Sekedar Catatan

Kuliah di FH Konstanz

Posted on: January 15, 2009

Berminat menyelesaikan kuliah S1 di Fachhochschule Konstanz Germany? Yang dibuka saat ini adalah “Wirtschaftdeutsch und Tourismus”. Informasi ini gue terima dari Herr Arpani, sohib gue seangkatan yang sekarang jadi dosen bahasa Jerman di UNJ Jakarta. Berikut email yang gue terima langsung dari Pani :

Assalamualaikum wr.wb,

Boy, ini berita yang ingin gue sampaikan pada alumni kita, khususnya mungkin yang lulus 1-2 tahun belakangan dan berminat ngambil kuliah “Wirtschaftdeutsch und Tourismus” (S1) di FH Konstanz.

Untuk bisa kuliah di sana harus melalui Auswahltest atau seleksi yang akan diadakan oleh pihak Konstanz. Sebagai informasi Boy, jurusan “Wirtschaftsdeutsch dan Tourismus” ini awalnya ditujukan kepada mahasiswa berprestasi Bahasa Jerman UNJ yang sudah menyelesaikan PPL, kami menargetkan semester 7 mereka bisa berangkat ke Jerman, tentu kalau lulus seleksi. Ini yang penting Boy, biaya kuliah tidak ditanggung FH Konstanz, tapi ditanggung sendiri. Tapi, menurut Andi yang bekerja sebagai lektorin bahasa Indonesia di Konstanz, tiga mahasiswa dari Uni Malang sudah berada di sana dan mereka mendapat beasiswa dari DIKTI.

Pendeknya Boy, peluangnya tetap ada. Mungkin untuk informasi lebih lanjut, bagi mereka yang berminat, silakan hubungi gw atau almamater kite tercinte.

Begitu aja, Boy. Salam buat keluarga,

Berminat? Untuk nomor hape atau email Arpani silakan sms gue atau email ke jerman90@gmail.com.

13 Responses to "Kuliah di FH Konstanz"

hadoooh..pengen euy..tp lagi2 biaya sendiri..
ckckckck..

kalo beasiswa ola mau nyoba deh..
tapi kalo biaya sendiri…(langsung hening,hehehe)

usaha dulu La. dah dicoba belum nyari bea siswa dari dalam negeri… 🙂

Ola..ola…oh, olala..

Di sana rumahku
Dalam kabut biru
Hatiku sedih di hari Minggu

Di sana kasihku
Berdiri menunggu
di batas waktu yang tlah tertentu

Ke Jakarta aku kan kembali…i..i..
Walau apa pun yang kan terjadi… 2x

Koes Plus

Kalau punya keinginan, punya hasrat, punya cita2.. bila pengin terwujud mungkin harus punya motto

” Tlah kukembangkan layarku,
Tlah kupasang kemudiku,
Tlah Kuarahkan kompasku….. ”

Lebih baik tenggelam daripada surut langkah

Nenek Moyangku

Nenek moyangku orang pelaut
Gemar mengarung luas samudera
Menerjang ombak tiada takut
Menembus badai sudah biasa

Angin bertiup, layar berkembang
Ombak menderu di tepi pantai
Pemuda b’rani bangkit sekarang
Ke laut kita beramai-ramai

cari lah ilmu sampai ke negri china*

Baca : Konstanz

masih banyak kok jurusan yang gratis di bbrp Uni, bahkan di Austria pun ada.
Ya…., cuma kita tetap hrs membayar untuk biaya hidup.

ayoooo kalo gw, yg kecil dan tidak berdaya , perempuan dan tampa kiriman serupiahpun dari indo bisa….kenapa yang lain tidak bisa….ayooooooooooooooooooo

Mahasiswa kita ada yang baca gak ya?

Dulu gue sempet ngirimin surat Uni Bochum, tapi gak ada beasiswa. Gue gak punya nyali seperti Neta dan yang lain untuk tetap berangkat. Urat Betawi gue terlalu kuat, sehingga gue gak berani. Takut ini, takut itu.

Sekarang gue mau gak mau keluar juga dari Betawi.

Buat gue adik2 kita mestinya tertantang untuk lebih berani. Banyak kakak2 angkatan yang sudah ada di sana. Dengan tidak bermaksud ngemis ke senior atau numpang2, paling tidak mereka akan dibantu bagaimana caranya hidup di sana. Gue yakin senior akan dengan senang hati membantu mencarikan jalan keluar. Tinggal bagaimana adik2 berjuang sekuat tenaga.

Membaca permintaan sumbangan biaya kuliah, sudah kita bahas di facebook kemarin. Sayang adik2 belum maksimal mengikuti diskusi.

Kata Neta, gue lebih seneng memberi kail, bukan ikan. Begitu juga senior yang lain. Bandingkan dengan waktu kita masih kuliah. Tekhnologi canggih internet, email, chat, handphone dlsb belum seperti sekarang. Praktis sarana informasi dan komunikasi sangat minim.

Ayo adik2, manfaatkan kesempatan dengan baik. Buat jaringan dan buka tali silaturahmi. Insya Alloh banyak ‘kail’ yang siap diberikan untuk membantu kesuksesan adik2. Ikan akan habis dikonsumsi, sedang kail akan dapat menjadi kail2 lagi dikemudian hari.

Saad du bist so süüüüüsss……
kata-kata elo tuh menyejukkan hati terus. iya…gw pikir kakak kelas yg terdampar di eropa pastilah mo ngebantu. tapi yg gw tau soal proyek ini sejak 3 tahun yg lalu pun sudah diomongin frau Cessy ( ibu… vermisse ich dich ….) cuma ya itu ( sorry bgt ) biasanya sitim di indo hebohhhh aja terus gak ada lanjutannya. sedangkan kami di sana kan sibuk dan banyak yg harus dikerjain jadi ya pikirannya gak kefokus ama satu hal . tinggal adik-adik kelasnya yg kudu aktiv. kita-kita kan dah tua tinggal mangut-mangut ngedengerin dan ngasih nasihat dan ” kail ” hihi….
siip lah…jangan putus asa… banyak jalan menuju roma…
Soal betawi…. hidup betawi… sekali betawi tetep betawi…..
salam dari münchen yang ketutup salju dari kemarin…brrrrrr

kayaknya menarik juga. cm bingung harus mulai darimana untuk ke arah sana. ada saran? step by step

siaaap para senior kuw..
aku akan berjuang untuk lulus dl..hehehehe…

ola udah nanya ke Hr. Arpani ttg FH Konstanz ini…
n mudah2an pas ola udh lulus,ola bisa ikutan..
😀

n pengen juga kyk kak Neta,dkk yg berani memulai hidup baru di negeri orang.. 🙂

i’ll try my best..
tetap semangat!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Shalawat

Al Qur’an Online

Tawassul

Pengunjung

  • 629,858 Pembaca Setia

اهلا وسهلا بحضوركم

Ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk. Kebenaran datangnya dari Alloh SWT, kesalahan datangnya dari kelemahan diri saya pribadi. Jika ingin copy-paste silakan. Mohon masukan dan tegur sapa serta do'akan semoga tetap istiqomah di jalanNYA. Amien

Terima kasih atas kunjungan Anda

Allah exists without a place!

Sahabat Ali Ibn Abi Thalib berkata : "Sebagian golongan dari umat Islam ini ketika kiamat telah dekat akan kembali menjadi orang-orang kafir." Seseorang bertanya kepadanya : "Wahai Amirul Mukminin apakah sebab kekufuran mereka? Adakah karena membuat ajaran baru atau karena pengingkaran?” Sahabat Ali Ibn Abi Thalib menjawab : "Mereka menjadi kafir karena pengingkaran. Mereka mengingkari Pencipta mereka (Allah SWT) dan mensifati-Nya dengan sifat-sifat benda dan anggota-anggota badan." (Imam Ibn Al-Mu'allim Al-Qurasyi (w. 725 H) dalam Kitab Najm Al-Muhtadi Wa Rajm Al-Mu'tadi)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,017 other followers

January 2009
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Twitter

Follow me

Shalawat

  1. preview.mp3
  2. M%2BArifin%2BIlham%2B-%2BYa%2BNabi%2BSalam%2BAlaika.mp3



Asas

Page Rank

Online

tracker

My 4shared

%d bloggers like this: