Sekedar Catatan

Puisi Habibie [Hoax]

Posted on: May 27, 2010

Gak terasa mata ikut sembab dan hidung pun turut meleleh ketika membaca pesan melalui BB Messenger tentang puisi seorang mantan presiden RI ke tiga, Prof. DR. Ing. Habibie. Setelah itu penasaran untuk mencari sumbernya. Lanjut googling di internet. Wuih, banyak juga yang dah ngepos di blog puisi indah dan mengharukan ini. Namun ada juga bantahan bahwa puisi ini meski rajutan kata per katanya dalam dan penuh makna, namun sejatinya bukanlah tulisan Habibie untuk istri terkasih, Hasri Ainun Habibie. Suara Merdeka dalam situsnya meragukan keaslian puisi tersebut. Juru bicara keluarga Habibie, Watik Pratiknya pun membantahnya.

Selain itu ada juga puisi senada yang ditulis di Kompasiana oleh Linda, seorang wartawati. Bedanya puisi ini menggambarkan tentang keindahan dan keluhuran budi serta akhlak bu Ainun dari kacamata seorang wartawati. Berikut kedua puisi tsb :

Namamu Ainun
-by Linda-
Namamu Ainun
memang indah matamu..
selalu saja berbinar-binar
manakala kau menatap suamimu
dengan sinar gelora penuh cinta

Namamu Ainun
memang tulus penglihatanmu
atas segala hal yang ada di sekelilingmu
ketajaman melihat dengan bola mata yang cantik
dan melihat dengan hati yang juga cantik

Namamu Ainun….
yang mengorbankan karir doktermu
demi engkau menginginkan kedua putramu
menjadi doktor-doktor yang handal dan perkasa
betapa ikhlas kau meninggalkan masa depan cemerlang itu..
karena rangkulan ibu kepada anak kau anggap jauh lebih bermakna
itu yang selalu kau katakan kepadaku…
selalu saja kau anggap karir suami jauh lebih penting..
masa depan anak demikian pula…

Namamu Ainun..
penuh kesabaran menghadapi dunia yang semrawut ini..
tatkala hujatan batu menggelinding di atas kepala
menimpa suami terkasihmu dan keluarga besarmu…
matamu tetap lembut cantik menatap dunia
dipenuhi ayat-ayat suci menggema
karena kau tak pernah lepas dari kedua hal sakral itu..
bersujud senantiasa, dan membuka lembar demi lembar kitab sucimu…
kadang hanya setengah berbisik..
kau mengaji di sudut rumah dengan begitu khusyuk…
karena kau tahu persis segalanya menjadi sumringah bila dilawan dengan doa
serta tawakal yang penuh tersebar di hati…

Namamu Ainun
yang memiliki mata indah kadang redup sejenak dan terpana
menyikapi apa kata orang tentang keluargamu
semua kau balas dengan senyum cantikmu..
karena hatimu yang juga cantik
selalu berupaya meraba segala hal dari sisi yang indah-indah saja….

Namamu Ainun..
yang telah terukir dalam hatiku, hati teman-temanku, hati saudara-saudaramu
terutama hati suami anak menantu dan cucu-cucumu
yang semua begitu penuh kasih menjalankan nikmat Allah selama ini

Namamu Ainun…
yang akan menjadi sebongkah monumen di hatiku
yang kini kembali ke hariban Ilahi
dengan nyaman..
penuh damai
sebagaimana makna ayat-ayat suci yang selalu tersebut dari bibirmu
selalu…
selalu…..
dan selalu……..

‘Puisi Habibie’
-by NN- Hoax
Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu,
bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada
pasti menjadi tiada pada akhirnya,
dan kematian adalah sesuatu yang pasti
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi,
aku sangat tahu itu.

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,
adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar
dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang,
sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku
menjadi nelangsa setengah mati,
hatiku seperti tak di tempatnya
dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang
tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan
salam perpisahan panjang, pada kesetiaan
yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis
selama kau ada, aku bukan hendak megeluh,
tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.

Mereka mengira aku lah kekasih yang baik
bagimu sayang, tanpa mereka sadari,
bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
mana mungkin aku setia padahal memang
kecenderunganku adalah mendua,
tapi kau ajarkan aku kesetiaan,
sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta,
sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat jalan,

Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.

selamat jalan sayang,

cahaya mataku, penyejuk jiwaku,

selamat jalan,calon bidadari surgaku ….

BJ.HABIBIE

8 Responses to "Puisi Habibie [Hoax]"

Para wanita kepincut dengan kisah cinta Habibie – Ainun, tak ada salah juga kita belajar untuk saling mencintai ala Habibie – Ainun 🙂 Tapi mungkin contoh yang lebih baik cintanya Hidayat Nurwahid – Kastiyan Indriyati (Ummi Ina) 🙂

itu contoh siapa dik??

semanga…salam kenal…

di tungu kunjungan baliknya…

terima kasih,

Makasih dan saya sudah mampir di tempat bapak. Thanks

hiks…hiks… sungguh puisi yg bikin terharu….

slm kenal mas, msh bljr ngeblog nih…..thanks…

puisi ini lebih dari sekedar bagus…..
dan yang pasti dalem bgt….

dari dulu aku suka baca puisi karya pak habibie. beliau adalah favoritku.
di skripsi kesarjanaanku…ku cantumkan salah satu puisi beliau sebagai motivasiku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Shalawat

Al Qur’an Online

Tawassul

Pengunjung

  • 629,858 Pembaca Setia

اهلا وسهلا بحضوركم

Ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk. Kebenaran datangnya dari Alloh SWT, kesalahan datangnya dari kelemahan diri saya pribadi. Jika ingin copy-paste silakan. Mohon masukan dan tegur sapa serta do'akan semoga tetap istiqomah di jalanNYA. Amien

Terima kasih atas kunjungan Anda

Allah exists without a place!

Sahabat Ali Ibn Abi Thalib berkata : "Sebagian golongan dari umat Islam ini ketika kiamat telah dekat akan kembali menjadi orang-orang kafir." Seseorang bertanya kepadanya : "Wahai Amirul Mukminin apakah sebab kekufuran mereka? Adakah karena membuat ajaran baru atau karena pengingkaran?” Sahabat Ali Ibn Abi Thalib menjawab : "Mereka menjadi kafir karena pengingkaran. Mereka mengingkari Pencipta mereka (Allah SWT) dan mensifati-Nya dengan sifat-sifat benda dan anggota-anggota badan." (Imam Ibn Al-Mu'allim Al-Qurasyi (w. 725 H) dalam Kitab Najm Al-Muhtadi Wa Rajm Al-Mu'tadi)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,017 other followers

May 2010
M T W T F S S
« Apr   Aug »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Twitter

Follow me

Shalawat

  1. preview.mp3
  2. M%2BArifin%2BIlham%2B-%2BYa%2BNabi%2BSalam%2BAlaika.mp3



Asas

Page Rank

Online

tracker

My 4shared

%d bloggers like this: