Sekedar Catatan

Knappa…

Posted on: December 11, 2008

Knappa.. knappa.. tag adda nassiw….

Galih dan Ratna

Knappa..knappa tag adda nassiw ( bahasa indonesianya nya: kenapa hari  ini tidak ada nasi ) selalu diucapkan si akang di rumah kalau gue tiga  hari gak masak makanan melayu.  Karena kesibukan kerja dan malam gue jarang makan, biasanya ambil jalur cepat dan malas , si akang disuguhin ” Roggen Brot ” ( roti jerman yang kelabu dan na..ya..rasanya ..) ,keju dan dan salat. Tapi ya itu…minimal dua  kali seminggu harus ada menu indonesianya. Menu wajib dia , terutama kalau musim panas ikut pertandingan balap sepeda , sayur lodeh tahu plus nasi putih… si yayang satu ini bahkan agak “abergläubisch ” setiap makan sayur lodeh plus nasi, kecepatan naik sepedanya tambah baik….

Entah kenapa meskipun udah bangkotan di negeri orang, lidah gue tetep aja melayu sekali. Kayaknya enggak afdol  kalau hari tampa nasi. Contoh terbaru waktu dirawat seminggu di rumah sakit bulan lalu, sehari abis dari meja operasi , gue kudu usaha BAB ( maaf, buang air besar ) kata dokternya, biar perutnya enak, 2 hari usaha gak bisa-bisa…terus pas ada   temen indo besuk dengan oleh-oleh nasi putih dengan telur dadar, alhamdulillah…. lega,  dokternya senang hhihi….dan kesehatan tubuh gue membaik dengan cepat.
Di rumah pun, kalau ngundang makan temen-temen non indonesia, mereka seneng disuguhin masakan indo. Buat mereka ” undangan di rumah ” Neta-Uli ” = makan nasi. Pernah ngundang mertua dan kami menyuguhkan masakan italia, mereka agak ngambek…dan bilang ” wir dachten unsere Schwiegertochter eine Indonesierin ” hihi… akhirnya sampe sekarang kalau kita makan sekeluarga di rumah ya… ” Reistaffel ” yang kudu ada menu gulainya. Kesukaan mertua gue nasi kapau pakek kari kambing .

Yang bikin heran empat tahun lalu pernah kedatangan tamu mantan teman kuliah, melihat budaya makan kami yang melayu sekali sempat dikomentarin ” kok enggak  modern  banget ” hahhh…. dan komentar terbaru  saat gue teleponan ama  Hartono ( kakak kelas yang lumayan guanteng ehm ….) dan ada mantan temen IKIP juga disebelahnya ikutan ngobrol… ngomentarin gaya dan permintaan aneh gue tentang oleh-oleh wajib temen kuliah  kalo mo ketemu gue di München “ikan tongkol dan daun singkong ” tuh anak IKIP sebelah si Hartono ( ehmm udah ganteng , ramah pula ) bilang ” Net elo seleranya udah lama di jerman  kok kampungan banget ” …duhhh duhhh …..

Na ya…. terserah dianggap apa… buat gue makanan indonesia itu enak sekali. Dan salah satu tujuan terbesar untuk pulang kampung, pastilah memenuhi kerinduan yang amat sangat dengan makanan khas indonesia…benerkan mbak Andi, Dian, Donyeh…..

Salam dari München yang dingin dan kelabu dari Neta yang hobi makan nasi….

Neta 91

4 Responses to "Knappa…"

Wuihhhhhhh, gak nyanka niy, si neng Neta jago nulis juga,ringan n apa adanya.Kok gak bilang2 siy, tau dari dulu mah bisa dikaryakan niy. Dimata gw sendiri makanan2 ala kampung itu berharga banget, malah gw anggep barang luxus, nemunya ngak gampang bok,jadi makannya diirit2 banget n slalu bersyukur klo ada temans yang berbaik hati ngirimin n masakin makanan2 ala ina. Ini juga salah satu perwujudan rasa kangen gw ma tanah air tercinta.

Neta … elo bisa pake nih kegemaran Uli utk senjata elo nodong dia spy elo (dan Uli) bisa mudik … bilang ke dia di Indo kemana-mana dia bisa dapat nassiw dan sayur lodew (maksudnya lodeh 😉 ) kesukaan dia. So, jadi kapan mo mudik nih Bu>

Tuh kan, belum apa apa Sondang dah ngundang.

Kalo ke Lhokseumawe mampir/nginep di tempat gue ya.

sayang sekali org indo tetap mengganggap makanan indo itu “kampungan”. padahal sebenarnya pola makan org indo itulah yg sehat dan benar, dibanding makanan org eropa yg terlalu banyak mengkomsumsi daging dan lemak binatang. sekarang kan lagi digalakkan untuk mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung serat. begitu juga di eropa dianjurkan untuk makan buah, sayur sebanyak mungkin dan membatasi makan daging dan lemak. makanan asia justru sekarang jadi trend di eropa karena memang lebih sehat dan gak berat di perut. jadi neta, bersyukurlah kl pola makan kita gak berubah walopun dah bulukan di eropa karena terbukti bahwa makanan kita lebih sehat kok…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Shalawat

Al Qur’an Online

Tawassul

Pengunjung

  • 629,688 Pembaca Setia

اهلا وسهلا بحضوركم

Ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk. Kebenaran datangnya dari Alloh SWT, kesalahan datangnya dari kelemahan diri saya pribadi. Jika ingin copy-paste silakan. Mohon masukan dan tegur sapa serta do'akan semoga tetap istiqomah di jalanNYA. Amien

Terima kasih atas kunjungan Anda

Allah exists without a place!

Sahabat Ali Ibn Abi Thalib berkata : "Sebagian golongan dari umat Islam ini ketika kiamat telah dekat akan kembali menjadi orang-orang kafir." Seseorang bertanya kepadanya : "Wahai Amirul Mukminin apakah sebab kekufuran mereka? Adakah karena membuat ajaran baru atau karena pengingkaran?” Sahabat Ali Ibn Abi Thalib menjawab : "Mereka menjadi kafir karena pengingkaran. Mereka mengingkari Pencipta mereka (Allah SWT) dan mensifati-Nya dengan sifat-sifat benda dan anggota-anggota badan." (Imam Ibn Al-Mu'allim Al-Qurasyi (w. 725 H) dalam Kitab Najm Al-Muhtadi Wa Rajm Al-Mu'tadi)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,017 other followers

December 2008
M T W T F S S
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Twitter

Follow me

Shalawat

  1. preview.mp3
  2. M%2BArifin%2BIlham%2B-%2BYa%2BNabi%2BSalam%2BAlaika.mp3



Asas

Page Rank

Online

tracker

My 4shared

%d bloggers like this: