Sekedar Catatan

Gizi Buruk

Posted on: January 5, 2009

6 Responses to "Gizi Buruk"

kenapa anak2 spt ini harus dilahirkan ke dunia? kenapa “mencetak” anak kalau tidak bisa mencukupi kebutuan seorang anak? orang tua mereka tidak bertanggung jawab atas hidup anak2 ini. kemiskinan bukan alasan untuk tidak bisa mengurus anak dg selayaknya. kenapa tidak dipikirkan sebelum “titipan tuhan” ini dilahirkan ke dunia? setiap anak berhak untuk diurus dg layak. anak2 spt contoh di atas tidak bersalah telah lahir ke dunia ini, tapi orang tua mereka!

wo bist du budi? ich bitte dich um deine meinung.

Yup! Anak titipan Tuhan ! Oh, anak ku Valencia…,i miss u so much.

To Tutie…

Sudah sehat apa belum, masih dingin banget ya? Elbe aja sampai beku permukaannya ya, wow…. balik ke Indonesia aja dulu, nikmati hangat dan segarnya suasana pedesaan, seperti di Maninjau. Walau di Ina musim hujan , tapi masih enak dinikmati udara hangatnya ko. Allesia sehat?

Besok2 aku kasih komentar ttg gizi buruk deh.

Tapi kalau menurut aku Tuhan ga pernah nitipkan anak ke kita, yang ada kita yang berlomba2 bikin anak (prosesnya).

Salam dari jauh

Om Budi gak mau bahas masalah anak lebih lanjut, takut ketulah. He he he

To Kyai Saad…

Wuakakak …. tentu mau ngebahas dong, tentang perjalananku dari selurh penjuru sumatera selatan, lampung, pelosok pulau jawa,hingga ke pulau dewata.

Sebetulnya mau aku awali di same2 but different, tapi baru aku singgung judul permasalahannya, yaitu pabrik anak, pabrik bocah.

to be continue soon…………..

bener, tuhan gak pernah menitipkan anak ke kita. yg gue maksud dg tanda kutip di atas adalah sbg sindiran krn ini adalah motto org indo sendiri. gue pribadi mengtafsirkan “titipan tuhan” bahwa anak adalah suatu tanggung jawab dunia dan akhirat yg harus dijaga sebaik2nya, artinya nanti akan kita pertanggung jawabkan dihadapan tuhan.

budaya mencetak anak di indo didasari oleh;

1. mitos: banyak anak banyak rejeki
2. bikin aja dulu, rejeki akan datang belakangan
3. anak sbg jaminan masa depan
4. kalau gak punya anak takut dibilang gak subur dll.

alasan2 tersebut adalah “ego” orang tua dan masyarakat di atas penderitaan anak2 yg tak berdoa dan tak berdaya. mereka memproduksi anak tanpa memikirkan hidup dan masa depan anak. anak adalah tanggung jawab yg berat di dunia dan akhirat, yg tidak bisa ditelantarkan dan disia2kan begitu saja dg alasan kemiskinan. kalau merasa miskin dan tak mampu, jangan produksi anak. krn anak adalah makluk hidup, bukan sebuah benda yg dibeli dan diperlukan yg kemudian ditelantarkan krn ketidakmampuan dan kemiskinan. contoh kisah Nuri spt di artikel diatas, kenapa anak umur 2 tahun bisa kena linggis? mengerikan banget. udah gitu dibiarin aja tanpa penanganan medis. biadab! kalau di jerman bisa dicabut hak untuk jadi orang tua. anaknya akan diambil negara atau dirawat di keluarga lain yg lebih mampu mengurus anak.

anehnya, memproduksi anak lebih pesat di negara berkembang ketimbang di negara maju (yg notabene butuh anak). jumlah penduduk indo saat ini ca 230 juta (negara ke 4 terpadat di dunia) dg pertumbuhan penduduk ca 2% pertahun. kenyataannya; kemiskinan yg menyebabkan banyak anak2 terlantar. sepertinya, anak diproduksi hanya untuk menderita dan nilai anak tsb tidak ada. yg penting anak dah lahir, selesai. mau dikasih makan apa terserah, gak makan juga gak apa2. trus anak tidak hanya butuh makan, tapi juga perhatian, kasih sayang dan pendidikan. nah, bagaimana bangsa bisa cerdas, kalau anak2 kurang makan (gizi), dg kata lain anak banyak tapi kurang bermutu. kenapa tidak dibudayakan sedikit anak tapi lebih bermutu?

di jerman; jumlah penduduk 82 juta dg pertumbuhan penduduk 0,1% pertahun. kesejahteraan anak sangat diperhatikan dan mendapat prioritas tertinggi, spt kesehatan, fasilitas bermain dan pendidikan. walaupun begitu, tetap saja banyak orang jerman yg merasa gak mampu punya anak, dg berbagai alasan, spt merasa tidak sanggup membiayai anak. pemerintah sudah berusaha dg berbagai cara untuk merubah sedikit pola pikir rakyat mereka, spt memberi uang untuk yg mau punya anak, tapi ini tidak merubah banyak. tetap aja orang jerman beripikir bahwa biaya anak sangat mahal dan anak adalah sesuatu yg luxus. menurut data statistik biaya seorang anak dari lahir sampai berumur 18 tahun berkisar 200.000 euro atau sekitar 3.000.000.000 rupiah. wow! bisa beli ferarri dong! hal ini membuat ciut banyak orang jerman dan akhirnya memutuskan untuk tidak punya anak. ironisch bukan?

gue pribadi baru berani memutuskan untuk punya anak setelah 8 tahun menikah, krn gue gak siap dr segi mental. setelah kebutuhan berkarier, shopping dan berlibur ke negara2 lain terpuasi, barulah gue merasa siap untuk punya anak, dg arti kata siap untuk berkorban demi anak dan mengesampingkan kebutuhan sendiri. walaupun sekarang gue kerja setengah hari, tapi anak gue tetap terurus dg baik. untungnya ada undang2 untuk ibu2 yg bekerja dan punya anak.

segitu dulu deh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Shalawat

Al Qur’an Online

Tawassul

Pengunjung

  • 610,933 Pembaca Setia

اهلا وسهلا بحضوركم

Ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk. Kebenaran datangnya dari Alloh SWT, kesalahan datangnya dari kelemahan diri saya pribadi. Jika ingin copy-paste silakan. Mohon masukan dan tegur sapa serta do'akan semoga tetap istiqomah di jalanNYA. Amien

Terima kasih atas kunjungan Anda

Allah exists without a place!

Sahabat Ali Ibn Abi Thalib berkata : "Sebagian golongan dari umat Islam ini ketika kiamat telah dekat akan kembali menjadi orang-orang kafir." Seseorang bertanya kepadanya : "Wahai Amirul Mukminin apakah sebab kekufuran mereka? Adakah karena membuat ajaran baru atau karena pengingkaran?” Sahabat Ali Ibn Abi Thalib menjawab : "Mereka menjadi kafir karena pengingkaran. Mereka mengingkari Pencipta mereka (Allah SWT) dan mensifati-Nya dengan sifat-sifat benda dan anggota-anggota badan." (Imam Ibn Al-Mu'allim Al-Qurasyi (w. 725 H) dalam Kitab Najm Al-Muhtadi Wa Rajm Al-Mu'tadi)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,018 other followers

January 2009
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Twitter

Follow me

Shalawat

  1. preview.mp3
  2. M%2BArifin%2BIlham%2B-%2BYa%2BNabi%2BSalam%2BAlaika.mp3



Asas

Page Rank

Online

tracker

My 4shared

%d bloggers like this: