Sekedar Catatan

Bertujuan untuk mengungkapkan keagungan dan kemuliaan Allah

Sering kita dengar ungkapan untuk menyerahkan sesuatu kepada Allah ta’ala dengan ungkapan “serahkan sama Yang di atas”

“di atas” bukan dalam pengertian tempat atau arah ataupun jarak karena Allah ta’ala tidak diliputi ruang maupun waktu

“di atas” maksudnya adalah “Uluww al-Martabah”, “علوّ المرتبة”; “derajat yang tinggi” untuk mengungkapkan keagungan dan kemuliaan Allah

Ulama Hanbali yang ternama, Al-Imam al-Hafizh al Alamah Abul Faraj Abdurrahman bin Ali bin al-Jawzi as- Shiddiqi al-Bakri atau yang lebih dikenal dengan Ibn al Jawzi dalam kitab berjudul Daf’u syubah at-tasybih bi-akaffi at-tanzih contoh terjemahannya pada http://mutiarazuhud.files.wordpress.com/2012/12/dafu-syubah-imam-ibn-al-jauzi.pdf meluruskan kesalahpahaman ulama Hanbali lainnya seperti

1. Abu Abdillah al-Hasan bin Hamid bin Ali al-Baghdadi al-Warraq, wafat 403 H, guru dari Abu Ya’la al-Hanbali
2. Muhammad bin al Husain bin Muhammad bin Khalaf bin Ahmad al-Baghdadi al-Hanbali, dikenal dengan sebutan Abu Ya’la al-Hanbali. Lahir tahun 380 H, wafat 458 H
3. Abu al-Hasan Ali bin Abdullah bin Nashr az-Zaghuni al-Hanbali, wafat 527 H

Ibn al Jawzi menjelaskan contoh kesalahpahaman mereka sebagai berikut

***** awal kutipan ***** Read the rest of this entry »

“Memori gue banyak kesedot file yang gak bisa dihapus, gimana dong?” Pertanyaan ini sempat menggelayuti saya untuk beberapa waktu. Coba klik kanan cari kemungkina menghilangkan ‘lock’-nya kemudian coba hapus lagi. Gatot alias gagal total. Tidak bisa dan file tersebut tetap nongkrong dengan manis di tempat semula. Coba lagi dengan cara memindahkan ke folder lain. File ke copy ke tempat lain namun tetap tidak bisa dihapus. Ugghhh… bikin kesal!

Sebenarnya file/folder tidak bisa dihapus disebabkan infeksi virus. Menjengkelkan karena virus tidak/belum bisa dihapus. Yang lebih menjengkelkan file yang terjangkit virus juga ikut2an tidak bisa dihapus. Ada beberapa pesan yang muncul seperti yang saya copy-paste dari blog Agungmacnet.blogspot.com : Read the rest of this entry »

Masih banyak dikalangan orang awam menyebut Ibnu Taymiyyah dengan sebutan Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah, namun apa yang terjadi dikalangan Para ‘Ulama/ silahkan simak berikut:

الحافظ السخاوي في كتابه الضوء اللامع في أعيان القرن السابع يقول بأن الفقيه الحنفي علاء الدين البخاري قال : من سمّى ابن تيمية شيخ الاسلام فهو كافر ( أي الذي يعرف من هو ابن تيمية ويعرف ضلالاته ثم قال عنه شيخ الاسلام هذا يكفر .)

“Siapa yang menyebutkan ibnu taimiyah dengan Syaikhul islam maka ia telah KAFIR!, tegasnya sebagaimana yang telah diketahui, dimana Ibnu Taymiyyah berpijak setelah diketahui pula kesesatannya?”

Didalam kitabya yang berjudul ( الدرر الكاملة ) betapa seriusnya Imam Ibnu Hajar mengomentari Ibnu Taymiyah, sebagai contoh, bagai mana Ibnu Taymiyyah ini meremehkan atau menghina sahabat yang mulia dan yang telah di beri kabar gembira dengan surga..

ذكر الحافظ ابن حجر العسقلاني – أن العلماء نسبوا ابن تيمية إلى النفاق لقوله في علي كرم الله وجه ما يأتي :

* إن عليا أخطأ في سبعة عشر شيئا خالف فيها النص .( الدرر الكاملة 1/155

“Telah menceritakan Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqolani ” Sesunguhnya Para Ulama Telah menisbatkan (MENYEBUT) Ibnu Taymiyyah kepada (GOLONGAN) orang2 munafiq karena ucapa beliau (Ibnu Taymiyyah) atas Ali “Sesungguhnya Ali telah Salah di 17 perkara Yang bertentangan dengan nas (Al-Qur’an(“

قال الحافظ في الدرر الكامنة(1/154) إن ابن تيمية خطأ عمر في شيء . وقال أيضا : إن عثمان كان يحب المال (1/155

“Ibnu Taymiyyah menyalahkan Umar dalah suatu perkara…dan berkata Ibnu Taymiyyah “Sesungguhnya Usman mencintai Harta“ Read the rest of this entry »

Sebuah Hadits yang biasa digunakan Salafi Wahabi untuk menipu ummat demi membenarkan aqidah sesat mereka, siasat sesat ini memang sangat efektif untuk menyesatkan orang awam, karena mereka berdusta atas nama Rasulullah SAW, yaitu satu kisah seorang hamba (jariyah) yang terdapat dalam satu Hadits, ketika Rasul bertanya kepada hamba tersebut “Dimana Allah” lalu hamba tersebut menjawab “di atas langit”. Tentu saja bila diartikan dengan hawa nafsu, kisah tersebut sudah cukup meyakikan bahwa “Allah berada di atas langit” dengan tanpa menghiraukan bagaimana pemahaman dan penjelasan para ulama tentang kisah jariyah tersebut, dan ternyata tidak ada satupun ulama salaf atau khalaf yang berdalil dengan kisah jariyah ini seperti cara berdalil nya Salafi Wahabi, bahkan kisah jariyah tersebut terdapat kontroversi yang banyak baik pada sanad nya maupun pada matan nya, dan terlepas dari segala kontroversi yang ada pada nya, bila ingin berpegang dengan kisah tersebut, tentu harus melihat dan mempertimbangkan bagaimana cara Ulama memahami kisah jariyah itu, kecuali bagi mereka yang lebih mendahulukan hawa nafsu nya atas pemahaman para Ulama. Read the rest of this entry »

Dalam video yang di-upload di youtube ini ditampilkan antara dua pendapat yang belakangan hangat dibicarakan, yakni mengenai AYNA ALLOH atau Dimana Alloh SWT. Dalam video yang berdurasi selama 8 menit dan 6 detik dijelaskan mengenai pandangan antara Ahlus Sunnah dan Wahhabiyah terkait dengan hal yang sangat asasi ini. Keduanya melandaskan apa yang dibicarakannya dengan Al Qur’an dan Hadits Rasululloh SAW. Yang membedakannya dalam video ini adalah rujukan yang menjadi penjelas dari apa yang disampaikan.

Seperti yang kita sering dengan bahwa Wahhabi keukeuh (bersiteguh/istiqomah) Alloh ada di langit berdasarkan hadits Jariyah ketika Rasul SAW bertanya kepada seorang budak wanita tentang Ayna Alloh? (Dimana Alloh?) Maka jariyah tersebut menunjuk ke arah langit. Lantas Rasul SAW bertanya kembali man ana? (Siapa aku?) Maka dijawab : Anta Rasululloh (Engkau Rasululloh). Kemudian syaikh Jiel Shadiq menjelaskan tentang apa yang sebenarnya dimaksud dengan hadits jariyah ini. Syaikh Jiel Shadiq menerangkan bahwa pertanyaan yang diajukan Rasul SAW kepada budak perempuan ini bukanlah terkait dengan arah atau tempat dimana Alloh melainkan arah para hamba ke dalam ‘menghadap’ kepada Rabbnya, bukan menunjukkan pada keberadaan Dzat Alloh SWT. Demikian seperti yang dituliskan Syaikh As Sindi dalam Hasyiyahnya.

Imam as Suyuthi dalam syarah kitab sunan Imam an Nasai menjelaskan tentang hadits jariyah, berkata imam an Nawawi : Ini adalah ayat tentang shifat Alloh dan terdapat dua pendapat mengenai hal ini :
1. Mengimaninya tanpa tawfidh dengan mengi’tiqodkan Alloh SWT tidak sama dengan makhlukNYA
2. Menta’wil dengan sesuatu yang sesuai dengan maksud yang dituju

Wahhabi mengetangahkan salah satu ayat dalam surah Al Mulk guna mendukung hadis jariyah dengan menyebutkan ayat : A amintum man fis samaa’  Apakah kalian tidak beriman kepada yang dilangit (QS. Al Mulk ayat 17). Sekali lagi syaikh Jiel Shadiq mengemukakan argumennya dengan menyebutkan kitab Shahih Muslim yang disyarah oleh Imam an Nawawi ra. berkata al Qodhi ‘Iyadh tidak terjadi ikhtilaf di antara kaum muslimin terkait dengan kata as Samaa-i seperti dalam kalimat a amintum man fis samaa-i dan yang semisalnya bukanlah dimaknai atas dzohirnya. Juga terkait dengan hal ini Imam Al Qurthubi  dalam tafsirnya mengatakan bahwa ini (a amintum man fis samaa-i) adalah isyarah bagi malaikat yakni Jibril yang bertindak sebagai wakil dari malaikat adzab. Jadi maknanya adalah : apakah kalian merasa aman kepada yang menciptakan man fis samaai (Jibril atau malaikat)  akan menjungkirbalikkan bumi sebagaimana telah dijungkirbalikkan bumi terhadap Qorun.

Berkata imam Abu Mashur al Baghdadi dalam kitabnya yang masyhur : Al Farqu bayna al Firoq :

Dan Ahlus Sunnah wal Jama`ah telah ijma` bahawasanya Allah s.w.t. tidak bertempat dan tidak berlaku atas-Nya masa, berbeda dengan pegangan golongan al-Hisyaamiyyah dan al-Karaamiyyah yang mendakwa Allah bertempat di arasyNya. Dan telah berkata Amirul Mu’minin ‘Ali r.a.: “Sesungguhnya Allah ta`ala telah menciptakan arasy untuk memperlihatkan kekuasaanNya dan bukan untuk dijadikan tempat bagi DzatNya”. Baginda SAW juga berkata: “Dan adalah Allah ta`ala ada tanpa tempat dan Dia berada sekarang sebagaimana sediakalanya”.

http://www.youtube.com/watch?v=xelYVyXbQkU

Shalawat

Al Qur’an Online

Tawassul

Pengunjung

  • 633,985 Pembaca Setia

اهلا وسهلا بحضوركم

Ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk. Kebenaran datangnya dari Alloh SWT, kesalahan datangnya dari kelemahan diri saya pribadi. Jika ingin copy-paste silakan. Mohon masukan dan tegur sapa serta do'akan semoga tetap istiqomah di jalanNYA. Amien

Terima kasih atas kunjungan Anda

Allah exists without a place!

Sahabat Ali Ibn Abi Thalib berkata : "Sebagian golongan dari umat Islam ini ketika kiamat telah dekat akan kembali menjadi orang-orang kafir." Seseorang bertanya kepadanya : "Wahai Amirul Mukminin apakah sebab kekufuran mereka? Adakah karena membuat ajaran baru atau karena pengingkaran?” Sahabat Ali Ibn Abi Thalib menjawab : "Mereka menjadi kafir karena pengingkaran. Mereka mengingkari Pencipta mereka (Allah SWT) dan mensifati-Nya dengan sifat-sifat benda dan anggota-anggota badan." (Imam Ibn Al-Mu'allim Al-Qurasyi (w. 725 H) dalam Kitab Najm Al-Muhtadi Wa Rajm Al-Mu'tadi)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,017 other followers

December 2017
M T W T F S S
« Oct    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Twitter

Follow me

Shalawat

  1. preview.mp3
  2. M%2BArifin%2BIlham%2B-%2BYa%2BNabi%2BSalam%2BAlaika.mp3



Asas

Page Rank

Online

tracker

My 4shared

%d bloggers like this: