ini menjadi negeri yang diberhahi? Ayat al Quran berikut ini medah-mudahan bisa menjadi REFKLESI pergantian waktu, karena setiap satu hari berlalu, maka satu dari bagian hidup kita lealh terkurangi.
“Sungguh bagi kaum Saba’ ada tanda (kebesaran Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu duah buah kebun di sebelah kanan dan kiri, ( kepada mereka dikatakan) : “Makanlah olehmu dari rizki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepadaNya. (Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman) dan TuhanMu adalah Tuhan Yang Maha Pengampun. Tetapi mereka berpaling, maka Kami kirim kepada mereka banjir besar dan Kamiganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Ats dan sedikit pohon Sidr.” (QS Saba’ : 15 -16). Wallahua’lam.

Ternyata kebanyakan remaja-remaja indonesia sudah seperti remaja2 Eropa ya ! Bahkan bisa dikatakan lebih parah nih, kemanakah ajaran baik orang tua, guru dan agama, serta hukum negara ini ? Salahkah kalian mendidik anak2 bangsa ?

Benar, perilaku remaja di negeri kita bisa jadi lebih parahlagi. Dalam sebuah tulisannya Ibu Elly Risman, Psi, psikolog yang lama tinggal di Amrik dan kini membesarkan anak-anaknya di Indonesia mengatakan, bahwa mendidik anak-anak di Indonesia lebih berat dari pada diluar negeri. Lebih lanjut beliu mengambarkan dalam sebuah website yang menggambarkan perilaku seks di kalangan remaja di Indonesia, di mana ada seorang pelajar putri yang katanya membuka seluruh bajunya di tangga sekolah. Dan itu dilakukan di depan teman laki-lakinya. Dengan spontan teman laki-lakinya membuka celana dan langsung ‘ngerjain’ si perempaun tadi.
Menurut saya diperlukan langkah serius oleh setiap elemen bangsa, terutama pemerintah. Bayangkan, pada saat memperingati hari AIDS sedunia beberapa LSM atas persetujuan dari pemerintah melaksanakan program Yahudi yaitu membagi-bagi kondom. Ini jelas langkah yang salah kaprah, karena akan muncul wacana yang seolah-olah bebar dan direstui, bahwa seks bebas akan aman jika menggunkan kondom. Ini kan ide gila, ide Yahudi. Mestinya yang dibina adalah aqidah, akhlaq dan moral putra-putri bangsa. Mestinya yang dikenalkan adalah pernikahan, keharmonisan keluarga dan kesetiaan suami istri. Zaman sudah berubah. Piranti cangggih tersedia. Kita dengan mudah bisa mengakses kebaikan dan pada saat yang sama kita juga bisa memilih keburukan. Mestinya kita panda memaknai setiap momentum yang ALLAH berikan kepada kita. Momentum QURBAN mengingatkan kita pada sosok tauladan Nabi Ibrahim As. Beliau mewasiatkan kepada anak-anaknya untuk :
(1) Memiliki aqidah yang kuat, tidak menyembah berhala. (QS 14 : 37 -40)
(2) Memilih lingkungan yang baik (bi’ah sholihah) yaitu Baitullah, di sekitar kita adalah masjid.
(3) Melaksanakan syariat ALLAH, yaitu mendirikan sholat.
(4) Berakhlak karimah
(5) Memilih Islam sebagai way of life .( QS 2 : 132)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Shalawat

Al Qur’an Online

Tawassul

Pengunjung

  • 616,044 Pembaca Setia

اهلا وسهلا بحضوركم

Ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk. Kebenaran datangnya dari Alloh SWT, kesalahan datangnya dari kelemahan diri saya pribadi. Jika ingin copy-paste silakan. Mohon masukan dan tegur sapa serta do'akan semoga tetap istiqomah di jalanNYA. Amien

Terima kasih atas kunjungan Anda

Allah exists without a place!

Sahabat Ali Ibn Abi Thalib berkata : "Sebagian golongan dari umat Islam ini ketika kiamat telah dekat akan kembali menjadi orang-orang kafir." Seseorang bertanya kepadanya : "Wahai Amirul Mukminin apakah sebab kekufuran mereka? Adakah karena membuat ajaran baru atau karena pengingkaran?” Sahabat Ali Ibn Abi Thalib menjawab : "Mereka menjadi kafir karena pengingkaran. Mereka mengingkari Pencipta mereka (Allah SWT) dan mensifati-Nya dengan sifat-sifat benda dan anggota-anggota badan." (Imam Ibn Al-Mu'allim Al-Qurasyi (w. 725 H) dalam Kitab Najm Al-Muhtadi Wa Rajm Al-Mu'tadi)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,018 other followers

January 2008
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Twitter

Follow me

Shalawat

  1. preview.mp3
  2. M%2BArifin%2BIlham%2B-%2BYa%2BNabi%2BSalam%2BAlaika.mp3



Asas

Page Rank

Online

tracker

My 4shared

%d bloggers like this: