Sekedar Catatan

Archive for the ‘Perdebatan’ Category

Dikalangan Wahhabi terkenal adanya fatwa tentang Hukum bid’ahnya mencium Mushhaf,  fatwa ini seperti biasa terlahir dari statemen “Apa yang tidak pernah dilakukan Oleh Rasulullah itu tidak boleh dilakukan”.

Seandainya mencium mushaf itu baik dan benar, tentu sudah dilakukan oleh orang yang paling tahu tentang kebaikan & kebenaran, yaitu Rasulullah  & para sahabat, yakni para Salaf, sebagaimana kaidah yang dipegang oleh para ulama salaf. Demikian hujjah mereka.

Salah satu Tokohyang memberikan kontribusi penting dalam masalah bid’ahnya mencium Mushhaf adalahSyaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani, anda bisa lihat dalam kitab Majmu’ah Fatawa Al-Madinah Al-Munawarah, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Syaikh Nashiruddin Al-Albani, Penulis Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani Penerjemah Taqdir Muhammad Arsyad, Penerbit media Hidayah, tokoh yang lain adalah Syaikh Abdil Aziz Bib Baz, setidaknya hal itu terekam dalam Kitab Majmu’ fatawanya sebagai berikut:

 Hukum Mencium Al Quran1

Apakah mencium mushaf itu boleh atau tidak?” Read the rest of this entry »

Ini adalah tragedi nasional bangsa kita hampir 3 dasawarsa silam, saat KMP Tampomas II milik PELNI yang mengangkut ratusan penumpang perlahan-lahan lenyap di perairan dekat kepulauan Masalembo. Dalam manifest disebutkan jumlah penumpang saat itu ada 1054 orang, 191 mobil dan 200 sepeda motor –> lanjut cerita

Setidaknya ada dua seniman Indonesia yang mengungkapkan peristiwa tenggelamnya KMP Tampomas (d/h MV. Great Emerald yang dibuat di Jepang pada tahun 1971) Keduanya berbicara tentang tragedi dengan ‘bahasa’ yang berbeda. Ebiet G Ade dan Virgiawan Listanto atau yang lebih dikenal dengan nama Iwan Fals mengungkapkannya dengan makna yang dalam dan lugas, meski titik beratnya berbeda. Ebiet lebih menyoroti peran seorang nahkoda kapal yang penuh tanggung jawab mengabdikan jiwa raga untuk orang lain, sementara Iwan Fals menyindir pengelola negeri dengan tajam terkait apa yang disebutnya “bukan takdir Tuhan”. Berikut petikan dua seniman tentang karamnya Tampomas II.

SebuahTragedi 1981
Dia nampak tegak berdiri,
gagah perkasa
Berteriak tegas dan lantang,
ia nakhoda
Sebentar gelap hendak turun
Asap tebal rapat mengurung
Jeritan yang panjang,
rintihan yang dalam,
derak yang terbakar,
dia tak diam
du du du du du du du duDia nampak sigap bergerak
di balik api
Seperti ada yang berbisik,
ia tersenyum
Bila bersandar kepadaNya
terasa ada tangan yang terulur
Bibirnya yang kering
serentak membasah
Tangannya yang jantan
tak kenal diamBertanya kepadaNya,
“Mesti apalagi?”
Semua telah dikerjakan
tak ada yang tertinggal
Geladak makin terbenam,
ho harapan belum pudar
Masih ada yang ditunggu
mukjizat dariNya
Atau bila segalanya
harus selesai
Pasrah terserah kepadaNyaDia nampak duduk terpekur,
tengah berdoa
Ia hadirkan semua putranya,
ia pamitan
Tanggung jawab yang ia junjung
dan rasa kemanusiaan
ia telah bersumpah,
selamatkan semua
ia rela berkorban,
jiwa dan raga
du du du du du du du duDi tengah badai pusaran air
tegak bendera
Ia t’lah gugur begitu jantan,
ia pahlawan
Pengorbanannya patut dikenang,
jasa-jasanya pantas dicatat
Taburkanlah kembang,
di atas kuburnya
Berbelasungkawa bagi pahlawan
Celoteh Camar Tolol & Cemar
Api menjalar dari sebuah kapal
Jerit ketakutan
Keras melebihi gemuruh gelombang
Yang datangSejuta lumba lumba mengawasi cemas
Risau camar membawa kabar
Tampomas terbakar
Risau camar memberi salam
Tampomas Dua tenggelamAsap kematian
Dan bau daging terbakar
Terus menggelepar dalam ingatanHatiku rasa
Bukan takdir tuhan
Karena aku yakin itu tak mungkinKorbankan ratusan jiwa
Mereka yang belum tentu berdosa
Korbankan ratusan jiwa
Demi peringatan manusiaKorbankan ratusan jiwa
Mereka yang belum tentu berdosa
Korbankan ratusan jiwa
Demi peringatan manusiaBukan bukan itu
Aku rasa kita pun tahu
Petaka terjadi
Karena salah kita sendiriDatangnya pertolongan
Yang sangat diharapkan
Bagai rindukan bulan
Lamban engkau pahlawan
Celoteh sang camar

Bermacam alasan
Tak mau kami dengar
Di pelupuk mata hanya terlihat
Jilat api dan jerit penumpang kapal

Tampomas sebuah kapal bekas
Tampomas terbakar di laut lepas
Tampomas tuh penumpang terjun bebas
Tampomas beli lewat jalur culas
Tampomas hati siapa yang tak panas
Tampomas kasus ini wajib tuntas
Tampomas koran koran seperti amblas
Tampomas pahlawanmu kurang tangkas
Tampomas cukup tamat bilang naas

>download<
Sebuah Tragedi 1981 | Celoteh Camar Tolol & Cemar

Siapa pernah duga situs jejaring sosial Buku Muka alias Facebook booming melebih situs sejenis lainnya. Demam Facebook atau biasa di singkat fb menjangkiti begitu banyak orang. Terakhir tercatat lebih dari 170 juta pengguna fb seluruh dunia. Pamor fb belakngan menggeser posisi beberapa situs jaring sosial pendahulunya seperti friendster, myspace, hi5 dlsb. Bahkan banyak blogger pun -sengaja atau tidak- [dalam tanda petik] melupakan aktifitas ngeblog lantaran ayik ber-facebook-ria. Banyak blog yang ‘terlantar’ akibat kesibukan baru, update status, upload foto, ngasih komen dlsb. Jujur diakui situs ini -baca: facebook- memanjakan penggunanya dengan banyak fitur yang wow.

Read the rest of this entry »

Mazhab Tafwîdh Adalah Mazhab Salaf Shaleh

Setelah kami terangkan sebelumnya bawa ta’wîl adalah mazhab Salaf yang telah tetap berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah, kini mari kita teliti masalah tafwîdh.

Tafwîdh dimaksud di sini ialah menyerahkan pemaknaan kata atau kalimat kepada Allah SWT. dengan tidak menafsirkannya, baik makna maupun kaif-nya [1]

Imam Ahmad ibn Hanbal berkata ketika ditanya tentang hadis-hadis sifat:

نُؤْمِنُ بِها و نُصَدِّقُ بها ولا كيف ولا مَعْنَى.

“Kami mengimaninya, mempercayainya, dan tanpa kaif dan makna.”

Pernyataan ini telah dinukil dengan sanad shahih oleh al Khallâl. Dan penegasan para imam Salaf bahwa sikap yang harus ditempuh adalah memberlakukan kata-kata sifat itu sebagimana datang dalam ayat atau riwayat dengan tidak memberikan makna apapun dan terjun dalam menerangkan apa maksudnya adalah sangat banyak untuk dinukil di sini. Di antaranya apa yang ditegaskan Imam at Turmudzi dalam kitab Sunan-Nya:“ Mazhab yang benar dalam masalah ini menurut ahli ilmu dari para imam, seperti Sufyan ats Tsawri, (Imam) Malik ibn Anas, Ibnu Mubârak, Ibnu Uyainah, Wakî’ dan selain mereka ialah mereka meriwayatkan hadis-hadis seperti ini kemudian mereka berkata, ‘Hadis-hadis seperti itu diriwayatkan, kita imani dan tidak berkta kaif (bagaimana)? Read the rest of this entry »

Benarkah Wahhabiyah Pewaris sejati Mazhab Salaf? (1)

Mentawîl Ayat-ayat Sifat Adalah Mazhab Salaf Shaleh

Sumber : Abusalafi

Ada dua poin yang perlu dicermati dengan teliti, Pertama, mazhab Wahhabi kental dengan faham Tasybîh dan Tajsîm dalam memahami nash-nash tentang sifat Allah SWT. tetapi mereka selalu mengelaknya dan berbelit-belit dalam membela diri. Kedua, mereka mengklaim bahwa faham mereka itu adalah representatif faham para sahabat Nabi dan tabi’în serta Salaf Ummat ini.

Dalam klaim mereka para sahabat dan tabi’în dalam menyikapi ayat-ayat atau hadis-hadis sifat adalah memberlakukan pemaknaannya dengan makna lahiriyah yang dikesankan oleh lahir lafadznya. Kata عينٌ – ساقٌ- يَدٌ- dan semisalnya harus dimaknai secara lahiriyah apa adanya tanpa memasukkan unsur majazi yang akrab dipergunakan dalam sastra Arab. Kata يدٌ harus dimaknai tangan, kata عينٌ harus dimaknai mata, dan kata ساق harus dimaknai betis. Ketika kata-kata itu dipergunakan untuk menyebut sifat Allah SWT. [1] maka arti yang sama pula harus kita fahami darinya.

Read the rest of this entry »


Shalawat

Al Qur’an Online

Tawassul

Pengunjung

  • 629,688 Pembaca Setia

اهلا وسهلا بحضوركم

Ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk. Kebenaran datangnya dari Alloh SWT, kesalahan datangnya dari kelemahan diri saya pribadi. Jika ingin copy-paste silakan. Mohon masukan dan tegur sapa serta do'akan semoga tetap istiqomah di jalanNYA. Amien

Terima kasih atas kunjungan Anda

Allah exists without a place!

Sahabat Ali Ibn Abi Thalib berkata : "Sebagian golongan dari umat Islam ini ketika kiamat telah dekat akan kembali menjadi orang-orang kafir." Seseorang bertanya kepadanya : "Wahai Amirul Mukminin apakah sebab kekufuran mereka? Adakah karena membuat ajaran baru atau karena pengingkaran?” Sahabat Ali Ibn Abi Thalib menjawab : "Mereka menjadi kafir karena pengingkaran. Mereka mengingkari Pencipta mereka (Allah SWT) dan mensifati-Nya dengan sifat-sifat benda dan anggota-anggota badan." (Imam Ibn Al-Mu'allim Al-Qurasyi (w. 725 H) dalam Kitab Najm Al-Muhtadi Wa Rajm Al-Mu'tadi)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,017 other followers

October 2017
M T W T F S S
« Oct    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Twitter

Follow me

Shalawat

  1. preview.mp3
  2. M%2BArifin%2BIlham%2B-%2BYa%2BNabi%2BSalam%2BAlaika.mp3


Asas

Page Rank

Online

tracker

My 4shared

%d bloggers like this: