Sekedar Catatan

Pandangan Mengenai ‘Dimana Alloh’ antara Ahlus Sunnah dan Wahhabiyah

Posted on: September 6, 2012

Dalam video yang di-upload di youtube ini ditampilkan antara dua pendapat yang belakangan hangat dibicarakan, yakni mengenai AYNA ALLOH atau Dimana Alloh SWT. Dalam video yang berdurasi selama 8 menit dan 6 detik dijelaskan mengenai pandangan antara Ahlus Sunnah dan Wahhabiyah terkait dengan hal yang sangat asasi ini. Keduanya melandaskan apa yang dibicarakannya dengan Al Qur’an dan Hadits Rasululloh SAW. Yang membedakannya dalam video ini adalah rujukan yang menjadi penjelas dari apa yang disampaikan.

Seperti yang kita sering dengan bahwa Wahhabi keukeuh (bersiteguh/istiqomah) Alloh ada di langit berdasarkan hadits Jariyah ketika Rasul SAW bertanya kepada seorang budak wanita tentang Ayna Alloh? (Dimana Alloh?) Maka jariyah tersebut menunjuk ke arah langit. Lantas Rasul SAW bertanya kembali man ana? (Siapa aku?) Maka dijawab : Anta Rasululloh (Engkau Rasululloh). Kemudian syaikh Jiel Shadiq menjelaskan tentang apa yang sebenarnya dimaksud dengan hadits jariyah ini. Syaikh Jiel Shadiq menerangkan bahwa pertanyaan yang diajukan Rasul SAW kepada budak perempuan ini bukanlah terkait dengan arah atau tempat dimana Alloh melainkan arah para hamba ke dalam ‘menghadap’ kepada Rabbnya, bukan menunjukkan pada keberadaan Dzat Alloh SWT. Demikian seperti yang dituliskan Syaikh As Sindi dalam Hasyiyahnya.

Imam as Suyuthi dalam syarah kitab sunan Imam an Nasai menjelaskan tentang hadits jariyah, berkata imam an Nawawi : Ini adalah ayat tentang shifat Alloh dan terdapat dua pendapat mengenai hal ini :
1. Mengimaninya tanpa tawfidh dengan mengi’tiqodkan Alloh SWT tidak sama dengan makhlukNYA
2. Menta’wil dengan sesuatu yang sesuai dengan maksud yang dituju

Wahhabi mengetangahkan salah satu ayat dalam surah Al Mulk guna mendukung hadis jariyah dengan menyebutkan ayat : A amintum man fis samaa’  Apakah kalian tidak beriman kepada yang dilangit (QS. Al Mulk ayat 17). Sekali lagi syaikh Jiel Shadiq mengemukakan argumennya dengan menyebutkan kitab Shahih Muslim yang disyarah oleh Imam an Nawawi ra. berkata al Qodhi ‘Iyadh tidak terjadi ikhtilaf di antara kaum muslimin terkait dengan kata as Samaa-i seperti dalam kalimat a amintum man fis samaa-i dan yang semisalnya bukanlah dimaknai atas dzohirnya. Juga terkait dengan hal ini Imam Al Qurthubi  dalam tafsirnya mengatakan bahwa ini (a amintum man fis samaa-i) adalah isyarah bagi malaikat yakni Jibril yang bertindak sebagai wakil dari malaikat adzab. Jadi maknanya adalah : apakah kalian merasa aman kepada yang menciptakan man fis samaai (Jibril atau malaikat)  akan menjungkirbalikkan bumi sebagaimana telah dijungkirbalikkan bumi terhadap Qorun.

Berkata imam Abu Mashur al Baghdadi dalam kitabnya yang masyhur : Al Farqu bayna al Firoq :

Dan Ahlus Sunnah wal Jama`ah telah ijma` bahawasanya Allah s.w.t. tidak bertempat dan tidak berlaku atas-Nya masa, berbeda dengan pegangan golongan al-Hisyaamiyyah dan al-Karaamiyyah yang mendakwa Allah bertempat di arasyNya. Dan telah berkata Amirul Mu’minin ‘Ali r.a.: “Sesungguhnya Allah ta`ala telah menciptakan arasy untuk memperlihatkan kekuasaanNya dan bukan untuk dijadikan tempat bagi DzatNya”. Baginda SAW juga berkata: “Dan adalah Allah ta`ala ada tanpa tempat dan Dia berada sekarang sebagaimana sediakalanya”.

http://www.youtube.com/watch?v=xelYVyXbQkU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Shalawat

Al Qur’an Online

Tawassul

Pengunjung

  • 608,256 Pembaca Setia

اهلا وسهلا بحضوركم

Ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk. Kebenaran datangnya dari Alloh SWT, kesalahan datangnya dari kelemahan diri saya pribadi. Jika ingin copy-paste silakan. Mohon masukan dan tegur sapa serta do'akan semoga tetap istiqomah di jalanNYA. Amien

Terima kasih atas kunjungan Anda

Allah exists without a place!

Sahabat Ali Ibn Abi Thalib berkata : "Sebagian golongan dari umat Islam ini ketika kiamat telah dekat akan kembali menjadi orang-orang kafir." Seseorang bertanya kepadanya : "Wahai Amirul Mukminin apakah sebab kekufuran mereka? Adakah karena membuat ajaran baru atau karena pengingkaran?” Sahabat Ali Ibn Abi Thalib menjawab : "Mereka menjadi kafir karena pengingkaran. Mereka mengingkari Pencipta mereka (Allah SWT) dan mensifati-Nya dengan sifat-sifat benda dan anggota-anggota badan." (Imam Ibn Al-Mu'allim Al-Qurasyi (w. 725 H) dalam Kitab Najm Al-Muhtadi Wa Rajm Al-Mu'tadi)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,017 other followers

September 2012
M T W T F S S
« Jul   Oct »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Twitter

Follow me

Shalawat

  1. preview.mp3
  2. M%2BArifin%2BIlham%2B-%2BYa%2BNabi%2BSalam%2BAlaika.mp3



Asas

Page Rank

Online

tracker

My 4shared

%d bloggers like this: