Sekedar Catatan

Reise Nach Italien

Posted on: November 27, 2008

Gak pernah kebayang sebelumnya gue menginjakkan kaki di Italia. Bayangan dan harapan gue justru ke Jerman bukan ke negeri asal Franco Baresi, pemain favorit gue selain Maradona dan Bambang Pamungkas. Jerman pernah menyihir gue ketika kuliah selama 6 tahun di UI [baca : Universitas IKIP] dan memberikan harapan2 untuk mengundi peruntungan di sana. Sempat terbuka kesempatan untuk masuk Jerman melalui saudara jauh yang sudah lama menetap dan menjadi warga negara Jerman. Tapi harapan tinggal harapan. Pun melalui Belanda sebagai batu loncatan, dimana ada saudara yang menetap dan menikah dengan WNB [WN Belanda]. Lagi2 harapan mesti kandas. Gue akui gue gak seberani orang2 yang nekat berangkat dan akhirnya berhasil. Gue masih melankolis, nunggu sesuatu dan terlalu banyak khawatirnya.

Alhamdulillah meski pun ke Jerman belum kesampaian sampai hari ini, kesempatan ke Eropa terbuka melalui perusahaan tercinta, Telkomsel. Telkomsel memang luar biasa! [setidaknya bagi gue dan 4 ribuan karyawan yang bernaung di dalamnya]. Januari 2004 yl, gue dan istri mendapat kehormatan berangkat haji plus melalui program haji perusahaan. Kata orang Haji Abidin [Atas BIaya DINas] atau juga Haji Kosasih [ongKOS dikASIH] –woteper lah- November 2008 ini gue berangkat ke Italy dalam rangka Dealer Trip. Vielen Dank Telkomsel!

Dealer Trip kali ini mengunjungi beberapa kota al : Roma, Napoli, Pompeii, Pulau Capri, Firenze,  Bologna, Milan dan finish di Venizia. Cukup kebayang dengan banyak kota dan lokasi wisata yang cukup berjauhan diberi waktu hanya 10 hari. Itu pun belum dipotong hari PP. Hanya ada satu hotel yang kita menginap 2 hari dua malam, selainnya hanya cek in malam, besok pagi langsung cek out. Nah lo.. Tua di jalan. 🙄

Hari senin malam, 10 November 2008 kami berkumpul di Hotel Sheraton Bandara Soekarno-Hatta untuk persiapan keberangkatan menuju Roma transit di Dubai. Kenapa mesti Dubai ya, gak Medan gitu? La iyalah, masak la iya dong. Dubai adalah jantungnya Timur Tengah dan menjadi penghubung ke negara2  Timteng, Eropa dan Afrika.

Fortsetzung folgt [nyang artinye, ntar gue sambung lagi]…

7 Responses to "Reise Nach Italien"

Waaaah… Seneng bangget dunk pak? 😛

Saad …, sambungannya jangan pake lama ya !!
Gw tungguin dekh ..

saad, itu dipoto cuma mo dadahin ato secara tak sengaja salam ala hitler? kl gak salah tu di stadion meazza/san siro milan kan?
gue pun sampai saat ini masih “tersihir” oleh ngr jerman, he..he..(makanya gak mo pulang).

ditunggu kelanjutan ceritanya…

Mudah-mudahan setelah baca post ini bisa ketularan ‘berkah’ jalan-jalan ke Roma dan sekitarnya ^-^
Salam kenal.

Salut-nya kak Saad bukan kaya salam ala H*****, sondern hormat kalau upacara bendera hari senin wkkkk
@ kak Saad: Buat penggemar Mutter, ada lagu bagus. Keluaran 2-3 tahun lalu sih, tapi liriknya tetep indah http://www.youtube.com/watch?v=ryjDgrfqmls

Gue termasuk Orang yg iri “positif” Hiks…………

Bang Saad: “saluut” nya bagus sekali. Memang semua itu berjalan tanpa terduga-duga, ada yang di sini, di sana, di mana-mana. Ada yang jalan-jalan ke Italia, ada yang ke depok, ada yang bau pulang dari papua kena malaria (sekarang udah baekan). Intinya: saya bangga sbg alumni UI (baca:Universitas IKIP.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Shalawat

Al Qur’an Online

Tawassul

Pengunjung

  • 611,425 Pembaca Setia

اهلا وسهلا بحضوركم

Ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk. Kebenaran datangnya dari Alloh SWT, kesalahan datangnya dari kelemahan diri saya pribadi. Jika ingin copy-paste silakan. Mohon masukan dan tegur sapa serta do'akan semoga tetap istiqomah di jalanNYA. Amien

Terima kasih atas kunjungan Anda

Allah exists without a place!

Sahabat Ali Ibn Abi Thalib berkata : "Sebagian golongan dari umat Islam ini ketika kiamat telah dekat akan kembali menjadi orang-orang kafir." Seseorang bertanya kepadanya : "Wahai Amirul Mukminin apakah sebab kekufuran mereka? Adakah karena membuat ajaran baru atau karena pengingkaran?” Sahabat Ali Ibn Abi Thalib menjawab : "Mereka menjadi kafir karena pengingkaran. Mereka mengingkari Pencipta mereka (Allah SWT) dan mensifati-Nya dengan sifat-sifat benda dan anggota-anggota badan." (Imam Ibn Al-Mu'allim Al-Qurasyi (w. 725 H) dalam Kitab Najm Al-Muhtadi Wa Rajm Al-Mu'tadi)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,019 other followers

November 2008
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Twitter

Follow me

Shalawat

  1. preview.mp3
  2. M%2BArifin%2BIlham%2B-%2BYa%2BNabi%2BSalam%2BAlaika.mp3



Asas

Page Rank

Online

tracker

My 4shared

%d bloggers like this: