Sekedar Catatan

Mati Kelaparan!

Posted on: March 18, 2008

Kok masih ada ya di masyarakat kita orang kelaparan sampai meninggal, seperti berita di detik seorang ibu yang sedang mengandung anak kelima, meninggal setelah tidak makan tiga hari yang mengakibatkan diare hebat, tragisnya lagi lima menit setelah dia meninggal anak ke-2 nya menyusul ke alam baka… beruntung sang adik selamat.Daeng Basse tentu hanya sebagian dari potret sesungguhnya tentang kemiskinan di indonesia. Sedemikian parahnya ditambah lunturnya nilai-nilai dasar dalam bermasyarakat yang menyebabkan kemiskinan itu manjadi semakin menajdi hantu yang sangat menakutkan.

Mungkin seperti ini keseharian daeng basse ya… saat tahu ada orang yang hanya kuat beli beras 1 liter untuk buat tiga hari, sebetulnya kalo nilai-nilai dasar masyarakat masih subur tentu akan datang pertolongan, apalagi sampai tiga hari kelaparan, dalam keadaan hamil tua, sakit-sakitan lagi. Mau tidak mau seperti itulah wajah masyarakat kita sekarang ini, bergerak dari masyarakat dengan semangat kegotongroyongan ke masyarakat modern yang acuh tak acuh pada lingkungan sekitar. Mari mengaca diri, dalam seminggu ini berapa kali kita bicara pada tetangga sebelah kita, sekedar say hai apalagi untuk sekedar mampir ngopi dan ngobrol, kalo gak diundang pak RT untuk rapat warga mungkin kita sudah gak akan lagi nglegakke [menyempatkan] untuk bertandang ke tetangga kita untuk sekedar bersosialisasi.

Masih untung saya tinggal di lingkungan yang gak terlalu kota amat, sedang-sedang saja jadi ya suasana tradisional masih ada dan menjadi nafas dalam kehidupan bermasyarakat.

Kembali ke daeng basse almarhumah.. Saya jadi teringat pada kisah supriono pemulung di jakarta yang membawa anaknya yang meninggal karena muntaber dalam gerobak [karena tidak bisa sewa ambulan] untuk dibawa ke desanya untuk dimakamkan tapi malah dibawa ke kantor polisi oleh warga … Hal ini serupa dalam hal kepedulian masyarakat.

Padahal pemerintah dan lembaga lain sudah melancarkan berbagai program untuk menngani kemiskinan ini. p2kp yang jadi pelopor dalam pengentasan kemiskinan mestinya bisa tergerak dengan ini, dengan program penguatan kelembagaan tingkat basic-nya mungkin p2kp [sekarang pnpm] bisa berbuat banyak.

Kita pantas bersedih sebagai warga indonesia akan luntur dan hilangnya nilai-nilai sosio kultural asli bangsa indonesia!!!

sumber : mashanafi

10 Responses to "Mati Kelaparan!"

di kota münchen ada program ” münchner tafel ” biasanya organisasi ini ngambil barang -barang yang gak kejual lagi tapi masih bagus dari pasar swalayan, toko daging , bäckerei dll tiap hari untuk di sumbangkan ke orang tak mampu. ach ya negriku..negri ku… sistimnya yang berantakan .gue dan beberapa temen udah beberapa tahun ini punya anak asuh di jokya ( korban gempa dulu ) alhamdulillah malah tahun lalu sudah ada bangunan sendiri tapi tetap aja disusahin ama birokrasi dan gak tau malu cari jalan buat ngambil uang yang datang dari jerman.

Untungnya Kalo di Jerman orang yang nganggur dan miskin mendapat bantuan dari pemerintah ( Sozialamt ) perbulan bisa sampai dengan 1200 euro misalkan seorang ibu dan 2 anak yg ditinggal suaminya,utk sewa tempat tinggal, biaya hidup sehari-hari seperti utk bayar listrik, Heizung, air dan biaya makan.

Untuk memberesi birokrasi yang amburadul paling tidak perlu dua hal: dari sisi peraturannya dan dari sisi orangnya/aparaturnya. Harus ada peraturan yang bagus dan harus ada orang2 yang amanah. Keduanya mudah dirumuskan namun sulit mendapatkannya. Semoga generasi pengganti yang dinanti dapat segera mengambil alih estafet negeri ini.

Ada kisah keluarga yang hidup dari mengais sisa-sisa ayam restoran cepat saji. Setiap harinya sang bapak membongkar tempat pembuangan sampah restoran tsb dan mengambil ayam2 bekas santapan orang untuk dibawa pulang dan diolah lagi. Ini berlangsung selama 20 tahun!

Orang miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara, demikian bunyi ayat yang ada dalam UUD kita. Memang ada yang dipelihara, namun yang tidak terpelihara jumlahnya jauh lebih banyak.

Semoga Alloh percepat kemunculan generasi pengganti yang amanah, jujur dan professional. Amien

ya situasinya udah terlalu pelik.tapi dengan langkah kecil dari kita pribadi itu udah pasti ada hikmahnya. contohnya perhatian elo ke si ibu yang sering elo temuin di pasar. es ist etwas schönes ya…. dan pasti balik ke kita lagi. gak langsung aber irgendwann verdient du etwas gutes.

Betul Net, alhamdulillah janjiNYA gak akan dipungkiri bahwa memberi hanya akan mendapatkan sesuatu yg lebih. Falyazdad… Falyazdad = maka semakin bertambah, semakin bertambah. Pasti!

Udah pada nonton film ‘PAY IT FORWARD’ belom? nonton deh….bagus, yg intinya semua yang kita tanam , pasti kita tuai..

Wah2….bayangkan kalo di Indo ada program seperti di jerman n amrik, buat yg penganguran, ditinggal suami, dll……….. bakal nggak ada yg mau kerja jadi penyapu jalan, bersihin wc, tukang sampah……mungkin guru!,,,,,,menyedihkan 😦

mungkin guru!
Maksudnye mpok? 🙄

yagh mungkin juga pada gak mau jadi guru apalagi di daerah terpencil dan digajinya insyallah kalo inget……

Soalnya di jerman gaji penyapu jalanan dan guru melebihi yg dikasih pemerintah utk pengangguran 😉

meneketehe 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Shalawat

Al Qur’an Online

Tawassul

Pengunjung

  • 619,981 Pembaca Setia

اهلا وسهلا بحضوركم

Ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk. Kebenaran datangnya dari Alloh SWT, kesalahan datangnya dari kelemahan diri saya pribadi. Jika ingin copy-paste silakan. Mohon masukan dan tegur sapa serta do'akan semoga tetap istiqomah di jalanNYA. Amien

Terima kasih atas kunjungan Anda

Allah exists without a place!

Sahabat Ali Ibn Abi Thalib berkata : "Sebagian golongan dari umat Islam ini ketika kiamat telah dekat akan kembali menjadi orang-orang kafir." Seseorang bertanya kepadanya : "Wahai Amirul Mukminin apakah sebab kekufuran mereka? Adakah karena membuat ajaran baru atau karena pengingkaran?” Sahabat Ali Ibn Abi Thalib menjawab : "Mereka menjadi kafir karena pengingkaran. Mereka mengingkari Pencipta mereka (Allah SWT) dan mensifati-Nya dengan sifat-sifat benda dan anggota-anggota badan." (Imam Ibn Al-Mu'allim Al-Qurasyi (w. 725 H) dalam Kitab Najm Al-Muhtadi Wa Rajm Al-Mu'tadi)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,017 other followers

March 2008
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Twitter

Follow me

Shalawat

  1. preview.mp3
  2. M%2BArifin%2BIlham%2B-%2BYa%2BNabi%2BSalam%2BAlaika.mp3



Asas

Page Rank

Online

tracker

My 4shared

%d bloggers like this: