Sekedar Catatan

Madame Murni Astuti

Posted on: April 7, 2008

Madame Murni Astuti, guru bahasa perancis waktu SMA, memang banyak menginspirasi. Sampai ketika sebelum UMPTN digelar medio 1990, gue sempat adu peruntungan ngambil kelas ekstensi bahasa Perancis di UI (Universitas IKIP Indonesia). Pengen banget belajar/kuliah di UI khusus ambil bahasa yang Madame Murni kenalkan selama dua tahun di SMA 37 [Kebon Baru Tebet]. Kelas ekstensi saat itu memang diadakan sebelum UMPTN. Mungkin tujuannya untuk menjaring calon mahasiswa baru sebelum mereka ikut ujian resmi masuk PTN. Syukur2 calon mahasiswa itu masuk dan diterima kelas ekstensi. Karena meskipun di UI tetap saja mahal, karena kelas ekstensi itu swastanya negri.

Pertengahan kelas II SMA, gue sempat diberi tugas berat, ngoreksi ulangan bahasa Perancis kelas III Bahasa. Gue gak tahu persis apa maksud Madame Murni. Meskipun diberikan panduan jawaban (soal-jawab essay) paling tidak harus ngerti lebih lah tentang bahasa tsb, karena yang gue koreksi bukan kelas dua, melainkan kelas tiga!

Selain itu gue pernah diikutsertakan dalam lomba cerdas cermat bahasa Perancis di Diknas. Tapi sayang gak lolos di babak penyisihan. Its okay, yang penting pengalaman itu menjadi salah satu kenangan tersendiri. Tapi kenapa ketika kuliah nyebrang ngambil Jerman? Itu punya cerita tersendiri.

Ada satu lagu yang diperkenalkan Madame Murni ke kami (anak2 muridnya) ketika belajar di laboratorium bahasa [SMA 37 Kebon Baru adalah satu diantara hanya beberapa sekolah yang punya jurusan A4 lengkap dengan lab bahasanya]. Lagu itu masih gue inget sampe sekarang, Aline, judulnya. Penyanyinya gak tahu siapa. Hari ini ketika gue googling di internet, gue dapet lagi lagu itu, teks dan donlot lagunya. Berikut teks lagu Aline.

ALINE

~Christophe~

J’avais dessiné sur le sable,
son doux visage qui me souriait.
Puis il a plu sur cette plage,
dans cet orage, elle a disparu.
Et j’ai crié, crié, Aline, pour qu’elle revienne,
et j’ai pleuré, pleuré, oh! j’avais trop de peine.

Je me suis assis auprés de son âme,
mais la belle dame s’était enfuie.
Je l’ai cherchée sans plus y croire
et sans un espoir, pour me guider.
Et j’ai crié, crié, Aline, pour qu’elle revienne,
et j’ai pleuré, pleuré, oh! j’avais trop de peine.

Je n’ai gardé que ce doux visage
comme une épave sur le sable mouillé.
Et j’ai crié, crié, Aline, pour qu’elle revienne,
et j’ai pleuré, pleuré, oh! j’avais trop de peine.

Lyrics ini gue ambil dari sini. Selain dapat lyricnya, gue juga nemu versi audio, bahkan berhasil mendapatkan video asli lagu Aline yang dibawakan Christophe. Makasih Madame Murni, ibu telah mengajarkan salah satu bahasa antik dan romantis, Perancis.



2 Responses to "Madame Murni Astuti"

merci, ibu selalu mengingat anak anak muridnya yang cerdas, sampai jumapa di SMA N 37 dan sukses selalu🙂

Makasih banyak Madame. Sukses buat ibu dan keluarga dan semoga berkah ilmu yang ibu ajarkan. Amien

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Shalawat

Al Qur’an Online

Tawassul

Pengunjung

  • 608,256 Pembaca Setia

اهلا وسهلا بحضوركم

Ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk. Kebenaran datangnya dari Alloh SWT, kesalahan datangnya dari kelemahan diri saya pribadi. Jika ingin copy-paste silakan. Mohon masukan dan tegur sapa serta do'akan semoga tetap istiqomah di jalanNYA. Amien

Terima kasih atas kunjungan Anda

Allah exists without a place!

Sahabat Ali Ibn Abi Thalib berkata : "Sebagian golongan dari umat Islam ini ketika kiamat telah dekat akan kembali menjadi orang-orang kafir." Seseorang bertanya kepadanya : "Wahai Amirul Mukminin apakah sebab kekufuran mereka? Adakah karena membuat ajaran baru atau karena pengingkaran?” Sahabat Ali Ibn Abi Thalib menjawab : "Mereka menjadi kafir karena pengingkaran. Mereka mengingkari Pencipta mereka (Allah SWT) dan mensifati-Nya dengan sifat-sifat benda dan anggota-anggota badan." (Imam Ibn Al-Mu'allim Al-Qurasyi (w. 725 H) dalam Kitab Najm Al-Muhtadi Wa Rajm Al-Mu'tadi)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,017 other followers

April 2008
M T W T F S S
« Mar   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Twitter

Follow me

Shalawat

  1. preview.mp3
  2. M%2BArifin%2BIlham%2B-%2BYa%2BNabi%2BSalam%2BAlaika.mp3



Asas

Page Rank

Online

tracker

My 4shared

%d bloggers like this: