Sekedar Catatan

Malam Nishfu Sya’ban

Posted on: July 13, 2011

Suatu malam Rasulullah SAW salat, kemudian beliau bersujud panjang, sehingga aku menyangka bahwa Rasulullah telah diambil, karena curiga maka aku gerakkan telunjuk beliau dan ternyata masih bergerak. Setelah Rasulullah usai salat beliau berkata: “Hai A’isyah engkau tidak dapat bagian?”. Lalu aku menjawab: “Tidak ya Rasulullah, aku hanya berfikiran yang tidak-tidak (menyangka Rasulullah telah tiada) karena engkau bersujud begitu lama”. Lalu beliau bertanya: “Tahukah engkau, malam apa sekarang ini”. “Rasulullah yang lebih tahu”, jawabku. “Malam ini adalah malam nisfu Sya’ban, Allah mengawasi hambanya pada malam ini, maka Ia memaafkan mereka yang meminta ampunan, memberi kasih sayang mereka yang meminta kasih sayang dan menyingkirkan orang-orang yang dengki” (H.R. Baihaqi)

Seri ke-227, Kamis, 25 Oktober 2001
Tanya: Saya ingin menanyakan mengenai Nisfu Sya’ban apakah artinya dan apa yang sepatutnya kita lakukan pada malam Nisfu Sya’ban tersebut apakah ada hadisnya? Jazakumullah…
Dewi – Batam

Jawab:

Berkenaan dengan malam Nisfu (pertengahan) Sya’ban ada beberapa permasalahan yang patut diketahui: Tentang keutamaan malam ini, terdapat beberapa hadis yang menurut sebagian ulama sahih. Diantaranya hadis A’isyah: “Suatu malam rasulullah salat, kemudian beliau bersujud panjang, sehingga aku menyangka bahwa Rasulullah telah diambil, karena curiga maka aku gerakkan telunjuk beliau dan ternyata masih bergerak. Setelah Rasulullah usai salat beliau berkata: “Hai A’isyah engkau tidak dapat bagian?”. Lalu aku menjawab: “Tidak ya Rasulullah, aku hanya berfikiran yang tidak-tidak (menyangka Rasulullah telah tiada) karena engkau bersujud begitu lama”. Lalu beliau bertanya: “Tahukah engkau, malam apa sekarang ini”. “Rasulullah yang lebih tahu”, jawabku. “Malam ini adalah malam nisfu Sya’ban, Allah mengawasi hambanya pada malam ini, maka Ia memaafkan mereka yang meminta ampunan, memberi kasih sayang mereka yang meminta kasih sayang dan menyingkirkan orang-orang yang dengki” (H.R. Baihaqi) Menurut perawinya hadis ini mursal (ada rawi yang tidak sambung ke Sahabat), namun cukup kuat.

Dalam hadis Ali, Rasulullah bersabda: “Malam nisfu Sya’ban, maka hidupkanlah dengan salat dan puasalah pada siang harinya, sesungguhnya Allah turun ke langit dunia pada malam itu, lalu Allah bersabda: “Orang yang meminta ampunan akan Aku ampuni, orang yang meminta rizqi akan Aku beri dia rizqi, orang-orang yang mendapatkan cobaan maka aku bebaskan, hingga fajar menyingsing.” (H.R. Ibnu Majah dengan sanad lemah). Ulama berpendapat bahwa hadis lemah dapat digunakan untuk Fadlail A’mal (keutamaan amal). Walaupun hadis-hadis tersebut tidak sahih, namun melihat dari hadis-hadis lain yang menunjukkan kautamaan bulan Sya’ban, dapat diambil kesimpulan bahwa malam Nisfu Sya’ban jelas mempunyai keuatamana dibandingkan dengan malam-malam lainnya.

Bagaimana merayakan malam Nisfu Sya’ban? Adalah dengan memperbanyak ibadah dan salat malam dan dengan puasa, namun sebagaimana yang dilakukan Rasulullah, yaitu dengan secara sendiri-sendiri. Adapun meramaikan malam Nisfu Sya’ban dengan berlebih-lebihan seperti dengan salat malam berjamaah, Rasulullah tidak pernah melakukannya. Sebagian umat Islam juga mengenang malam ini sebagai malam diubahnya kiblat dari masjidil Aqsa ke arah Ka’bah.

Adapun apa yang sering dilakukan oleh sebagian umat Islam, yaitu Salat Malam Nisfu Sya’ban sebanyak 100 rakaat, ini tidak ada landasannya dan termasuk bid’ah. Syeikh Abdurrahman bin Ismail al-Muqaddisi telah mentahqiq masalah ini. Demikian juga tidak ada do’a khusus untuk malam nisfu Sya’ban, namun cukup dengan do’a-do’a umum terutama do’a yang pernah dilakukan Rasulullah. Jadi sangat dianjurkan untuk meramaikan malam Nisfu Sya’ban dengan cara memperbanyak ibadah, salat, zikir membaca al-Qur’an, berdo’a dan amal-amal salih lainnya.

Muhammad Niam

source : pesantrenvirtual.com

1 Response to "Malam Nishfu Sya’ban"

Dalam kebiasaan kita di malam Nishfu Sya’ban adalah berdoa untuk dipanjangkan umur kita dalam ibadah, diluaskan rizqi kita dalam ibadah, dan agar diwafatkan dalam keadaan baik (husnul khatimah). Bukanlah termasuk kebiasaan kita untuk mendirikan shalat khusus pada malam nishfu Sya’ban. Habib Munzir pernah ditanya mengenai shalat malam Nishfu Sya’ban. Beliau menjawab, “Kami tidak mengajarkan shalat nishfu Sya’ban.” Dan di lain kesempatan beliau menjelaskan, “Mengenai shalat sunnah di malam nishfu Sya’ban dalilnya dhoif (lemah). Namun hal itu mustahab, karena disunnahkan pada malam itu untuk memperbanyak ibadah, dan tentunya shalat adalah salah satu ibadah terluhur.” Jadi beliau tidak mengajarkan shalat Nishfu Sya’ban, tetapi jika memperbanyak shalat sunnah pada malam nishfu Sya’ban atau memperbanyak ibadah lainnya pada malam tersebut, maka hal itu mustahab.

Namun untuk menambah wawasan kita, ada baiknya kita mengintip bagaimana pendapat Ibnu Taymiyyah mengenai hal ini. Dalam Al-Fatawa al-Kubra juz’ 2 halaman 262, ibnu Taymiyyah menjawab tentang shalat Nishfu Sya’ban:

إذَا صَلَّى الْإِنْسَانُ لَيْلَةَ النِّصْفِ وَحْدَهُ، أَوْ فِي جَمَاعَةٍ خَاصَّةٍ كَمَا كَانَ يَفْعَلُ طَوَائِفُ مِنْ السَّلَفِ، فَهُوَ أَحْسَنُ

“Apabila seorang itu sholat pada malam Nishfu Sya’ban sendirian atau berjamaah secara khusus sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian salaf, maka hal itu adalah sangat baik.”

Beliau tidak berkata bahwa hal itu adalah baik, tetapi beliau berkata bahwa hal itu sangat baik. Kemudian dalam juz’ 5 halaman 344 dijelaskan pula:

وَأَمَّا لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَفِيهَا فَضْلٌ، وَكَانَ فِي السَّلَفِ مَنْ يُصَلِّي فِيهَا

“Adapun mengenai malam Nishfu Sya’ban, maka padanya ada keutamaan, dan ada dari kaum salaf yang shalat pada malam tersebut.”

Kemudian dalam Majmu’ al-Fatawa juz’ 23 halaman 131 dijelaskan:

وأما ليلة النصف، فقد روي في فضلها أحاديث وآثار ونقل عن طائفة من السلف أنهم كانوا يصلون فيها، فصلاة الرجل فيها وحده قد تقدمه فيه سلف وله فيه حجة فلا ينكر مثل هذا‏.‏ وأما الصلاة فيها جماعة، فهذا مبني على قاعدة عامة في الاجتماع على الطاعات والعبادات‏

“Adapun malam Nishfu (Sya’ban), maka telah diriwayatkan mengenai kemuliaan dan kelebihan Nishfu Sya’ban dengan hadits-hadits dan atsar, dinukilkan dari golongan Salaf (orang-orang dahulu) bahwa mereka menunaikan sholat khusus pada malam Nishfu Sya’ban, sholatnya seseorang pada malam itu secara perseorangan sebenarnya telah dilakukan oleh ulama Salaf dan dalam perkara tersebut terdapat hujjah/dalil, maka jangan diingkari hal yang seperti ini. Sedangkan sholat secara jama’ah pada malam Nishfu Sya’ban, maka hal ini dibangun atas qaidah umum pada berjama’ahnya dalam melakukan amalan ketaatan dan ibadah.”

ليلة النصف من شعبان، فقد روى في فضلها من الأحاديث المرفوعة والآثار ما يقتضي أنها ليلة مفضلة، وأن من السلف من كان يخصها بالصلاة فيها.
وصوم شهر شعبان قد جاءت فيه أحاديث صحيحة. ومن العلماء: من السلف، من أهل المدينة، وغيرهم من الخلف، من أنكر فضلها، وطعن في الأحاديث الواردة فيها، كحديث: “إن الله يغفر فيها لأكثر من عدد شعر غنم كلب”.
لكن الذي عليه كثير من أهل العلم، أو أكثرهم، من أصحابنا وغيرهم -على تفضيلها، وعليه يدل نص أحمد، لتعدد الأحاديث الواردة فيها، وما يصدق ذلك من الآثار السلفية، وقد روي بعض فضائلها في المسانيد والسنن

Malam Nishfu Sya’ban, telah diriwayatkan mengenai kemuliaannya dari hadits-hadits Nabi yang marfu’ dan atsar yang telah menjelaskan bahwa itu adalah malam yang mulia, dan bahwa ada dari ulama Salaf yang meng khususkan shalat pada malam Nishfu Sya’ban.

Dan berpuasa pada bulan Sya’ban, ada pula hadits yang shohih tentangnya. Ada ulama Salaf dari ahli Madinah dan yang selain mereka dari kalangan Khalaf yang mengingkari kemuliaannya dan menyanggah hadits-hadits yang diriwayatkan padanya seperti hadits: ‘Sesungguhnya Allah swt. mengampuni padanya lebih banyak dari bilangan bulu kambing bani kalb’.

Akan tetapi disisi kebanyakan ulama ahli Ilmu atau kebanyakan ulama Madzhab kami dan ulama yang lainnya adalah memuliakan malam Nishfu Sya’ban, dan ditunjukkan nashnya oleh Imam Ahmad, karena cukup banyak hadits yang menyatakan mengenai kemuliaan Nishfu Sya’ban, dan juga apa-apa yang membenarkan hal ini berupa atsar ulama Salaf, dan telah diriwayatkan sebagian kemuliaan Nishfu Sya’ban dalam banyak kitab hadits Musnad dan Sunan.

Demikianlah ibnu Taymiyyah mengulas kemulyaan malam Nishfu Sya’ban dalam kitab-kitabnya. Akankah ibnu Taymiyyah dicap sebagai ahlul bid’ah oleh wahhabiyyun karena hal ini? Wallahu a’lam.

source : http://artikelislami.wordpress.com/2011/07/11/shalat-nishfu-sya%E2%80%99ban-menurut-ibnu-taymiyyah/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Shalawat

Al Qur’an Online

Tawassul

Pengunjung

  • 629,780 Pembaca Setia

اهلا وسهلا بحضوركم

Ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk. Kebenaran datangnya dari Alloh SWT, kesalahan datangnya dari kelemahan diri saya pribadi. Jika ingin copy-paste silakan. Mohon masukan dan tegur sapa serta do'akan semoga tetap istiqomah di jalanNYA. Amien

Terima kasih atas kunjungan Anda

Allah exists without a place!

Sahabat Ali Ibn Abi Thalib berkata : "Sebagian golongan dari umat Islam ini ketika kiamat telah dekat akan kembali menjadi orang-orang kafir." Seseorang bertanya kepadanya : "Wahai Amirul Mukminin apakah sebab kekufuran mereka? Adakah karena membuat ajaran baru atau karena pengingkaran?” Sahabat Ali Ibn Abi Thalib menjawab : "Mereka menjadi kafir karena pengingkaran. Mereka mengingkari Pencipta mereka (Allah SWT) dan mensifati-Nya dengan sifat-sifat benda dan anggota-anggota badan." (Imam Ibn Al-Mu'allim Al-Qurasyi (w. 725 H) dalam Kitab Najm Al-Muhtadi Wa Rajm Al-Mu'tadi)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,017 other followers

July 2011
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Twitter

Follow me

Shalawat

  1. preview.mp3
  2. M%2BArifin%2BIlham%2B-%2BYa%2BNabi%2BSalam%2BAlaika.mp3



Asas

Page Rank

Online

tracker

My 4shared

%d bloggers like this: