Sekedar Catatan

Sholat dalam Kubur

Posted on: July 11, 2008

KuburApa bisa orang mati bangun dari ‘tidur panjang’ kemudian mendirikan sholat? Kalau cerita tentang arwah (plural dari kata ruh) gentayangan yang bangkit dari kubur lantas mencari orang yang punya dosa/kesalahan thd dirinya, kadang kita dengar. Bahkan banyak diangkat ke layar lebar atau di sinetron. Kematian adalah bagian dari perjalanan hidup setiap insan. Setiap yang bernyawa akan merasakan pahitnya kematian. Mati bukanlah akhir dari perjalanan. Bahkan awal dari kehidupan tanpa akhir.

Kematian adalah tidur panjang, maka mimpi indah lah engkau, Camelia…

Demikian salah satu penggalan bait yang dilantunkan Ebiet G. Ade mengenang kekasih imajinernya, Camelia. Orang mati bermimpi indah? Mimpi kalee… Gak juga. Kehidupan barzakh (alam kubur) sangat bervariasi, berbeda dengan keheningan yang tampak di atasnya. Amal ibadah selama hidup di dunia yang membedakan nasib mayit. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa tiap pagi dan sore ditampakkan kepada ruh Fir’aun (Ramses II) tempat siksanya nanti di neraka. Ini baru nightmare! Tapi bukan mimpi! Itu kenyataan yang akan dihadapi Fir’aun kelak. Ada juga ruh yang -setelah ditanya dalam kubur- dipersilakan untuk istirahat seperti istirahatnya pengantin. Ada yang langsung memilih tidur sambil menunggu hari berbangkit, ada juga yang tidak. Dalam sebuah riwayat disebutkan salah seorang sahabat ra. pernah mendengar orang membaca surah Al Kahfi. Ternyata suara tilawah Al Qur’an itu berasal dari sebuah kubur. Penghuni kubur itu yang membacanya. Subhanalloh!

Dalam perjalanan Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad shallallohu ‘alayhi wa aalihi wa sallam melihat Nabi Musa ‘alayhi as salaam menunaikan sholat di kuburnya. Kemudian para Nabi ‘alayhim as sholatu wa as salaam menjadi ma’mum dan sholat di belakang Rasululloh shollallohu ‘alayhi wa aalihi wa sallam di dalam masjid Al Aqsho. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallohu ‘anhu bahwasanya Rasululloh shollallohu ‘alayhi wa aalihi wa sallam telah bersabda :

الأنبِيَاءُ أحْيَاءٌ فِي قُبُورِهِم يُصلُونَ

yang artinya : Para Nabi hidup di dalam kubur mereka dan menunaikan sholat di dalamnya. Hadits ini disahihkan oleh Imam Al Baihaqi dan diakui oleh Al Hafidz Abdul Haq.

Apakah kemudian keistimewaan sholat di dalam kubur ini cuma milik para Nabi? Ternyata  tidak , ada di antara Tabi’ien yang mendapat kemulian ini. Dialah Tsabit Al Banany rohimahulloh, seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Rajab dalam kitabnya Ahwal Al Qubur.

Abu Nuaim meriwayatkan dari Sayyar bin Hasan dari bapaknya yang telah menceritakan : “Demi Allah, tiada Tuhan kecuali Dia, aku telah memasukkan Tsabit ke dalam lahadnya dan yang bersamaku ketika itu ialah Hamid dan seorang lelaki yang baik. Ketika aku sedang meratakan batu-batu, tiba-tiba sebuah batu telah terjatuh ke dalam liang, lalu aku turun dan mengambil batu itu seraya aku mendapati Tsabit sedang sholat di dalam kuburnya. Aku pun berkata kepada lelaki yang bersamaku : Adakah engkau melihatnya? Lelaki itu berkata: Diam! Setelah kami selesai meratakan tanah kuburnya, kami pun menuju ke rumah anak perempuan Tsabit lalu kami bertanya: Apakah amal yang dilakukan Tsabit? Anak perempuannya bertanya: Apa yang kamu lihat? Kami pun memberitahunya apa yang terjadi. Anak perempuannya pun menyambung: Beliau (Tsabit) telah bangun malam (beribadah) selama 50 tahun dan tatkala waktu sahur, beliau berdoa, “Ya Allah, jika Kau kurniaan kepada seseorang hamba-Mu untuk mendirikan sholat di dalam kuburnya kelak, kurniakanlah itu kepadaku”. Dan Allah tidak menolak permohonannya itu.

inspired : alexandercairo

20 Responses to "Sholat dalam Kubur"

artikelnya bagus skali… jadi ingat mati nih 🙂

heheheh jadi bukan bid’ah nya para tuan guru ya om… 🙂

Betul ustadz. Makasih dah mampir ke blog ane.

wa lastu bi ustadzin ya ustadz 🙂

Paling tidak, semua temannya ustadz… 🙂

ane ada sedikit pertanyaan neh mengenai “Sholat dalam kubur” ini bukan berarti kita sedang membahas boleh atau tidaknya kita sholat di tanah perkuburan kan ?

He he he. Diskusi ama Atong (Ali Ritong al Wahabi) pindah ke blog nih? 🙂

Sekedar buat bahan diskusi, dikutip dari kitab Shohih Muslim bisyarhin Nawawi no.809 :

باب
المساجد ومواضع الصلاة
صحيح مسلم

‏ ‏حدثني ‏ ‏أبو كامل الجحدري ‏ ‏حدثنا ‏ ‏عبد الواحد ‏ ‏حدثنا ‏ ‏الأعمش ‏ ‏قال ‏ ‏ح ‏ ‏و حدثنا ‏ ‏أبو بكر بن أبي شيبة ‏ ‏وأبو كريب ‏ ‏قالا حدثنا ‏ ‏أبو معاوية ‏ ‏عن ‏ ‏الأعمش ‏ ‏عن ‏ ‏إبراهيم التيمي ‏ ‏عن ‏ ‏أبيه ‏ ‏عن ‏ ‏أبي ذر ‏ ‏قال قلت ‏
‏يا رسول الله أي مسجد وضع في الأرض أول قال ‏ ‏المسجد الحرام ‏ ‏قلت ثم أي قال ‏ ‏المسجد الأقصى ‏ ‏قلت كم بينهما قال أربعون سنة وأينما أدركتك الصلاة فصل فهو مسجد ‏
‏وفي حديث ‏ ‏أبي كامل ‏ ‏ثم حيثما أدركتك الصلاة ‏ ‏فصله فإنه مسجد ‏

صحيح مسلم بشرح النووي

‏قوله صلى الله عليه وسلم : ( وأينما أدركتك الصلاة فصل فهو مسجد ) ‏
‏فيه جواز الصلاة في جميع المواضع إلا ما استثناه الشرع من الصلاة في المقابر , وغيرها من المواضع التي فيها النجاسة كالمزبلة والمجزرة , وكذا ما نهي عنه لمعنى آخر , فمن ذلك أعطان الإبل : وسيأتي بيانها قريبا إن شاء الله تعالى . ومنه قارعة الطريق والحمام وغيرها لحديث ورد فيها . ‏

ah bang atong mah jangan diajak diskusi, capek ngeladenin-nya, kita berdalil eh dia pake Ro’yu…. 🙂

Mending nyambung, semua out of topic. Lama2 enek juga. Mending silaturahmi ke habib Husein bin Umar al Attas gang seratus minta doa dan keberkahan beliau. Ane dah lama gak mampir. Pernah ketemu?

aduh maaf Ustadz, saya orangnya kuper, ga pernah kenal habib, tapi ane ngamalin Ratibul hadad, cuma itu, kalau mau ketemu Habib ane jadi minder…
sekali-kali ajak dong saya….. 🙂

http://forum.assunnah.web.id/
numpang info

Alamat IP ini telah dicekal dari forum ini
Silakan kontak Webmaster atau Administrator forum untuk informasi lebih lanjut

Alhamdulillah dicekal Wahabi

Ustadz Lani lebih tawadhu nih.

Ajari anak2mu mencintai 3 hal : Cinta Nabi Muhammad shallallohu ‘alayhi wa aalihi wa sallam, cinta Al Qur’an dan cinta kepada ahlul baitnya.

ane mau tanya gimana caranya sholat dalam kubur

Gak usah ditanyain dan dipelajari bro. Dunianya sudah beda. Namun perlu yakin bahwa kelebihan yang diberikan Alloh SWT terhadap wali2NYA adalah nyata adanya.

Wong shalat 5 waktu dan shalat sunnah juga banyak yang tidak melaksanakan, banyak juga yang melaksanakan tapi bolong2 alias tidak lengkap, banyak juga yang lengkap shalatnya tapi hanya sebatas rutinitas dan melaksanakan kewajiban. Nah yang shalatnya sudah lahir dan batin, ruh wajasadi nya, sampai perilakunya, ini yang baru bener2 shalat. nah tinggal pilih di bagian mana shalat kita yang sudah kita jalani. Wong kita belum mati ya ga tahu cara shalat dalam kubur, mungkin harus mati dulu, nah baru tahu shalat dalam kubur bagaimana. Iya ga Kyai Saad ?

@ Ahmad Lukman Mending nyambung, semua out of topic. Lama2 enek juga. Mending silaturahmi ke habib Husein bin Umar al Attas gang seratus minta doa dan keberkahan beliau. Ane dah lama gak mampir. Pernah ketemu?
………kalo boleh tau Abang Lukman tinggal dimana…?….

ane email japri ke antum. tolong cek email ya. syukron

bagus bgt tulisannya… wahabi kayaknya anti dengan yang ghaib2, padahal rukun iman harus mempercayai yang ghaib, spt Alloh yang maha ghaib, malaikat,, dsb…. entah ini hadist atau perkataan abu nawas : ”hidup di dunia ini fana hidup yang sebenarnya dan kekal adalah nanti setelah ruh kita meninggalkan jasad (akhirat)”. ada seorng prof sekaligus ulama menjelaskan tentang hal ini, hidup dan mati bagaikan, alam sadar dan alam mimpi(taksadar), ketika kita tidur dan bermimpi maka mimpi itu menjadi nyata (kongkrit). dan apabila kita terbangun dari tidur dan tersadar bahwa yang kita alami dlm tdr itu mimpi, maka mimpi itu menjadi nyata namun taknyata (bastrak).

bagus bgt tulisannya… wahabi kayaknya anti dengan yang ghaib2, padahal rukun iman harus mempercayai yang ghaib, spt Alloh yang maha ghaib, malaikat,, dsb…. entah ini hadist atau perkataan abu nawas : ”hidup di dunia ini fana hidup yang sebenarnya dan kekal adalah nanti setelah ruh kita meninggalkan jasad (akhirat)”. ada seorng prof sekaligus ulama menjelaskan tentang hal ini, hidup dan mati bagaikan, alam sadar dan alam mimpi(taksadar), ketika kita tidur dan bermimpi maka mimpi itu menjadi nyata (kongkrit). dan apabila kita terbangun dari tidur dan tersadar bahwa yang kita alami dlm tdr itu mimpi, maka mimpi itu menjadi nyata namun taknyata (bastrak).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Shalawat

Al Qur’an Online

Tawassul

Pengunjung

  • 624,252 Pembaca Setia

اهلا وسهلا بحضوركم

Ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk. Kebenaran datangnya dari Alloh SWT, kesalahan datangnya dari kelemahan diri saya pribadi. Jika ingin copy-paste silakan. Mohon masukan dan tegur sapa serta do'akan semoga tetap istiqomah di jalanNYA. Amien

Terima kasih atas kunjungan Anda

Allah exists without a place!

Sahabat Ali Ibn Abi Thalib berkata : "Sebagian golongan dari umat Islam ini ketika kiamat telah dekat akan kembali menjadi orang-orang kafir." Seseorang bertanya kepadanya : "Wahai Amirul Mukminin apakah sebab kekufuran mereka? Adakah karena membuat ajaran baru atau karena pengingkaran?” Sahabat Ali Ibn Abi Thalib menjawab : "Mereka menjadi kafir karena pengingkaran. Mereka mengingkari Pencipta mereka (Allah SWT) dan mensifati-Nya dengan sifat-sifat benda dan anggota-anggota badan." (Imam Ibn Al-Mu'allim Al-Qurasyi (w. 725 H) dalam Kitab Najm Al-Muhtadi Wa Rajm Al-Mu'tadi)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,018 other followers

July 2008
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Twitter

Follow me

Shalawat

  1. preview.mp3
  2. M%2BArifin%2BIlham%2B-%2BYa%2BNabi%2BSalam%2BAlaika.mp3



Asas

Page Rank

Online

tracker

My 4shared

%d bloggers like this: