Sekedar Catatan

Berkata Baik

Posted on: August 26, 2008

Efek Kata-Kata Negatif dan Kata-Kata Positif

Sebaiknya kita semua mulai mengendalikan Kata-kata yang keluar dari mulut kita dengan Kata-Kata yang Positif dan Baik.

Dalam buku “The Hidden Messages in Water” karya Masaru Emoto halaman 31 buku disebutkan tentang banyaknya orang yg melakukan percobaan tentang efek kata-kata baik, sayapun tertarik untuk melakukannya sbb:

1. Tempatkan Nasi sisa yg sudah didiamkan semalaman kedalam 2 toples dgn jumlah yg sama, kemudian ditutup rapat.
2. Masing-masing toples di tempelin label yg berisi kata2 sbb:
3. Toples A : “Kamu Pintar, Cerdas, Cantik, Baik, Rajin, Sabar, Aku Sayang Padamu, Aku Senang Sekali Melihatmu, Aku Ingin Selalu di dekatmu, I LOVE YOU, Terima Kasih.”
4. Toples B : ” Kamu Bodoh, Goblok, Jelek, Jahat, Malas, Pemarah, Aku Benci Melihatmu, Aku Sebel Tidak mau dekat dekat kamu.”
5. Botol-botol ini saya letakkan terpisah dan pada tempat yg sering dilihat, saya pesan pada istri, anak, dan pembantu untuk membaca label pada botol tersebut setiap kali melihat botol2 tersebut.
6. Dan inilah yang terjadi pada nasi tersebut setelah 1 minggu kemudian:

Nasi dalam botol yg di bacakan kata-kata Negatif ternyata cepat sekali berubah menjadi busuk dan berwarna hitam dgn bau yg tidak sedap..

Sedangkan Nasi dalam botol yg di bacakan kata-kata Positif masih berwarna putih kekuningan dan baunya harum seperti ragi.

Hmmmmm.

Jadi teringat dahulu kala, beberapa tahun yang lalu saat masih sering beraktivitas di kampus, kata-kata cenderung kasar adalah semacam fatsoen di dunia para-maskulin ini. Adakalanya saya juga ‘terpaksa’ harus mengikuti arus ini untuk mengimbangi. Tidak masalah saya pikir, karena masih dalam batas kewajaran, tidak memutus silaturahmi, dan (yang terpenting) masih logis.

Hari kemarin saya membaca sebuah blog yang isinya adalah pernyataan bergaya negatif dan cenderung sangat emosional. Secara objektif, di luar konteks kebenaran yang coba dibawa penulisnya, gaya-gaya semacam ini bagi saya tidak ilmiah dan cenderung tidak dewasa. Sering bahkan membuat orang awam menjadi antipati duluan terhadap cara yang dipakai.

Kata-kata baik tidak boleh juga menjadi kepanjangan tangan dari motivasi ‘menjilat’. Kalau dalam bahasa orde baru-nya ABS, Asal Bapak Senang. ‘Penjilatan-penjilatan’ adalah fenomena para munafik yang tidak jujur, bisa merusak mental. Jangan pernah mencoba untuk mempraktekkan.

Konklusi dari saya adalah:
1. Sebisa mungkin, selalu pergunakan bahasa yang baik dalam bertutur sapa
2. Jika pada suatu kondisi tertentu point 1 tidak bisa dilakukan, silakan bertutur semau anda, tapi harus tetap bersandar pada kaidah-kaidah rasional yang logis, jangan membabi buta
3. Jika point 1 dan 2 tidak bisa dilakukan, lebih baik anda DIAM.

Menyampaikan sesuatu kebenaran dengan hikmah (baik) adalah sunnah Nabi (CMIIW). Maka berkatalah yang baik atau diam.

3 Responses to "Berkata Baik"

Selamat menunaikan ibadah puasa…semoga kita dapat melaksanakannya dengan khusyuk dan segala amal ibadah kita diterima Alloh SWT. Amin..

Amien ya Rabbal ‘alamien.

Makasih mas Opix.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Shalawat

Al Qur’an Online

Tawassul

Pengunjung

  • 608,256 Pembaca Setia

اهلا وسهلا بحضوركم

Ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk. Kebenaran datangnya dari Alloh SWT, kesalahan datangnya dari kelemahan diri saya pribadi. Jika ingin copy-paste silakan. Mohon masukan dan tegur sapa serta do'akan semoga tetap istiqomah di jalanNYA. Amien

Terima kasih atas kunjungan Anda

Allah exists without a place!

Sahabat Ali Ibn Abi Thalib berkata : "Sebagian golongan dari umat Islam ini ketika kiamat telah dekat akan kembali menjadi orang-orang kafir." Seseorang bertanya kepadanya : "Wahai Amirul Mukminin apakah sebab kekufuran mereka? Adakah karena membuat ajaran baru atau karena pengingkaran?” Sahabat Ali Ibn Abi Thalib menjawab : "Mereka menjadi kafir karena pengingkaran. Mereka mengingkari Pencipta mereka (Allah SWT) dan mensifati-Nya dengan sifat-sifat benda dan anggota-anggota badan." (Imam Ibn Al-Mu'allim Al-Qurasyi (w. 725 H) dalam Kitab Najm Al-Muhtadi Wa Rajm Al-Mu'tadi)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,017 other followers

August 2008
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Twitter

Follow me

Shalawat

  1. preview.mp3
  2. M%2BArifin%2BIlham%2B-%2BYa%2BNabi%2BSalam%2BAlaika.mp3



Asas

Page Rank

Online

tracker

My 4shared

%d bloggers like this: