Sekedar Catatan

Antara Bulan Madu dan Bulan Ramadhan

Posted on: September 16, 2008

Mana yang membuat anda lebih bersemangat, menyongsong bulan madu atau bulan Ramadhon? Pertanyaan yang konyol. Tapi itulah yang terlintas di pikiran saya di malam kemaren, sepulang dari tarawih.

Kalau anda sudah menikah atau menjelang menikah, sudah pasti hasrat dan gelora menjelang bulan madu akan bisa anda bayangkan atau rasakan. Bayangan kenikmatan mereguk cinta kasih bersama pasangan kita, telah membayang. Sudah tentu anda akan bersemangat menyambutnya. Lantas, sesemangat itukah diri kita saat bulan – Ramadhan – yang suci ini semakin mendekat.
Apa yang terbayang di benak dan pikiran kita saat ramadhan menjelang? Bayangan rasa lapar dan haus? Apakah itu bisa membuat anda jadi semangat? Banyak diantara kita yang tetap puasa walaupun tidak terlalu yakin dengan apa yang dilakukannya. Kita percaya bahwa puasa itu perintah Allah swt, tapi bisa jadi mereka menjalankannya tidak lebih sebagai sebuah kewajiban sebagai umat islam. Bahkan ada, yang menjalankannya karena kalau tidak puasa dianggap tidak beriman. Nah persoalannya, percaya saja ternyata tidak cukup.
Kenapa anda bersemangat saat berbulan madu? Karena anda tahu, apa yang akan anda nikmati  dan dapatkan. Mengarungi samudra cinta bersama orang yang anda cintai.
Kalau kita tahu betapa besarnya reward dari bulan ramadhan, saya percaya kita lebih bersemangat menjalankan puasa ramadhan. Bagaimana sebenarnya janji Allah swt terhadap hamba-Nya yang menjalankan puasa ramadhan?
1. Puasa sebagai penghapus dosa.
“Barang siapa berpuasa ramadhan karena iman dan mengharap ridho Allah, maka diampunilah segala dosa-dosanya yang terdahulu.” HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ra.
2. Pintu khusus di surga.
“Sesungguhnya di surga terdapat pintu yang disebut Rayyan, yang mana besok pada hari kiamat orang yang berpuasa akan masuk dari pintu itu. Dan tidak ada seorangpun yang masuk dari pintu itu selain mereka. Dikatakan, “Dimanakah orang-orang yang berpuasa?”. Maka mereka berdiri, dan tidak ada seorangpun selain mereka yang masuk darinya. Apabila mereka sudsah masuk, maka ditutuplah pintunya, sehingga tidak ada seorangpun yang masuk darinya.” HR. Bukhari.
3. Dilipat gandakannya pahala yang besarnya tanpa terkira.
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabar saja, yang akan disempurnakan pahala puasa mereka dengan tiada terkira.” QS. Az-zumar 10.
4. Bertemu Allah swt.
Satu hadiah yang tak ternilai harganya, karena adalah suatu kesukacitaan dan kehormatan yang spesial diberikan pada siapa saja yang mampu melampaui puasa dengan puasa yang sebenar-benarnya.
“Orang yang berpuasa itu, memiliki dua kegembiraan, pertama ialah ketika ia berbuka dan kedua ketika dia bertemu dengan Tuhan-nya.” HR. Bukhari dan Muslim
Semua itu adalah kesempatan dan kemurahan yang diberikan Allah Ta’ala kepada hamba-Nya yang mau berpuasa. Apakah itu semua cukup untuk menggerakkan sehingga kita  bersemangat dan total menjalankan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya? Ternyata tidak. Kami sendiripun, masih merasakan banyak hal yang kami lalaikan selama menjalankan ibadah puasa tahun ini.
Lantas apalagi yang diperlukan untuk bersemangat selain percaya? Jawabannya CINTA. Saat anda berbulan madu, rasa cinta itu begitu menggebu sehingga semangat anda terpancar pada wajah, dan terefleksi pada tindakan. Apapun akan anda lakukan demi cinta anda buat sang kekasih. Pada saat berpuasa, akankah pancaran wajah anda berseri-seri, seperti menunggu datangnya sang kekasih hati? Sehingga kita bersedia dengan senang hati melakukan amalan di bulan suci ini tanpa berpikir lagi untuk apa? Karena anda yakin bahwa cinta akan membuat anda bertemu dengan kekasih hati Allah azza wa jalla.
Subhanallah. Marilah kita merenungkannya disaat kita akan menyambut hari-hari istimewa yang sebentar lagi datang menghampiri kita, dimana ibadah kita akan disamakan  seperti beribadah seribu bulan. LAILATUL QODAR.
Source : Dare to Dream

5 Responses to "Antara Bulan Madu dan Bulan Ramadhan"

Bang Saad: Berdasarkan pengalaman, mana yang Bang Saad lebih “enak”, Bulan Madu atau Bulan Ramadhan ? Bagi orang yang tingkatan ketaqwaannya sudah si atas rata-rata, pasti di dalam bulan ramadhan mereka seperti menjalani bulan madu. Dan bagi mereka yang baru bulan madu (just married) di bulan ramadhan, belum tentu dapat merasakan ‘madu’ karena mereka pikir : “lama amat ya udah ga tahan nih”, he..he..

Makanya menikah mendekati Ramadhan lebih riskan.

Kan dah diingatin bang Ben (Benyamin S)

Ee ujan gerimis aje
Ikan bawal diasinin
Ee jangan menangis aje
Bulan Syawal mau dikawinin

Jadi menikahnya di bulan Syawal saja (sesudah Ramadhan) sehingga meminimalkan resiko. 8)

resiko apa pak ?? ❓

Yang bertanya lebih tahu dari yang ditanya…

Hmmm…… pengalaman dari yang senior2 nih.. Bagus juga buat masukan, he he he

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Shalawat

Al Qur’an Online

Tawassul

Pengunjung

  • 608,256 Pembaca Setia

اهلا وسهلا بحضوركم

Ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk. Kebenaran datangnya dari Alloh SWT, kesalahan datangnya dari kelemahan diri saya pribadi. Jika ingin copy-paste silakan. Mohon masukan dan tegur sapa serta do'akan semoga tetap istiqomah di jalanNYA. Amien

Terima kasih atas kunjungan Anda

Allah exists without a place!

Sahabat Ali Ibn Abi Thalib berkata : "Sebagian golongan dari umat Islam ini ketika kiamat telah dekat akan kembali menjadi orang-orang kafir." Seseorang bertanya kepadanya : "Wahai Amirul Mukminin apakah sebab kekufuran mereka? Adakah karena membuat ajaran baru atau karena pengingkaran?” Sahabat Ali Ibn Abi Thalib menjawab : "Mereka menjadi kafir karena pengingkaran. Mereka mengingkari Pencipta mereka (Allah SWT) dan mensifati-Nya dengan sifat-sifat benda dan anggota-anggota badan." (Imam Ibn Al-Mu'allim Al-Qurasyi (w. 725 H) dalam Kitab Najm Al-Muhtadi Wa Rajm Al-Mu'tadi)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,017 other followers

September 2008
M T W T F S S
« Aug   Oct »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Twitter

Follow me

Shalawat

  1. preview.mp3
  2. M%2BArifin%2BIlham%2B-%2BYa%2BNabi%2BSalam%2BAlaika.mp3



Asas

Page Rank

Online

tracker

My 4shared

%d bloggers like this: