Sekedar Catatan

Taushiyah Ustadz Yusuf Mansur tentang Facebook

Posted on: July 27, 2009

‘Pelarangan’ dari kiai dan ulama tentang Facebook harus disikapi sebagai berikut :

a. Anggap saja itu warning dari guru dan orangtua bahwa Facebook ada juga sisi negatifnya, yang kalau dibiarkan tumbuh, akan menjadi susah diatas lagi.
Maka, perhatikan atau minimal waspada terhadap sisi negatif ini. Istilahnya, anggap saja ini adalah nasihat dari guru dan orangtua yang meyayangi kita.

Sehingga kita tidak kehilangan rasa hormat dengan kiai, juga tidak bingung soal keputusan haram dan tidaknya.

b. Bahwa dasar pelarangan itu berlaku juga ketika kita sendiri melanggar. Di antaranya, tidak tahu waktu. Banyak hal kesia-kesiaan yang sebenarnya tidak pentung tapi dikerjakan, sebab mudahnya berkomunikasi lewat Facebook. Akhirnya, wajtty yang mestinya produktif jadi tidak produktif. Saya kasih contoh, makan sate pinggir saja diberitakan ke mana-mana, Tidak penting. Okelah itu masih okey, Bagaimana kalau kemudian lagi nonton di bioskop yang filemnya jelas-jelas mempertontonkan aurat, lalu di-share ke mana-mana.

c. Hal lain yang menjadikan dilarang adalah berpeluanganya Facebook untuk mencaci, menjelek-jelekkan, memfitnah, dan menebar berita buruk. Sekali lagi, ketika hal yang dilarang ini justru kita yang memakai, Facebook itu jatuhnya haram untuk kita. Seperti makan, makan kan boleh, tapi kalau berlebihan ya jadi haram.

d. Hendaknya Facebook benar-benar dijadikan satu kebaikan buat kita, buat silaturrahmi berguna, tukar-menukar inforasi berguna, buat dakwah, buat dagang, buat kerja dan usaha , dan yang baik-baiklah. Supafa facebook yang sebenarnya mubah atau boleh tidak berubah menjadi haram.

e. Jadi, keharamannya mengikuti perilaku. Sementara ini dulu, Bagi saya andai benar alim ulama mengharamkan (tertulis), tidak ada pilihan kecuali sami’naa wa atha’naa. Nyari keberkahan saja. Toh, kita tidak mati juga dengan tidak adanya facebook. Cuma kan sekarang belum ada bentuk pelarangan tertulus. Baru bersifat imbauan teknis untuk tidak menyalahgunakan Facebook atau yang sejenisnya.

Baarakallaahu lanaa. Hal-hal lain yang terkait dengan hal-ihwal Facebook ini, silahkan kemukakan pendapat Saudara-saudara semua, ya…. Boleh setuju, boleh tidak, Silahkan.

Sumber ( Sumber Majalah Alkisah No. 13/Tahun VII/29 Juni – 12 Juli 2009 )

copy-paste : pecinta Rasululloh

10 Responses to "Taushiyah Ustadz Yusuf Mansur tentang Facebook"

Manfaatkanlah facebook untuk yang lebih bermanfaat… 😀

setuju tad.. klo facebook kita gunakan utk menggugah anak muda utk ibadah kpd Allah misalnya giat bersodaqoh..gma?

ya ada pahalanya bang, kitanya juga dapet pahala krn menunjukkan yang baik.

Fahrudinbetawi = yusufmansurbetawi. sama sama betawi dong :mrgreen:

MUI tu apaan tazd?Kok ane baru dengar.MUI tu klub liga inggris ya?

MUI koq klub liga inggris, MU kleee maksudnya, masa ga tau si,..kura kura dalam perahu si kura kura tidak tahu,.hhhhh

innamal a’malu binniyati….
tergantung kita niatnya apa bikin facebook?ya to?

innamal a’malu binniyati….
tergantung dari niat kita buat facebook to?

Marilah kita ingatkan waktu sholat lwt facebook

ust.kapan bisa silaturrahim ke lombok NTB???

jadikanlah media facebook untuk berda’wah, sampaikan segala sesuatu yang bermanfaat untuk orang banyak sehingga bernilai ibadah dan dapat pahala. betul ga….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Shalawat

Al Qur’an Online

Tawassul

Pengunjung

  • 620,531 Pembaca Setia

اهلا وسهلا بحضوركم

Ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk. Kebenaran datangnya dari Alloh SWT, kesalahan datangnya dari kelemahan diri saya pribadi. Jika ingin copy-paste silakan. Mohon masukan dan tegur sapa serta do'akan semoga tetap istiqomah di jalanNYA. Amien

Terima kasih atas kunjungan Anda

Allah exists without a place!

Sahabat Ali Ibn Abi Thalib berkata : "Sebagian golongan dari umat Islam ini ketika kiamat telah dekat akan kembali menjadi orang-orang kafir." Seseorang bertanya kepadanya : "Wahai Amirul Mukminin apakah sebab kekufuran mereka? Adakah karena membuat ajaran baru atau karena pengingkaran?” Sahabat Ali Ibn Abi Thalib menjawab : "Mereka menjadi kafir karena pengingkaran. Mereka mengingkari Pencipta mereka (Allah SWT) dan mensifati-Nya dengan sifat-sifat benda dan anggota-anggota badan." (Imam Ibn Al-Mu'allim Al-Qurasyi (w. 725 H) dalam Kitab Najm Al-Muhtadi Wa Rajm Al-Mu'tadi)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,017 other followers

July 2009
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Twitter

Follow me

Shalawat

  1. preview.mp3
  2. M%2BArifin%2BIlham%2B-%2BYa%2BNabi%2BSalam%2BAlaika.mp3



Asas

Page Rank

Online

tracker

My 4shared

%d bloggers like this: