Sekedar Catatan

Waspadai 10 Acara TV

Posted on: May 21, 2008

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat meminta masyarakat untuk mewaspadai 10 program acara yang dianggap bermasalah yang ditayangkan sembilan stasiun TV swasta nasional Indonesia.

Ketua KPI Pusat, Sasa Djuarsa Yahya dalam jumpa pers di kantor KPI di Jakarta, Jumat [09/05] mengatakan 10 program acara TV tersebut yaitu

  1. Cinta Bunga (SCTV)
  2. Dangdut Mania Dadakan 2 (TPI)
  3. Extravaganza (TransTV)
  4. Jelita (RCTI)
  5. Mask Rider Blade (ANTV)
  6. Mister Bego (ANTV)
  7. Namaku Mentari (RCTI)
  8. Rubiah (TPI)
  9. Si Entong (TPI)
  10. Super Seleb Show (Indosiar)

Sasa mengatakan dari hasil pantauan KPI selama periode 1 – 13 April, 10 acara TV tersebut paling banyak melanggar Standar Program Siaran KPI, antara lain melanggar norma kesopanan dan kesusilaan dengan banyak menampilkan kekerasan, menampilkan kata-kata kasar, merendahkan dan melecehkan orang lain.

Untuk Sinetron Cinta Bunga yang diputar SCTV, KPI menilai terlalu menampilkan kekerasan secara verbal yaitu memaki dan merendahkan orang lain, selain tidak mencantumkan klasifikasi acara.

Sedangkan acara variety show Extravaganza TransTV menampilkan rangkaian tindakan yang mengesankan tindak kekerasan dengan atau tanpa alat, banyaknya kekerasan secara verbal, percakapan mengarah ke makna yang vulgar dan tidak memperhatikan norma kesopanan serta kesusilaan.

Sementara Sinetron Jelita RCTI terlalu menampilkan kekerasan fisik secara khusus kekerasan terhadap anak, menampilkan kekerasan verbal yaitu memaki dengan kata-kata kasar, tidak memperhatikan norma kesopanan dan tidak mencantumkan klasifikasi acara.

Sinetron Komedi Mister Bego dari ANTV terlalu menampilkan kekerasan fisik, menampilkan adegan mengarah ke seks, menampilkan kata-kata kasar, tidak memperhatikan norma kesopanan dan tidak mencantumkan klasifikasi acara.

Sedangkan Serial Anak “Mask Rider Blade” ANTV merupakan acara non-kartun (riil), menampilkan kekerasan fisik yang cukup intens dalam bentuk perkelahian / pertarungan, dan tidak menampilkan klasifikasi acara akan tetapi ada logo “Star Kids”.

Sinetron “Namaku Mentari” di RCTI, KPI menilai terlalu menampilkan kekerasan fisik secara khusus kekerasan terhadap anak, menampilkan kekerasan verbal yaitu memaki dan kata-kata kasar, tidak memperhatikan norma kesopanan dan tidak mencantumkan klasifikasi acara

Untuk Sinetron Rubiah TPI, KPI melihat terlalu menampilkan kata-kata kasar, melecehkan dan merendahkan orang lain secara khusus ada muatan melecehkan orang dengan kelompok dan bentuk fisik tertentu, menampilkan kekerasan fisik, tidak memperhatikan norma kesopanan serta mencantumkan klasifikasi acara secara sekilas.

Sementara Sinetron Komedi Si Entong dari TPI juga terlalu banyak kata-kata kasar, memaki, dan melecehkan orang lain, penggambaran anak yang tidak mendidik (anak berkata kasar, anak berpacaran), penggambaran tentang guru yang melecehkan, tidak memperhatikan norma kesopanan serta tidak mencantumkan klasifikasi acara.

Sedangkan acara variety show Super seleb Show di Indosiar, KPI melihat terlalu menampilkan rangkaian kata-kata kasar, melecehkan dan merendahkan orang lain (secara khusus sering melecehkan orang dengan kelompok dan bentuk fisik tertentu), tidak memperhatikan norma kesopanan dan kesusilaan.

Sasa mengatakan banyak stasiun TV yang tidak mencantumkan klasifikasi acara (penggolongan program siaran berdasarkan usia khalayak penonton), yaitu A (Anak), R (Remaja), D (Dewasa), dan SU (Semua Umur).

“Banyak acara non-anak yang dianalisis ditayangkan pada jam anak biasa menonton TV, sehingga potensi masalah menjadi lebih besar karena dapat berdampak pada penonton anak yang umumnya tidak kritis,” katanya.

Tiap bulan

Ketua KPI mengatakan pemantauan terhadap tayangan TV oleh KPI dilakukan dari 1-13 April 2008 terhadap 198 tayangan (episode) dari 75 judul yang ditayangkan oleh sembilan stasiun TV.

Pemantauan dilakukan oleh 11 orang analis dari KPI dan ditetapkan berdasarkan evaluasi tim panelis indenpenden yang diketuai oleh Prof Dr Arief Rahman, Wakil Ketua Dedy Nur Hidayat, Seto Mulyadi, Nina Armando, Bobby Guntarto dan Razaini Taher.

KPI menganalisis tiga jenis program tayangan TV dengan pertimbangan pengaduan masyarakat yang paling banyak yaitu sinetron, variety show, dan acara anak.

Sasa mengatakan pengumuman dari KPI terhadap 10 tayangan TV merupakan peringatan bagi 9 stasiun TV agar memperbaiki tayangan tersebut. “Pengumuman ini dimaksudkan untuk stasiun TV agar bisa mengubah tayangan yang bermasalah dan bagi masyarakat agar mewaspadainya. Kita akan melakukan pemantauan ini dan diumumkan secara berkala tiap bulan,” jelas Sasa. Dia menambahkan bila sampai tiga kali dilakukan peringatan, KPI bisa mencabut ijin siaran stasiun TV bersangkutan. (ant )

source : Wiwied

6 Responses to "Waspadai 10 Acara TV"

Kenapa acara-acara tersebut tidak dilarang saja????

Untuk melarang acara2 tsb agak sulit, karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Mungkin kontrol dari orang tua yang harus lebih diperketat lagi, supaya anak2 tidak menonton acara2 yang bukan untuk anak2.

Indonesia kan punya pemerintah yang menangani acara televisi sehingga dinyatakan acara tersebut layak dinonton or tidak. kalo tetap beredar siapa yang harus disalahkan………..???????????

Pada dasarnya acara tv tsb adalah Semata2 hanya Bisnis, jadi kalo mereka untung apapun akan dilakukan so pasti 95% acara tayangan televisi kita itu tidak mendidik, kalo untuk acara keagamaan sepertinya mereka pada gerah,
saran saya:
Mungkin kontrol dari orang tua yang harus lebih diperketat lagi, supaya anak2 tidak menonton acara2 yang bukan untuk anak2. yang bekali akhlak anak2 kita dengan pendidikan Agama yg baik dan benar sesuai dengan ajaran Nabi kita yaitu Rasulullah SAW…..amiiin

Hukum Dan Pengaruh Televisi Terhadap Anak
Apakah Hukumnya Televisi Haram Atau Makruh Atau Boleh
http://www.almanhaj.or.id/?keyword=televisi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Shalawat

Al Qur’an Online

Tawassul

Pengunjung

  • 608,256 Pembaca Setia

اهلا وسهلا بحضوركم

Ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk. Kebenaran datangnya dari Alloh SWT, kesalahan datangnya dari kelemahan diri saya pribadi. Jika ingin copy-paste silakan. Mohon masukan dan tegur sapa serta do'akan semoga tetap istiqomah di jalanNYA. Amien

Terima kasih atas kunjungan Anda

Allah exists without a place!

Sahabat Ali Ibn Abi Thalib berkata : "Sebagian golongan dari umat Islam ini ketika kiamat telah dekat akan kembali menjadi orang-orang kafir." Seseorang bertanya kepadanya : "Wahai Amirul Mukminin apakah sebab kekufuran mereka? Adakah karena membuat ajaran baru atau karena pengingkaran?” Sahabat Ali Ibn Abi Thalib menjawab : "Mereka menjadi kafir karena pengingkaran. Mereka mengingkari Pencipta mereka (Allah SWT) dan mensifati-Nya dengan sifat-sifat benda dan anggota-anggota badan." (Imam Ibn Al-Mu'allim Al-Qurasyi (w. 725 H) dalam Kitab Najm Al-Muhtadi Wa Rajm Al-Mu'tadi)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,017 other followers

May 2008
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Twitter

Follow me

Shalawat

  1. preview.mp3
  2. M%2BArifin%2BIlham%2B-%2BYa%2BNabi%2BSalam%2BAlaika.mp3



Asas

Page Rank

Online

tracker

My 4shared

%d bloggers like this: