Sekedar Catatan

Archive for the ‘Nyeleneh’ Category

Dikalangan Wahhabi terkenal adanya fatwa tentang Hukum bid’ahnya mencium Mushhaf,  fatwa ini seperti biasa terlahir dari statemen “Apa yang tidak pernah dilakukan Oleh Rasulullah itu tidak boleh dilakukan”.

Seandainya mencium mushaf itu baik dan benar, tentu sudah dilakukan oleh orang yang paling tahu tentang kebaikan & kebenaran, yaitu Rasulullah  & para sahabat, yakni para Salaf, sebagaimana kaidah yang dipegang oleh para ulama salaf. Demikian hujjah mereka.

Salah satu Tokohyang memberikan kontribusi penting dalam masalah bid’ahnya mencium Mushhaf adalahSyaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani, anda bisa lihat dalam kitab Majmu’ah Fatawa Al-Madinah Al-Munawarah, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Syaikh Nashiruddin Al-Albani, Penulis Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani Penerjemah Taqdir Muhammad Arsyad, Penerbit media Hidayah, tokoh yang lain adalah Syaikh Abdil Aziz Bib Baz, setidaknya hal itu terekam dalam Kitab Majmu’ fatawanya sebagai berikut:

 Hukum Mencium Al Quran1

Apakah mencium mushaf itu boleh atau tidak?” Read the rest of this entry »

Berikut saya tampilkan dialog menarik yang dicuplik dari buku “Buku Pintar Berdebat Dengan Wahhabi” Saya pikir ini menarik untuk dibaca dan dimengerti. Bahasanya lugas dan mengena. Semoga dapat memberi pencerahan buat mereka yang mendambakan kebenaran. Selamat menyimak :

Al-Hafizh Ahmad bin Muhammad bin al-Shiddiq al-Ghumari al-Hasani adalah ulama ahli hadits yang terakhir menyandang gelar al-hafizh (gelar kesarjanaan tertinggi dalam bidang ilmu hadits). Ia memiliki kisah perdebatan yang sangat menarik dengan kaum Wahhabi. Dalam kitabnya, Ju’nat al-’Aththar, sebuah autobiografi yang melaporkan perjalanan hidupnya, beliau mencatat kisah berikut ini.

“Pada tahun 1356 H ketika saya menunaikan ibadah haji, saya berkumpul dengan tiga orang ulama Wahhabi di rumah Syaikh Abdullah al-Shani’ di Mekkah yang juga ulama Wahhabi dari Najd. Dalam pembicaraan itu, mereka menampilkan seolah-olah mereka ahli hadits, amaliahnya sesuai dengan hadits dan anti taklid. Tanpa terasa, pembicaraan pun masuk pada soal penetapan ketinggian tempat Allah subhanahu wa ta‘ala dan bahwa Allah subhanahu wa ta‘ala itu ada di atas ‘Arasy sesuai dengan ideologi Wahhabi. Mereka menyebutkan beberapa ayat al-Qur’an yang secara literal (zhahir) mengarah pada pengertian bahwa Allah subhanahu wa ta‘ala itu ada di atas ‘Arasy sesuai keyakinan mereka. Read the rest of this entry »

Presiden RI ke 4Sebagai seorang Demokrat saya tidak bisa menghalangi keinginan rakyat Aceh untuk menentukan nasib sendiri. Tetapi sebagai seorang republik, saya diwajibkan untuk menjaga keutuhan Negara kesatuan Republik Indonesia—Gus Dur

Indonesia kembali kehilangan tokoh bangsa. Abdurrahman Wahid atau yang lebih popular disapa Gus Dur menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Rabu (30/12) sekitar pukul 18.55 WIB. Banyak hal yang patut dicatat dari tokoh yang penuh kontroversi ini, terutama jika dikaitkan dengan Aceh.

Bagi Aceh, Gus Dur di samping dianggap sebagai sosok yang meresahkan juga sebagai peletak dasar fondasi perdamaian. Meresahkan, karena dalam sejumlah pernyataannya, Gur Dur selalu menyinggung perasaan orang Aceh. Publik Aceh tentu belum lupa dengan pernyataan Gus Dur yang menyebut dirinya sebagai ‘nabi’nya orang Aceh. Selain itu, tuntutan referendum yang disuarakan rakyat Aceh dianggap angin lalu saja. Bahkan, dalam salah satu pernyataannya, Gus Dur mengklaim yang menuntut referendum hanya ratusan orang saja, padahal saat Sidang Umum Masyarakat Pejuang Referendum (SUMPR), jutaan rakyat Aceh tumpah ruah ke Banda Aceh.

Tetapi, terlepas dari itu, Gus Dur juga peletak dasar perdamaian. Pada pemerintahan Gus Durlah, pembicaraan damai antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Indonesia menjadi terbuka. Padahal, sebelumnya, pembicaraan dengan GAM sesuatu yang tabu, sehingga peluang perdamaian seperti ditutup rapat, apalagi jika sampai mengakomodasi tuntutan kemerdekaan. Saat sejumlah tokoh nasional mengecam pendekatannya untuk Aceh, Gus Dur tetap memilih menempuh cara-cara penyelesaian yang lebih simpatik: mengajak tokoh GAM duduk satu meja untuk membahas penyelesaian Aceh secara damai. Bahkan, secara rahasia, Gus Dur mengirim Bondan Gunawan, Pjs Menteri Sekretaris Negara, menemui Panglima GAM Abdullah Syafii di pedalaman Pidie. Di masa Gus Dur pula, untuk pertama kalinya tercipta Jeda Kemanusiaan.

Lanjut…

Aqidah Ahlus Sunnah tentang eksistensi Alloh Subhana wa Ta’ala sebagaimana yang diyakini ulama2 Ahlus Sunnah yang kredibel dari generasi pertama sampai kini. Berikut adalah penggalan pernyataan yang terdapat di dalam kitab2 yang masyhur.

Kelompok yang mengaku pengikut salaf dan mendakwa bahwa di luar pemahaman Aqidahnya adalah bathil, kafir dlsb, sebenarnya berada dalam pemahaman yang bertolak belakang dari pemahaman Salafus Saleh itu sendiri. Aqidah Salaf bukan lah aqidah Tajsim dan Tasybih.

Allohu mawjuud bi laa makaan [Alloh SWT ada tanpa bertempat] adalah aqidah Ahlus Sunnah sebenar. Laysa kamitslihi syai’ [Tidak ada satu pun -dari makhlukNya- yang serupa denganNya].

Wa lam yakun lahu kufuwan Ahad

Mazhab Tafwîdh Adalah Mazhab Salaf Shaleh

Setelah kami terangkan sebelumnya bawa ta’wîl adalah mazhab Salaf yang telah tetap berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah, kini mari kita teliti masalah tafwîdh.

Tafwîdh dimaksud di sini ialah menyerahkan pemaknaan kata atau kalimat kepada Allah SWT. dengan tidak menafsirkannya, baik makna maupun kaif-nya [1]

Imam Ahmad ibn Hanbal berkata ketika ditanya tentang hadis-hadis sifat:

نُؤْمِنُ بِها و نُصَدِّقُ بها ولا كيف ولا مَعْنَى.

“Kami mengimaninya, mempercayainya, dan tanpa kaif dan makna.”

Pernyataan ini telah dinukil dengan sanad shahih oleh al Khallâl. Dan penegasan para imam Salaf bahwa sikap yang harus ditempuh adalah memberlakukan kata-kata sifat itu sebagimana datang dalam ayat atau riwayat dengan tidak memberikan makna apapun dan terjun dalam menerangkan apa maksudnya adalah sangat banyak untuk dinukil di sini. Di antaranya apa yang ditegaskan Imam at Turmudzi dalam kitab Sunan-Nya:“ Mazhab yang benar dalam masalah ini menurut ahli ilmu dari para imam, seperti Sufyan ats Tsawri, (Imam) Malik ibn Anas, Ibnu Mubârak, Ibnu Uyainah, Wakî’ dan selain mereka ialah mereka meriwayatkan hadis-hadis seperti ini kemudian mereka berkata, ‘Hadis-hadis seperti itu diriwayatkan, kita imani dan tidak berkta kaif (bagaimana)? Read the rest of this entry »


Shalawat

Al Qur’an Online

Tawassul

Pengunjung

  • 633,985 Pembaca Setia

اهلا وسهلا بحضوركم

Ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk. Kebenaran datangnya dari Alloh SWT, kesalahan datangnya dari kelemahan diri saya pribadi. Jika ingin copy-paste silakan. Mohon masukan dan tegur sapa serta do'akan semoga tetap istiqomah di jalanNYA. Amien

Terima kasih atas kunjungan Anda

Allah exists without a place!

Sahabat Ali Ibn Abi Thalib berkata : "Sebagian golongan dari umat Islam ini ketika kiamat telah dekat akan kembali menjadi orang-orang kafir." Seseorang bertanya kepadanya : "Wahai Amirul Mukminin apakah sebab kekufuran mereka? Adakah karena membuat ajaran baru atau karena pengingkaran?” Sahabat Ali Ibn Abi Thalib menjawab : "Mereka menjadi kafir karena pengingkaran. Mereka mengingkari Pencipta mereka (Allah SWT) dan mensifati-Nya dengan sifat-sifat benda dan anggota-anggota badan." (Imam Ibn Al-Mu'allim Al-Qurasyi (w. 725 H) dalam Kitab Najm Al-Muhtadi Wa Rajm Al-Mu'tadi)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,017 other followers

December 2017
M T W T F S S
« Oct    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Twitter

Follow me

Shalawat

  1. preview.mp3
  2. M%2BArifin%2BIlham%2B-%2BYa%2BNabi%2BSalam%2BAlaika.mp3



Asas

Page Rank

Online

tracker

My 4shared

%d bloggers like this: