Sekedar Catatan

Lagi Tentang Bid’ah

Posted on: June 21, 2008

alqur\'an

Beberapa waktu lalu ada info tentang membaca Shadaqallohu al Adziem setiap menutup bacaan Al Qur’an merupakan hal baru yang tidak dianjurkan bahkan harus ditinggalkan, karena hal tsb merupakan bid’ah. Bid’ah menurut paham kelompok ini tidak ada arti lain kecuali sesat dan tempatnya di neraka. Wuihh.. syeuraamm… Hal baru = bid’ah = sesat = neraka. Itulah pola berpikir yang dikembangkan dan disebarluaskan, termasuk membaca Shadaqallohu al Adziem. Sempit dan menyesatkan!

Berikut ada artikel menarik tentang hal ini dan bantahannya dari seorang ustadz di eramuslim.com

Assalamu’alaikum

Benar, ucapan ‘Shadaqallahul ‘azim’ setelah membaca Al Qur’an itu bid’ah. Sebagaimana dikatakan oleh Ust. Abdul Hakim bin Amir Abdat di bukunya Risalah Bid’ah. (Abdul Hakim bin Amir Abdat, Risalah Bid’ah, Yayasan At Tauhid, Cet. I, 2001 M, hal. 85). Bid’ah artinya amalan tersebut tidak dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam. Dan bukan jalan mendekatkan diri kepada Allah. Karena tidak diajarkan oleh Rasul, tetapi dibuat oleh manusia yang mengatasnamakan Rasulullah. Patutlah Anda tanyakan kepada orang orang yang membaca ‘shadaqallahul ‘aziim’ setelah membaca Al Qur’an, apa dalil mereka ?

Kalau tidak ada dalilnya, berarti kembali ke asal yaitu amalan tersebut tidak dilakukan…

Wassalamu’alaikum

Berikut bantahannya

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Memang kita ini hidup di tengah masyarakat muslim yang sangat heterogen. Baik dari sisi aqidah maupun dari sudut pandang syariat. Ada begitu banyak paham yang berkembang, mulai dari yang paling tasamuh (memudahkan) hingga yang paling mutasyaddid (ketat). Dan ada juga yang punya kecenderungan wasathiyah (pertengahan).

Semua itu memang tidak bisa kita hindari, apalagi diperangi. Karena masing-masing kecenderungan itu lahir dari berbagai latar belakang yang berbeda. Bahkan filosofi metode istimbath hukum juga ikut berpengaruh, selain juga mazhab dan pola ushul fiqih.

Perbedaan Hukum Membaca Lafadz Shadaqallahul ‘Adzhim

Sebagian kalangan ada yang memandang bahwa bila setelah membaca Al-Quran Al-Kariem kita mengucapkan lafadz Shadaqallahul “Adzhiem, hukumnya bid’ah.

Sebab dalam pandangan mereka, hal seperti itu belum pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW. Buat mereka, karena tidak ada contoh dari beliau, maka hukumnya menjadi terlarang alias bid’ah.

Dan begitu seterusnya kaidah yang mereka pakai dalam semua bentuk dan praktek ibadah. Pokoknya, apa yang tidak ada contohnya secara langsung dari Rasulullah SAW, bukan sekedar tidak dikerjakan, tapi hukumnya malah terlarang dan layak mendapat gelarbid’ah

Misalnya, mereka mengatakan bahwa bersalaman setelah shalat pun juga bid’ah. Karena tidak ada hadits yang secara spesifik menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersalaman setelah shalat berjamaah.

Termasuk menambahkan jumlah rakaat pada shalat malam, juga bid’ah. Karena dalam pandangan mereka, Rasulullah SAW tidak pernah menambahkan jumlah rakaat shalat malam lebih dari 11 rakaat. Maka bila ada orang yang menambahkan, dia dianggap telah melanggar sunnah Rasulullah SAW dan jadilah dia ahli bid’ah.

Karena shalat malam yang 11 rakaat itu dianggapnya seperti ketentuan shalat wajib yang 5 waktu, di mana jumlah rakaatnya sudah ditetapkan. Tidak boleh lebih tidak boleh kurang. Harus tepat seperti itu, atau kalau tidak, maka bid’ah hukumnya.

Gaya pendekatan fiqih semacam ini harus kita akui, memang ada dan beredar di tengah masyarakat. Tentu saja sebagai sebuah pola pendekatan fiqih, kita perlu menghormatinya, tanpa harus panik dan kebakaran jenggot dengan kesimpulan-kesimpulannya yang terkesan agak kurang seperti yang biasanya kita temui di negeri kita.

Pendekatan Fiqih Yang Lain

Di sisi lain, ada kalangan lain yang tidak memandang bahwa hal itu bid’ah. Karena dalam pandangan mereka, meski tidak ada riwayat yang secara khusus menunjukkan bahwa Rasulullah SAW mengucapkan lafadz itu selepas baca Quran, namun tetap ada dalil yang bersifat umum tentang anjuran mengucapkan lafadz itu.

Misalnya, ayat Quran berikut ini:

قُلْ صَدَقَ اللهُ فَاتَّبِعُوا مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا-آل عمران: 95

Katakanlah, “Shadaqallah” dan ikutilah millah Ibrahim yang lurus (QS. Ali Imrah: 95)

وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الْأَحْزَابَ قَالُوا هَذَا مَا وَعَدَنَا اللهُ وَرَسُولَهُ وَصَدَقَ اللهُ وَرَسُولُهُ – سورة الأحزاب: 22

Dan tatkala orang-orang mu’min melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata, “Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita.” Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan.(QS. Al-Ahzab: 22)

Ayat ayat ini tegas memerintahkan kita untuk mengucapkan lafadz itu, sehingga menurut pendapat yang kedua, tidak pada tempatnya untuk melarang para pembaca Al-Quran untuk mengucapkannya.

Di antara para ulama yang mendukung pengucapan lafadz shadaqallahul ‘adzhiem selepas membaca ayat Al-Quran adalah Al-Imam Al-Qurthubi. Beliau menuliskan dalam kitab tafsir fenomenalnya, Al-Jami’ li Ahkamil Quran bahwa Al-Imam At-Tirmizy mengatakan tentang adab membaca Al-Quran. Salah satunya adalah pada saat selesai membaca Al-Quran, dianjurkan untuk mengucapakan lafadz shadaqallahul a’dzhim atau lafadz lainnya yang semakna.

Pada jilid 1 halaman 27 disebutkan bahwa di antara bentuk penghormatan kita kepada Al-Quran adalah membenarkan firman Allah SWT dan mempersaksikan kebenaranya dari Rasulullah SAW. Misalnya ucapan berikut ini:

صدق الله العظيم وبلَّغ رسوله الكريم

shaqadallahul ‘adzhim wa ballagha rasuluhul karim, artinya: Maha benar Allah yang Maha Agung dan Rasul-Nya yang mulia telah menyampaikannya.

Contoh lafadz lainnya adalah:

صدقتَ ربنا وَبَلَّغَتْ رُسُلُك ونحن على ذلك من الشاهدين. اللهم اجعلنا من شهداء الحق القائمين بالقِسْطِ

Maha benar Engkau wahai Tuhan kami dan rasul-Mu telah menyampaikannya, dan kami semua telah menjadi saksi atas hal itu. Ya Allah, jadikanlah kami sebagai saksi yang hak yang menegakkan keadilan.

Hukum Membaca Shadaqallahul Adzhim di dalam Shalat

Kalau ada pendapat yang tidak membid’ahkan bacaan Shadaqallahul Adzhim di luar shalat, maka bagaimana hukumnya bila lafadz itu diucapkan di dalam shalat?

Dalam kitab Al-Fiqhu ‘ala Madzahibil Arba’ah, terbitan Kementrian Mesir, telah disebutkan pendapat para ulama mazhab.

1. Al-Hanafiyah

Mazhab ini mengatakan apabila seorang shalat dan mengucapkan tasbih seperti shadaqallahul ‘adzhim setelah selesai dari membaca Quran, maka shalatnya tidak batal.

Namun mereka mensyaratkan bahwa hal itu dilakukan dengan niat bahwa tujuannya sekedar memuji, dzikir atau tilawah.

2. Mazhab Asy-Syafi’iyah

Mazhab ini sama dengan mazhab Al-Hanafiyah, bahwa siapa pun orang yang shalat lalu mengucapkan lafadz shadaqallahul ‘adzhim, tidak batal shalatnya. Bahkan tanpa mensyaratkan apa pun.

Kesimpulan:

Kalau kita melihat dari pendapat-pendapat yang ada di atas, jelas sekali bahwa ada kalangan yang membid’ahkan dan ada juga yang tidak membid’ahkan. Bahkan termasuk para ulama mazhab sekalipun, mereka tidak mengatakan bahwa shalat seseorang menjadi batal lantaran di dalam shalat membaca lafadz semacam itu.

Maka setidaknya kita jadi tahu, bahwa memang masalah ini masalah khilafiyah umat. Tidak ada nash yang secara tegas melarangnya tapi juga tidak ada nash yang secara khusus memerintahkannya. Maka tidak tepat rasanya bila kita menjadi saling bermusuhan untuk urusan yang tidak ada nash yang tegas dan khusus.

Barangkali akan jauh lebih bermanfaat bila kita saling bertoleransi dengan sesama muslim, ketimbang kita harus menyakiti dan saling menjelekkan dengan saudara kita sendiri.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

20 Responses to "Lagi Tentang Bid’ah"

pak,
mau narsis dikit neh,blog ku si tempepenyet.com udah idop lagiiiii…
hihihihi…

jgn lupa mampir pak,
tengkiuh

Klo bisa lebih banyak tentang sejarahnya dong

ship

Soal Jawab: Hukum Membaca Shadaqallahul Azhim
Kategori: Manhaj

Pertanyaan:

Assalammualaikum…
Mau tanya, apakah ada dalilnya membaca bacaan Shadaqallahul azhim di setiap selesai membaca Al Quran ?

Jawaban:

Wa’alaikumus salam wa rahmatullah wa barakatuhu

Pertanyaan saudara merupakan pertanyaan yang pernah diajukan kepada Lajnah Da’imah Saudi Arabia (Komite Fatwa di Saudi Arabia, semacam MUI di Indonesia). Maka kami akan mencukupkan diri dengan membawakan jawaban dari pertanyaan tersebut. Berikut jawaban dari Lajnah Da’imah mengenai pertanyaan yang serupa dengan pertanyaan anda:

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah semata. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya. Amma ba’du.

Ucapan shadaqallahul azhim setelah selesai membaca Al-Qur’an adalah bid’ah, karena Nabi tidak pernah melakukannya, demikian juga para Khulafaur Rasyidin, seluruh sahabat dan para imam Salafus Sholih, padahal mereka banyak membaca Al-Qur’an, sangat memelihara dan mengetahui benar masalahnya. Jadi, mengucapkan dan terus menerus mengucapkannya setiap kali selesai membaca Al-Qur’an adalah perbuatan bid’ah yang diada-adakan.

Diriwayatkan dari Nabi bahwasanya beliau bersabda:

Barangsiapa membuat sesuatu yang baru dalam urusan kami (dalam islam) yang tidak terdapat (tuntunan) padanya, maka ia tertolak. (HR. Bukhari dan Muslim)

Hanya Allahlah yang mampu memberi petunjuk. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

(Fatwa Al-Lajnah Ad-Da’imah, fatwa nomor 3303, disadur dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 2 penerbit darul haq)

Kesimpulannya adalah membaca bacaan Shadaqallahul azhim setiap selesai membaca Al Quran tidak ada dalil/tuntunannya dari Nabi dan termasuk perbuatan bid’ah. Wallahu a’lam.
http://www.google.com/cse?cx=009661486473400383057%3Ahqzodltpki4&q=Hukum+Membaca+Shadaqallahul+&sa=Bismillah%2C+Cari+Sekarang&cof=FORID%3A0

Kalo pemerintahan berbentuk kerajaan seperti Saudi bid’ah gak?

Mendatangkan Amerika dan menyediakan pangkalan militer di Saudi, bid’ah gak?

Kalau uang Riyal Saudi yang bergambar raja2 itu, bid’ah atau sunnah?

Semua orang yang akan pulang haji lalu diberikan buku karangan Muhammad bin Abdul Wahab, pendiri Wahabi bid’ah gak?

Berpelukan, cipika-cipiki dan bergandengan tangan dengan Bush yang tangannya berlumuran darah muslimin, sunnah atau bid’ah?

Menyebut diri dan membanggakan diri dengan sebutan khodimul haromayn dicontohkan Rasululloh, sahabat, tabi’in-tabiut tabien dan para salafus sholeh tidak?

Adakah Nabi Muhammad shallallohu ‘alayhi wa aalihi wa sallam, para sahabatnya ridhwanullohi ‘alayhim, para salafus sholeh melakukan hal di atas? Lantas apa jawabannya? Sunnah kah?

bagi anda yang ingin mengilmui Ilmu Ushul Bida’,bisa di dowload di

Pembelaan terhadap Syaikh Imam Muhammad bin Abdul Wahhab
Diantara para pendengki yang membenci dakwah mubarokah ini adalah Hizbut Tahrir[6], yang mencela dakwah Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab dan menuduh beliau sebagai agen Inggris –nas’alullaha as-Salamah wal ‘Aafiyah (kita memohon keselamatan kepada Allah) – dan dengan tuduhan-tuduhan dusta lainnya yang mereka kumpulkan dari musuh-musuh dakwah dari kalangan shufiyun dan syi’ah. Penyebab kami menyusun risalah ini adalah banyaknya tuduhan-tuduhan batil dan dusta yang disebarkan oleh simpatisan juhala’ (orang-orang yang bodoh) Hizbut Tahrir di website-website, mailing list-mailing list dan media-media informasi lainnya yang mengaburkan dan menfitnah dakwah Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab. Telah sampai kepada kami beberapa tulisan ‘gelap’ yang ditulis oleh simpatisan HT, terutama yang disebarkan oleh Abu Rifa’ al-Puari (baca : Abu Riya’ al-Buali dan seorang syabab (pemuda) HT yang bersembunyi di balik nama al-Mujaddid

[7] (baca : al-Muharrif[8] atau al-Mudzabdzab[9]) yang menulis artikel berjudul “Telaah Kritis Sejarah Wahabi – Salafi”[10].Risalah ini insya Alloh akan menjawab tuduhan-tuduhan mereka secara gamblang dan ilmiah. Kami akan menunjukkan kebodohan mereka terhadap aqidah salafiyah (aqidah Nabi dan Para sahabatnya) dan jauhnya mereka dari manhaj shahih, kami akan mengungkap pengkhianatan mereka terhadap hakikat dakwah Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab dan para pengikutnya.Setelah kami telaah dan baca tulisan mereka, terutama tulisan al-Mudzabdzab dan Abu Riya’ al-Buali, kami dapatkan bahwasanya mereka di dalam menulis bantahannya terhadap Syaikh Ibnu Abdil Wahhab tidak keluar dari referensi kaum shufiyun quburiyun, seperti kitab Durorus Saniyyah fir Raddi ‘ala Wahhabiyah[11] karya seorang shufi quburi Ahmad Zaini Dahlan dan referensi-referensi yang tidak ilmiah serta tidak berdasar lainnya, seperti buku Kaifa Hudimat al-Khilafah (bagaimana kekhalifan di hancurkan) karya pembesar mereka, Abdul Qodim Zallum[12]. Mereka juga banyak menukil dari website-website shufiyah (berpemahaman tasawuf) yang berbahasa Inggris, yang dikelola oleh pembesar shufiy di Amerika, seperti Nazhim al-Qubrisi[13] dan Hisyam Kabbani[14].Ada dua point utama yang akan kami komentari dan klarifikasi dari tuduhan syabab Hizbut Tahrir ini, yaitu tuduhan yang menyatakan bahwa :1. Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab dan pengikutnya memberontak dari khilafah Utsmaniyah (di Turki).
http://abusalma.wordpress.com/2007/01/03/pembelaan-terhadap-syaikh-imam-muhammad-bin-abdul-wahhab/

Sejarah itu multi tafsir, tergantung siapa dan kepentingan apa. Hizbut Tahrir bagian dari pergerakan Islam yg menginginkan tegaknya khilafah Islamiyah. Sama seperti harokah Islamiyah lainnya spt Ikhwan al Muslimun. Dua contoh ini sering mendapat gangguan dari para penyokong & pendukung monarki Saudi. Jelas sangat bertolak belakang antara khilafah & mamlukah (kingdom).

Tapi kenapa jd out of topic atau sengaja mengalihkan perhatian. Bid’ah2 Saudi jd kecil dan dihukumi darurot. Sementara mrk sibuk berteriak kpd muslimin lainnya: bid’ah, syirik, kafir dlsb.

Dunia tidak akan kiamat sampai tegak khilafah ala minhajin Nubuwah sekali lg. Ketika itu tiada lg kerajaan dan para pendukung setianya. Allohu akbar!

Imam Abu Bakr Al Ajurri berkata :
Jika ada yang berkata : “Apabila seseorang telah diberi iilmu oleh Allah Azza wa Jalla lalu seseorang mendatanginya bertanya tentang agama ini, orang itu membantah dan mendebatnya. Bagaimana pendapat Anda bolehkah ia mendebat orang itu sampai ditegakkan hujjah dan dibantah ucapannya?”
Katakan kepadanya : “Inilah yang dilarang kita melakukannya dan inilah yang telah diperingatkan para imam kaum Muslimin yang terdahulu.”
Oleh sebab itu jika ada yang berkata : “Lalu apa yang harus kita perbuat?”
Katakan kepadanya : “Jika ia menanyakannya kepadamu dengan pertanyaan untuk mencari petunjuk kepada jalan yang haq tanpa ingin berdebat maka tunjukilah dia dengan tuntunan yang berisi keterangan ilmu dari Al Quran dan As Sunnah serta pendapat para shahabat dan para imam kaum Muslimin. Adapun jika ia ingin berdebat denganmu dan ia membantahmu maka inilah yang tidak disukai ulama untukmu maka jangan kamu berdialog dengannya dan berhati-hatilah terhadapnya dalam agamamu.”
Kemudian jika ada yang berkata : “Apakah kami biarkan mereka berbicara dengan kebathilan dan kami berdiam diri dari mereka?”
Katakan kepadanya : “Diamnya kamu dari mereka (tidak memperdulikan mereka), menyingkirnya kamu dari mereka jauh lebih menyakitkan bagi mereka daripada kamu berdiskusi dengan mereka, demikianlah yang dikatakan Salafus Shalih.”

Ini hujjah yang jelas untuk Wahabi, Antok. Copy paste itu baca dulu. Dalil yang kamu ajukan bukan untuk pak Admin, tapi ke kamu sendiri.

Dengan itu saya yakin Antok tidak akan memasukkan tulisan dari blog abusalma lagi ke sini. Ini lah kesempatan terakhir si muqallid Wahabi mengkopy-paste di sini. Kan dia ambil dalil : “Diamnya kamu dari mereka….” –> paragraf terakhir.

Say good bye to Antok, bye….

Usul pak Admin, orang yang berpaham sesat menurut jumhur ulama (paham mujassimah, musyabbihah) sebaiknya diblokir saja. Itu virus yang menggerogoti akidah ahlus sunnah. Akidah mereka adalah akidah Yahudi yang menjisimkan Alloh.

Usul : blokir ip-nya pak!

Maaf saya sewot…

Dalam kitab Khasyiah Ash Showi ala tafsir Jalalayn tafsir surah Fathir disebutkan siapa sebenarnya Khowarij.

bisa dijelaskan mas lebih dulu lahir Ash Showi atau syaikh muhamad bin abdul wahab

simpel saja sebenarnya memahami bid’ah itu. Benar apa yang dikatakan para penebar bid’ah=sesat=baru=neraka.. TAPI itu berlaku untuk yang wajib2. misalnya berani2 menambah rokaat subuh atau puasa wajib 35 hari.

Nah masalah yang sunah memang harus bid’ah memangnya Rasulullah mengerjakan taraweh 23 rokaat, sementara Arab Suadi 23 Rokaat di Mekkah. Contoh ini jadi bumerang mereka sendiri. Karena bid’ah itu ditempelkan ke mana2.

Jadi menurutku bid’ah lah sebanyak2nya untuk masalah sunnah dan masalah yang dibolehkan. Tapi unturk urusan wajib jangan coba2.

salam kenal

bukan saja sodakollohul adzim .. … baca bismillah di jalanan di terminal juga bid’ah, sebab naskah terminal di hadis gak ada…

Jelas dan simpel

Say NO to Wahabism!

Gimana dengan zikir zikir tasyakuran kemerdekaan? Apa Bid’ah? Kalo ya, Kok orang yang katanya tahu agama seperti Arifin Ilham dan Aa Gym bikin spanduk besar besaran ttg itu. Trus ntar zikirnya teriak teriak. Pake acara nangis2 lagi.
Bid’ah ya??

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata.:
”Tentang bahaya ahli bid’ah seandainya Allah Azza Wa Jala tidak men- jadikan adanya orang yang mencegah bahaya mereka-yaitu ahli bid’ah benar-benar agama ini akan rusak dan kerusakan nya akan lebih besar dari berkuasanya musuh yang akan memerangi.
Karena musuh jika berkuasa tidak akan merusak hati dan agama kecuali hanya mengikuti saja. Adapun ahli bid’ah mareka akan merusak hati sejak pertama kali nya.Beliau juga mengatakan;”Ahli bid’ah lebih jelek dari ahli maksiat karena syahwat, berdasarkan sunnah dan ijma’Inilah keadaan mayoritas jamah-jamaah dan kelompok-kelompok islam yang ada saat ini mareka mengangkat orang tertentu sebagai tokoh mareka kemudian berloyalitas lepada wali-walinya dan memusuhi musuh-musuh nya,maereka mentaati tokoh-tokoh tsb pada semua perkara yang mareka fatwakan tanpa melihat kembali kitab dan sunnah dan tanpa menanyakan dalil dari apa mareka katakan atau mareka fatwakan tsb.

Semoga kaum muslimin menyadari betul akan hakikat bid’ah ini, karena Bid’ah lebih dicintai Syaithon dibandingkan dengan maksiat. Karena pelaku maksiat bisa diharapkan akan melakukan taubat karena perbuatan maksiat gampang diketahui, sedangkan pelaku bid’ah tidak merasa perbuatannya itu salah sehingga akan sulit untuk melakukan taubat. Perbuatan bid’ah akan dikenal atau diketahui dengan seiring bertambahnya ilmu kita dalam memahami agama ini dengan benar sesuai manhaj Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassalama dengan pemahaman para sahabat beliau Radhiyallahu ‘anhum ajma’in dan yang mengikutinya.

Allohu Akbar..

Assalamu’alaikum Warahmatullohi Wabarakatuh..

Saya dengan tegas mengucapkan “Sangat setuju kalau bacaan itu slalu di bacakan setelah membaca Alqur’an Al’karim”.

Demikian terimakasih banyak atas ilmunya.
Wassalamu’alaikum Warahmatullohi Wabaraktuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Shalawat

Al Qur’an Online

Tawassul

Pengunjung

  • 611,425 Pembaca Setia

اهلا وسهلا بحضوركم

Ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk. Kebenaran datangnya dari Alloh SWT, kesalahan datangnya dari kelemahan diri saya pribadi. Jika ingin copy-paste silakan. Mohon masukan dan tegur sapa serta do'akan semoga tetap istiqomah di jalanNYA. Amien

Terima kasih atas kunjungan Anda

Allah exists without a place!

Sahabat Ali Ibn Abi Thalib berkata : "Sebagian golongan dari umat Islam ini ketika kiamat telah dekat akan kembali menjadi orang-orang kafir." Seseorang bertanya kepadanya : "Wahai Amirul Mukminin apakah sebab kekufuran mereka? Adakah karena membuat ajaran baru atau karena pengingkaran?” Sahabat Ali Ibn Abi Thalib menjawab : "Mereka menjadi kafir karena pengingkaran. Mereka mengingkari Pencipta mereka (Allah SWT) dan mensifati-Nya dengan sifat-sifat benda dan anggota-anggota badan." (Imam Ibn Al-Mu'allim Al-Qurasyi (w. 725 H) dalam Kitab Najm Al-Muhtadi Wa Rajm Al-Mu'tadi)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,019 other followers

June 2008
M T W T F S S
« May   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Twitter

Follow me

Shalawat

  1. preview.mp3
  2. M%2BArifin%2BIlham%2B-%2BYa%2BNabi%2BSalam%2BAlaika.mp3



Asas

Page Rank

Online

tracker

My 4shared

%d bloggers like this: